The Seventh World

The Seventh World
Chapter 6


__ADS_3

Sepulang sekolah, Masato dan Harumi berjalan keluar dari gerbang, mereka menuju pusat pertokoan yang berada di dekat sekolah mereka untuk membeli smartphone baru untuk Masato. Ketika mereka sudah sampai di pertokoan, mereka melihat Jiro dan Nana berjalan di depan mereka,


“Hmm mereka mau kemana ya ?” Tanya Masato.


“Mau ikuti mereka ?” Tanya Harumi.


“Tidak usah, aku beli smartphone dulu...penting....” Jawab Masato.


“Ok ok...aku tahu toko yang bagus...ikut aku...” Balas Harumi.


Keduanya masuk ke toko yang di rekomendasikan oleh Harumi, Masato langsung memilih model yang sama dengan miliknya sebelumnya, tapi ternyata smartphonenya sudah ketinggalan jaman dan tidak ada yang baru, dia jadi memilih smartphone model lain,


“Satou-san, lihat smartphone mu deh....” Ujar Masato.


Harumi memberikan smartphonenya kepada Masato, kemudian Masato langsung menuju ke penjaga,


“Permisi nee-san (mba), kalau model ini ada tidak ?” Tanya Masato.


“Ah ini ada, tapi adanya warna merah, kalau putih seperti ini sudah tidak di produksi lagi...” Jawab penjaga toko.


“Iya tidak apa apa...” Balas Masato.


“Baiklah, silahkan tunggu, saya ambil dulu sebentar di dalam.” Balas penjaga toko.


“Huh dasar Red Kamen, sampai smartphone saja warna merah...” Ledek Harumi.


“Biarin...lagian apa sih Red Kamen, aku tidak setuju pakai nama itu....” Balas Masato.


“Hehehe...mau gimana lagi, sudah di namai....terima saja...” Balas Harumi.


“Tidak akan...malu...” Balas Masato.


Kemudian penjaga toko keluar kembali dan membawakan model smartphone yang sama dengan milik Harumi. Masato mencoba nya dan menyalakannya,


“Hehe sekarang kita sama....” Ujar Masato.


“Huh...” Balas Harumi dengan wajah merah.


“Maaf, kalau ada yang putih, kalian berdua pasti jadi serasi...” Ledek penjaga toko.


“Um...dia bukan pacarku nee-san, hanya teman sekelas.....” Balas Masato dengan wajah merah.


Dia melirik Harumi yang diam saja dan membuang wajahnya yang merah ke samping supaya tidak terlihat oleh Masato. Tiba tiba, terdengar suara ramai dari luar toko, Masato dan Harumi menoleh, mereka melihat Jiro sedang di giring oleh beberapa orang anggota gangster bertubuh besar dan Nana berlari di belakang mengikutinya, kemudian Nana menoleh ke dalam toko dan langsung masuk ke dalam,


“Haruchi....Yamachi....tolong bantu Jiro, kita tadi ke game center dan para pria itu menggoda ku, kemudian Jiro menolong ku dan sekarang mereka mau berkelahi, tolong....bantu Jiro...” Teriak Nana panik.


Tanpa menunda lagi, Masato dan Harumi keluar dari toko kemudian mengikuti Nana menuju tempat Jiro di bawa. Nana menunjuk ke sebuah gang yang berada di ujung jalan,


“Jiro di bawa ke sana....” Ujar nya.


“Baiklah, Satou-san, kamu tunggu di sini ya bersama Saikoji-san...aku kesana...” Ujar Masato.


“Hati hati Yamada-kun....” Balas Harumi.


Masato langsung menyebrang jalan dan berlari masuk ke dalam gang, begitu sampai, dia melihat Jiro berhasil merubuhkan beberapa orang walau di keroyok dan babak belur. Masato langsung menggunakan skill analyze nya. Ternyata Jiro memiliki level di atas level semua penyerangnya, tapi ada seorang dari para anggota geng itu yang memiliki level 35 dan dia masih diam saja.


“Jiro....” Teriak Masato.

__ADS_1


Jiro menoleh, dia kaget melihat Masato berdiri di depan gang, kemudian dia langsung berjalan menuju Masato sambil memukul beberapa orang yang menyerangnya.


“Kamu ngapain di sini...cepat pergi....ini urusan ku....” Teriak Jiro.


Seorang gangster mengeluarkan pisau, karena lengah, dia langsung menusuk pinggang Jiro yang sedang berbicara dengan Masato, Jiro langsung jatuh berlutut dengan satu kaki dan memegang pinggangnya setelah menendang penusuknya. Para pengeroyok yang sudah berdiri lagi langsung memukuli Jiro. Melihat itu, Masato langsung menghalangi Jiro,


“Masato....lari....” Ujar Jiro yang terlungkup di tanah karena di pukuli.


“Tenang saja....” Balas Masato sambil menoleh kepada Jiro dan menutupi wajahnya.


“Hoi hoi hoi apa ini ? jangan sok kuat menghalangi kita.....” Teriak ketua geng yang memiliki level 35.


“Sudah puaskan memukuli orang, mundur semua atau rasakan akibatnya...” Teriak Masato.


“Hahahaha.....” Seluruh anggota geng tertawa keras mendengar ucapan Masato.


Pemimpin geng yang memiliki level 35 itu langsung berdiri dan berjalan menghampiri Masato dengan senyuman yang meremehkan.


“Lalu, kalau kita tidak mau mundur, kamu mau apa ?” Tanya nya dengan nada meremehkan.


Melihat pemimpin geng itu berdiri di depan Masato, Jiro langsung berusaha berdiri dengan susah payah, akhirnya dia berhasil berlutut lagi dengan nafas terengah engah,


“Lari Masato....aku tidak apa apa...cepat lari, dia bukan lawan mu....” Teriak Jiro sambil memegang kaki Masato.


“Tenang saja Jiro, kamu selalu menolong ku dulu, sekarang gantian....biarkan aku menolong mu.” Balas Masato.


“Tolong Masato....jangan membuatku berhutang padamu, lagipula aku tidak pantas di tolong....cepatlah pergi.” Balas Jiro.


“Tenang saja, aku bisa menghadapi dia...” Balas Masato sambil menoleh melihat pemimpin geng yang sudah berada di depan nya.


Tentu saja mendengar ucapan Masato, seluruh anggota geng langsung tertawa kencang,


Pemimpin geng itu langsung menyarangkan kepalannya di perut Masato dengan kencang, “Ugh.” Masato menunduk sedikit untuk berpura pura karena sebenarnya pukulan itu tidak terasa sama sekali oleh nya.


“Oh cuma segini ya pukulan orang level 35....sama sekali tidak terasa...” Pikirnya sambil berpura pura.


“Habisi dia...” Teriak pemimpin geng.


Langsung saja para anggota geng itu memukuli Masato bertubi tubi yang hanya bisa bertahan menutupi wajahnya dengan kedua lengannya.


“Astaga tidak terasa apa apa, harusnya Jiro bisa menang dengan mudah lawan mereka, hanya saja karena curang main tusuk lewat belakang....hmm gimana ya ? aku hajar aja apa...” Pikir Masato santai.


Tentu saja melihat Masato di pukuli, Jiro yang melihatnya berusaha berdiri dan berjalan maju menerjang, tapi pemimpin geng itu langsung menendangnya dan Jiro terpental ke dinding. Jiro yang terbentur dinding mengerang kesakitan, tapi dia berusaha berdiri lagi dengan susah payah, pandangannya terus melihat Masato yang sedang di keroyok tanpa melawan.


“Hei....hentikan.....aku lawan kalian....lepaskan dia.....Masato...lari....” Teriak Jiro.


“Huh...sudah mau mati diam saja....” Ujar pemimpin geng sambil berjalan menuju Jiro.


Tiba tiba terdengar suara langkah orang berlari, Harumi dan Nana tiba di mulut gang dan melihat Masato yang sedang di pukuli juga Jiro yang tersender ke dinding.


“Stoooop....” Teriak Harumi.


Dia langsung berlari dan mendorong pemimpin geng sampai menghantam dinding, kemudian berlari ke arah Masato dan langsung menarik Masato ke belakang, kemudian dia berdiri menghalangi Masato. Nana langsung menghampiri Jiro dan membantunya,


“Na, kamu kenapa kesini...cepat pergi...” Ujar Jiro.


“Diam bodoh...aku kesini karena khawatir....cepat, kamu harus di obati..” Teriak Nana.

__ADS_1


“Hooo ada cewek cantik...wah di sana juga....semuanya, kita bisa bersenang senang sekarang.....hahahahah.”


Pemimpin geng yang terpental tadi sudah berdiri lagi dan menghampiri Jiro yang berusaha menghalangi Nana. Para anggota geng langsung mengepung mereka semua dan tertawa karena melihat Harumi dan Nana yang datang menghampiri Masato dan Jiro. Tatapan para anggota geng dan pemimpinnya sudah tertuju kepada Harumi dan Nana dengan tatapan yang mesum. Pemimpin geng langsung saja menghampiri Jiro dan Nana yang berada di dinding.


“Halo cantik...kamu akan menjadi mainan kita habis ini hahaha...” Ujar pemimpin itu sambil memegang dagu Nana.


“Lepaskan aku bajingan, aku tidak sudi....cuh....” Nana meludahi wajah pemimpin geng itu.


Melihat wajahnya di ludahi oleh Nana, dia langsung membersihkan wajahnya dan tangannya terangkat menampar Nana sampai Nana terpental.


“Nana...kurang ajar....” Teriak Jiro.


Pemimpin geng itu menendang Jiro yang langsung terpental ke arah Nana yang menangkap nya. Melihat Nana di pukul, Harumi menoleh dan dia langsung menghampiri pemimpin geng itu.


“Hei, berani sekali kamu memukul teman ku, ayo minta maaf, aku kasih waktu 3 detik.” Kata Harumi.


“Hahahahaha....berani sekali, aku suka wanita pemberani seperti mu...lepaskan dulu kacamatamu....biar aku lihat wajahmu.” Ujar pemimpin itu sambil menarik kacamata Harumi.


“Nah loh.....dia menginjak ranjau...kacaaaau...” Pikir Masato yang melihat nya.


“Hohoho...bagus.....” Ujar Harumi.


Tanpa menunda lagi, Harumi langsung memukul perut pemimpin geng itu dan membuatnya terpental keluar dari gang dan membentur sebuah bangunan di sebrang jalan. Melihat itu, para gangster anak buahnya langsung mengepung Harumi dan mengeluarkan senjata mereka yang beraneka ragam, seperti rantai, pisau, golok dan pemukul baseball.


“Serang dia....” Teriak salah satu anggota geng.


Langsung saja kedua tangan Harumi masuk ke dalam item box dan mengambil dua buah gada, dia langsung memukul semua anggota geng sampai pingsan.


“Alaaaaaah.....” Masato menutup wajahnya dan menggelengkan kepalanya.


Masato langsung mendekap Harumi yang mengamuk dari belakang dengan kedua gada di tangannya.


“Heeeeei...tenang Satou-san, kamu membongkar identitas kita nih....” Ujar Masato berbisik di telinga Harumi.


“Eh...” Balas Harumi yang wajahnya menjadi merah karena di dekap Masato.


Tiba tiba pemimpin geng yang terpental sampai di sebrang jalan kembali masuk ke dalam gang dengan nafas terengah engah.


“Mana perempuan yang memukul ku.....kurang ajar, aku bunuh kalian semua...” Teriak nya.


“Nah kan, jadi runyam....tunggu sini...aku saja yang maju...” Ujar Masato.


“Um..iya....” Balas Harumi.


Masato langsung maju berjalan ke arah pemimpin geng yang sudah mengamuk dan berwajah sangat merah karena marah. Tiba tiba pemimpin geng itu mengeluarkan pistol dari pinggangnya, melihat pistol sedang di todongkan padanya, Masato langsung mengenakan pakaian nya dan berdiri di depan pemimpin geng dengan kecepatan luar biasa. Pemimpin geng itu langsung menembakkan pistol kepada Masato yang berdiri di depannya, tapi semua pelurunya jatuh ke bawah dan membuat pemimpin geng itu takut,


“A.apa ? tidak mungkin...siapa kamu....apa kamu...monster...” Teriak pemimpin geng itu.


Masato langsung memegang pistol nya dan meremasnya sampai hancur, dia langsung mencengkram lehet pemimpin geng itu dan mengangkatnya. Karena pakaiannya ikut terangkat, Masato bisa melihat tato yang ada di tubuhnya yang menandakan kalau pemimpin geng itu adalah anak buah mafia yang berkuasa di kota.


“Aaaagh...lihat saja, kelompok ku tidak akan tinggal diam...” Teriak pemimpin geng itu dengan susah payah karena lehernya di cekik.


“Haaah...datang saja, aku hancurkan sekalian dan sekarang jangan harap kamu hidup ya...sebab kamu sudah melihat wajah ku dan dia...” Balar Masato.


Langsung saja Masato mengeluarkan sayap nya dan membawa pemimpin geng itu terbang, ketika sedang berada di udara, dia langsung melemparkan pemimpin geng ke arah lain dari ketinggian, setelah itu dia turun kembali dan melepaskan pakaiannya. Setelah turun, dia melihat Jiro yang sudah sempoyongan karena kehilangan banyak darah,


“Satou-san, bisa tolong sembuhkan Jiro ?” Tanya Masato.

__ADS_1


“Ya...aku sembuhkan dia dan Nana-chan...” Jawab Harumi yang langsung jongkok di depan Jiro dan Nana.


__ADS_2