The Metamorfosa Of Vani

The Metamorfosa Of Vani
Lucky Day


__ADS_3

Vani dan Bimbim akhirnya lega melihat Siska menjadi pribadi lebih baik. Dan Vani juga sangat bahagia melihat Lucky dan Siska makin dekat.


“Akhirnya!” Kata Vani lega.


“Kenapa emang?” Tanya Bimbim saat mereka berada di gazebo.


“Iya akhirnya Siska dan Lucky makin dekat aja,tinggal tunggu endingnya.” Kata Vani yang kala itu sedang berbaring di gazebo.


“Hmmm! Aku juga lega,akhirnya gak di kejar-kejar Siska lagi! Hahahaha.


“Tapi ngeri juga dulu Siska tuh!” Sambung Bimbim yang juga berbaring di dekatnya.


“Dah lah gak usah diingat-ingat! Bikin takut aja. Hahahaha” kata Vani.


Saat dua remaja itu sedang asyik berbincang-bincang,hujan lebat dan guntur turun begitu saja.


“Hujan Bim. Gimana nih?” Tanya Vani.


“Harus tunggu reda nih!” Jawab Bimbim.


“Mana dah sore nih! Pasti mamah khawatir banget” keluh Vani.


“Tapi kita gak bisa pulang juga Van,mana guntur gini.” Kata Bimbim.


Hujan yang semakin lebat dan angin yang kencang membuat mereka kedinginan. Sejak turun hujan Bimbim hanya bisa diam dan meringkuk. Melihat perilaku Bimbim Vani jadi khawatir.


“Bim! Kau baik-baik saja kan?” Tanya Vani.

__ADS_1


Bimbim hanya diam saja,Vani pun mulai panik. “Bim!” Panggil Vani sambil mengguncang-guncang tubuh Bimbim yang tengah meringkuk.


Bimbim tetap tak bergerak,lalu Vani mendorongnya hingga akhirnya Bimbim terbangun.


“Astaga! Bisa-bisanya kau tidur?” Tanya Vani kesal.


“Emang kenapa? Hujan-hujan gini enaknya tidur!” Kata Bimbim.


“Kau tak tau betapa khawatirnya aku Bim!” Kata Vani sambil memukul-mukul punggung Bimbim.


“Khawatir kenapa? Cie suka ya ma aku?” Ledek Bimbim.


“Gak! Seandainya laki-laki di dunia ini sisa kamu aja nih ya! Aku mending jomblo daripada sama kamu!” Jawab Vani menutupi gengsi.


“Yang bener? Tadi itu apa? Aku tidur aja lu khawatir gitu kok!” Tambah Bimbim.


“Dah lah gak usah gitu,jujur aja!” Kata Bimbim sambil mendekap tubuh Vani.


Darah Vani mendesir,rasanya seperti ada aliran listrik yang sedang mengontak dirinya. Irama jantungnya seperti genderang yang mau pecah,sampai khawatir suara detak jantungnya itu terdengar oleh Bimbim.


Rasa hangat pun menyelimuti diri Vani,terlebih lagi Bimbim yang dengan sengaja mendekatkan bibirnya dengan telinga Vani. Entah apa yang sedang dia rasakan,yang jelas ia sangat nyaman bersama Bimbim.


Setelah sekitar sejam terjebak dalam hujan,akhirnya mereka bisa pulang. Seperti biasa Bimbim mengantar Vani pulang kerumah.


.


.

__ADS_1


.


Saat jam istirahat di halaman sekolah tepat dibawah tiang bendera,dengan membawa sebuah TOA di tangan kanannya. Lucky berdiri dengan Gagahnya! Dengan penuh percaya diri ia berteriak di TOA “SISKAAAAAAA…!!! I LOVE YOU!”


Mendengar teriakan Lucky,sontak seluruh siswa termasuk Siska dan Vani langsung berlari ke arah.


Semua siswa berteriak menyoraki aksi Lucky. Mereka mengelu-elukan Lucky.


“Terima… terima… terima!” Sorak para siswa.


Melihat Siska berada di tengah lapangan,Lucky mendekatinya sambil menyodorkan bunga “mau kah kau jadi PACARKU?” Tanya Lucky.


“Terima terima terima” sorak mereka.


Dengan rasa haru bercampur malu Siska menerima bunga dari Lucky dan berkata “Oke! Tapi plis aku malu tau!” (Senyum-senyum)


“Yey” sorak para siswa.


Dari kejauhan Bimbim yang berdiri di samping Vani berkata “Apa harus aku seperti Lucky biar kau mau menerimaku?”


“Plis deh jangan NORAK!” Kata Vani kesal dan meninggalkannya.


“Kok norak sih? Kan keren!” Kata Bimbim sambil mengejar Vani.


“Pokoknya aku gak mau kalau kayak gitu!” Jawab Vani kesal.


“Jadi gimana dong kasi tau!” Kejar Bimbim.

__ADS_1


__ADS_2