
Suatu hari, Kenzo yang saat itu menjadi seorang pangeran di sebuah kerajaan di dunia Astarte, memimpin ekspedisi ke barat untuk menghalau monster monster yang mengambil alih dan menghancurkan sebuah daerah di wilayah barat kerajaan. Dia pulang dengan kemenangan yang gemilang dan berhasil mengambil kembali wilayah kerajaannya. Ketika kembali ke ibukota, Kenzo berdiri di atas sebuah tank yang berjalan masuk ke dalam kota, seluruh warga ibukota menyambut dirinya dengan meriah, mereka mengelu elukan pangeran yang masuk bersama pasukan bersenjatanya. Kenzo mengangkat tangannya untuk menjawab sambutan para penduduk yang menyorakinya.
“Ah....aku sangat merindukan Silvia....” Pikirnya dalam hati sambil terus tersenyum melihat lautan para penduduk yang memenuhi jalan utama.
“Hidup pangeran es....putra mahkota kerajaan kita....” Teriak seorang penduduk.
“Hiduuuup......” Teriak para penduduk lainnya.
Para gadis melempari jalan yang akan di lewati Kenzo dan pasukan nya dengan bunga bunga yang sangat banyak, sampai akhirnya Kenzo memasuki wilayah istana, setelah di dalam, dia langsung meminta pengemudi tank menuju istana untuk segera bertemu dengan tunangan nya Silvia yang sangat di cintai nya. Begitu sampai di depan istana, dia sudah melihat Silvia berlari dari dalam, Kenzo langsung melompat turun dari tank dan merentangkan kedua tangannya. Silvia berlari ke pelukan Kenzo dan mereka berputar putar bahagia di depan pintu istana. Para pelayan melihat mereka sambil tersenyum dan bertepuk tangan. Tanpa menunda lagi, Kenzo langsung menggendong Silvia dan berjalan menuju ke kamarnya, ketika mereka sudah di dalam,
“Aku kangen padamu pangeranku, selamat ya kamu sudah berhasil......” Ujar Silvia sambil merangkul leher Kenzo yang menggendongnya.
“Aku juga kangen padamu bidadariku....” Balas Kenzo.
Keduanya langsung berciuman, tiba tiba Kenzo merasa kepalanya sangat pusing. Sebelum dia pingsan, tiba tiba dia teringat kepada mantan tunangannya yang sudah tidak bersamanya lagi dan di asingkan entah hidup atau mati,
“Apa....kenapa aku mengingat wanita jahat itu....” Ujarnya dalam hati.
Kenzo pun jatuh dan dia pingsan tidak sadarkan diri. Kenzo sempat mendengar suara pintu di buka dan suara rantai sebelum dia pingsan. Di sebuah tempat yang gelap dan lembab, “Byuur.” Seseorang menyiramkan air kepada Kenzo.
“Bangun....” Teriak seorang wanita.
Kenzo membuka matanya, dia melihat kalau wajahnya di tutupi sesuatu sehingga pandangannya tidak jelas, setelah sadar dia mencoba menggerakkan tubuhnya dan dia tidak bisa bergerak.
“Ada apa ini....” Teriak nya tapi di dalam hati sebab dia merasakan sakit di bagian mulutnya dan mulutnya tidak bisa terbuka.
“Halo pangeranku, sudah bangun ?” Tanya Silvia.
__ADS_1
Kenzo menoleh, dia kaget melihat Silvia berdiri di depan nya bersama seorang pria yang memakai pakaian nya. “Ada apa ini...kenapa Silvia ada di depanku....siapa pria itu....” Pikiran nya mulai kacau dan bertanya tanya ada apa sebenarnya, pria itu mendekat kepadanya dan jongkok di hadapannya, Kenzo kaget karena pria itu sangat mirip dengan dirinya apalagi dia memakai pakaiannya membuatnya seperti pinang di belah dua. Pria itu menoleh kepada Silvia sambil tersenyum,
“Wah sayang, sepertinya dia bingung....” Ujar pria itu.
“Hehehe....kita jelaskan saja sayang....” Balas Silvia.
“Sayang ?....Silvia kenapa kamu panggil dia sayang ?” Tanya Kenzo dalam hati.
Pria itu mengambil sebuah cermin dari balik tubuhnya, yang memang sudah di bawanya sejak awal, dia meletakkan cermin itu di depan Kenzo. Melihat dirinya sendiri di cermin, Kenzo menjadi kaget, dia melihat tangan dan kakinya sudah tidak ada dengan pangkal tertutup es tebal sehingga pendaharannya berhenti, pakaian nya adalah pakaian tahanan dan kepalanya di tutupi oleh topeng besi yang hanya terlihat mata, hidung dan mulut yang sudah di jahit rapat.
“A...apa......ke..kenapa.....apa...yang terjadi....” Pertanyaan itu sangat jelas terlihat dari matanya yang ketakutan, bingung dan tidak mengerti.
Pria di depannya dan Silvia yang melihat mata Kenzo bergerak kesana kemari tanda kebingungan, langsung tertawa,
“Hahaha...pangeranku, maafkan aku, sejak awal inilah tujuanku, hanya saja wanita keparat itu selalu menghalangi ku, jadi aku ucapkan terima kasih karena kamu sudah menyingkirkan nya hahahaha...” Ujar Silvia.
“A..apa ?” Tanya Kenzo dalam hati dan terpancar di matanya.
Langsung saja pangeran gadungan memeluk pinggang Silvia dan mencium nya di depan Kenzo yang hanya bisa memandang nya tanpa bisa berbuat apa apa. Mata Kenzo semakin bergerak gerak, dia semakin bingung. Tapi akhirnya Silvia menjelaskan, kalau Kenzo sebenarnya memiliki saudara kembar yang di buang oleh raja karena tidak memiliki bakat sihir, keluarga Silvia mengasuhnya dan bakat sihirnya muncul ketika dia sudah berumur 12 tahun. Pangeran gadungan membuktikannya di depan Kenzo dengan mengeluarkan energi sihir es yang merupakan ciri khas keluarga kerajaan.
Keluarga Silvia menamai nya Albert, mereka hidup bahagia sampai raja membantai seluruh keluarga Silvia dengan tuduhan keluarga Silvia berkhianat. Albert dan Silvia lalu berjanji akan memulihkan kembali nama keluarganya dengan meraih jasa dan mengembalikan martabat nya yang di injak injak oleh semua orang karena di anggap pengkhianat kerajaan. Mereka melakukan penyelidikan dan mengetahui kalau Albert adalah saudara kembar Kenzo yang di buang, karena keluarga Silvia ketahuan mengasuh Albert oleh keluarga kerajaan, raja memerintahkan keluarga mereka di bunuh dengan kejam dan menurunkan martabat mereka dengan cara di fitnah sebagai pengkhianat, setelah mengetahui faktanya mereka merancang rencana untuk membalas dendam terhadap keluarga kerajaan di bantu oleh orang dalam.
“Sudah mengerti ya.....kakak...” Ujar Albert.
“Mmmm....mmmm....mmm....” Kenzo berusaha bebicara, tapi tidak bisa karena mulutnya sudah di jahit.
“Hehehe...jadi sekarang Albert akan menjadi raja dan aku sebagai permaisurinya, lalu kerajaan ini akan kita ubah sesuai dengan kemauan kita, benar kan sayang ?” Tanya Silvia sambil memeluk mesra Albert.
__ADS_1
“Ah panggil aku Alfonso sayang...hehehe, mulai sekarang aku putra mahkota dan seminggu lagi kamu resmi jadi istriku, karena kita akan menikah seminggu lagi, benar kan kakak ?” Tanya Albert meledek.
“Sayang sekali, padahal lady Franceska mengetahui rencana kita ya dan kita membuatnya seakan akan dia menyiksaku....hahahaha...sayang sekali...sungguh sayang sekali...” Ujar Silvia.
“Benar, dia sangat mencintai pangeran Alfonso......hidupnya sangat tragis, di usir oleh orang yang di cintainya dan nasib nya tidak di ketahui lagi hahahahaha....” Tambah Albert.
Mata Kenzo melotot, kebenaran akhirnya terungkap, dia sangat menyesal dan memanggil nama Franceska di kepalanya berkali kali. Air matanya mulai menetes, dia merasa sangat menyesal telah menjatuhkan hukuman dengan sadis kepada orang yang benar benar mencintai nya hanya karena emosi sesaat dan keegoisan nya.
“Mmmmmmmmm......” Kenzo berusaha berteriak, air matanya bercucuran karena dia berusaha keras membuka mulutnya.
“Haaah...percuma, mulutmu sudah di jahit menggunakan benang sihir....jadi tidak bisa di putus sembarangan.....baiklah, aku harus kembali ke istana, tidur yang nyenyak ya kakak....” Balas Albert.
Kemudian keduanya berjalan keluar meninggalkan Kenzo yang mengerang sendirian di dalam ruangan sel yang gelap.
“Mmmmm...mmmm....mmmmmmm.....” Kenzo berusaha memanggil siapa saja yang bisa mendengarnya.
Akhirnya karena sudah lelah tubuh dan batin, dia akhirnya tidak bersuara lagi, di pikirannya terkenang kembali ketika dia masih bersama dengan Franceska, wanita yang dia hukum dan dia usir karena dia anggap menjahati Silvia yang sekarang malah mengkhianati nya. Rasa sesal dan bersalah menyelimuti hatinya, dia menghantamkan belakang kepalanya yang di tutupi helm besi ke dinding berkali kali. Tiba tiba pintu terbuka kembali, seorang ksatria masuk ke dalam, dia mengenali ksatria itu yang merupakan tangan kanannya ketika memimpin penyerangan ke barat.
“Wah wah...rupanya semua rencana lancar, maaf ya pangeran, aku menjual dan memberikan informasi kepada mereka berdua dan mereka ternyata bergerak sesuai dengan keinginanku, sekarang aku bisa mewujudkan rencanaku hahahaha.” Ujar ksatria itu dengan wajah bengis dan tertawa meremehkan.
“Grrrh Rodrick...kurang ajar, rupanya dia dalang di balik semua ini....kurang ajar.....” Ujar Kenzo dalam hatinya.
Setelah Rodrick pergi, karena emosi dan sudah putus asa, dengan sekuat tenaga, Kenzo maju ke depan dan menghantam kan kepalanya ke dinding di belakangnya. “Krak.” Terdengar suara tulang yang retak, darah mulai keluar dari mata, hidung dan sisi mulutnya yang tidak terjahit. Dia maju sekali lagi dan kembali menghantamkan kepalanya. Kenzo langsung terjatuh dan menutup mata untuk selama lamanya dengan air mata bercucuran. Setelah itu, Kenzo merasakan dirinya melayang di sebuah tempat yang gelap,
“Aku mati lagi hahaha...luar biasa....aku mati lagi....hidup apa ini, aku tidak terima...aku tidak pernah minta hidup seperti ini....tolong aku....tolong aku...aku hanya ingin hidup....toloooong.” Teriak nya.
Tiba tiba sebuah cahaya terang menyinari tubuhnya yang sedang jatuh di dalam kegelapan, beberapa bola cahaya menghampirinya dan menopang tubuhnya yang jatuh, kemudian perlahan lahan membawa dirinya menuju cahaya di atasnya. Kenzo mendengar suara seorang wanita.
__ADS_1
“Aku menjawab doamu....aku menolongmu, kembalilah, hiduplah dan berbahagialah dengan orang yang kamu kasihi.”
Kenzo merasakan tubuhnya masuk ke dalam cahaya terang di atas, sama seperti Shoko, ketika dia membuka mata dia berada di dalam air, dengan tenang dia berenang ke atas, dia langsung teringat kejadian yang menimpanya bersama dengan Shoko, dia langsung melihat sekeliling dan mencari Shoko, kemudian dia menyelam lagi, dia menemukan Shoko yang baru sadar dan sedang berjuang walau terus tenggelam, Kenzo menekan dada nya dan tubuh nya berubah seperti pangeran di kehidupan dunia lainnya, dia langsung berenang menolong Shoko dan membawanya Shoko naik keluar dari laut.