The Metamorfosa Of Vani

The Metamorfosa Of Vani
Jalan-jalan


__ADS_3

Hasil ujian akhir telah diumumkan,semua siswa dinyatakan lulus 100%. Kini mereka bersiap untuk meniti jenjang berikutnya,ada yang tetap di kampung dan ada yang akan hijrah ke kota untuk melanjutkan kuliah.


Saat-saat seperti ini adalah best moment dari semua moment yang telah dilewati. Waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama sebelum berpisah dengan guru dan teman-teman di sekolah.


Akan ada rindu dan tangis saat berpisah. Tangis,tawa,suka dan duka semua akan menjadi kenangan setelah 3 tahun lamanya bersama. Menjadi saksi perjalanan dalam mencari jati diri.


Guru merupakan salah satu orang tua yang sangat berjasa dalam membentuk karakter diri. Bukan orang tua kandung tapi memiliki kasih sayang dan perhatian bak orang tua kandung. Memberikan semangat dan dorongan untuk maju dan mengenal anak didiknya seperti orang tua. Menjadi panutan serta penceramah dan selalu memberikan arahan yang kadang tak didapatkan di rumah.


Jasa-jasa guru tak akan pernah terlupakan sampai akhir hayat. Tak ada mantan antara guru dan murid. Guru mendidik sepenuh hati,hingga saat tak lagi belajar bersama beliau tetap selalu dikenang. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.


Acara perpisahan di sekolah telah usai,semua murid naik ke panggung secara bergantian untuk bersalaman pada guru dan staf sekolah. Di atas panggung sederhana yang dihiasi balon warna warni tadi,beberapa perwakilan dari adik kelas mempersembahkan sebuah lagu untuk menghibur para Kakak kelas yang telah lulus.


Tak ketinggalan Bimbim dkk juga mempersembahkan lagu buat teman-temannya. Sebuah lagu dari band papan atas nusantara ia nyanyikan.


Sheila oN 7


Sampai jumpa kawanku.


Semoga kita selalu.


Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan.


Air mata menetes di pelupuk mata gadis manis yang duduk di deretan No 3 dari depan,ia tak dapat menahan perasaannya yang akan ditinggalkan oleh kekasihnya kuliah di luar negeri.


“Luar negeri itu jauh! 4 tahun itu lama! Aku tau dia bisa menungguku dan aku pun bisa menunggunya,namun rindu ingin bertemu dengannya pasti sangatlah besar dan menyesakkan hati” jeritnya dalam hati.


Setelah selesai acara perpisahan di sekolah,Bimbim mengusulkan untuk membuat acara khusus untuk teman di kelasnya.


“Guys gimana kalau kita buat acara di Villa? Aku yang sewa Villanya,kalian tinggal patungan buat konsumsi” ajak Bimbim.


“Wah ide yang bagus tuh!” Kata seorang dari mereka.


“Kapan? Ih gak sabar tau!” Jawab yang lainnya.

__ADS_1


“Akhir pekan ini! Oke!” Ajak Bimbim


“Berarti lusa dong?” Tanya Vani.


“Iya sayang” jawab Bimbim. “Gimana yang lain? Siap gak” tanya Bimbim pada yang lain.


“Siap dong pak ketua!” Jawab mereka serempak.


Setelah mendapatkan persetujuan dari teman-temannya,Bimbim yang mengajak Lucky mencari lokasi Villa yang indah dan nyaman. Dan mereka memutuskan untuk mengadakan pesta di sebuah Villa dekat pantai.


Villa yang indah dan nyaman serta memiliki halaman yang luas. Di dilengkapi kolam renang dan kamar. 4 kamar dilantai atas dan 5 kamar di lantai bawah. Ditambah lagi 3 kamar mandi dan ruang keluarga yang luas. Villa yang sangat indah dengan View menghadap pantai. Sangat cocok untuk menghabiskan akhir pekan di sana bersama teman-teman.


“Oke disini aja kan?” Tanya Bimbim pada Lucky.


“Yes! Tempat yang sangat indah” jawab Lucky penuh semangat.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Lucky,Bimbim pun mengumumkan tempat dan waktu acaranya di grup WhatsApp. Ada yang bisa datang dan ada yang tidak bisa datang karena terbentur izin dari orang tua. Tapi bagaimanapun acara akan tetap dilaksanakan akhir minggu ini.


“Bebs! Acara akhir pekan ikut kan?” Tanya Bimbim saat sedang duduk-duduk di teras belakang rumah Vani sambil melihat-lihat sayuran yang ditanam mamah.


“Emmm gimana ya? Mintakan izin sama mamah dong?” Jawab Vani memanja.


Seketika Bimbim langsung berdiri dan menghampiri mamah yang sedang memetik Lombok. Dari kejauhan terlihat mereka sedang berbincang sangat akrab,pemandangan yang indah bagi Vani.


Keluarga Vani sudah akrab dengan Bimbim. Namun keluarga Bimbim belum mengenal Vani. Di sisi lain Vani sangat kurang Percaya diri karena kasta mereka yang berbeda.


Setelah Bimbim merayu mamah,akhirnya izin pun mereka dapatkan. “Boleh pergi tapi ingat jangan macam-macam ya! Jaga Vani baik-baik karena tempatnya lumayan jauh dari rumah,Vani belum pernah kesana.” Tutur mamah khawatir. Ini adalah kali pertamanya mamah melepas Vani keluar jauh tanpanya.


“Oke mah! Bimbim akan jaga Vani sampai kapanpun.” Kata Bimbim.


Sabtu pagi di rumah Vani,mamah sudah sibuk di dapur dengan segudang masakannya. Dari ujung tangga tempat Vani duduk,ia hanya melihatnya saja.


“Masak apa sih mah?” Tanyanya saat telah berada di dekat mamah.

__ADS_1


“Bikin lontong sama ayam kecap buat bekal kamu nanti nak.” Jawab mamah sambil terus sibuk dengan masakannya.


Aromanya enak membuat perut Vani keroncongan. “Mah lapar!”


“Bentar lagi masak. Sabar ya!” Kata mamah yang sedang mengaduk ayamnya.


Bagi Vani masakan mamah adalah masakan terindah didunia,mungkin bukan cuma Vani aja tapi semua anak di dunia mengatakan hal yang sama.


Sebenarnya mamah tak perlu repot-repot memasak sepagi ini,karena di Villa nanti akan banyak makanan dan cemilan. Tapi mamah tak ingin membuat anaknya kelaparan jadi sejak subuh ia sudah sibuk sendiri.


Tepat pukul 8 pagi,Vani bergegas menuju halte diujung jalan untuk menunggu jemputan bus yang akan mereka naiki nanti.


“Hati-hati dijalan ya.” Kata mamah sambil mencium kening putrinya.


“Baik mah. Mamah juga baik-baik dirumah ya. Nanti Vani telpon kalau udah sampai.” Bisik Vani.


Tak berselang lama,bus pun tiba,Vani langsung menjinjing tasnya yang berisi baju ganti naik ke atas bus. Ternyata disana sudah ada Lucy. Dari atas bus dia melambaikan tangan memanggil Vani untuk duduk di sampingnya.


Dengan hati gembira Vani naik di bus,semua teman sudah lengkap termasuk Bimbim,Lucky dan Siska yang telah duduk di deretan bangku paling belakang bersama Lucy.


“Van sini!” Teriak Lucy saat melihat Vani memasuki lorong bus.


“Ehm!” Sindir Bimbim


“Eh iya lupa” kata Lucy lirih


“Ya udah! Sini Van duduk dekat Bimbim udah aku siapin tempat nih” teriak Lucy lagi.


Melihat tingkah konyol sahabatnya itu,Vani langsung tersenyum simpul,wajar itu terjadi karena pasti Lucy rindu dengan dirinya. Dulu sebelum bersama Bimbim,Vani selalu ada buat Lucy demikian sebaliknya.


Dari dalam bus Vani melambaikan tangannya kepada mamah yang berdiri di halte. Bus pun berjalan dan Vani pun berlalu dari hadapan mamah. Kini mamah sendiri dirumah,sedangkan Vani tengah bersenang-senang dengan teman-temannya.


Maaf ya teman-teman,karena mau lebaran jadi update sedikit terlambat. Mohon di maklumi ya.😘

__ADS_1


__ADS_2