The Seventh World

The Seventh World
Chapter 10


__ADS_3

Tengah malam, Harumi terbangun di tempat tidur, dia langsung duduk dan melihat dirinya di selimuti oleh selimut.


“Rasanya....tadi aku tidak pakai selimut.” Pikirnya.


Dia menoleh dan melihat novelnya berada di meja dan di tandai di halaman terakhir dia membacanya, dia keluar dari kamar dan melihat ruangan sudah gelap, dia mendengar suara orang mendengkur di ruang tengah, dengan perlahan dia menuju ke kamar mandi, setelah masuk ke kamar mandi dia melihat ada jemuran yang terbentang di atas mesin cuci.


“Oh di sana rupanya seragamku....eh...seragam ?” Tanya nya dalam hati.


Harumi langsung menyadari kalau Masato mencuci seragamnya dan wajahnya menjadi merah, dia langsung berbalik dan melihat ke cermin, setelah mencuci wajahnya, dia melihat dua buah pakaian dalam tergantung di jemuran.


“Hah...pakaian dalam siapa itu ? jangan jangan dia bawa wanita pulang ke rumah lagi.....eh...”


 Harumi langsung menarik kaus nya dan melihat ke dalamnya, wajahnya langsung berubah menjadi lebih merah dari sebelumnya karena dia menyadari kalau dia tidak memakai pakaian dalam dan pakaian dalamnya tergantung di jemuran.


“Waaaaaa.....dia mencuci pakaian dalamku....maluuuuu.....aku rasanya mau matiiiii sajaaaaa.......waaaaaaa.....” Pikirnya dalam hati sambil memegang kepala dengan kedua tangannya.


Dengan cepat dia mengambil pakaian dalamnya, tapi karena masih basah, akhirnya dia menjemurnya lagi di tempat terpisah. Setelah itu dia keluar dari kamar mandi dan duduk di meja makan sambil meratap, dia menemukan sebuah kertas berisi tulisan,


“Harumi, kalau mau makan ambil sendiri ya di dapur, kare nya di panasi dulu dan nasi ada di tempat nasi...semoga suka.”


“Dia masak ?” Tanya nya dalam hati.


Harumi berdiri dan langsung ke dapur, dia melihat sepanci kare masih berada di atas kompor, dia menyalakan kompornya untuk memanaskan kare nya. Kemudian dia mengambil piring dan mengambil nasi, ketika karenya sudah cukup hangat, dia mengambil secukupnya dan membawanya ke meja makan. Karena sudah terlalu lapar, dia langsung menyantap nya.


“Enak.....hu...hu...hu...enak, terima kasih Masato-kun...baru pertama kali ini ada yang memasak untuk ku....terima kasih...” Pikirnya sambil makan dan menitikkan air mata.


Selama ini Harumi selalu makan sendirian di apartemennya, walau ada sepupunya, tapi sepupunya jarang pulang ke apartemen dan biasanya dia menghabiskan waktu sendirian. Untuk makan, dia biasanya membeli bekal di convini store dan membawanya pulang untuk dimakan, jadi dia sedikit terharu ketika Masato membuatkan makanan untuk nya. Harumi makan sampai menambah dua piring, setelah mencuci piringnya, dia berjalan masuk ke kamar, tapi ketika dia mau masuk, dia menoleh ke arah ruang tengah, dengan perlahan dia mendekat dan melihat Masato tertidur di lantai hanya menggunakan bantal, Harumi langsung berdiri dan mengambil selimut dari dalam kamar, dia membawa nya keluar dan menyelimuti Masato yang sedang tidur, kemudian dia berbaring di sebelah Masato sambil melihat wajah Masato,


“Tidur kok pakai kacamata haha...aneh...” Ujar Harumi sambil perlahan melepaskan kacamata Masato dan menaruhnya di meja.


Kemudian dia berbaring lagi dan menatap wajah Masato yang sedang terlelap sambil tersenyum senyum sendiri, jarinya terjulur ke pipi Masato dan menekan nekan nya.


“Aneh, kok aku merasa nyaman ya sama dia....padahal dia laki laki loh....biasanya aku gemetar kalau sedekat ini dengan laki laki....tapi, aku tidak boleh, aku kotor....” Pikirnya.


Tiba tiba, Harumi kaget, karena Masato berbalik dan mendekap dirinya, wajahnya sekarang berada di dada Masato. Tapi Harumi tidak panik, degup jantungnya terdengar sangat keras dan cepat. Dia memejamkan mata dan akhirnya dia tertidur di pelukan Masato.


*****


Keesokan paginya, karena merasa ada yang menindihnya, Masato pun terbangun dan membuka matanya, tapi ketika dia mau duduk, dia merasa ada yang sesuatu berada di atasnya dan membuatnya tidak bisa bangun, dia mengangkat kepalanya dan menoleh ke badannya, dia melihat Harumi tidur di atasnya dan memeluk dirinya,


“Ha...Ha...Ha...Harumi ? kenapa dia disini...bukannya dia di kamar....aduh...masih pagi lagi....ini gawat...dia lembut sekali....aduh....gimana nih....bukannya dia takut sama laki laki ya....”


Masato tidak berani bergerak dan membangunkan Harumi, dia takut karena Harumi takut terhadap laki laki, tapi kemudian dia berpikir,


“Oh...berarti ini artinya....aku tidak di anggap laki laki sama dia....bersyukur sih, tapi kok menyakitkan ya....hiks...” Pikir nya.


Akhirnya Masato diam tidak bergerak dan melihat langit langit sampai 15 menit kemudian ketika Harumi terbangun,

__ADS_1


“Waaaaaaa.....” Teriak Harumi sambil menyingkir ke sudut ruangan.


“Um...pagi....” Balas Masato yang akhirnya bisa duduk.


“Pa...pagi....kenapa aku tidur di situ ?” Tanya Harumi.


“Aku tidak tahu.....kamu tidak takut sama aku ?” Tanya Masato.


“Tidak, malah sebaliknya.....aku merasa nyaman, maaf.....” Jawab Harumi.


“Sudah tidak apa apa...cepat ganti pakaian....” Balas Masato yang menoleh melihat ke tempat lain.


“Eh....”


Harumi melihat keadaan tubuhnya, dia baru ingat kalau dia memakai kaus milik Masato dan tidak memakai pakaian dalam, dia langsung mendekap tubuhnya dan berdiri kemudian berlari ke kamar mandi.


“Hik...untung dia tidak menganggap ku laki laki...sakitnya.” Pikir Masato dengan wajah sedikit sedih.


Setelah itu, Harumi menyetrika seragamnya dan kemudian memakai nya, kemudian keduanya berangkat bersamaan ke sekolah. Sesampainya di kelas, Nana langsung menghampiri Harumi,


“Hmm..hmm..hmm...Haruchi, kenapa kamu wanginya sama seperti Yamachi ?” Tanya Nana.


“Oh...ah...gimana ya...hahaha...” Balas Harumi grogi.


“Semalam dia menginap di tempat ku....” Celetuk Masato.


“Haaaaaah....hebat Haruchi, ngapain aja semalam ?” Tanya Nana.


“Hehe iya, tapi kan di rumah ku ada orang tua ku....” Jawab Nana.


“Trus mana dia ?” Tanya Masato.


“Biasa, terlambat, tadi aku berangkat, dia baru bangun, maklumlah, semalam dia membantu papa di dapur...memasak.” Jawab Nana.


“Hoo dia masih bercita cita jadi koki juga ya....” Balas Masato.


“Yah cita citanya sih itu tapi masalah keluarganya rumit....mau gimana lagi, harus di jalani...” Balas Nana.


“Ya, harusnya kalian berdua sudah tidak ada karena masalah keluarganya....” Pikir Masato dalam hati.


Tak lama kemudian Jiro masuk ke dalam kelas dalam kondisi acak acakan, Nana langsung menghampiri nya dan membawanya ke kamar mandi. Masato dan Harumi melihatnya keduanya keluar dari kelas.


“Aneh, setahuku dulu hubungan mereka tidak seakrab sekarang...” Gumam Masato.


“Maksudnya mereka sering bertengkar gitu ?” Tanya Harumi.


“Ya, selalu bertengkar....aku merasa semua ini aneh...sejak aku kembali ke dunia ini...” Jawab Masato.

__ADS_1


“Aku juga merasa begitu, sebenarnya ada yang mau aku ceritkan kepadamu...” Balas Harumi.


“Cerita saja tidak apa apa....” Balas Masato.


Harumi kemudian menceritakan keresahannya, sebelum dia tenggelam di laut, dia tinggal bersama sepupunya yang bernama Kurumi, tapi ketika dia terbangun setelah kembali dar Phanteos, yang berada di pantai adalah Hana, kembaran Kurumi. Lalu profesi Hana adalah polisi dan Kurumi adalah penulis manga, seharusnya Harumi tinggal bersama Kurumi yang memiliki profesi polisi sedangkan Hana adalah editor yang tinggal di kota asal mereka. Walau kembar, tapi mereka seakan akan bertukar posisi setelah Harumi kembali dari Phanteos.


“Hmm...begitu ya...” Gumam Masato berpikir.


“Aku sendiri heran, aku melihat Nana-chan masih masuk ke sekolah, padahal waktu itu berita tentang kematian nya saja ada di koran kan, ketika kita semester 1 kelas 1 sma...” Balas Harumi.


“Benar dan tak lama setelah itu, Jiro menghilang dan di kabarkan meninggal...walau belum pasti...” Tambah Masato.


“Sepertinya ada yang tidak beres nih Masato-kun...” Balas Harumi.


“Aku juga merasa seperti itu, tapi tidak mungkin kita bertanya kepada Jiro atau Saikoji-san, kenapa kalian masih hidup kan...” Balas Masato.


“Awas, kita bicarakan nanti, mereka datang....” Balas Harumi.


Jiro dan Nana masuk ke dalam kelas dalam keadaan berdebat, Masato dan Harumi langsung menghampiri keduanya,


“Kenapa kalian berkelahi ?” Tanya Harumi.


“Dia nih....masa mau ke rumah kakek di kota Ao tidak mau mengajak aku...” Jawab Nana sambil cemberut.


“Aku kan sudah jelaskan, aku kesana bukan buat liburan, kakek ada perlu dengan ku, masalah dojo dan mafia yang menggandrungi terus.” Balas Jiro.


“Hmm...mau kita bantu ?” Tanya Masato.


“Woaaah...jangan jangan...bisa gawat kalau kalian bantu...” Jawab Jiro.


“Loh kenapa ? supaya cepat beres kan ?” Tanya Nana.


“Kalau menghajar mereka pakai otot percuma, mereka akan datang terus, aku sedang mencari cara supaya mereka tidak datang lagi, aku berencana menjual rumah kakek dan dojonya setelah itu beli rumah kecil untuk kakek dan nenek di kota kita ini..lalu lunasi semua hutangnya.” Jawab Jiro.


“Hmmm bisa juga sih....tapi kalau mereka tahu kalian ada di kota ini bagaimana ?” Tanya Masato.


“Ya kita lari lagi....” Jawab Jiro.


“Itu mah ga habis habis namanya...” Celetuk Harumi.


“Pokoknya aku ikut, aku tidak mau tahu...” Balas Nana sambil melipat tangan di dada.


“Duh susah nih si kontet, papa mama kamu ijinin ga ?” Tanya Jiro.


“Kalau perginya sama kamu pasti di ijinin...” Jawab Nana.


“Haaah...ya sudah lah....” Balas Jiro sambil berjalan ke tempat duduk nya.

__ADS_1


“Hehehe....” Nana juga langsung pergi menyusul Jiro.


Masato dan Harumi saling menoleh dan melihat satu sama lain, lalu mereka juga kembali duduk di tempat duduknya dan terus mengamati Jiro juga Nana yang duduk di sebelahnya.


__ADS_2