
Masato, Harumi, Jiro, Nana, Kenzo dan Shoko kembali duduk di meja, Mio dan Toji kembali ke ruang clubnya di sebelah. Ami terdiam dan mulai ketakutan, dia mengira semua ini adalah salahnya. Tapi Nana dan Harumi menenangkan Ami, kemudian, Masato, Jiro dan Kenzo keluar dari ruangan, mereka langsung lari ke atap. Setelah berubah, ketiganya langsung terbang menjauh untuk memutar. “Buaak.” Ketiganya turun di belakang para pengendara motor yang jumlahnya sangat banyak itu.
“Yo...mau apa kalian kesini ?” Tanya Masato.
“Red kamen...kami tidak ada urusan denganmu...” Ujar seorang pengemudi motor yang bertubuh besar dan kekar.
“Hah..kalian kesini itu adalah urusan ku....mau apa kalian di sini ?” Tanya Masato.
“Bukan urusanmu...” Ujar pengemudi kekar itu.
“Haaah...kelamaan...” Ujar Jiro.
Tanpa basa basi lagi, Jiro langsung menghentakkan kakinya ke tanah dengan kencang. Tanah jadi bergetar dan bergelombang, motor motor di depannya langsung berjatuhan menindih pengendaranya. Melihat itu, para pengemudi yang selamat langsung mengambil langkah seribu dan pergi meninggalkan motor mereka.
“Aaah...nii-san, lain kali yang sabar dong...kan lagi di tanya, belum di jawab.” Ujar Kenzo.
“Lama....” Balas Jiro.
Masato maju dan jongkok di depan pria kekar yang tertindih motornya dan terlungkup di tanah.
“Aku tanya sekali lagi, kenapa kalian kesini ?” Tanya Masato.
“Ka..kami di mintai tolong menghajar beberapa siswa di sini...” Jawab pria itu.
“Siapa yang minta tolong ?” Tanya Masato lagi.
“Aku tidak tahu namanya....dia orang yang sudah berumur....” Ujar pria itu.
“Oi Red, si gendut itu mungkin tahu...” Ujar Jiro sambil menunjuk ke arah Ren yang sedang terduduk di dalam gerbang.
Masato berdiri dan melompat, dia mendarat persis di depan Ren yang masih terduduk,
“Kamu ya biang keroknya ?” Tanya Masato.
“Bu..bukan.....ka..kalian....aku tidak akan menyerah.....awas kalian....” Ujar Ren sambil berdiri dan bangun, kemudian dia berbalik dan lari ke dalam gedung sekolah bersama dua orang pengawalnya.
“Haaah...dia dalangnya...” Ujar Masato.
Kemudian dia berbalik dan menginjak salah motor yang masih terbalik di jalan depan gerbang sekolah,
“Pergi, atau kalian akan tahu akibatnya...” Ujar Masato.
“I..iya...semuanya...pergi...” Teriak pria kekar itu.
Para pengemudi yang jatuh itu mulai mendirikan motor mereka kembali dan menaikinya, kemudian mereka langsung melesat pergi, Masato, Jiro dan Kenzo menyingkirkan motor motor yang di tinggalkan dan menumpuknya di tepi jalan. Setelah itu, mereka terbang kembali, mereka memutar kemudian hinggap di atap. Tak lama kemudian, di ruangan,
“Wah kemana saja, padahal seru tuh tadi....” Ujar Shoko.
“Iya benar....barusan seru, benar kan Ami-chan ?” Tanya Nana.
“Aku mau ketemu mereka.....” Jawab Ami.
“Ah benar juga, kamu memang mencari mereka ya Ami-chan..” Balas Harumi.
Ami menunduk, kemudian dia berdiri keluar ruangan, Nana menyusul nya, sementara Masato, Jiro dan Kenzo duduk kembali di tempatnya.
“Tidak ketahuan kan ?” Tanya Harumi kepada Masato.
“Aman....” Jawab Masato.
“Hmm...sepertinya aku akan membuat alat penghilang ingatan....aku akan coba memasukkan kemampuanku ke sebuah alat....nanti pulang aku kerjakan.” Ujar Kenzo.
“Hmm..ide bagus, aku bantu...” Balas Masato.
“Ok mulai lagi....aku tidur dulu...semalam tidak tidur..” Balas Jiro.
“Sama, aku juga ngantuk, bobo dulu ya.....” Tambah Shoko yang langsung merebahkan kepalanya di meja.
__ADS_1
“Ah payah ah kalian...aku ngapain dong.” Balas Harumi.
*****
Seminggu kemudian, Masato dan Kenzo yang sudah bekerja tanpa henti, akhirnya berhasil membuat enam buah jam tangan yang berfungsi untuk teleport ke markas dari mana saja mereka berada. Untuk kembali ke tempat semula setelah menggunakannya, mereka menggunakan tabung telporter yang ada di markas yang koordinatnya disesuaikan dengan jam tangan sebelum melakukan teleport ke markas. Setelah melakukan beberapa kali percobaan, akhirnya Masato dan Kenzo menetapkan kalau jam tangan teleportasi sudah selesai di buat. Keduanya langsung membagikan kepada Harumi, Jiro, Nana dan Shoko di ruangan club sekolah.
“Loh ini kan jam tangan yang aku beli waktu itu ?” Tanya Jiro.
“Yap benar, kita berdua memodifikasinya....coba saja tekan, lalu kembali ke sini lagi menggunakan tabung di markas.” Jawab Masato.
Jiro mencoba menekan tombol di samping jam tangannya dan dia menghilang, tak lama kemudian Jiro muncul kembali di tempat yang sama dengan sebelumnya.
“Wow....kereen...kita bisa pulang ke markas kapan saja...” Ujar Jiro.
“Aku coba juga ah...” Nana langsung menghilang.
“Hmm...aku juga deh....” Harumi juga langsung menghilang.
“Aku ikut...” Shoko juga menghilang.
“Huf...benar benar kerja keras ya Masa-nii....” Ujar Kenzo.
“Iya, tapi hasilnya memuaskan...” Balas Masato.
“Kalian berdua hebat...aku salut...” Ujar Jiro sambil merangkul Masato dan Kenzo.
“Hehe terima kasih Jiro-nii....” Balas Kenzo.
Tiba tiba pintu ruangan club mereka di buka, dua orang siswa pria masuk ke dalam dan langsung duduk di depan Masato, Jiro dan Kenzo.
“Ada yang bisa kami bantu ?” Tanya Masato.
“Um...begini, namaku Nobu dari kelas 2-1, aku mau minta bantuan...” Ujar Nobu.
“Bantuan apa ?” Tanya Jiro.
“Hmm...siapa nama adik senpai, kali saja aku kenal..” Balas Kenzo.
“Wakana Chiyo.....kelas 1-1...kenal ?” Tanya Nobu.
“Oh dia ketua kelas kan ? kebetulan aku di kelas 1-1 juga.” Tanya Kenzo.
“Iya benar, boleh tidak aku minta tolong supaya dia bisa cerita, sebab beberapa hari ini dia tidak pernah cerita apa apa padaku, tapi aku tahu dia sedang tertekan walau dia tersenyum...” Jawab Nobu.
“Baiklah, kita usahakan ya....” Balas Masato.
“Terima kasih Yamada-kun, aku hargai bantuannya...” Ujar Nobu menunduk.
“Sama sama, dia masih di sekolah sekarang ?” Tanya Masato.
“Masih, dia sekarang sedang ada tugas di kelasnya...” Jawab Nobu.
“Baiklah, kita kesana.” Balas Masato.
Kemudian bersama dengan Nobu dan temannya, Masato, Jiro dan Kenzo pergi ke kelas 1-1. Setelah sampai di sana, mereka melihat seorang siswi perempuan yang bertubuh kecil dan berambut di kepang sedang duduk sambil menopang dagunya sambil melihat keluar jendela, siswi itu berkali kali menghela nafas seperti sedang menanggung beban dan tangannya berhenti menulis. “Sreeg.” Masato membuka pintu kelas, siswi itu menoleh dan kaget melihat Masato, Jiro dan Kenzo masuk ke dalam bersama dengan Nobu langsung menghampiri dirinya.
“Eh..eh..eh...ada apa ini onii-chan ?” Tanya Chiyo kaget.
“Begini Chi, mereka kan anggota club relawan, mungkin mereka bisa membantu kesulitan kamu...aku tinggal ya, kamu bicara saja sama mereka.” Jawab Nobu.
Nobu langsung melesat keluar kelas meninggalkan Masato, Jiro dan Kenzo yang duduk mengelilingi Chiyo yang menjadi sangat grogi.
“Onii-chan bodoh.....um...halo Kenzo-kun...para senpai...” Ujar Chiyo grogi.
“Ada apa ? kata onii-chan mu kamu di bully ?” Tanya Jiro langsung.
“Oh...dia pikir begitu ya ? aku tidak di bully, tapi ada satu anak di kelas ini yang suka membawa siswa pria preman dari kelas 2 dan 3 masuk ke kelas ini dan mengganggu semuanya, lalu teman teman menyerahkan padaku sebagai ketua kelas untuk mengatasi para preman itu...jujur saja aku takut.” Jawab Chiyo.
__ADS_1
“Hmm maksud kamu Rinai Gina-chan ya ?” Tanya Kenzo.
“Iya, kamu juga tahu kan Kenzo-kun...” Jawab Chiyo.
“Ya, aku tahu, seminggu ini memang sering dia bawa laki laki ke kelas dan kadang mereka meminta uang pada teman teman, kalau tidak di turuti mereka marah.” Balas Kenzo.
“Yang mana sih orangnya ?” Tanya Jiro.
“Besok deh aku kasih tahu...dia pernah bicara pada ku sekali sih, tapi terus di usir Sho-chan...hahaha.” Jawab Kenzo.
“Nah itu dia, sepertinya dia sekarang lagi mengincar Mori-chan....terus terang saja aku bingung harus bagaimana, sensei sudah bertanya padaku, aku sudah jelaskan tapi sensei belum bertindak..” Balas Chiyo.
“Hooo begitu, Shoko sudah di incar ya...” Ujar Jiro.
“Hmm....kurasa Shoko bisa mengatasinya, kita besok kesini deh memantau keadaan...” Tambah Masato.
“Aku rasa sih tidak usah....Sho-chan tidak meladeni dia kok...tenang saja.” Ujar Kenzo.
“Um...maaf nih Yamada-senpai, Kaname-senpai....kalian sudah kenal lama dengan Kenzo-kun dan Mori-chan ?” Tanya Chiyo.
“Hmm....sudah kayak saudara, benar tidak Kenzo.” Jawab Masato.
“Hehe benar Masa-nii...” Balas Kenzo.
“Wow.....luar biasa...” Gumam Chiyo.
“Apanya ?” Tanya Jiro bingung.
“Tidak menyangka saja, di kelas 1, Kenzo-kun dan Mori-chan sangat populer, tidak di sangka mereka akrab dengan senpai senpai populer di kelas 2.” Jawab Chiyo.
“Aku jadi penasaran, memang aku populer ya, perasaan aku biasa saja.” Ujar Masato.
“Kamu populer Masa-nii, tidak ada yang tidak kenal kamu dan Jiro-nii di kelas...” Balas Kenzo.
“Hehe benar....tapi sayang sudah ada yang punya...sama sama populernya lagi, berat musuh nya.” Ujar Chiyo.
“Maksudnya ?” Tanya Jiro.
“Satou-senpai dan Saikoji-senpai....” Jawab Chiyo.
“Oh ya, ngomong ngomong mereka bertiga kok belum balik ?” Tanya Masato.
“Eh iya juga ya...kita jadi lupa...” Jawab Kenzo.
“Oh mereka sedang pergi ya ?” Tanya Chiyo.
“Iya, tidak tahu mereka bertiga sedang ngapain..” Jawab Jiro.
“Bertiga ? sama Mori-chan ?” Tanya Chiyo.
Masato, Jiro dan Kenzo mengangguk, tiba tiba “Sreeg.” Pintu kelas di buka, Nobu masuk kembali mengantar Harumi, Nana dan Shoko masuk ke dalam.
“Aku tadi ketemu mereka dan aku antar saja mereka kesini...sudah ya, aku masih ada kegiatan.” Ujar Nobu langsung pergi.
Harumi dan Nana langsung mendekati Chiyo dan mengamati Chiyo dari dekat dengan wajah serius, sedangkan Shoko duduk di sebelah Chiyo.
“Halo Chiyo-chan, kamu belum pulang ?” Tanya Shoko.
“Belum, masih di suruh sensei beresin tugas....um...Satou-senpai, Saikoji-senpai, kenapa melihat ku begitu ?” Tanya Chiyo yang merasa risih di perhatikan.
“Tidak apa apa...” Jawab Harumi dan Nana.
Kemudian Shoko mendekatkan wajahnya ke telinga Chiyo dan membisiki Chiyo yang sedang kebingungan.
“Mereka cemburu sama kamu...lihat jarak kamu ke Masa-nii dan Jiro-nii...dekat sekali kan hehe.” Ujar Shoko.
Setelah mendengarnya, Chiyo langsung bergeser dan berpindah, kemudian Harumi dan Nana duduk di depannya kemudian langsung bertanya tentang masalahnya.
__ADS_1
“Se..seram.....bisa copot jantungku..” Ujar Chiyo dalam hati.