
Malam harinya, Masato, Harumi, Jiro, Nana dan Shoko berkumpul di atap sekolah dalam wujud perubahan mereka. Ke lima nya kemudian terbang menuju kediaman keluarga Yamishiki, keluarga mafia nomor 2 yang berkuasa di kota. Jiro yang mengetahui seluk beluk dunia mafia terbang di depan menuntun teman teman nya. Setelah terbang melintasi kota, mereka tiba di sebuah rumah dengan design kuno yang sangat besar, di dalam halamannya banyak sekali mobil parkir dan banyak orang yang berdiri di halaman. Tapi kemudian mereka menyadari sesuatu dan kelimanya mendarat di halaman, setelah mendarat, mereka melihat semua orang yang bediri di halaman sambil menodongkan senjata nya membeku dan tidak bergerak.
“Mereka semua beku...” Ujar Nana.
“Tidak salah lagi...ini ulah Ken-ken....” Ujar Shoko.
Jiro coba menyentuh salah seorang pria yang beku dengan wajah kaget dan senjata yang terangkat siap menembak, es itu langsung hancur bersama dengan pria di dalamnya menjadi kepingan.
“Whoaaah...maaf....” Ujar Jiro.
“Mereka semua mati mendadak dan membeku...” Tambah Masato sambil mengamati seorang pria yang membeku.
“Kejam sekali....” Ujar Nana.
“Aku coba gunakan skill penyembuhku...” Harumi mendekatkan telapaknya dan keluar cahaya hijau menyelimuti tubuh pria yang membeku didepannya.
Tapi setelah cahaya menghilang, pria itu meleleh bagaikan es yang terkena panas dan hancur berkeping keping.
“Tidak bisa, mereka kena es abadi....berarti semua orang ini, tidak ada satupun yang bisa di selamatkan...” Ujar Harumi sambil melihat sekeliling.
“Kita masuk ke dalam...jangan sentuh apapun...” Ujar Masato.
Ke limanya melangkah masuk ke dalam rumah, pemandangan di dalam juga sama sama mengenaskan, banyak pelayan yang sedang berusaha lari membeku, terlihat juga seorang gadis remaja yang sedang memeluk seorang anak kecil laki laki membeku dengan wajah ketakutan, seorang asisten rumah tangga yang sedang berpelukan dengan seorang tukang kebun juga membeku dengan wajah pasrah memejamkan mata. Masato, Harumi, Jiro, Nana dan Shoko yang melihat pemandangan di depan mereka merasa trenyuh, sebab walau semua adalah keluarga mafia, ada beberapa wanita, pelayan, asisten rumah tangga, tukang kebun, anak kecil dan gadis remaja yang masih mengenakan seragam sekolah ikut meninggal karena membeku.
“Ken-ken....apa yang kamu lakukan...” Ujar Shoko sedih.
“Shokochi....” Nana merangkul Shoko.
“Siapa yang mengontrol Kenzo melakukan ini semua ?” Tanya Jiro.
“Kita coba cari petunjuknya...” Jawab Masato.
__ADS_1
“Ma-kun, aku dan Nana membawa Shoko-chan keluar dulu dari sini, kamu dan Kaname-kun hati hati....” Ujar Harumi.
“Iya Haru-chan, tolong ya...” Balas Masato yang mengerti kalau semua ini berat bagi Shoko.
Setelah Harumi dan Nana membawa Shoko keluar, Masato dan Jiro masuk lebih kedalam lagi, mereka masuk ke dalam sebuah ruang kerja yang berada di belakang rumah, “Kreek.” Masato mendorong pintunya, di dalam mereka melihat seorang pria tua duduk di meja kerja memakai pakaian kimono, wajahnya terlihat tenang dan sepertinya sudah tahu kalau dia akan meninggal. Di sekitarnya ada dua orang pria memakai setelan jas yang belum sempat mengeluarkan pistolnya tapi sudah membeku.
Masato dan Jiro langsung memeriksa ruangan untuk mencari petunjuk, Masato mendekati meja kerja dan melihat ada kertas tergeletak di meja di tindih oleh tangan pria tua yang membeku itu. Dengan hati hati Masato menarik kertasnya dan membacanya, isi kertas itu adalah sebuah proposal yang mengajak keluarga Yamishiki untuk bergabung ke organisasi berskala internasional yang menguasai dunia dari balik layar di hampir semua sektor. Proposal itu menerangkan mengenai proyek manusia super untuk menjaga kedamaian dunia dan cara mengendalikannya.
“Hmm.....karena keluarga ini menolak, maka mereka di lenyapkan...” Pikir Masato yang melihat proposal itu belum di tandatangani.
“Masato, cepat kesini....” Ujar Jiro.
Masato langsung menghampiri Jiro yang sedang melihat sebuah buku catatan yang dia ambil dari rak buku. Masato melihat buku yang sedang di lihat Jiro, di dalamnya terlihat sebuah gambar seekor cacing yang bentuknya sama sekali belum pernah mereka lihat berada di dalam tabung. Keterangannya kalau cacing itu adalah cacing yang bisa mengendalikan pikiran seseorang dengan menguasai otak nya, cacing itu bereaksi dengan suara frekuensi rendah yang mampu mengendalikannya. Tapi Masato dan Jiro tercengang ketika membaca asal muasal cacing itu, menurut keterangan, cacing itu berasal dari dunia yang bernama Phanteos.
“Kita harus tanya kepada Haru-chan mengenai hal ini...” Ujar Masato.
“Benar, tapi di sini tidak di tulis efek terhadap manusia yang di kuasainya...” Balas Jiro.
“Iya, kita harus jaga kemungkinan terburuk.....” Balas Masato.
“Itu maksudku kemungkinan terburuk dan aku enggan mengatakannya...dasar.” Balas Masato.
“Oh maaf....ini berat...” Ujar Jiro.
“Aku tahu....bagaimana cara kita menyampaikan kepada Mori-chan...” Balas Masato.
“Maaf aku tidak bisa mengatakannya, untuk hal ini aku serahkan padamu...” Balas Jiro.
“Huh...aku sendiri bingung....pokoknya kita tanya Haru-chan dulu, siapa tahu dia ada cara....” Balas Masato.
Dengan perasaan berat dan galau, keduanya berjalan keluar sambil membawa selembar kertas yang mereka sobek dari buku catatan dan berisi keterangan soal cacing tersebut. Ketika di luar, Masato dan Jiro melihat Harumi dan Nana yang sedang menghibur Shoko.
__ADS_1
“Haru-chan, bisa bicara sebentar ?” Tanya Masato.
Harumi menoleh dan berdiri, kemudian dia menghampiri Masato dan Jiro. Langsung saja Masato memberikan kertas sobekannya dan Harumi membacanya, dia sedikit kaget karena melihat cacing yang bernama mind dead worm berada di dunia ini.
“Gawat...” Ujar Harumi.
“Apa maksudmu gawat ?” Tanya Jiro.
“Cacing ini menggerogoti otak manusia yang di infeksi oleh nya, semua tergantung masa inkubasinya, kalau sudah lebih dari seminggu biasanya cacing ini menguasai seluruhnya dan manusia yang di infeksi olehnya menjadi seperti mayat hidup yang tidak bisa di kontrol...atau zombie...” Ujar Harumi.
“Astaga...kalau sudah begitu bagaimana menolongnya ?” Tanya Masato.
“Tidak ada jalan lain, kita harus membunuhnya, tapi kalau masih belum sampai seminggu, masih bisa di tolong karena pada dasarnya cacing ini adalah undead, dengan sihirku aku bisa mengeluarkan nya dari tubuh manusia yang di infeksinya, aku sering melakukannya selagi aku di Pantheos.” Jawab Harumi.
Masato dan Jiro langsung berpikir keras, kemungkinan terburuk yang mereka khawatirkan kini kemungkinan nya besar untuk terjadi karena mereka tidak tahu sudah berapa lama Kenzo di infeksi oleh cacing itu.
“Kita harus cari Kenzo secepatnya, hanya itu satu satunya cara...” Ujar Masato.
“Benar, kita tentukan nanti ketika bertemu dengannya...menyelamatkannya atau membunuhnya.” Tambah Jiro.
“Siapa ? kalian mau bunuh siapa ?” Tanya Shoko.
Masato dan Jiro menoleh, mereka melihat Shoko berdiri di belakang mereka bersama dengan Nana. Harumi langsung maju melewati Masato dan Jiro, dia memegang kedua pundak Shoko.
“Shoko-chan, aku minta kamu mendengarkan penjelasan ku dan tetap tenang ya, jangan gegabah....” Ujar Harumi.
Shoko tidak menjawab, dia mengangguk, kemudian Harumi menceritakan soal mind dead worm dan Kenzo yang di infeksi olehnya. Nana yang terus merangkul Shoko yang tubuhnya bergetar ketika mendengar penjelasan Harumi.
“Oh tidak...Ken-ken....tolong selamatkan dia Haru-neesan...dia masih mengenaliku tadi siang...belum terlambat.” Ujar Shoko sambil menangis.
“Kita pasti menolongnya, tapi aku minta kamu mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuknya....maaf Shoko-chan, memaksa mu seperti ini...” Ujar Harumi.
__ADS_1
“Aku mengerti Haru-neesan, kalau memang harus mengakhiri Ken-ken...ijinkan aku yang melakukannya, aku tidak bisa hidup tanpa dirinya...mohon Haru-neesan dan Nana-neesan mengerti...” Ujar Shoko yang menghapus air matanya.
Harumi dan Nana mengangguk kemudian menoleh ke arah Masato dan Jiro di belakangnya, keduanya juga mengangguk tanda setuju.