The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 26


__ADS_3

Halo. Apa kabar? Terimakasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


Sebelum itu, jangan lupa untuk memberikan tombol like sebagai dukungan agar terus update eps baru.


Saran dan masukan yang kalian berikan juga sangat bermanfaat.


Yuk, sebelum membaca cerita ini, untuk memberi 5 bintang.


Terimakasih, selamat membaca....


....


charissa menatap cermin yang kini berada dihadapannya dengan tajam. ia mengeraskan rahangnya.


"hey!! keluarlah!! sampai kapan kau akan bersembunyi hah?!!" teriak charissa dengan nafasnya yang terburu buru.


"woy!!! dasar gila! keluar sekarang!!" maki charissa sambil menggoyangkan cermin besar itu. charissa menyingkirkan helaian rambut yang mengalangi wajahnya.


ia melirik sepatunya sambil tersenyum miring. ia pun melepas sepatunya kemudian mengarahkan sepatu itu kearah cerminnya. namun, sebelum ia berhasil melemparkan sepatu itu, pantulan dirinya di cermin sudah lebih dulu berubah.


charissa menghela nafasnya dengan kasar sambil menjatuhkan sepatunya. ia melihat pantulan dirinya di cermin dengan tajam.


"bisa bisanya kau tersenyum disaat seperti ini" ucap charissa.


"kenapa kau memanggilku?" tanya pantulan dirinya di cermin.


"kau masih bertanya? jelaskan semua ini padaku" ucap charissa dengan kesal.


"aishh... kenapa diriku di masa depan sangat bodoh seperti ini" bisiknya. charissa yang mendengar itu langsung melotot.


"bukankah sudah pernah ku bilang. jangan jatuh cinta dengannya" tambahnya.


"apa apaan ini? aku tidak jatuh cinta dengannya" bantah charissa.


"jika kau tidak jatuh cinta dengannya, seharusnya ingatanmu itu tetap ada sampai sekarang." balas pantulan dirinya tidak mau kalah.

__ADS_1


"bisa bisanya ingatanmu hilang karena dia" tambahnya.


"bisakah kau tidak menyalahkanku? cukup jelaskan semua ini. aku tidak mengerti bodoh!" bentak charissa.


"cih. bukankah semuanya sudah jelas?" tanya pantulan dirinya dengan sinis.


"hey! jangan coba coba membuatku marah!" ucap charissa.


"memangnya, jika kau marah. kau bisa apa?" charissa yang mendengar itu langsung mengeraskan rahangnya.


"ohohohoh... lihatlah ekspresimu saat ini" ledeknya.


"aku peringatkan, jangan membuang buang waktuku" ucap charissa sambil menahan amarahnya.


"baiklah. kau hanya perlu membaca buku dorino. buku itu akan menjawab seluruh pertanyaanmu" jawabnya. charissa yang mendengar itu langsung mengerutkan alisnya.


"dimana buku itu? dan bagaimana aku bisa mendapatkan buku itu?" tanya charissa.


"entahlah. kau harus mencari itu sendiri. aku tidak bisa membantumu" charissa yang mendengar itu langsung mengangguk pelan dan hendak pergi.


"tunggu dulu!" teriak pantulan dirinya di cermin. charissa menoleh sambil menatap kedua matanya.


"percayakan padaku. aku akan membalas seluruh penderitaan yang kau terima" ucap charissa sambil tersenyum.


"terimakasih, diriku"


"terimakasih juga, diriku dari masa lalu" ucap charissa.


...


charissa berlari menuju ke dalam perpustakaan. ia langsung mencari cari buku yang dimaksud. "dimana buku itu" ucap charissa saat tidak menemukan buku yang ia mau.


ia bersandar di sebuah rak sambil menyapu wajahnya menggunakan telapak tangannya dengan kasar. ia menghela nafasnya. ia sudah pasrah saat tidak kunjung menemukan buku itu.


padahal, ia baru mengunjungi satu perpustakaan.

__ADS_1


charissa mengerutkan alisnya saat mendengar suara aneh dari arah belakangnya. ia menengok untuk memastikan suara apa itu. "tidak ada apa apa" batin charissa.


ia kembali bersandar di rak itu sambil menatap ke arah luar jendela.


bruk.. bruk.. gedebuk...


charissa langsung menengok saat mendnegar suara itu kembali. karena penasaran, ia pun mendekati arah suara itu.


ia menganga saat melihat apa yang sedang terjadi. ia mundur beberapa langkah saat melihat sebuah buku yang bergerak dengan sendirinya di sebuah rak. ia berada di antara buku buku tebal yang lainnya. buku itu tidak berhenti untuk diam.


saat charissa hendak mengambil buku itu, tiba tiba saja buku tersebut terbang dengan cepat. charissa pun langsung mengejarnya sampai ia mendapatkan buku tersebut.


ia tidak sadar sampai mana buku itu membawanya pergi. ia hanya mendongak dan mengikuti kemana buku itu pergi. sampai pada akhirnya, ia pun menyadari kalau buku itu membawanya ke sebuah danau. tempat dimana, ia tenggelam.


charissa mengerutkan alisnya saat tidak melihat kehadiran buku tersebut. ia menatap sekelilingnya dengan kebingungan.


byurrrr...


ia langsung menoleh ke arah sumber suara dengan terkejut. ia membulatkan matanya saat melihat buku itu mengapung di atas air. tanpa berpikir panjang, charissa langsung melemparkan dirinya ke danau itu hanya untuk mendapatkan buku tersebut.


charissa tersenyum saat mendapatkan buku itu. ia melihat cover dari buku tersebut. "dorino..." bisik charissa. saat ia hendak membuka lembaran buku itu, ia langsung tersadar dengan apa yang ia lakukan.


ia menatap air disekitarnya dengan panik. ia menggelengkan kepalanya. charissa melirik tepi danau dengan matanya yang membulat.


charissa langsung berusaha mendekatkan dirinya ke tepi danau. ia terus saja berusaha berenang menuju tepi. tapi, semuanya sudah terlambat.


tubuh charissa semakin terbawa air. air membawanya semakin dalam. "oh no" kata charissa.


"aaaaa... tolong aku..... tolongggg" teriak charissa sambil berusaha menggerakan tubuhnya. namun, sama seperti sebelumnya.


tubuh charissa terasa terikat dengan kencang. ia tidak bisa menggerakan tubuhnya. charissa mendongak dan melihat air terang semakin menjauh.


ia kembali disambut oleh air gelap. cahaya matahari tidak dapat lagi masuk kedalam. ia benar benar sudah berada di kedalaman. charissa membuka mulutnya dan membiarkan air itu masuk kedalam mulutnya.


ia kembali menutup mulutnya saat air itu sudah memenuhi mulutnya. charissa langsung menelan air tersebut. "a.. asin." batinnya.

__ADS_1


"selamat datang kembali di tengah laut" tambah charissa. dengan perlahan, tubuhnya semakin melemas. charissa sudah tidak sanggup lagi bertahan.


ia memejamkan matanya. dan saat itulah, ia tidak menyadarkan diri.


__ADS_2