The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 24


__ADS_3

Halo. Apa kabar? Terimakasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


Sebelum itu, jangan lupa untuk memberikan tombol like sebagai dukungan agar terus update eps baru.


Saran dan masukan yang kalian berikan juga sangat bermanfaat.


Yuk, sebelum membaca cerita ini, untuk memberi 5 bintang.


Terimakasih, selamat membaca....


....


 


charissa berjalan memasuki ruangan dimana acara itu berlangsung. charissa menggunakan gaun berwarna merah yang tampak berbeda dari yang lainnya. ia menatap seluruh orang yang saat ini sedang menatapnya juga dengan tajam.


"PUTRI CHARISSA MEMASUKI RUANGAN" teriak salah seorang.


ia tersenyum miring kemudian memberikan hormat. "aku tidak telat bukan?" tanya charissa sambil menghadap pangeran zuan yang kini sedang melongo saat melihat kecantikan charissa.


"ah.. tidak. kau tepat waktu. silahkan duduk, putri charissa" ucap zuan.charissa tersenyum kemudian duduk disalah satu tempat yang sudah disediakan.


ia tersenyum saat melihat, tempat yang disiapkan berbeda dari acara ulang tahun raja. kali ini, ia ditempatkan pada posisi paling depan. dimana, hanya rajalah yang bisa duduk disana.


namun, karena saat ini raja tidak bisa menghadiri acara ulang tahun zuan, maka charissa lah yang menggantikan posisi itu.


bagaimana dengan putra mahkota? tentu saja ia ikut dengan raja. pangeran xzuan tidak menghadiri acara itu.


para putri yang lain, langsung menatapnya dengan sinis. charissa yang menyadari itu langsung tersenyum miring dan menatap mereka dengan tatapan merendahkan.


sedangkan dilain tempat, sean sedang menyamar menjadi salah satu pengawal istana. ia hanya penasaran dengan acara ulang tahun zuan. ditambah lagi, dengan kehadiran charissa disana, membuat sean bersemangat.


charissa sempat sedih, karena raja tidak menghadiri acara itu. bukan bermakusd lain, charissa hanya sedih karena ia terpaksa harus membatalkan rencananya itu.


charissa tidak bisa mencuri perhatian dan belas kasihan jika tidak ada raja. putra mahkota pun tidak menghadiri acara itu. tidak akan ada yang bisa menghakimi, jika ia memulai rencananya itu.

__ADS_1


semuanya akan sia sia. jadi, ia pun memutuskan untuk membatalkan rencananya itu. mungkin, ia akan membuat sedikit kericuhan disana.


saat acara berlangsung, sekelompok pengawal istana mulai bertugas dan berbaris di setiap pojok ruangan. entah sebuah keberuntungan atau bukan, sean ditempatkan di tengah ruangan yang jaraknya lumayan berdekatan dengan charissa.


ketika dansa dimulai, hanya charissa dan juga zuan yang tidak memiliki pasangan. para bangsawan yang berasal dari kerajaan lain pun sudah mendapatkan pasangannya masing masing.


saat charissa menyadari, kalau hanya ada zuan yang bisa dijadikan pasangan, ia pun langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar. "ah... menyedihkan sekali. aku harus berdansa dengannya" batin charissa.


charissa melihat zuan sedang berjalan menujunya. ia hanya diam ditempatnya sambil menatap zuan.


zuan mengulurkan tangannya dengan sedikit membungkukan badannya. "mau kah kau berdansa denganku" ucap zuan. seketika, sebuah ide terlintas dipikirannya.


charissa tersenyum kemudian menerima uluran tangan itu. zuan sempat terkejut dengan kelembutan tangan charissa. zuan mendongak kemudian tersenyum.


belum sempat, charissa berdansa dengan zuan tiba tiba ia merasa sebuah getaran dari bawah tanah. ya, gempa datang ditengah tengah acara.


seketika, semua orang langsung heboh. mereka berteriak dan keluar dengan terbirit birit dari ruangan itu. charissa manatap zuan yang kini berada di depannya.


ia terlihat sangat panik.


bahkan, tidak ada satu pun orang yang ingin menghampirinya dan membawa charissa keluar dari ruangan itu. para pengawal maupun pelayan, ikut menyelamatkan dirinya sendiri. mereka tidak peduli dengan orang lain.


sedangkan charissa, ia justru berdiam ditempat sambil tersenyum miring. "lihatlah,bagaimana egoisnya mereka semua" batin charissa.


ia menatap sekelilingnya yang sudah kosong dan sangat berantakan. barang barang dan makanan berjatuhan dimana mana. seketika, ruangan itu menjadi gelap gulita.


charissa tidak panik.


tanpa disadari, ia meneteskan air matanya. entah mengapa, hatinya terasa sakit. sebegitu bencinya kah orang lain kepada tubuh ini? lehernya terasa sangat kering.


ia membalikan badannya untuk keluar dari ruangan itu. namun, betapa terkejutnya ia saat melihat mata merah yang menyala dihadapannya. charissa mundur beberapa langkah darinya.


"siapa kau" bisik charissa. seketika, ruangan itu kembali menyala.


ia langsung menatap sekelilingnya dengan kebingungan. ia kembali menatap orang yang ada didapannya. ia membatu ditempat saat melihat sean yang kini berada dihadapannya.

__ADS_1


"sean..." lirih charissa. sean membungkukan badannya sambil mengulurkan tanganya.


"maukah kau berdansa denganku?" ucap sean. charissa yang mendengar itu pun langsung terharu. ia tersenyum kemudian menerima uluran tangan itu dengan perlahan.


sean mendongak dan menatap charissa dengan hangat. ia kembali berdiri dengan tegak. charissa yang semulanya menunduk, kini langsung mendongak menatap sean.


tubuh sean sangat tinggi, sehingga charissa harus mendongak jika ingin menatapnya. sean meletakan tangannya di pinggang charissa. sedangkan charissa, ia meletakan tangannya di pundak sean.


seketika, alunan musik langsung terdengar. charissa sempat kebingungan, bagaimana bisa musik musik itu menyala dengan sendirinya.


mereka mulai berdansa di tengah tengah ruang dansa. hanya ada mereka berdua di ruangan itu. charissa menatap sean dengan dalam.


...


charissa berdiri di depan cerminnya. ia menatap dirinya di cermin dengan tatapan sendu. ia melepas perhiasannya dengan perlahan.


ia masih saja memikirkan acara ulang tahun zuan. ia sangat kebingungan. bagaimana bisa, gempa itu terjadi secara tiba tiba. bagaimana bisa musik musik itu bermain dengan sendirinya. dan bagaimana bisa, sean berada di tempat itu.


apa dia seorang bangsawan dari kerajaan lain? ataukah dia tamu khusus?


"siapa kau sebenarnya" batin charissa.


charissa berjalan menuju ranjangnya. ia melemparkan dirinya di atas ranjang. ia menghela nafasnya dengan kasar.


charissa menatap langit langit kamarnya.


seketika ia tersenyum saat memikirkan tarian dansanya tadi dengan sean. ia menutup wajahnya dengan bantal sambil menendang nendang kasurnya.


"aaaaaa" teriak charissa kegirangan.


...


 


 

__ADS_1


__ADS_2