The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 31


__ADS_3

Halo. Apa kabar? Terimakasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


Sebelum itu, jangan lupa untuk memberikan tombol like sebagai dukungan agar terus update eps baru.


Saran dan masukan yang kalian berikan juga sangat bermanfaat.


Yuk, sebelum membaca cerita ini, untuk memberi 5 bintang.


Terimakasih, selamat membaca....


 


"ah... putri. rupanya kau disini. aku sudah mencarimu kemana mana" charissa yang mendengar itu langsung mengangkat alisnya.


"mari kita ke ruang lab. murid yang lain sudah menunggumu" tambahnya.  charissa tambah kebingungan saat orang yang berada di hadapannya berkata seperti itu.


"apa?" tanya charissa.


"apa putri lupa? hari ini jadwal pembelajaran kita. oh ya, putri tidak perlu khawatir. kita semua sudah bisa menggunakan pulpen." jelasnya panjang  lebar.


"lebih baik, putri melihatnya  secara langsung. mari kita ke ruang lab" charissa mengerutkan alisnya kemudian mengangguk dengan pelan.


sejujurnya, charissa tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan olehnya.  barulah ia mengerti saat melihatnya secara langsung. charissa menganga saat melihat isi ruangan itu.


ia menelan  ludahnya secara kasar lalu melirik semua orang yang ada disana. "pa.. pakaian apa yang sedang kalian gunakan?" tanya charissa dengan terbata bata saat melihat semua orang memakai jas panjang berwarna putih.


"hm? bukankah ini pemberianmu? kau yang mewajibkan semua orang menggunakan ini saat berada di ruang lab" jawab salah satu muridnya.


"sstttt... kau tidak sopan sekali!" tegur temannya.


"maaf.. aku lupa"


charissa kembali menatap sekelilingnya dengan tabjuk. ia berjalan mendekati meja yang posisinya paling depan. ia menyentuh berbagai buku buku tebal. charissa mengambil sebuah pulpen sambil mengerutkan alisnya.


"apa ini?" bisik charissa kebingungan.


"putri! aku sudah menyelesaika tugas ini hanya dengan 5 menit!" teriak salah satu muridnya yang bernama wang. charissa yang mendengar itu langsung mendongak dan berjalan mendekati wang.


ia  melirik sebuah buku yang disodorkan olehnya. ia langsung pusing saat melihat berbagai angka yang sama sekali tidak ia mengerti. "bagaimana? benar seperti itu bukan?" tanya wang kembali.


"em.. ya" jawab charissa dengan terbata bata. charissa melirik sebuah papan yang berisi banyak sekali angka dan huruf yang sama sekali tidak ia mengerti. ia juga kebingungan sekaligus kagum dengan ruangan itu berserta segala isinya.


"apa yang sedang kau rencanakan dengan semua ini?" batin charissa.


 


 


....


setelah selesai dengan jadwal mengajarnya, charissa langsung dipanggil oleh raja. sebuah kesempatan langka yang hanya bisa terjadi satu tahun sekali, pikirnya.


tapi nyatanya, semua sudah berubah saat roh lain memasuki tubuh charissa.


raja menjadi sangat sering memanggil charissa untuk datang keruangannya. itulah yang tidak diketahui oleh pemilik asli tubuh itu.


"ada apa, raja memanggilku?" tanya charissa sambil membungkukan setengah badannya.


"ohoho... bicaralah santai denganku. emm, aku hanya ingin menanyakan sesuatu" jawab raja sambil tertawa di kursi kebanggannya itu.


"silahkan bertanya. hamba akan menjawab sebisanya" ucap charissa.


"emm... kapan kau akan mulai memproduksi bom itu?" tanya raja.


DEG

__ADS_1


charissa yang mendengar itu langsung mematung di tempat. jantungnya berdetak  dengan cepat. ia benar benar tidak tau harus menjawab apa. karena, semua rencana itu bukan miliknya.


ia bahkan tidak tau apa fungsi dari alat tersebut.


"kenapa kau diam saja?" tanya xzuan. charissa mendongak dengan perlahan lalu menatap xzuan dengan tajam.


sedangkan xzuan yang kini berada disamping raja, hanya bisa menatap charissa  dengan bingung. charissa tersenyum kikuk sambil menatap raja.


"secepatnya. hamba akan memproduksi alat itu secepatnya" ucap charissa dengan terbata bata.


"hmm. baguslah. oh ya, kapan kau mengajakku untuk berkunjung ke ruang lab mu? kudengar dengar, ruangan itu sangat maju. aku jadi penasaran" ucap raja.


"jadi, selama ini raja tidak pernah berkunjung ke ruang lab itu? apakah ada sesuatu yang rahasiakan olehnya


sehingga raja pun tidak pernah berkunjung ke ruangan itu?" batin charissa.


"maafkan hamba. tapi, belum waktunya untuk baginda mengunjungi ruangan itu."  jawab charissa dengan ragu ragu.


"kenapa? bukankah sudah waktunya untuk mempersilahkan raja untuk berkunjung?" sahut xzuan.


"em..ya. ada sedikit kendala. aku tidak bisa membiarkan baginda raja masuk keruangan itu. aku takut, kalau raja kenapa napa" ucap charissa.


"baiklah. tidak apa apa. aku akan menunggu sampai kau mengajakku untuk berkunjung ke ruangan itu" balas raja.


"te-terimakasih, atas pengertiannya" kata charissa sambil tersenyum.


 


 


...


 


"ah, permisi putri" ucap salah seorang yang baru saja keluar dari kamarnya dengan membawa perabotan yang besar.


"apa yang sedang ia lakukan?" bisik charissa dengan kebingungan. ia kembali melangkah masuk ke dalam kamarnya.


"apa apaan ini?" ucap charissa saat melihat kamarnya yang sudah berubah 100%. mulai dari tataannya, warna kamarnya, hingga kasurnya pun sudah berubah.


"putri, lihatlah. aku sudah melakukan perintahmu" ucap mona dengan bersemangat. charissa yang melihat itu langsung mengerutkan alisnya dan mengikuti arah mata mona.


"aahh.." sentak charissa saat melihat sebuah barang aneh yang menyala di atas kamarnya.


"a..apa itu?" tanya charissa dengan panik. wajar saja ia terkejut, karena ia belum pernah melihat barang aneh seperti itu sebelumnya.


"ini.. ini adalah lampu. kau yang memerintahkanku untuk memasang lampu ini" ucap mona sambil tersenyum.


"lihatlah, barang itu benar benar ajaib. kamarmu menjadi lebih terang. bahkan malam hari pun tetap terang meskipun tidak ada cahaya matahari." tambah mona.


"ya.. ajaib sekali" lirih charissa.


"kau membeli barang ini dimana?" tanya charissa.


"loh.. bukannya ini hasil projek dari murid muridmu?" tanya mona balik.


"ah.. iya. aku lupa..." ucap charissa dengan terbata bata. ia tersenyum kikuk kemudian menunduk karena menahan malu.


"jauh dari dugaanku. ternyata dia jauh lebih pintar. sebenarnya kau ini siapa? kenapa kau bisa membuat benda benda ajaib seperti ini?" batin charissa.


....


sedangkan di lain tempat....


sean terus saja memandangi foto wajah charissa. ia tidak bosan untuk melihat wajah charissa di dalam ponsel itu. ia juga sudah memahami bagaimana ponsel itu bekerja.

__ADS_1


sean menggeser layar ponsel dan mengulang berbagai vidio di dalam ponsel itu. berkali kali ia memutar vidio yang sudah ia lihat sebelumnya.


ia benar benar kagum dengan dunia masa depan. gedung degung tinggi juga berbagai kendaraan. ia juga tidak pernah melihat kereta kuda di dalam vidio itu.


tetapi, ada sesuatu yang membuatnya sangat kesal. ia melihat berbagai foto charissa dengan seorang pria. yang tak lain adalah nico, pacar charissa. mereka berdua tampak sangat akrab. entah apa yang sedang dirasakan olehnya saat melihat foto foto itu.


ia merasa cemburu, marah dan tidak terima. tetapi disisi lain, ia tidak mencintai charissa. ralat, ia tidak mengakui kalau ia mencintai charissa.


ia juga tidak berhak untuk cemburu karena sean bukan siapa siapanya. sean hanya seorang raja yang diharuskan untuk membunuh charissa kelak.


mereka berdua adalah musuh yang menginginkan posisi raja. sean menginginkan kekuasaannya kembali, tanpa harus menyakiti orang lain kecuali para pengganggu seperti charissa. sedangkan charissa, ia menginginkan posisi


raja untuk membalaskan dendamnya.


mereka mempunyai keinginan yang sama dengan tujuan yang berbeda.


"eh?" sean kebingungan karena ponsel itu tiba tiba saja mati. sean sudah menekan tombol untuk mengaktifkan ponsel itu kembali.


namun, ponsel itu tetap saja tidak menyala.


sean mulai panik.


ia tidak tau harus berbuat apa.


"bangunlah. kenapa kau tidak bangun?! apa kau mati?!!" bentak sean.


"kau merusak benda itu!" ucap sang peramal secara tiba tiba.


"tidak. aku tidak merusak benda itu!" bantah sean. sang peramal menggelengkan kepalanya sambil mengelus janggutnya yang panjang itu.


"kau membuatnya mati kelelahan" balas sang peramal.


"bagaimana bisa?!" tanya sean dengan panik.


"kau membuatnya kelelahan! kau tidak memberinya istirahat! betapa kejamnya kau..." balas sang peramal. sean yang mendengar itu langsung melirik ponsel tersebut dengan merasa bersalah.


ia  pun langsung meletakan ponsel milik charissa di atas meja. "maafkan aku. beristirahat lah.." ucap sean sambil mengelus layar ponsel dengan lembut.


"ckckckck" ledek sang peramal.


"diam pak tua!" bentak sean dengan kesal.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2