
Setelah Bimbim dan Vani bersepakat untuk menyatukan Siska,kini saatnya mereka mengatur strategi,secepatnya sebelum sebelum kelulusan.
Bagi Vani ini semua soal waktu saja. Terlebih lagi sikap Siska yang mulai membaik menjadi satu nilai plus buat dia.
“Ya menurutku gak terlalu susah-susah amat sih!” Kata Vani.
“Hmmm,sadar gak sih kalau akhir-akhir ini sifat Siska sudah mulai membaik?” Tanya Bimbim.
“Iya sifatnya mulai membaik setelah ia ditegur Lucky!” Jawab Vani.
“Betul! Itu artinya?”
“Tugas kita sangat mudah!” Jawab Vani.
Melihat Vani sebahagia itu,membuat Bimbim makin tertarik dengan sosoknya. Di matanya,Vani memiliki pribadi yang baik,kuat dan mandiri. Ia tak pernah mengeluh dengan situasi yang dihadapi.
Bimbim teringat kata mamah “Vani dulu anaknya dimanja banget sama papahnya. Apapun keinginan Vani,selalu papah wujudkan,jadi tante merasa sangat sedih melihat keadaan Vani sekarang ini! Ia harus berusaha kuat menghadapi teman-temannya,terlebih lagi semenjak kami jatuh miskin,papahnya pergi ke luar negeri dan gak pernah pulang lagi.”
Sebelumnya Bimbim tak pernah berpikir dibalik sikap Vani yang kuat,ada duka yang mendalam. Di saat yang bersamaan sebelum Bimbim mencoba masuk dalam hidup Vani,ada Lucky yg terlebih dahulu memasuki kehidupannya.
“Van! Besok habis pulang sekolah jalan-jalan yuk? Cari udara segar.” Ajak Bimbim.
“Nonton yuk? Aku dah lama gak nonton di bioskop.” Ajak Vani. “Dan sekalian kita aja Lucky dan Siska.” Tambahnya.
“Wah ide yang bagus tuh,sekalian kita dekatkan mereka ya kan!” Kata Bimbim penuh semangat.
Sambil berlompat-lompat kecil Vani berkata “Ihhh gak sabar banget maunya cepat-cepat besok!”
.
.
__ADS_1
.
Hari yang ditunggu pun tiba,sepulang sekolah Vani dan Bimbim Mulai menjalankan aksinya. Semua sudah diatur oleh Bimbim. Kali ini Vani ditugaskan untuk sengaja mendekati Lucky agar Siska menjadi cemburu.
Siska tak begitu heran melihat Vani berada diantara mereka,karena memang beberapa waktu ini,Vani lebih banyak menghabiskan waktu dengan Bimbim. Terlebih lagi gosip tentang Lucky dan Vani sedang hot-hotnya di kalangan mereka.
Siska hanya melirik dengan cuek ke arah Vani,ia sepertinya masih sedikit kesal. Walau dalam hatinya ia senang dengan perilaku Vani.
“Udah siap? Yuk berangkat!” Ajak Bimbim kepada Vani,Siska dan Lucky yang sudah berdiri di depan mobil milik Bimbim. Mobil kecil itu hanya muat untuk 4-5 orang saja.
“Siska duduk depan sini dekatku!” Pinta Bimbim.
“Belakang aja deh!” Kata siska menolak.
Dengan cueknya Vani cepat-cepat duduk di belakang menyebelah dengan Lucky menghalangi Siska. Melihat Vani duduk di belakang,Siska pun mengurungkan niatnya. Walau agar sedikit kesal melihat tingkah Vani.
“Ya udah lets go!” Seru Bimbim. Mobil pun melaju dengan pesat,melewati jalanan kampung yang indah menuju bioskop yang berada di kota. Dengan jarak tempuh 45-60 menit dari kampung mereka.
Jarak yang cukup jauh,namun Bimbim sudah terbiasa membawa mobil jauh mendistribusikan produk teh dari perusahaan mereka kepada konsumen. Awalnya Bimbim mengantar barang hanya sebagai penumpang namun sejak ia memiliki SIM,ia jadi sopirnya.
“Aman!” Jawabnya santai.
“Jangan sampai mabuk di mobil! Gak ada kresek soalnya!” Kata Bimbim mengejek.
Seketika semua tertawa. Sepanjang perjalanan mereka ngobrol satu sama lain. Obrolan mereka sangat hangat dan asyik. Terlihat kadang Siska melempar pandang pada Lucky. Kadang pandangan mereka beradu namun salah satu dari mereka langsung salah tingkah saat menyadarinya.
Tanpa disadari mereka telah sampai di tujuan. Setelah mobil diparkir mereka langsung masuk ke mall dan menuju lantai 3. Di Lantai 3 ini memang tempat untuk bersenang-senang,ada toko buku,time ZONE,tempat makan dan bioskop.
Keempat remaja itu langsung menuju ke bioskop,mereka langsung mengantri di loket untuk mendaftar. Setelah menentukan judul film yang ingin mereka nonton,mereka kemudian menunggu di lobi.
“Teater berapa?” Tanya Siska.
__ADS_1
“Teater satu nih!” Jawab Lucky sambil memperlihatkan tiketnya.
“Ih masih lama” keluh Siska.
“Gapapa kita disini aja nunggu sambil ngobrol-ngobrol” ajak Vani.
“Ke time ZONE yok!” Ajak Bimbim.
“Hmmm boleh!” Kata Siska. Bimbim tau betul kalau Siska suka sekali main di time ZONE. Keluarga Siska dan Bimbim sangat dekat,bisa dibilang mereka dibesarkan dalam satu atap,hingga orang tua mereka menjodohkan Siska dengan Lucky.
Setelah puas bermain,mereka kembali di bioskop tepat waktu. Rupanya Film yang info mereka tonton sudah mau dimulai.
Mula-mula Bimbim masuk duluan dan menunjukkan tiket mereka,setelah itu menuju tempat duduk mereka.
“Bim,gue duduk dekat lu ye” kata Siska sambil melirik Lucky dan Vani.
“Oh sini sini!” Bimbim pun mempersilahkan Siska duduk di sampingnya.
Sementara Lucky duduk di samping Vani,mereka duduk berdekatan paling ujung dekat jalan Bimbim,lalu sampingnya Siska,Lalu Lucky dan paling ujung Vani.
Siska menghindari duduk dekat Vani,karena ia sangat cemburu dengan Vani.
Saat film dimulai,lampu teater dimatikan agar penonton dapat lebih nyaman menonton. Adegan demi adegan di peragakan,di tengah-tengah film saat adegan menegangkan mata Vani fokus pada tangan Siska yang saat itu memegang tangan Lucky.
Melihat itu,spontan Vani senyum simpul. Hatinya bahagia karena usahanya dan Bimbim membuahkan hasil.
Saat film sudah usai,satu persatu penonton keluar dari teater. Karena hari sudah gelap mereka berempat langsung pulang saja kerumah.
.
.
__ADS_1
.
Hari demi hari Lucky dan Siska makin dekat,hubungan mereka yang selama ini renggang kini mulai dekat lagi. Sikap Siska mulai menjadi baik,ia juga meminta maaf pada guru dan teman-teman tentang sikapnya buruknya selama ini serta berjanji tak mengulanginya lagi.