
Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate
episode baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...
....
"bagaimana bisa, fotoku berada di dalam buku itu. lalu, mengapa sean juga berada di buku itu. apa hubunganku dengannya" batin charissa.
"sebenarnya siapa aku ini? apakah peranku di dalam buku itu? kenapa aku bisa berada di sana" tambahnya.
"charissa, makanlah.sedari tadi kau hanya melamun, itu tidak baik untuk kesehatanmu" ucap mona. charissa mendongak lalu tersenyum tipis saat melihat mona datang membawa makanan.
charissa menghampiri mona lalu melihat menu makanan malam ini."emmm... sepertinya ini lezat" ucap charissa.
"cobalah" kata mona dengan bersemangat. charissa mengangguk kemudian mengambil sumpit dan mencicipi makanan itu.
charissa terdiam beberapa saat. ia terpaku dengan rasa makanan itu. charissa menatap mona sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"ini benar benar lezat!" ucap charissa. mona yang mendengar itu langsung tersenyum. "berankah?"
charissa mengangguk kemudian memasukan kembali makanan itu kedalam mulutnya. "itu.. masakanku" bisik mona.
charissa langsung menatap mona dengan terkejut. "benarkah. masakanmu benar benar lezat. kau seharusnya menjadi koki yang terkenal" ceplos charissa.
"oh iya, nanti temani aku ke pasar malam ya" ucap charissa. mona langsung mengangguk dengan bersemangat.
...
__ADS_1
kini charissa dan mona sedang berada di pasar malam. mereka berdua berjalan berdampingan. mona sangat senang ketika berada di pasar malam. ia membeli beberapa jajanan begitu juga dengan charissa.
namun, charissa tampak lebih gelisah. ia seperti sedang mencari cari seseorang.
"charissa, cobalah. sepertinya ini cocok denganmu" ucap mona. charissa langsung menoleh dan menatap mona.charissa tersenyum kemudian memakai perhiasan yang dipilih oleh mona.
"ya, aku menyukai ini" ucap charissa.
"bagaimana jika kita memakai ini bersamaan" kata charissa. mona yang mendengar itu terdiam.
"sepertinya jika kita memakai barang yang serasi akan menarik" tambahnya sambil mengambil perhiasan yang sama dengan perhiasan yang sedang charissa gunakan.
charissa menatap mona kemudian memakaikan perhiasan itu di tangan mona. charissa tersenyum puas saat melihat perhiasan itu sangat cocok dengan mona. "lihatlah. bukankah ini cantik?" tanya charissa.
"ya.. cantik. tapi, apakah boleh seorang pelayan memakai perhiasan yang sama denganmu?" ucap mona dengan terbata bata.
"dengar ini. kau, bukan pelayan. kau temanku!" balas charissa. mona yang mendengar itu langsung memeluk charissa.
...
pasar semakin ramai. charissa pasrah saat tidak melihat seseorang yang sedang ia cari. sudah saatnya charissa dan mona kembali ke istana.
namun, usaha charissa ternyata tidak sia sia. keajaiban datang kepadanya. charissa melihat seseorang yang sedang ia cari cari. ya! dia adalah seorang kakek pedagang yang pernah menjual sebuah batu.
charissa melirik mona yang sedang sibuk membawa belanjaannya. charissa memanfaatkan kesempatan itu untuk pergi menghampiri kakek penjual itu.
ia menghentikan langkahnya saat kakek tersebut langsung berlari saat melihat kehadirannya. "sialan!" ucap charissa.
charissa berlari mengejar kakek tersebut dengan sekuat tenaga. charissa tersenyum miring saat melihat kekek tersebut sudah muali kelelahan dan berhenti di tempat yang jauh dari pasar. "siapa kau?!" teriak charissa.
__ADS_1
kekek tersebut membalikan badannya dan menatap charissa sambil tersenyum. "kau tidak mengingatku?" tanyanya.
charissa mengepalkan tangannya dengan keras. "kenapa kau mendorongku?! kenapa aku bisa berada disini hah?!" bentak charissa sambil berjalan mendekati kekek tersebut.
"mendorongmu? aku tidak pernah mendorongmu gadis kecil hahahaha!' ledek kakek tersebut.
charissa mengeraskan rahangnya kemudian mencekik leher kakek tersebut. "aku tau itu kau!" ucap charissa dengan tegas.
"hahahahahaha... kau mengingatku ternyata" balas kakek tersebut. charissa menatap kakek tersebut dengan tajam.
"jelaskan apa yang terjadi!" bentak charissa.
"kenapa aku bisa berada di sini! kenapa? apa alasannya?" tambah charissa saat kakek tersebut hanya diam.
"jangan salahkanku jika kau berada disini. ini semua sudah menjadi takdirmu karena sudah membaca buku itu" jawab kakek tersebut dengan kesulitan.
"buku? apa hubungannya aku dengan buku itu? siapa aku di dalam buku itu? apa peran ku di buku itu hah?" tanya charissa kembali.
"kau pemeran utamanya. hidupmu tidak akan lama. kau akan mati saat usiamu 18 tahun di tangan orang yang kau cintai" jawab kakek tersebut sambil tersenyum miring.
charissa yang mendengar itu langsung terdiam. jantungnya langsung berdetak dengan cepat.
"selamat tinggal" bisiknya. charissa yang mendengar itu langsung kebingungan. seketika, tubuh kakek tersebut langsung menghilang dengan begitu saja.
charissa langsung melotot dan menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya. "bagimana bisa?" batinnya.
__ADS_1