
Halo. Apa kabar? Terimakasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.
Sebelum itu, jangan lupa untuk memberikan tombol like sebagai dukungan agar terus update eps baru.
Saran dan masukan yang kalian berikan juga sangat bermanfaat.
Yuk, sebelum membaca cerita ini, untuk memberi 5 bintang.
Terimakasih, selamat membaca....
...
streettt....
suara gesekan antara dua pedang terdengar. charissa dan xzuan sama sama menyerang satu sama lain menggunakan pedang.
charissa menghindar ke samping saat pedang milik xzuan mengarah padanya. ia sempat melirik xzuan dengan tatapan tajam sebelum membalas serangan itu. ia menepis pedang milik xzuan sehingga pedang miliknya jatuh.
tidak ingin melewatkan kesempatan, charissa langsung menendang perut xzuan dengan keras.
__ADS_1
xzuan mundur beberapa langkah saat menerima tendangan dari charissa.
sedangkan charissa, ia melangkah maju ke arahnya. "menyerah?" charissa berbisik sambil tersenyum dengan penuh kemenangan.
xzuan yang mendengar itu langsung melirik pedangnya yang terjatuh di tanah yang jaraknya berjauhan dengan tempat dimana ia berdiri.
charissa mengarahkan pedangnya ke samping leher xzuan. "kau tidak ingin menyerah?" tanya charissa saat melihat xzuan yang masih saja menutup mulutnya dengan rapat.
"kenapa?" tanya xzuan sambil menatap charissa dengan datar.
"apa maksudmu?" charissa bertanya balik saat mendengar itu. ia mengerutkan alisnya saat melihat reaksi aneh dari wajah xzuan.
"kenapa aku harus menyerah? apa kau sudah lupa kalau aku adalah gurumu? akulah yang mengajarkan semua gerakanmu itu" jawab xzuan dengan tenang.
"menyerahlah, atau lehermu akan tergores oleh pedangku!" tambah charissa sambil mendekatkan lagi pedangnya ke leher xzuan.
nyawa xzuan sedang terancam tetapi, ia sama sekali tidak panik. ia justru tersenyum miring. charissa pun semakin dibuat heran olehnya. ia sempat lengah selama beberapa saat. namun, xzuan berhasil memanfaatkan itu dengan sebaik mungkin.
xzuan mencekal tangan kanan charissa dengan keras sehingga mau tidak mau, charissa harus menjatuhkan pedangnya.
"aaah..." ringis charissa saat merasakan sakit dibagian lengannya.
xzuan melirik pedang milik charissa yang terjatuh di tanah kemudian mengambilnya. xzuan memutar lengan charissa hingga posisi tubuhnya saat ini membelakanginya.
__ADS_1
"arghhh..." teriak charissa.
xzuan membungkukan badan charissa kemudian mengarahkan pedang milik charissa ke lehernya. xzuan tersenyum dengan penuh kemenangan saat ia telah berhasil menaklukan charissa.
saat ini charissa tidak bisa berkutik lagi. ia tidak bisa melawan serangan dari xzuan. ia hanya bisa pasrah.
"menyerah?" tanya xzuan dengan meledek.
"menyerah tidak?!!" tanya xzuan kembali.
"yaaa!!!" jawab charissa sambil berteriak dengan kesal. xzuan menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menjauhkan pedang milik charissa dari lehernya.
ia juga melepaskan tangan charissa sambil tersenyum puas. "kau terlalu sombong dan ceroboh" ucap xzuan saat charissa kembali berdiri dengan tegak.
charissa hanya bisa terdiam ditempat dan menatap xzuan dengan tidak suka. "besok latihan denganku. aku akan mengajarkan gerakan baru" ucap xzuan.
"nggak" bantah charissa sambil membuang mukanya.
"tidak ada penolakan." tegas xzuan sambil menatap charissa dengan tajam. charissa yang mendengar itu pun langsung mengendus dengan kesal.
...
halo! terimakasih untuk kalian yang memilih untuk membaca ceritaku sampai sini. semoga kalian semua diberi kesahatan. tetap patuhi protokol kesehatan. selamat tinggal.
__ADS_1