The Metamorfosa Of Vani

The Metamorfosa Of Vani
Hepi-Hepi


__ADS_3

Vani memilih duduk di pinggir kaca berdekatan dengan Bimbim,sementara Lucy memilih pindah ke bangku depan dengan seorang temannya. Ia merasa jadi obat nyamuk diantara Vani dan Bimbim serta Lucky dan Siska yang juga duduk di bangku paling belakang.


Riuh suara nyanyian para kawula muda membuat perjalanan makin seru. Dari depan hingga belakang semua bernyanyi diiringi oleh petikan gitar Bimbim. Suasana makin pecah saat Lucky yang tiba-tiba meminta saweran pada teman-temannya. Gelak tawa riang membuat mereka tak sadar jika mereka telah tiba di lokasi.


“Wih View-nya keren banget!” Teriak seorang dari mereka sambil menunjuk ke arah pantai.


“Wow keren!” Sahut yang lain.


Semua langsung melihat ke arah jendela. Hingga akhirnya bus berbelok dan berhenti di gerbang depan menuju Villa. Satu persatu mereka turun dari bus.


Dan terakhir Vani dan Bimbim yang turun dari bus dengan bergandengan tangan. Kedua remaja yang tengah dimabuk kepayang ini tak lagi sungkan menunjukkan kemesraan mereka di hadapan teman-teman mereka.


“Ehm ehm” ledek Seorang dari mereka.


Vani merasa sedikit canggung dengan ledekan dari temannya itu,ia berusaha melepaskan genggaman tangan Bimbim,namun Bimbim tak mau melepaskannya dan malah merangkul Vani walau ia tau kalau kekasihnya Itu sedang tak nyaman.


“Udah cuek aja!” Bisik Bimbim di kuping Vani.


Serrrrr seketika darah Vani berdesir saat nafas Bimbim menerpa telinganya.


Setelah rombongan di cek satu persatu,kini tiba saatnya otw ke Villa. Tak banyak yang ikut hanya sebagian kecil saja,karena sudah ada yang ke kota untuk ikut bimbel sebelum daftar ke perguruan tinggi. Dari 40 siswa hanya sekitar 20 saja yang ikut serta di acara ini.


Setibanya di Villa mereka semua berhamburan mencari kamar buat mereka,Vani dan Lucy mengambil kamar diatas di lantai 2. Berhadapan dengan kamar Bimbim dan Lucky. Setiap kamar berisi 2 kasur single. Viewnya langsung menghadap pantai,ada balkon kecil di depan kamar sangat cocok dipakai untuk duduk bersantai.


“Van,bagus banget ya villanya? Aku gak nyangka bisa ke tempat seindah ini tau.” Kata Lucy.


“Iya Lus,makanya dinikmati aja mumpung gratis dan kapan lagi ya kan!” Imbuh Vani.


Kedua remaja ini sangat bahagia bisa berada di tempat semewah dan se-elit ini,jangankan ke Villa makan di resto aja mereka tak pernah.


“Eh sini makan yok!” Ajak Vani sambil membuka bungkusan yang ia bawa. Bungkusan itu berisi masakan mamah tadi pagi,lontong dan ayam kecap serta mie goreng.


“Hmmm enak nih!” Kata Lucy. “Oya pacar kamu gak dipanggil?” Tambahnya saat melihat Vani ingin memasukkan makanan di mulutnya.


“Oh iya astaga! Aku lupa sangking lapar banget.” Jawab Vani sambil menepuk jidatnya.


“Bentar aku panggil” kata Vani seraya bangkit dari duduknya.


.


.


.

__ADS_1


Tok tok tok


Terdengar suara pintu kamar Bimbim di ketuk.


“Iya bentar” jawabnya sambil berjalan membuka pintu.


Klek… terdengar gagang pintu terbuka. “Ih sayang,ada apa? Sini masuk.” Ajak Bimbim kepada Vani yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya.


“Emmm ntar aja! Sini ikut aku ke kamar makan bareng masakan mamah. Ajak Lucky kalau dia mau.” Kata Vani.


Mendengar ucapan Vani,Bimbim langsung bersemangat “Apa masakan mamah? Serius? Mau dong?”


“Ajak Lucky kalau mau yank.” Kata Vani.


“Dahlah gak usah paling dia dah ngorok.” Katanya sambil menarik Vani pergi ke kamarnya.


Bimbim sangat suka dengan masakan mamah,bahkan tiap datang ke rumah,ia selalu makan. Apapun lauknya ia selalu menghabiskan apa yang tersedia di meja makan. Itulah sebabnya mamah sangat senang jika ada Bimbim di rumah. Menurut mamah,Bimbim selalu bisa menyenangkan hatinya.


Dikamar Lucy terus mengoceh saat melihat kemesraan Vani dan Bimbim.


“Mentang-mentang ya udah jadian jadi aku dilupakan” sindirnya sambil senyum-senyum dan melirik pada Vani.


“Cie jealous!” Teriak Bimbim. “Makanya Lus,pacaran ge!” Tambahnya.


“Sama si itu yang sering lirik kamu.” Kata Vani.


Seketika Lucy langsung lompat dan menindih Vani serta menutup mulutnya agar tak membocorkan rahasia mereka.


“Ssstt diem!” Kata Lucy.


“Oh! Jadi udah ada nih yang lirik-lirik Lucy?” Tanya Bimbim.


Sambil terus berusaha keluar dari himpitan Lucy,Vani berkata “itu loh si Dika,diam-diam” belum selesai dengan perkataannya lagi-lagi Lucy membungkam mulut sahabatnya itu.


“Ntar aku urus deh!” Kata Bimbim.


Wajah Lucy langsung memerah karena rahasianya diketahui oleh Bimbim. “Santai aja kali” sindir Bimbim.


“Aku malu tau.” Jawabnya sambil tersipu malu.


“Malu-malu tapi mau.” Ejek Vani.


.

__ADS_1


.


.


Setelah selesai istirahat semua berkumpul di halaman Villa. Cuaca sore ini sangat bersahabat hingga indahnya sunset bisa dinikmati secara utuh di hadapan mata Vani.


Saat semua sedang asyik berkumpul,Vani dan Bimbim mencari tempat lain untuk menghabiskan waktu berdua melihat sunset.


“Maha karya Allah yang luar biasa. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan.” Ucapnya penuh kekaguman.


“Bahagia gak yank?” Tanya Bimbim yang duduk di sebelah Vani dengan tangan melingkar di pundaknya.


“Aku selalu bahagia saat bersamamu” jawab Vani sambil menyandarkan kepalanya di pundak Bimbim.


“Tapi 4 tahun itu lama yank!” Keluh Vani.


“Kita nikmati aja prosesnya ya. Aku akan tetap menjaga perasaan ini utuh hanya untukmu.” Ucap Bimbim meyakinkan.


“Janji?” Tanya Vani sambil menyodorkan jari kelingking.


“Iya Janji!” Jawab Bimbim seraya mengaitkan kelingkingnya pada kelingking kekasihnya itu.


“Awas lo ya jangan ingkar!” Gertak Vani sambil memandang manja.


Bibir menyatu saat mata beradu pandang,sentuhan lembut mendarat pada gumpalan daging di bagian dada,gemuruh jantung kian terpacu saat genggaman itu memutar dibagian sana. Tubuh Vani tak henti-hentinya merinding kala sentuhan itu makin terasa.


Semakin lincah genggaman itu memutar,nafas pun semakin berderu membuat kedua insan yang sedang dimabuk kepayang itu lupa dengan segalanya. Terdengar suara lenguhan yang disusul dengan decakan dari beradunya kedua bibir itu. Mata terpejam menikmati segala rasa yang tak dapat diungkapkan.


Tiba-tiba dengan suara terengah-engah Vani mengakhiri kemesraan mereka,saat tangan Bimbim mulai menyelinap di balik kaos ketat yang dipakainya “Udah dulu yank!”.


“Kenapa yank?” Tanya Bimbim kecewa.


“Nanti dilihat yang lain.” Jawab Vani polos.


“Gak keliatan kok yank” Tanya Bimbim makin kecewa dengan kekasihnya itu.


“Iya gak enak juga ama yang lain soalnya kita dah ngilang lama banget” hibur Vani agar kekasihnya tak marah.


“Tapi kan masih mau.” Kata Bimbim memanja.


“Udah dulu ntar ada yang liat,kita ngumpul aja yuk!” Ajak Vani.


“Emmm iya deh terserah kamu tapi sekali lagi.” Rengek Bimbim sambil memeluk mesra kekasihnya itu.

__ADS_1


Karena sedang dimabuk kepayang dan tak ingin kekasihnya kecewa Vani pun menuruti keinginan kekasihnya.


__ADS_2