
Keesokan harinya, Masato dan Harumi berangkat sekolah bersama dengan Jiro dan Nana yang menginap di apartemen mereka. Ke empatnya berjalan menuju ke sekolah mereka, di jalan mereka menjadi pusat perhatian karena sebenarnya mereka cukup populer di sekolah. Banyak siswa yang mengagumi kecantikan Harumi dan Nana, sedangkan banyak siswi yang mengagumi ketampanan Masato dan Jiro, tapi tidak ada yang berani mendekat karena Masato dan Harumi saling bergandengan sedangkan Jiro dan Nana juga saling merangkul. Ketika sampai di gerbang sekolah, Togari-sensei sedang berdiri di depan pagar, wajahnya terlihat murung dan dia terlihat menghela nafas,
“Pagi sensei...” Sapa Masato.
“Oh pagi...rupanya kalian...ah kebetulan....bisa aku bicara dengan kalian ber empat ?” Tanya Togari.
“Ada perlu apa sensei ?” Tanya Masato lagi.
“Ikut aku, kita bicara di dalam saja...” Jawab Togari.
Kemudian ke empatnya ikut masuk ke dalam bersama Togari-sensei. Mereka mauk ke ruang biologi yang sedang kosong dan tidak di pakai. Setelah ke empatnya duduk, Togari-sensei duduk di depan ke empatnya.
“Begini, aku mau minta tolong pada kalian, kalau kalian ikut club bagaimana ?” Tanya Togari.
“Eh...” Ujar ke empatnya.
“Club apa sensei ?” Tanya Harumi.
“Club relawan, club yang bertujuan untuk membantu sesama murid....dalam segala hal, kalau aku lihat kan Yamada dan Satou pintar, sedangkan Kaname dan Saikoji memiliki banyak pergaulan, aku rasa kalian berempat cocok.” Ujar Togari-sensei.
“Haaaa....” Ujar ke empatnya.
“Tugasnya ngapain aja sensei ? membantunya dalam hal apa ?” Tanya Jiro.
“Misal ada yang di bully, kalian bisa membantunya atau kalau ada yang minta tolong karena teman nya tidak masuk ke sekolah kalian bisa membantu nya...seperti itu, sebenarnya itu tugas dari guru konseling, tapi kebetulan dia keluar karena melahirkan dan tidak bekerja lagi....bagaimana menurut kalian ?” Tanya Togari-sensei.
Ke empatnya langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain, sebenarnya mereka malas mengurusi urusan orang lain, tapi melihat Togari-sensei terlihat serius dan sedang kesulitan, akhirnya ke empatnya memutuskan setuju dan menerima tawarannya.
“Tenang saja, kalian di luar dari student council, ini club bentukan para guru, sebab tidak mungkin kita bisa memberikan konsultasi kepada para murid dengan menggunakan sudut pandang murid. Terima kasih ya, aku di sini sebagai pembimbing club ini, jadi nanti pulang sekolah aku akan mengantar kalian ke ruangan club kalian...sekali lagi terima kasih ya.” Ujar Togari-sensei sambil menunduk.
“Sama sama sensei...” Jawab Masato.
Setelah itu, ke empatnya keluar dan masuk ke dalam kelas, mereka langsung berkumpul di kursi Masato.
“Dasar botak, ada ada saja...kita jadi punya pekerjaan deh.” Gumam Nana.
“Haha mau gimana lagi, baru kali ini aku melihat si botak minta tolong.” Balas Jiro.
“Daripada kita tidak ada kegiatan juga, iya kan Ma-kun...” Ujar Harumi.
“Aku ada kerja paruh waktu...jadi mungkin aku akan selalu hilang duluan...” Balas Masato.
“Sama, aku juga ada kerja paruh waktu dan aku berencana mengajak Haruchi kerja di restoran ku...” Balas Nana.
“Kalau itu sih aku juga ada di gym, tapi kan tidak mungkin kita bilang sama si botak karena kerja paruh waktu menyalahi peraturan sekolah. Walau kalau aku sih bodo amat...” Tambah Jiro.
“Ya sudah kita lakukan sebisanya saja, kamu memang mau kerja Haru-chan ?” Tanya Masato.
“Iya, buat bantu bantu perekonomian kita...” Jawab Harumi.
“Heee...kalian memang sudah seperti suami istri ya...” Ledek Nana.
__ADS_1
“Habisnya di suruh menikah, iya kan Ma-kun...” Balas Harumi.
“Uh...iya....memang Hana nee-san sudah bicara ya sama Togari-sensei tentang kita ?” Tanya Masato.
“Aku belum dapat kabar sih...baru juga kemarin kan....lihat saja nanti. Kita siap siap saja...” Jawab Harumi.
“Loh kalian sudah yakin mau menikah ?” Tanya Jiro.
“Yap, demi kegiatan sampingan kita.” Jawab Masato.
“Lagian aku nyaman sama dia...” Tambah Harumi sambil merangkul lengan Masato.
“Haru-chan, kita di kelas.....lihat.” Ujar Masato.
Harumi, Nana dan Jiro menoleh ke belakang, mereka melihat teman sekelas melihat mereka dengan pandangan yang beraneka ragam.
“Apa lihat lihat...” Ujar Jiro kepada seluruh teman sekelas.
Seluruh teman sekelas langsung menoleh melihat ke tempat lain dan sebagian berpura pura menulis di mejanya. Akhirnya mereka kembali ke tempat duduk masing masing dan pelajaran pun di mulai.
*****
Pulang sekolah, mereka berempat pergi ke ruang staff untuk menemui Togari-sensei, setelah itu, Togari mengantar mereka ke sebuah ruangan di lantai paling atas dan di sebelah club literature. Di dalam ruangan hanya ada sebuah meja panjang dan enam buah kursi, kemudian di depan jendela ada sebuah papan tulis lipat berserta spidol dan penghapusnya.
“Nah kalian pakai ruangan ini mulai hari ini, aku tinggal dulu ya, kalau menemukan kesulitan aku ada di ruang staff sampai sore, oh ya, sudah ada poster yang di tempel di papan pengumuman kalau club relawan dan konsultasi sudah di buka, jadi kalau ada yang datang di layani ya. Terima kasih.”
Togari langsung keluar dari ruangan dan meninggalkan ke empatnya bengong tanpa bisa berkata apa apa.
“Sreeg.” Pintu di buka, dua orang siswa laki laki berdiri di balik pintu dan melihat ke dalam ruangan. Masato, Harumi dan Nana langsung menoleh melihat Jiro yang sedang duduk santai sambil menaikkan kaki ke atas meja.
“Apa ?” Tanya Jiro.
“Tolong kalau bicara jangan sembarangan.” Jawab Masato.
Harumi dan Nana langsung menghampiri kedua siswa itu dan meminta mereka masuk ke dalam, kemudian kedua siswa itu duduk di kursi yang sudah di sediakan dan ke empatnya duduk di depan berhadapan dengan mereka.
“Ada yang bisa di bantu ?” Tanya Masato.
“Um...begini, kami dari kelas 1-3, kami dengar Satou-senpai dan Saikoji-senpai ada di sini, jadi kami kesini...” Jawab salah seorang siswa itu.
“Lalu ada perlu apa dengan kami ?” Tanya Nana.
“Ini senpai....”
Kedua siswa itu langsung menyerahkan dua pucuk amplop kepada Harumi dan Nana, kemudian mereka langsung berdiri dan berlari keluar dari ruangan.
“Haaaa....” Gumam Masato dan Jiro bersamaan.
Karena melihat amplop nya, Harumi dan Nana langsung meletakkan kedua amplop itu di meja tanpa membacanya.
“Tidak di baca ?” Tanya Masato.
__ADS_1
“Surat cinta....malas...” Jawab Harumi.
“Kamu juga tidak baca Na ?” Tanya Jiro.
“Malas....” Balas Nana.
“Yah sekalinya ada yang datang hanya begitu, ada ada saja, semoga tidak ada yang datang lagi...” Ujar Jiro.
“Sreeg.” Pintu kembali di buka, sekarang dua orang siswi berdiri di depan pintu, kemudian mereka langsung masuk dan duduk di tempat yang di sediakan. Masato, Harumi dan Nana kembali menoleh kepada Jiro.
“Iya iya habis ini aku diam...” Ujar Jiro.
“Lalu, apa yang bisa kami bantu ?” Tanya Masato kepada kedua siswi itu.
“Um....kami mau minta tolong, kami dari kelas 1-2, sebelumnya maaf....Yamada-senpai, Kaname-senpai, ini ada titipan dari teman teman perempuan kami di kelas.” Ujar seorang siswi.
Mereka mengeluarkan beberapa amplop surat dengan stiker hati sebagai penutup amplopnya. Harumi dan Nana langsung mengambil amplop itu dan meletakkan nya di meja tempat mereka menaruh surat.
“Lalu, ada lagi ?” Tanya Harumi galak.
“Um...tidak ada lagi, permisi senpai...”
Kedua siswi itu langsung berlari keluar dan menutup pintu, Masato dan Jiro mengambil suratnya dan ingin membacanya, tapi Harumi dan Nana langsung mengambil lagi suratnya dari tangan mereka.
“Mau ngapain ?” Tanya Harumi kepada Masato.
“Ah..tidak, penasaran saja...” Jawab Masato.
“Kamu juga, sudah tahu kan isinya, masih bilang penasaran ?” Tanya Nana.
“Um...tidak...aku hanya tertarik dengan amplopnya hehe...” Jawab Jiro.
“Huh....” Ujar Harumi dan Nana dengan wajah cemberut.
Setelah itu, mereka terus berada di sana sampai sore, banyak siswa dan siswi yang datang, tapi rata rata hanya ingin melihat mereka saja dan tidak meminta bantuan apa apa, akhirnya setelah ke empatnya membereskan ruangan untuk menutup nya, “Sreeg.” Pintu di buka,
“Apa lagi ?” Tanya ke empatnya serempak.
“Um...maaf, tapi ini benar kan club relawan yang katanya bisa membantu para siswa, aku mau minta tolong...boleh ?” Tanya seorang siswi yang datang.
“Silahkan duduk...Ami-chan.” Ujar Nana.
“Oh kamu kenal Na ?” Tanya Jiro.
“Iya, waktu smp aku bareng dia....” Jawab Nana.
Ke empatnya kembali duduk dan Ami langsung duduk di depan mereka, Harumi mengambilkan minuman untuk Ami dan kembali duduk di sebelah Masato.
“Ada yang bisa di bantu Ami-chan ?” Tanya Nana.
“Begini Nana-chan....aku mau minta tolong....” Jawab Ami sambil mengeluarkan smartphone nya.
__ADS_1
Di smartphone nya ada sebuah foto yang memperlihatkan foto Red kamen dan Shiro mask yang berdiri di podium gedung olah raga ketika sekolah di serang oleh *******.