
Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode
baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...
....
Charissa sedang berjalan jalan di istana. Karena ia tidak mengetahui tentang etika sebagai seorang putri, ia mengabaikan para pangeran ataupun putri lain ketika mereka bertemu di jalan.
Charissa hanya mengabaikan mereka dan tetap berjalan dengan santai. setelah mengetahui, kalau tubuh yang sedang ia tempati mendapat perlakuan buruk dari sodaranya charissa menjadi marah besar. bahkan, para pelayan pun ikut memperlakukan charissa dengan buruk.
charissa memanggil seluruh pelayan yang memperlakukannya dengan buruk kemudian ia menghukum satu per satu orang tersebut. charissa sangat puas saat mendengar tangisan dari para pelayan tersebut.
mona setia mengikuti kemana putrinya itu pergi. mona senang karena charissa menghukum para pelayan yang pernah memperlakukannya dengan buruk. karena bukan hanya charissa yang diperlakukan buruk, bahkan mona pun ikut diperlakukan dengan tidak pantas.
saat di jalan, charissa berhadap hadapan dengan seorang pangeran ke 8. ia sendiri merupakan pangeran yang akan dijodohkan dengan charissa, namun pangeran tersebut menolak dengan alasan yang tidak masuk akal.
selama ini, charissa selalu mengenakan cadar untuk menutupi wajahnya. untuk itulah, banyak rumor beredar bahwa charissa memiliki wajah yang buruk rupa. namun, untuk hari ini dan selamanya, charissa tidak akan pernah lagi menggunakan cadar untuk menutupi wajahnya yang cantik itu.
pangeran terpesona saat melihat kecantikan charissa. pangeran ke 8 merasa tidak pernah melihatnya. saat jarak mereka sudah berdekat dekatan, pangeran tersenyum dengan segala tingkat kepercayaan dirinya. berharap bahwa charissa akan terpesona dengan ketampanan pangeran.
__ADS_1
namun, charissa melewatinya dengan begitu saja. bahkan untuk sekedar menatapnya, charissa tidak mau. mona yang melihat itu tertawa ringan.
"ada apa mona?" tanya charissa.
"kau hebat sekali, kau melewatinya dengan begitu saja" jawab mona sambil tersenyum.
"memangnya ada apa? siapa dia? apa aku memiliki hubungan dengannya?" tanya charissa kembali.
"dia pangeran ke 8. dia pernah dijodohkan denganmu. namun, pangeran menolak dengan alasan kalau kau mempunyai wajah yang buruk" jawab mona.
"apa kau sudah lupa?" tanya mona.
"baguslah. kalau begitu, jangan kembali jatuh cinta dengannya. dia bukan pria yang baik" ucap mona dengan bersemangat.
"apa? aku pernah mencintainya?! tidak mungkin!" teriak charissa.
"hahahaha... iya! kau bahkan mencintainya selama delapan tahun" ledek mona.
"hufttt... bagaimana bisa aku jatuh cinta dengan orang seperti itu. bodohnya aku" ucap charissa sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"tapi.. sepertinya pangeran menyesal." bisik mona.
"lihatlah itu, ia masih memperhatikanmu. ia terpesona dengan kecantikanmu" tambahnya. charissa yang mendengar itu langsung tersenyum miring.
"mari kita buat ucapanmu itu menjadi kenyataan." bisik charissa sambil melirik pangeran ke 8.
...
kini charissa berada di tepi danau. ia menatap air danau tersebut dengan pikirannya yang kemana mana. danau tersebut sangat mirip dengan danau dimana ia tercebur.
"mungkin, jika aku kembali tercebur di danau ini, aku akan kembali" batinnya.
"tapi, pemilik tubuh ini harus mendapat keadilan. aku harus mencari jawaban yang tepat mengapa pemilik tubuh ini bisa tenggelam. dan juga, aku harus mencari pria yang menolongku. dia adalah satu satunya petunjuk" ucap charissa.
"aku tidak akan pulang sekarang. tenang, aku akan membalaskan dendammu" gumam charissa sambil mengelus punggung tangannya.
__ADS_1