
Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode
baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...
sepulang dari danau, ia berjalan kembali menuju istana. namun, langkahnya membawanya ke pasar. ia tersenyum tipis sambil berbisik "aku sudah berada disini, tidak mungkin aku lewatkan kesempatan ini bukan?"
charissa mengelilingi pasar dan mencari cari barang yang menurutnya menarik untuk dibeli. sampailah ia di toko hiasan. ia melihat barang dagangannya. matanya tertuju pada sebuah batu yang berbeda dari batu pada umumnya.
"permisi, berapakah harga batu itu?" tanya charissa sambil mendongak. ia mengerutkan alisnya saat melihat penjual tersebut.
ia menyipitkan matanya saat merasa orang yang ada di depannya terlihat tidak asing. "kakek itu..." gumamnya. penjual yang merupakan kakek kakek pun mendengar itu. ia langsung menundukan kepalanya dengan seketika.
"bawa saja. barang itu tidak memiliki harga" ucapnya. charissa yang mendengar itu langsung kebingungan.
"kenapa dia?" batin charissa. seketika charissa melupakan apa yang ia pikirkan tadi. ia menunduk dan hendak mengambil batu tersebut.
namun, ia kalah cepat dengan seorang pria. charissa memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya.
ia kembali membuka matanya dan menatap pria yang sudah merebut batu itu darinya.
__ADS_1
jantungnya berdetak dengan cepat saat melihat seorang pria yang memiliki topeng di bagian setengah wajahnya.
"siapa dia?' batin charissa.
"berapa ini?" tanyanya. charissa yang mendengar itu pun menjadi kesal.
"kembalikan itu padaku!" ucap charissa yang masih berusaha untuk sabar. pria tersebut enggan untuk menatap charissa.
"tidak ada harga?" tanyanya kembali saat melihat penjual yang ada didepannya hanya diam.
"baiklah, aku ambil ini" tambahnya sambil melangkahkan kakinya. charissa yang merasa terabaikan pun mengepalkan tangannya.
charissa mengejar pria tersebut lalu menahan lengannya. "kembalikan itu padaku bodoh!" ucap charissa dengan ngos ngosan. nafasnya tidak berjalan dengan teratur. ia harus mengejar langkah pria tersebut yang sangat cepat.
"kenapa?" tanya pria tersebut.
"kenapa aku harus memberikannya padamu?" tanya pria tinggi tersebut.
"kau gila? beraninya kau bertanya seperti itu." jawab charissa dengan kesal.
"batu itu, aku yang pertama kali melihatnya. aku yang pertama kali menanyakan harganya!" tambah charissa.
"jadi?"
__ADS_1
"kembalikan itu padaku sialan!" teriak charissa.
"tidak" jawab pria tersebut dengan santai. ia melangkahkan kakinya mendahului charissa yang sedang membakar emosinya.
charissa sempat terdiam. ia harus memilih salah satu dari kedua pilihan yang ada di otaknya. "kembali ke istana, atau kembali mendapatkan batu itu" batinnya.
"ya, aku akan kembali ke istana setelah mendapatkan batu itu!" ucapnya.
charissa mengejar pria tersebut. saat posisinya sudah sejajar, charissa justru tidak menagih batu itu kembali. ia justru tersenyum saat melihat sebuah taman yang sangat indah.
ia merasa beruntung, saat memutuskan untuk mengejar pria tersebut. karena, pria tersebutlah yang membawanya kesebuah taman.
charissa melirik pria tersebut sambil tersenyum. "jangan kau kira dengan kau menunjukan tempat ini padaku, aku akan membiarkan batu itu bersamamu. aku akan merebut batu itu kembali setelah ini" ucap charissa.
pria bertopeng itu menatap charissa dengan tajam. namun, tatapan itu berubah menjadi tatapan hangat. setelah mengucapkan itu, charissa langsung mendekati sebuah tanaman yang terdapat bunga yang sangat cantik. namun, setelah ia menyentuhnya, bunga tersebut langsung layu.
charissa yang semulanya tersenyum lebar, kini senyuman itu menghilang. "ada apa ini? kenapa bunganya layu?" batin charissa.
charissa menoleh dan tidak mendapati pria itu. namun, saat ia melirik ke atas pohon, ia mendapati pria tersebut yang sedang bersandar di pohon tersebut. "bagaimana bisa ia berada di atas sana?"
__ADS_1