
Melihat foto itu, ke empatnya langsung menatap Ami dengan serius, mereka langsung curiga kepada Ami.
“Maksudnya gimana ya ?” Tanya Masato.
“Um...aku mencari dua orang ini, Red kamen dan Shiro mask......kalian kenal ?” Tanya Ami.
“Tidak mungkin kan kami kenal...” Jawab Masato.
“Iya Ami-chan, kita berempat tidak kenal....” Tambah Nana.
“Tapi aku dengar dari anak kelas 1 yang tidak sengaja bertemu ku di pertokoan daerah Aki, katanya Yamada-senpai dan Satou-senpai mengenal mereka, jadi aku kesini karena aku dengar kalian membuka club relawan dari sensei.” Ujar Ami.
“Anak kelas 1 ?” Tanya Harumi.
“Iya, dia jarang masuk sekolah, malah tidak pernah masuk kalau menurutku, tapi ketika aku bertemu dengannya dia memakai seragam sekolah kita...dan aku tanya pada nya.” Jawab Ami.
“Namanya siapa ?” Tanya Jiro.
“Um...kalau ga salah Mori-san.....aku tidak tahu nama lengkap nya...” Ujar Ami.
Ke empatnya langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain, kemudian mereka melihat kembali kepada Ami,
“Memang kenapa Ami-san mencari mereka ?” Tanya Masato.
“Aku ingin minta tolong mereka mencari kakak perempuanku....aku takut dia di culik oleh para penagih hutang yang sering menagih ke rumah...papaku sudah pusing dan mamaku jadi sakit karenanya...” Jawab Ami.
“Waduh berat juga ya...” Balas Jiro.
“Begini saja Ami-san, kalau kita mendapat petunjuk tentang dua orang ini, kami kabari, bagaimana ?” Tanya Masato.
“Iya, terima kasih ya, mereka berdua kan superhero, aku benar benar butuh bantuan superhero....” Jawab Ami.
Setelah itu, Ami berpamitan dan keluar dari ruangan, ke empatnya langsung berdiskusi,
“Masato, waktu itu berarti ada yang melihatmu...” Ujar Jiro.
“Aku tidak tahu juga, tapi kita harus selidiki anak kelas satu bernama Mori...” Balas Masato.
“Gimana kalau kita ke pertokoan Aki sekarang, toh kemarin juga baru habis di rampok kan...siapa tahu kita menemukan petunjuk.” Ajak Harumi.
“Haruchi benar tuh, Yamachi, gimana ? sekalian jalan jalan heheh...” Tambah Nana.
“Ya sudah lah, ayo....” Balas Masato sambil berdiri.
“Ah...akhirnya jalan juga...” Tambah Jiro yang juga berdiri.
Kemudian ke empatnya keluar dan langsung pergi ke stasiun untuk naik kereta menuju pertokoan yang mereka tuju. Kereta berjalan melewati beberapa stasiun dan akhirnya mereka sampai di stasiun tujuan mereka. Setelah turun dari kereta, ke empatnya langsung keluar stasiun, ketika keluar mereka melihat kerumunan orang yang sedang melihat ke arah sungai di belakang stasiun. Di depan kerumunan itu ada juga beberapa mobil polisi yang sedang berjaga di depan sungai, karena penasaran, ke empatnya menerobos kerumunan untuk melihat ada kejadian apa di sungai. Ketika sudah sampai depan, terdengar suara seperti ada orang yang sedang bertarung di depan,
“Ma-kun, lihat itu...” Tunjuk Harumi.
Ke empatnya melihat ada dua orang yang sedang bertarung dengan kekuatan yang luar biasa, satu sudah mereka kenal yaitu Tiger yang adalah orc lord dan satunya seorang gadis yang berpakaian seperti memakai pelindung dari kulit di bagian dada, punggung, perut, lengan depan dan kaki depan, bagian yang tidak ada pelindungnya di lapisi oleh pakaian ketat seperti spandex, tapi yang paling menyita perhatian ke empatnya, gadis itu memiliki telinga kucing, memakai topeng rubah khas kuil yang menutupi seluruh wajahnya dan memiliki ekor bercabang yang di ujungnya terbakar api biru. Gadis itu juga menggunakan katana untuk bertempur dengan Tiger. Masato melihat Hana yang sedang melakukan panggilan darurat menggunakan radio di mobil nya,
“Gawat...polisi bakal menyerbu kesini, kita harus membungkam keduanya dan membawa mereka pergi...” Ujar Masato.
“Benar, ayo kita bergabung....” Tambah Jiro.
“Kesana, di sana sepi tidak ada orang....” Tunjuk Harumi ke gang di belakang stasiun.
“Ayo.....ayo....” Nana langsung menarik tangan Jiro.
Ke empatnya berlari menuju gang yang di tunjuk Harumi. Tak lama kemudian, terlihat empat sosok terbang dan langsung terjun ke sungai. Tanpa berlama lama, Harumi langsung menggunakan skill paralyzenya ke Tiger dan gadis kucing itu. Keduanya langsung kaku dan tercebur di sungai, Jiro langsung menarik kaki Tiger dan membawanya terbang bersama Masato, sementara Harumi dan Nana membawa gadis kucing itu terbang, para orang yang berkerumun langsung menunjuk ke arah mereka.
“Lihat...Red kamen dan Shiro mask...” Teriak seorang penonton.
“Wah yang dua itu siapa ya....yang satu besar sekali dan yang satu seperti tokoh kartun robot....”
“Kereeeen....” Teriak seorang anak kecil.
“Namanya siapa ya....yang besar pakai baju karate, berarti dia fighter tapi bentuknya seperti demon, Oni Fighter dan yang kecil seperti mecha bersenjata....shooter, Little Shooter (Ritorushuta).....” Ujar seorang pengamat.
Akhirnya nama itu banyak yang mendengarnya dan langsung viral sama seperti Red kamen dan Shiro mask. Sejak itu, Jiro di kenal sebagai Oni fighter dan Nana sebagai Little Shooter.
*****
Sementara itu, di udara, Tiger yang tidak berdaya melihat diri nya di bawa oleh Jiro dan Masato yang terbang di sebelah Jiro.
__ADS_1
“Hei...mau di bawa kemana aku ?” Teriak Tiger.
“Diam...jangan banyak tanya...” Bentak Jiro.
“Kesana saja...” Ujar Masato menunjuk sebuah bukit yang berada di luar kota.
Ke empatnya langsung terbang menuju ke bukit itu, setelah sampai, Jiro langsung melemparkan Tiger yang masih kaku ke tanah, sedangkan Harumi dan Nana membaringkan gadis kucing itu di tanah.
“Anoo...boleh lepaskan aku ?” Tanya gadis kucing itu.
“Sebelum itu, aku mau tanya dulu, kenapa kalian berkelahi...” Ujar Harumi.
“Huh...orc itu tiba tiba menyerangku....padahal aku sedang berjalan jalan di pertokoan...” Jawab gadis kucing itu.
“Hmm...kamu tahu kalau dia orc ?” Tanya Nana.
“Tentu saja tahu....sering muncul di manga dan novel kan...” Jawab gadis kucing itu.
“Heee kupikir...” Balas Nana.
“Um...boleh lepaskan aku ? aku mau pulang...” Ujar gadis kucing itu.
Kemudian Jiro menyeret Tiger dan melemparkan nya ke sebelah gadis kucing itu, gadis itu langsung ketakutan melihat Tiger ada di sebelahnya,
“Hiiii....jauh jauh orc...” Teriak gadis itu.
“Jangan panggil aku orc, aku punya nama, Tiger, aku pembela kebenaran...aku mau menangkapmu perampok...” Teriak Tiger.
“Hmm...perampok ? bisa ceritakan ?” Tanya Masato.
“Um...kalian Red kamen dan Shiro mask kan ? maaf tapi yang dua lagi aku tidak tahu, tapi aku penggemar kalian loh...aku juga pembela kebenaran...” Balas gadis kucing itu.
“Huh pembela kebenaran, kenapa memeras manajer restoran yang sedang kesulitan...” Ujar Tiger.
“Hah...manajer itu melecehkan karyawati nya...wajar kalau dia di hukum...” Teriak gadis kucing itu.
Akhirnya keduanya berdebat kusir tanpa bisa bergerak sama sekali, karena kesal mendengar perdebatan keduanya,
“Diaaaaam....” Teriak Jiro dengan suara menggelegar.
“Ma..maaf...tapi jangan bunuh aku...” Ujar gadis kucing itu.
“Siapa namamu ?” Tanya Nana yang jongkok di sebelah gadis kucing itu.
“Singkirkan dulu orc itu, aku akan katakan semuanya...” Jawab gadis itu.
“Sudah ku bilang aku bukan orc.....”
Belum selesai Tiger bicara, Masato mengangkat kakinya dan melemparnya ke bawah bukit dalam keadaan kaku. Setelah itu, Masato duduk bersila di sebelah gadis kucing yang terbujur kaku.
“Sekarang katakan...” Ujar Masato.
“Baik...baik...namaku Mori Shoko, aku sekolah di Matsuka private high school, kelas 1 sma...bisa lepaskan aku ?” Tanya Shoko.
“Mori Shoko...Mori....hmm berarti kamu ya yang di temui Ami-chan kemarin ?” Tanya Nana.
“Eh...Ami-senpai ? kalian kenal dia ?” Tanya Shoko.
“Jelas saja kenal....” Jawab Harumi.
“Berarti Red kamen adalah Yamada-senpai, Shiro mask adalah Satou-senpai dan yang dua itu Kaname-senpai dan Saikoji-senpai, benar ?” Tanya Shoko.
Ke empatnya langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain, mereka langsung melihat Shoko dengan geram karena identitas mereka terbongkar.
“Sekarang kita harus apakan dia, dia tahu identitas kita...” Ujar Jiro sambil memukulkan tinjunya ke telapaknya.
“Hmmm....biasanya sih di bunuh terus di kubur di situ...” Ujar Harumi sambil menunjuk ke dalam semak semak.
“Ja..jangan bunuh aku....aku cuma menebak....aku adik kelas kalian...tolong jangan bunuh aku...” Ujar Shoko ketakutan.
“Kasih tahu alasan kenapa kita tidak boleh membunuh mu...” Ujar Masato.
“Aku akan bergabung bersama kalian hehe...aku kuat kok...” Ujar Shoko.
Mendengar ucapan Shoko, Masato langsung menggunakan skill analyze nya, dia langsung melihat status Shoko.
__ADS_1
\=========================================
Class : Shapeshifter Kunoichi
Level : 90
Power : 90.000
Skill : Claw mastery, katana mastery, marking, silent step, vital strike, throw, backstab, vanish, camouflage.
Add on : Temporary blessing of the Holy Gods, half nekomata (yokai), shape shifter to cat and hell cat.
\=========================================
“Hmm....dia kuat juga...” Gumam Masato.
“Iya kan....makanya lepaskan aku, aku jamin kalian tidak rugi...” Balas Shoko.
Masato melihat kepada Harumi dan mengangguk, Harumi langsung melepaskan paralyze nya, Shoko berdiri, dia langsung memutar gelang yang di pakai nya dan berubah wujud menjadi manusia. Ternyata Shoko adalah gadis yang cantik dengan rambut pendek sebahu, tubuhnya sedikit lebih kurus dari Harumi, tapi terlihat proposional walau dadanya tidak sebesar Harumi dan Nana. Dia masih memakai seragam sekolahnya dan membawa katana yang menyilang di punggungnya.
“Ini aku...” Ujar Shoko sambil bergaya dan menunjuk kedua pipinya dengan jarinya.
“Hmmm....kenapa kamu tahu identitas kami ?” Tanya Masato.
“Wajar saja, ketika kejadian ******* aku tidak melihat Yamada-senpai dan Satou-senpai di antara sandera, tapi aku melihat Kaname-senpai dan Saikoji-senpai....kemudian muncul dua orang misterius yang mengalahkan *******, sejak itu aku mengikuti sepak terjang mereka dan semuanya di daerah dekat sekolah, baru kemarin ada kejadian di jalan raya daerah pelabuhan dan aku melihat kalian berempat di atap sekolah, aku mendengar pembicaraan kalian.” Ujar Shoko.
“Kenapa kamu bisa melihat dan mendengar kami di atap ?” Tanya Harumi.
“Karena aku berubah menjadi....”
Shoko langsung memutar gelangnya dan dia menjadi seekor kucing kecil berwarna hitam yang lucu, kemudian dia berusaha melarikan diri, tapi Harumi langsung menangkap nya dengan kecepatan luar biasa.
“Oh dia jadi kucing, pantas kita tidak sadar kalau ada kucing di atap....dan dia mencoba kabur....mau diapain nih kucing ?” Tanya Harumi sambil menjinjing kucing hitam kecil yang lucu berekor dua.
“Lempar ke atas Haruchi, biar aku tembak....” Nana merubah tangannya menjadi senapan.
“Meeeeoooong.....”
Kucing itu kembali menjadi Shoko yang kerah kemejanya masih di pegang oleh Harumi.
“Maaf...maaf....aku tidak mencoba lari lagi....jangan bercanda Saikoji-senpai...” Ujar Shoko ketakutan.
“Siapa yang bercanda, aku serius...” Balas Nana.
“Uh...kalian mengerikan...tidak bisa di ajak bercanda.” Ujar Shoko.
“Lalu, kenapa kamu bisa berkelahi dengan orc itu ?” Tanya Masato.
Shoko kemudian menceritakan kalau dia memang memeras seorang manajer sebuah restoran, tapi alasannya karena dia melecehkan teman sekelasnya yang merupakan anak pemilik restoran itu. Selagi dia menjalankan aksinya, kebetulan Tiger sedang makan di sana dengan wujud manusianya. Dia melihat aksi Shoko dan langsung menyerangnya.
“Hmm...kenapa kamu tidak laporkan ke polisi soal itu ?” Tanya Masato.
“Karena tidak ada bukti, aku memerasnya dengan tujuan dia keluar dari restoran itu, supaya teman ku tidak di ganggu lagi...tapi si orc itu merusak segalanya...” Jawab Shoko.
“Tapi di berita semalam, kamu merampok toko juga kan ?” Tanya Nana.
“Um....toko toko itu jahat, dia menjual game dan komik dengan harga tinggi mentang mentang tinggal mereka yang menjualnya..aku jadi tidak bisa beli karena uangku kurang.” Jawab Shoko.
“Ok, dia bandit, ayo kita kasih ke polisi....” Ujar Jiro.
“Jangaaaan...ku mohon....aku berjanji tidak akan berbuat begitu lagi...” Ujar Shoko ketakutan.
“Hmmm bagaimana cara kita yakin kalau kamu tidak akan berbuat macam macam lagi ?” Tanya Masato.
“Aku akan kembalikan uang yang ku peras dari manajer itu...benar...aku akan kembalikan...” Jawab Shoko.
“Ok tunjukkan tokonya...” Balas Masato.
Akhirnya ke empatnya terbang membawa Shoko ke toko tempat dia memeras manajernya. Mereka minta Shoko berubah menjadi wujud kucingnya supaya wujud manusianya tidak di kenali, ketika sedang terbang.
“Um...sepertinya kita melupakan sesuatu deh...” Ujar Harumi.
“Ah tidak...santai saja....” Balas Masato.
Sementara itu, di semak semak yang berada di bawah bukit, Tiger terlungkup menghadap tanah dalam keadaan kaku.
__ADS_1
“Oi...aku gimana ini.....payah....” Ujar nya.