
Sementara itu, Nana yang mencari Jiro kembali ke gudang tempat mereka sebelumnya, dia memperhatikan sekitarnya, polisi mulai berdatangan untuk memeriksa gudang itu. Nana melihat Hana yang keluar dari gudang sambil menutup hidungnya dengan sapu tangan. Kemudian dia terbang menjauh dari gudang dan menuju lautan lepas,
“Jangan sampai Jiro bertemu dengan polisi....Jiro, kemana kamu....” Pikir Nana.
Selagi mencari cari Jiro, tiba tiba sebuah bayangan besar melompat menerjang Nana. Karena kaget, Nana langsung menghindari bayangan itu, kemudian dia berbalik dan mengubah kedua tangannya menjadi senapan. Nana melihat bayangan besar itu turun di sebuah atap gedung. Nana langsung menghampiri nya,
“Siapa kamu, kenapa kamu menyerangku ?” Tanya Nana sambil mengacungkan kedua senjatanya.
“Grrrr......” Ujar penyerangnya.
“Hah...orc ? ada orc di dunia ini ?” Tanya Nana.
“Kenapa semua memanggil ku orc, aku manusia bukan orc....” Jawab Tiger.
“Oh maaf, lalu kenapa kamu menyerangku...” Balas Nana.
“Kamu itu apa ? kenapa kamu melayang layang di udara ?” Tanya Tiger.
“Aku sedang mencari orang....apa masalah mu ?” Tanya Nana.
“Jangan mengacaukan kotaku...” Jawab Tiger.
“Hah...kota mu ? memang siapa kamu....” Balas Nana.
“Aku superhero yang menjaga perdamaian...” Balas Tiger.
“Hah..ada orc mengaku superhero yang benar saja...” Balas Nana.
“Siapa kamu ?” Tanya Tiger.
“Hmm...maaf, aku tidak punya waktu berdebat dengan mu, aku harus mencari orang....” Balas Nana sambil merubah kembali kedua tangannya menjadi wujud semula.
Nana berbalik dan bersiap terbang kembali, tapi kemudian kakinya di tangkap oleh Tiger, Nana langsung berbalik kembali,
“Lepas, atau kamu ku bunuh...” Balas Nana.
“Katakan dulu siapa kamu dan mau apa kamu kesini...” Jawab Tiger.
“Dasar kepala batu....lepas atau tidak, kamu mau mati di sini ?” Tanya Nana geram.
Tiba tiba langit menjadi gelap, petir petir menyambar, sebuah bayangan turun dari atas dan mendarat di tengah tengah Nana dan Tiger, keduanya langsung melompat ke belakang. Gedung itu langsung hancur separuh, Nana yang sigap langsung terbang melayang sedangkan Tiger jatuh bersamaan dengan gedung itu. Setelah asap yang mengepul menghilang, wujud bayangan itu langsung terlihat.
__ADS_1
“Jiro ?” Teriak Nana.
“Na....na......” Jawab Jiro yang masih berwujud demon.
“Ini aku Jiro....” Nana membuka menekan tombol di helmnya dan kacanya terbuka memperlihatkan wajahnya.
Jiro yang melayang di udara berbalik, dia melihat Nana dan menjulurkan tangannya kepada Nana, tapi tiba tiba Tiger hinggap di punggung Jiro dan langsung memukul nya,
“Graaaaaah.....” Jiro langsung memegang lengan Tiger yang mendekap lehernya dan melepaskan nya.
Kemudian Jiro melemparkan Tiger ke bawah dan dia langsung terbang menyusul nya.
“Aduh...Jiro, jangan....” Teriak Nana.
Terlambat, Jiro dan Tiger sudah jatuh ke jalan raya, keduanya saling berhadapan, Nana turun dan melayang di atas mereka tanpa bisa berbuat apa apa.
“Siapa lagi kamu ?” Teriak Tiger.
“Graaaah...orc rendahan...” Jawab Jiro.
“Lagi lagi aku di panggil orc....”
“Grrrrr.....” Jiro berdiri dan langsung menendang lurus ke perut Tiger.
Tubuh Tiger terpental jauh dan menembus beberapa gedung di belakang nya. Banyak orang berteriak dan berlarian untuk menghindari pertarungan dua monster yang menghancurkan segalanya. Ketika Jiro berjalan menyusul Tiger yang terpental jauh, Nana langsung melayang ke hadapannya dan merentangkan tangannya.
“Jangan Jiro....” Teriak Nana.
“Na...Na.....aaaargggggh....” Jiro mengerang dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
Melihat Jiro kesakitan, tentu saja Nana melayang mendekat kepadanya, tiba tiba tedengar suara teriakan.
“Awass....Nana-chan....” Teriak seorang wanita.
Terlambat, Jiro langsung memukul bagian perut Nana sampai menembus perutnya. Nana langsung muntah darah dan melihat wajah Jiro yang terlihat penuh penyesalan. Tangan Nana langsung naik mengelus pipi Jiro dan wajahnya tersenyum, kemudian Nana memejamkan matanya dan tangannya yang sedang memegang pipi Jiro jatuh terkulai lemas, melihat tangannya menembus tubuh Nana dan Nana tidak sadarkan diri di depannya, Jiro langsung berteriak,
“Nana......” Teriak Jiro sambil menarik tinjunya dan kemudian memeluk tubuh Nana yang sudah tidak berdaya.
Masato dan Harumi yang sudah memakai kostum mereka mendarat di hadapan Jiro dan melihat Nana.
“Jiro, letakkan dia di tanah...cepat.” Teriak Masato.
__ADS_1
“I..iya....” Jawab Jiro.
Kemudian dia membaringkan Nana di jalan, Harumi langsung memeriksa tubuh Nana dan menggunakan sihir penyembuhnya.
“Gawat, permatanya hancur....” Ujar Harumi.
“Pakai ini....” Masato memberikan sebuah tabung berisi kristal berwarna hijau yang di ambil nya dari item box.
Harumi langsung mengambil nya dan meletakkan tabungnya di perut Nana yang berlubang. Kristal di dalam tabung mulai keluar dan masuk ke dalam perut Nana, kemudian kristal itu berputar di dalam perut Nana mengumpulkan semua serpihan permatanya dan bergabung dengan kristal itu. Seluruh tubuh Nana mengeluarkan cahaya hijau, permatanya sudah pulih kembali dan lukanya menutup dengan seketika, tapi Nana belum sadarkan diri walau sudah bernafas kembali, tiba tiba terdengar sirene polisi,
“Berhenti....” Teriak seorang wanita sambil menodongkan pistolnya.
Masato dan Harumi yang memakai kostum mereka menoleh dan melihat Hana sedang mengacungkan pistol kepada mereka.
“Jiro, kamu bisa terbang kan ?” Tanya Masato.
“Bi..bisa....tapi aku takut....” Balas Jiro.
“Aaaah..sudah jangan pikirkan takut mu....cepat, bawa Saikoji-san dan kita terbang pergi dari sini....” Balas Masato.
“I..iya....ayo....” Balas Jiro.
Jiro langsung menggendong Nana yang terbaring di jalan, kemudian ketiganya langsung melayang dan melesat terbang ke udara di tengah tembakan polisi yang menembaki mereka. Setelah itu,
“Kurang ajar, mereka kabur....ck...semua kerusakan ini perbuatan mereka...keterlaluan...aku pasti akan menangkap mereka.” Ujar Hana geram sambil menggigit kukunya dan melihat sekeliling.
*****
Sementara itu, Masato, Harumi dan Jiro mendarat kembali di atap sekolah mereka, Masato dan Harumi melepaskan pakaian mereka dan kembali memeriksa Nana yang di letakkan Jiro di atap.
“Jiro, kamu tidak bisa berubah kembali jadi manusia ?” Tanya Masato yang melihat Jiro tetap seperti wujud demon nya.
“Aku tidak mengerti bagaimana caranya, seharusnya aku sudah mati dan ketika sadar aku sudah berwujud seperti ini....” Balas Jiro.
Masato menghampiri Jiro dan berdiri di depannya, kemudian dia minta Jiro sedikit menunduk karena terlalu besar, Jiro menurutinya.
“Diam ya....” Masato memegang kedua pipi Jiro.
“He..hei...kamu mau apa ?” Tanya Jiro bingung.
Masato langsung menempelkan keningnya ke kening Jiro. Cahaya terang langsung keluar dari pertemuan kening mereka. Harumi yang sedang merawat Nana menoleh melihat nya. Pikiran dan kenangan Jiro mulai mengalir masuk ke dalam pikiran Masato. Semuanya seperti yang di ceritakan Nana, tapi setelah Nana tergeletak karena di tembak perutnya, Jiro berusaha berdiri dan dia langsung menyerang Ryuichi, tapi Ryuichi langsung menembak kepala Jiro dan membunuh nya. Dalam keaadaan terpenjam, Jiro sempat mendengar Ryuichi memerintahkan membawa Nana ke gudang di sebrang. Setelah itu, ketika dia membuka mata, dia sudah berada di dunia lain. Kehidupan Jiro di dunia bernama Hellion dari dia lahir sebagai demon sampai meninggalnya mengalir ke dalam pikiran Masato. Tapi yang membuat Masato trenyuh adalah adegan terakhir hidupnya.
__ADS_1