The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 19


__ADS_3

Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu  untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku  dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate


episode baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...


....


 


"kau tidak tau apa itu love?!!" bentak sean saat mendengar jawaban dari sang peramal.


sean mengacak acak rambutnya frustasi. ia menghembuskan nafasnya dengan kasar. "apa aku bisa mengembalikan ingatannya? hanya untuk sementara" ucap sean.


"tidak. kau tidak bisa mengembalikan ingatannya. hanya ia sendiri yang bisa mengembalikan ingatannya" jawab sang peramal sambil menundukan kepalanya.


"arghhh.... kenapa kau baru memberi tauku sekarang pak tua!!" ucap sean dengan kesal.


"ah sudahlah. berbicara denganmu tidak ada gunannya" tambah sean sambil melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana. sang peramal yang melihat itu hanya bisa bersabar sambil menggelengkan kepalanya.


sean berjalan menuju tempat dimana para bangsawan sedang berkumpul. para wanita yang melihat kehadiran sean langsung menyiapkan rencananya untuk menggoda hati sean. meskipun mereka tau, kalau hanya hinaan yang akan mereka dapatkan.


"salam baginda raja" ucap salah satu wanita tercantik disana. sean hanya menatapnya dengan datar.


"ada hal apa yang membuat baginda datang kesini?" tanyanya. sean sempat terdiam kemudian bertanya dengan ragu ragu. "apa kalian tau apa itu, love?"


semua orang yang ada disana langsung kebingungan. sean yang melihat reaksi itu langsung menghela nafasnya dengan kasar. "ah... sudahlah" ucap sean dengan pasrah.


ketika sean hendak pergi dari sana, tiba tiba nori, wanita tercantik disana menahan lengan sean dengan manja. semua orang yang ada disana pun langsung terkejut dengan aksi nekat nori. sean yang melihat itu pun tidak kalah terkejutnya.


ia menatap nori dengan jijik kemudian menepis tangannya dengan kasar. "beraninya kau menyentuhku" ucap sean dengan dingin. nori yang mendengar itu langsung menelan ludahnya dengan kasar.

__ADS_1


sean sangat tidak suka jika seseorang menyentuhnya. bahkan untuk sekedar duduk bersebelahan dengannya, membuat sean ingin muntah. namun, berbeda jika orang itu adalah charissa.


sean selalu nyaman saat berada di samping charissa. ia sangat ingin charissa menjadi pendamping hidupnya walau sean tidak pernah menyadari hal itu.


"sepertinya kau sudah bosan hidup ya?" kata sean sambil menatapnya dengan tajam.


"maafkan aku baginda raja. ampuni aku..." ucap nori yang langsung berlutut di hadapan sean.


"maaf menganggu, tapi ada hal penting yang ingin aku sampaikan" ucap balmond secara tiba tiba. sean yang ingin memberikan berlajaran untuk nori, langsung menoleh dan menatap balmond sambil mengangkat alisnya.


balmond mendekati sean kemudian membrisikan sesuatu kepadanya.


"apa?!!!" bentak sean tidak percaya. sean langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan begitu saja. semua orang yang ada di sana langsung menatap sean dengan bingung. sedangkan nori, ia bernafas lega saat nyawanya berhasil terselamatkan.


...


sedangkan di lain tempat....


"kau!! berhenti disana!!" charissa yang mendengar itu langsung mempercepat langkahnya.


ia tersenyum saat melihat tempat yang cocok untuk bersembunyi. charissa melirik sekelompok orang orang tersebut dari kejauhan.


"tidak ada yang bisa menangkapku bodoh!" bisik charissa saat melihat sekelompok orang orang itu kebingungan saat menyadari bahwa charissa menghilang.


charissa tersenyum miring."aku harus pergi dari sini" batinnya. charissa membalikan badannya dan langsung terkejut saat melihat kehadiran sean disampingnya.


charissa membulatkan matanya dengan seketika sambil menggeleng gelengkan kepalanya. dengan cepat, charissa langsung menutup mulut sean menggunakan tangannya.


"siapa kau?" tanya charissa sambil menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"apa kau bagian dari mereka?" tanyanya kembali. sean menatap charissa kemudian menggelengkan kepalanya. charissa yang melihat itu langsung melirik sekelompok orang itu yang ternyata sedang menuju ke arahnya. ia kembali menatap sean.


charissa langsung menarik tangan sean dengan kencang. "cepatlah!" ucap charissa. sedangkan sean, ia hanya bisa pasrah saat charissa menarik tangannya.


"mereka disana!! kejar mereka!!!' charissa yang mendengar itu semakin mempercepat langkahnya. begitu juga dengan sean yang ikut berlari.


sean tidak seharusnya berlari. ia bisa saja menggunakan kekuatannya untuk kabur. lagi pula, sean tidak terlibat dalam masalah ini. namun, bodohnya sean, ia malah memanfaatkan kejadian itu. ia ingin terus berada di dekatnya.


nafas charissa sudah tidak lagi berjalan dengan beraturan. nafasnya terburu buru. charissa melirik sean sambil tersenyum.


seketika, jantung sean berdetak dengan cepat. ia terpesona dengan senyuman charissa untuk yang ke sekian kalinya. sampai akhirnya, charissa terjatuh karena kakinya terpelintir.


"ahhhh" teriak charissa. sean yang melihat itu langsung mendekati charissa.


sean memeriksa kaki charissa lalu memijit kakinya agar tidak semakin parah. "kau baik baik saja?" tanya sean. charissa yang mendengar itu hanya terdiam. ia terlalu sibuk memperhatikan wajah sean.


sean mendongak dan menatap charissa. "apa kau masih sanggup berlari?" tanyanya kembali. charissa menggeleng dengan lemah.


sean melirik sekelompok orang orang itu yang semakin mendekat ke arahnya. sean menelan ludahnya dengan kasar kemudian menatap charissa.


"tutup matamu" ucap sean.


"kenapa?" tanya charissa.


"tutup matamu charissa" jawab sean. charissa yang mendengar itu langsung terkejut.


"siapa kau? kenapa kau bisa mengetahui namaku?" tanya charissa. sean semakin panik saat sekelompok orang itu semakin mendekatinya. ia tidak ada waktu untuk menjawab pertanyaan dari charissa.


"ini waktunya" batin sean.

__ADS_1


 


 


__ADS_2