
Setelah kejadian di ruangan Rahasia,Vani menjadi sedikit kaku jika ia bertemu dengan Lucky. Namun ia tetap berharap bisa bersama Lucky.
Di dalam kelas sebelum pelajaran dimulai,Lucy yang duduk di sebelah Vani merasa penasaran dengan hubungan Vani dan Lucky.
“Van,gimana kemarin?” Tanya Lucy.
Mendapatkan pertanyaan demikian dari sahabatnya,raut wajahnya berubah menjadi murung,dengan perasaan hancur dan sedih.ia menjelaskan kepada sahabatnya itu, bahwa selama ini Lucky hanya menganggapnya sebagai sahabat saja,tak ada yang spesial.
Lucy menjadi sedih,karena ia sangat berharap kedua sahabatnya itu bisa bersatu sebagai pasangan kekasih.
“Padahal menurutku kalian sangat cocok untuk bersama” jelas Lucy.
.
.
.
Lucy yang tak puas dengan jawaban Lucky,mencoba untuk memberikan pengertian kepada Lucky bahwa Vani sangat cocok jika bersama dengannya,ditambah lagi Vani sudah menjadi gadis yang cantik jelita.
“Apa kurangnya Vani,Luck? Dia benar-benar mencintaimu sepenuh hatinya!” Kata Lucy saat bertemu dengan Lucky di kantin.
Lucky hanya tersenyum “Tapi Lus….” Belum selesai Lucky berbicara,Lucy memotong ucapannya. “Tapi apa? Bukankah bisa dijalani dulu? Pasti seiring berjalannya waktu kamu bisa kok.” Desak Lucy.
Kembali Lucky tersenyum santai,”Bukan soal bisa atau tidaknya Lus tapi aku belum bisa melupakan mantanku.” Jawab Lucky dengan sabar.
Wajah Lucy langsung memucat,ia tak tau kalau Lucky sudah pernah memiliki hubungan asmara dengan wanita sebelumnya. “Apa? Jadi kau sudah pernah pacaran?”
Karena merasa harus dijelaskan,maka Lucky pun menjelaskan semuanya kepada Lusy. “Jadi begini,hubungan kami tak diketahui oleh orang lain,hanya aku dan dia saja yang tau. Hubunganku dengannya kami jalin saat kami dibangku SMP kelas 8 semester akhir sampai lulus. Namun ia mengakhiri hubungan kami,karena papah meminta ku untuk bersekolah disekolah pilihan papah di daerah Jakarta. Singkat cerita ia tak ingin menjalani LDR. Makanya aku baru masuk di sekolah ini awal kelas XII kan?”
“Terus? Setelah itu?” Tanya Lucy penasaran.
“Nah setelah itu,aku merasa gak betah di kota,karena aku sangat merindukannya,akhirnya aku membujuk papah untuk bisa kembali ke sini. Namun saat tiba disini,aku sangat terkejut dengan sikapnya dia,dia sangat berubah 180 derajat. Jauh berbeda dari dia yang ku kenal dulu.” Ungkap Lucky.
“Apakah aku mengenalnya?” Tanya Lucy.
“Iya,kita semua mengenalnya,dia sangat terkenal di sekolah ini!” Jawab Lucky.
“Apa yang kau maksud Siska?” Tanya Lucy.
“Iya!” Jawab Lucy.
“OMG! Ini diluar dugaan!” Kata Lucy. Ia benar-benar tak menyangka jika wanita yang Lucky maksud adalah Queen Siska!
Setelah menceritakan semua panjang lebar,Lucky berpesan kepada Lucy untuk menyampaikan permintaan maafnya kepada Vani,karena sudah membuatnya salah paham dengan semua sikapnya selama ini pada Vani.
“Maaf aku benar-benar tak bisa menerima cintanya!” Pungkas Lucky
__ADS_1
.
.
.
Dengan wajah pucat pasi dan tak percaya,Lucy bergegas menemui Vani yang tengah berada di dalam kelas. Raut wajah sahabatnya itu seperti tak bergairah sama sekali.
“Van,bangun dulu aku mau cerita!” Kata Lucy saat melihat Vani yang sedang membaringkan kepalanya diatas meja.
“Hmmm cerita aja.” Perintah Vani lemas.
“Tadi aku menemui Lucky.”
“Yaa… terus?” Tanya Vani masih lemas.
Lucy pun mulai menceritakan semuanya,Vani tak menyangka kalau ternyata mereka pernah memiliki hubungan khusus.
Seketika Vani langsung syok saat mendengar semua cerita Lucy,ia tak menyangka ternyata Lucky memiliki hubungan spesial dengan Siska. Sungguh di luar dugaan.
“Ternyata usahaku selama ini sia-sia! Aku kira dengan wajah dan tubuh cantikku ini aku bisa memiliki lelaki idaman yang aku impi-impikan. Ternyata salah. Benar kata para pujangga bahwa cinta itu tak bisa dipaksakan.
.
.
.
Tak berselang beberapa lama,rasa bosan menghampirinya. Ia pun pergi ke pekarangan belakang,untuk mencari hiburan bersama mamah. Dari depan pintu terlihat mamah sedang asyik menyemai tanamannya. Hingga tak sadar saat Vani ada di dekatnya.
“Mah! Mamah!”
“Astaga! Kamu ngagetin mamah nak. Ada apa sayang?”
Vani tak menjawab apapun,ia merasa bosan dengan mamah. Karena mamah tak satu server dengannya.
“Ditanya diem aja!” Tanya mamah.
“Gak jadi mah! Mah Vani lari sore ya.” Kata Vani meminta izin pada mamah.
“Iya! Tapi jangan kesorean pulangnya.”
.
.
.
__ADS_1
Setelah berganti pakaian dan memakai sepatu olahraga,ia pun memulai joggingnya,mula-mula ia berlari memutari lingkungannya lalu keluar ke arah lingkungan sebelah. Ia tak berharap bertemu dengan Bimbim,namun Tuhan berkata lain,baru berlari sekitar 5 menit keluar lingkungannya,ia melihat Bimbim sedang berbicara dengan pegawainya.
Buru-buru gadis itu memutar arah,namun sialnya Bimbim melihat dan langsung memanggilnya. Vani merasa BT dengan Bimbim,ia kesal karena ia adalah adik dari Lucky.
“Hmmm apa sih!” Kata Vani dengan muka kesal.
Saat Lucky melihat ekspresi Vani,ia langsung sadar kalau gadis itu sedang BT “Dih ngambek!”
“Lagian! Kenapa sih manggil-manggil” kata Vani.
Karen tau Vani sedang BT,Bimbim mencoba mencari tau penyebabnya. Ia terus menghibur Vani,sambil menggali sedikit demi sedikit.
“Oh! Jadi BT karena aku adiknya kak Lucy? Ok Gapapa.” Kata Lucky pura-pura2 kesal.
“Ehhh! Sorry aku keceplosan!” Kata Vani.
“Gapapa emang aku selalu dinomor dua kan dalam hal apapun”
“Bukan gitu….” Kata Vani
“Tapi nyatanya gitu kan! Iya kan!” Kata bimbim sambil menggelitik gadis itu. Karena merasa geli Vani pun menghindar hingga mereka terperosok ke dalam kebun teh. Tubuh mereka menggelinding sampai akhirnya Bimbim menindih tubuh Vani.
Mereka pun beradu pandang. Pandangan mereka makin dalam hingga mereka tak menyadari bibir mereka saling bertemu.
Vani yang tersadar langsung mendorong tubuh Bimbim.
“Astaga! First kiss ku! Aaaa Bimbim!” Teriak Vani sambil memukul dada Bimbim.
“Ya ampun,sorry Van sorry!” Kata Bimbim.
“Ahhh aku gak mau!” Teriak Vani penuh sesal.
Bimbim yang tak pernah menghadapi wanita,merasa bingung,ia tak tau harus berbuat apa. Akhirnya ia memeluk Vani. “Maaf Van,maaf! Aku gak sengaja! Plis maafin aku.” Kata Bimbim gugup.
“Ihh lepas!” Ronta Vani. “Pokoknya tanggung jawab!” Perintah Vani
“Ha? Tanggung jawab untuk apa?” Tanya Bimbim heran.
“Tanggung jawab kalau aku nanti hamil!” Jawab Vani polos.
Seketika tawa Bimbim pun pecah sampai keluar air matanya. Melihat Bimbim tertawa Vani langsung BT.
“Kau ini!” Teriak Vani sambil mencubiti pinggang Bimbim.
“Aduh aduh aduh! Sakit tau” keluh Bimbim. “Vani manis! Sini aku kasi tau. Gak ada ceritanya orang di cium langsung hamil! Yang bikin hamil itu kalau orang melakukan hubungan itu! Paham!” Bimbim.
“Pokoknya aku gak ikhlas!” Kata Vani marah.
__ADS_1
“Kan aku dah minta maaf. Masa gak di maafin?”
“Gak!” Kata Vani sambil berdiri dan meninggalkan Bimbim.