
Masato, Harumi, Jiro, Nana dan Shoko terkesiap setelah melihat ingatan Kenzo, mereka langsung mengerti kalau seluruh yang ada di dalam ruangan adalah teknologi yang ada di dunia Kenzo. Shoko yang melihat ingatan Kenzo menangis tersedu sedu sambil memeluk Kenzo yang masih belum sadarkan diri.
“Lagi lagi kisah yang tragis.....” Ujar Jiro.
“Sama kan, kita semua mati tragis di dunia lain...” Balas Nana sambil memegang tangan Jiro.
Masato, Harumi dan Shoko juga merasakan perasaan yang sama, Masato langsung merangkul Harumi yang juga merangkul Shoko. Mereka menyadari kalau mereka ber enam bernasib sama, sudah meninggal di dunia mereka dan di khianati di dunia lain oleh orang terkasih mereka. Ke limanya merenung sambil duduk di sofa, menunggu Kenzo siuman. Tiba tiba Masato membuka suara,
“Dari enam dunia yang kulihat di pikiran kalian, ternyata kita punya musuh yang sama ya....” Ujar Masato tiba tiba.
“Apa maksudmu Masato ?” Tanya Jiro.
“Ini hanya dugaan, tapi ksatria yang menjadi teman perjalananku kemudian membunuh ku juga mengambil kekasihku di dunia lain dan orang yang menjual Harumi kepada gereja di dunianya, entah kenapa aku merasa dia orang yang sama...” Jawab Masato.
“Hmm...kalau di pikir pikir benar juga, wajah mereka mirip...” Ujar Harumi.
“Setelah aku pikir lagi, professor yang sudah aku anggap papa dan akhirnya membunuh ku juga berwajah sama...” Tambah Nana.
“Pahlawan suku manusia yang menjadi selingkuhan istriku juga berwajah sama....aneh.” Ujar Jiro.
“Um...pangeran yang menuduhku juga sama, kemudian ksatria yang muncul di akhir hidup Ken-ken juga sama....tapi kok bisa, satu orang ada di enam dunia ?” Tanya Shoko.
“Itu yang kita belum tahu kebenarannya, aku hanya menganalisa dari ingatan kita semua saja...” Ujar Masato.
“Mungkin tidak sekarang dia ada di dunia ini, coba saja pikir, banyak hal hal aneh yang sebelumnya tidak pernah muncul sekarang muncul...” Ujar Harumi.
“Kita juga aneh Haruchi....tapi aku sependapat dengan mu.” Tambah Nana.
“Sepertinya kita harus mulai menyelidikinya, aku penasaran sama organisasi yang mengundang keluarga mafia itu dan membunuh mereka...” Ujar Masato.
“Mafia sepertinya terlibat....” Tambah Jiro.
Ke enamnya terus berdiskusi mengenai kehidupan mereka di dunia lain sambil menunggu Kenzo siuman, sampai akhirnya mereka semua tertidur karena kelelahan. Selagi mereka tertidur, sesosok wanita yang di selimut cahaya hadir di tengah mereka dan melihat ke enamnya yang sedang tidur.
“Akhirnya kalian berkumpul.....sekarang hiduplah, jagalah dunia kalian ini dari kejahatan yang akan melanda di masa depan.” Ujar wanita itu.
Kemudian dia memegang kepala ke enamnya satu persatu dan kembali menghilang dari ruangan. Keesokan harinya, pagi pagi, Masato terbangun, dia merasa dirinya terasa ringan dan segar. Dia melihat jam di smartphonenya dan kaget karena mereka harus berangkat ke sekolah.
“Banguuuun.....kita terlambat.” Teriak Masato.
“Ah sudahlah, hari ini kita bolos saja...” Balas Jiro yang masih separuh tidur.
“Iya Ma-kun, sekali kali, ayo sini...bobo lagi...” Balas Harumi.
“Nyem...nyem...enak Jiroooo....” Ujar Nana yang masih terlelap.
“Hmmm...baru jam segini...tidur lagi ah...” Ujar Shoko.
“Kalian ini....ya sudahlah, hari ini kita bolos...” Balas Masato yang langsung duduk dan kembali ke pelukan Harumi.
Ke limanya kembali terlelap, setelah itu, Kenzo mulai bergerak dan mengerang, tiba tiba dia terbangun dan duduk. Dia membuka matanya dan melihat sekeliling, dia langsung melompat kaget karena banyak orang di rumahnya. Dia melihat Shoko yang tidur di sebelahnya, dia langsung mengguncang guncang tubuh Shoko.
“Sho-chan....Sho-chan...bangun...Sho-chan...” Ujar Kenzo.
__ADS_1
“Nggg....pagi Ken-ken.....eh...Ken-ken ? kamu sudah sadar ?” Teriak Shoko sambil melompat memeluk Kenzo.
“I..iya...lepas dulu, mereka siapa ?” Tanya Kenzo sambil menunjuk kepada Masato dan lainnya.
Shoko langsung menjelaskan siapa Masato, Harumi, Jiro dan Nana, wajah Kenzo langsung kaget ketika mendengar cerita Shoko, kemudian dia langsung menempelkan kening ke kening Shoko untuk melihat apa yang terjadi.
“Eh..jangan Ken-ken...aku ceritakan saja ya...” Ujar Shoko yang mundur.
“Tidak apa apa...lebih cepat seperti ini kan...” Balas Kenzo.
“Tapi...ada banyak yang harus kamu tahu lebih dulu sebelum lihat pikiran ku...” Ujar Shoko.
“Tidak masalah...”
Kenzo menempelkan keningnya dan pikiran Shoko selama dia menghilang sampai semalam mengalir ke pikirannya. Kenzo langsung lemas dan terduduk, dia menunduk sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Shoko yang melihat Kenzo shock karena melihat pikiran nya, langsung memeluk Kenzo.
“Jadi begitu ya....aku hanya ingat setelah pulang sekolah dua hari setelah kejadian *******....” Ujar Kenzo gemetar.
“Kamu ingat tidak apa yang terjadi denganmu ?” Tanya Shoko.
“Aku tidak ingat, seingatku, aku sedang menunggu mu di gerbang sekolah, tiba tiba gelap...dan aku baru terbangun sekarang...” Jawab Kenzo sambil memegang kepala dengan kedua tangannya.
“Ken-ken....” Balas Shoko yang memeluk nya.
“Sho-chan...berapa banyak yang sudah ku.... “
“Tidak...kamu tidak perlu tahu, tidak usah menyalahkan dirimu....kamu di kendalikan seseorang, kamu tidak salah....” Shoko memotong ucapan Kenzo sambil memeluk nya dengan erat.
“Maafkan aku para senpai....” Teriak Kenzo sambil membanting keningnya ke lantai.
“Sudahlah, kamu tidak salah...” Balas Masato.
“Benar, kamu di kendalikan oleh mind dead worm....semua yang terjadi bukan salah mu...” Tambah Harumi.
“Tenang saja, kita tidak marah kok.” Tambah Jiro.
“Benar benar...Kenchi, kamu tidak perlu menyesali apa apa...” Tambah Nana.
“Terima kasih Masa-niisan, Jiro-niisan, Haru-neesan, Nana-neesan...terima kasih...” Ujar Kenzo yang kembali menangis.
“Mereka baik kan Ken-ken...” Tambah Shoko.
Kenzo mengangguk dalam keadaan masih menyembah, kemudian Masato mengangkat Kenzo supaya berdiri dan semuanya kembali duduk di sofa. Setelah itu, ke enamnya berbincang bincang untuk menenagkan Kenzo dan menjaga mental nya.
“Aku ingat sesuatu....ketika aku menunggu Sho-chan di depan gerbang, ada seorang anak smp lewat dan setelah itu aku tidak ingat apa apa.” Ujar Kenzo.
“Anak smp ? bertubuh besar dan gemuk, memakai kalung ?” Tanya Masato.
“Iya...aku agak lupa tapi sepertinya dia memang gemuk...soal pakai kalung atau tidak aku tidak ingat.” Jawab Kenzo.
“Hmm...Tiger....” Gumam Masato.
“Oh iya, kamu yang pernah melihat wujud aslinya ya Yamachi...” Balas Nana.
__ADS_1
“Benar dan aku tidak suka padanya, matanya terus melihat Haru-chan yang sedang pingsan.” Ujar Masato.
“Heee..begitu ya...” Balas Harumi tersenyum senyum.
“Berarti dia memang mengincar Ken-ken dan aku....masalahnya siapa yang menyuruhnya...” Balas Shoko.
“Mafia....aku yakin.” Balas Jiro.
“Aku akan coba menyelidikinya. Um...maaf nih, Nana-neesan, kok kamu tidak berubah ke wujud asli mu ?” Tanya Kenzo.
“Ah...ada alasannya.” Jawab Nana.
Jiro langsung berdiri dan menghampiri Kenzo, kemudian dia membisiki Kenzo yang terlihat mengangguk ngangguk.
“Oh begitu, baiklah, sini Nana-neesan...ikut aku...” Kenzo berdiri dan berjalan menuju ruangan tempat dia melakukan aktifitasnya.
“Tidak apa apa nih ?” Tanya Nana.
“Tidak apa apa nee-san...tenang saja. Ken-ken hebat kok...” Jawab Shoko sambil menarik tangan Nana yang masih duduk.
Nana yang di tarik Shoko menyusul Kenzo masuk ke ruangannya, Masato, Harumi dan Jiro juga menyusul masuk ke dalam. Di dalam mereka melihat sebuah ruangan yang luas, penuh dengan monitor komputer, di depannya ada sebuah konsol dengan banyak tombol dan beberapa keyboard yang ada di atas konsol itu, ruangan itu penuh kabel yang terhubung ke beberapa server besar yang menyala dengan lampu warna warni. Kenzo duduk di kursi khusus sambil mengenakan sarung tangan virtual dan kacamatanya, kemudian dia meminta Nana mendekat padanya. Kenzo menarik kabel dari kursinya, kemudian dia mengambil lengan Nana. Dia menekan tombol yang ada di lengan Nana dan sebuah panel terbuka, kemudian dia menancapkan kabel itu di lengan Nana. Setelah itu, Kenzo mulai mengetik di keyboard hologram, di monitor muncul coding program yang menggunakan banyak bahasa. Setelah selesai mengetik, dia mencabut kembali kabel nya.
“Coba sekarang berubah Nana-neesan...” Ujar Kenzo.
“Eh...benar nih tidak apa apa ?” Tanya Nana cemas.
“Percayalah padaku, tidak akan terjadi apa apa...” Jawab Kenzo yakin.
“Ba..baiklah, untuk jaga jaga, Yamachi, Kenchi, Jiro merem....” Ujar Nana.
Dia langsung menekan kristal di perutnya dan tubuhnya mengeluarkan cahaya hijau, ketika cahaya menghilang Nana sudah kembali wujud aslinya dan mengenakan seragam sekolah nya.
“Yeeey...aku tidak bugil lagi...” Teriak Nana.
Masato, Harumi, Jiro bertepuk tangan dan menggelengkan kepala karena kagum dengan kehebatan Kenzo.
“Selama itu program, mau dari dunia manapun, serahkan saja padaku hehe.” Ujar Kenzo.
“Hmmm....sepertinya aku harus kerjasama dengan mu nih, ada beberapa benda yang ingin ku buat...bisa bantu ?” Tanya Masato.
“Tentu saja Masa nii-san...oh ya, ngomong ngomong kalian mau tidak tinggal di sini bersama kami ?” Tanya Kenzo.
Masto, Harumi, Jiro dan Nana langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain. Mereka melihat Kenzo dan Shoko yang berharap mereka menerimanya.
“Baiklah, tapi nanti ya ketika liburan, masih dua minggu lagi, sekolahnya jauh dari sini...” Ujar Masato.
“Oh tenang saja nii-san, aku akan pasang alat teleport di apartemen mu dan kamu bisa kapan saja kesini..” Balas Kenzo.
“Nah itu yang ingin aku bahas sama kamu, kenapa kita ga bikin sesuatu yang otomatis berteleport ke sini...” Ujar Masato.
Setelah itu, Masato dan Kenzo asik sendiri membahas proyek proyek yang akan mereka kerjakan untuk mempermudah kegiatan mereka.
“Ah keluar sajalah, malas...” Ujar Jiro yang langsung keluar di susul oleh Harumi, Nana dan Shoko.
__ADS_1