
Setelah itu, ke limanya terbang meninggalkan rumah itu dan menuju kembali ke atap sekolah. Ketika sedang terbang, Shoko merasakan smartphone yang berada di kantung pakaian pelindungnya bergetar, dia mengambilnya dan ada sebuah pesan masuk, Shoko langsung berhenti di udara, Masato, Harumi, Jiro dan Nana yang melihat Shoko berhenti langsung ikut berhenti dan berbalik ke arah Shoko.
“Ken-ken mengirim pesan padaku....lihat...” Ujar Shoko.
Masato, Harumi, Jiro dan Nana membaca pesan di smartphone yang di pegang Shoko dan di tunjukkan kepada mereka. Isinya, “Temui aku di kuil, Sho-chan...aku tidak punya waktu banyak.” Sepertinya Kenzo sadar sesaat dan mengirim pesan kepada Shoko.
“Dimana kuilnya ?” Tanya Masato.
“Ikuti aku...” Jawab Shoko.
Shoko langsung melesat dan yang lain mengikutinya di belakang, mereka semua terbang dengan kecepatan tinggi melintasi kota. Shoko menuntun mereka ke tengah kota, ke sebuah kuil terbesar di kota, begitu sampai mereka langsung mendarat dan berdiri di depan torii (gerbang kuil ala jepang). Seorang pria berambut pirang keluar dari balik tiang torii dan berdiri di hadapan mereka.
“Sho-chan...” Ujar Kenzo.
“Ken-ken...” Teriak Shoko.
Tapi ketika Shoko ingin berlari menghampiri Kenzo, Masato menarik lenganya, Harumi juga langsung memegang kedua pundaknya dari belakang.
“Sabar dulu, Mori-chan....kita lihat dulu.” Ujar Masato.
Jiro langsung berdiri di sebelah Masato dan Nana maju ke sebelah Shoko yang sedang di pegang oleh Harumi dari belakang.
“Siapa kalian, kenapa Sho-chan bersama kalian...” Ujar Kenzo dengan mata merah menyala.
“Hmm...dia benar benar di infeksi oleh dead worm, matanya berwarna merah...” Ujar Harumi.
“Kami teman teman Mori-chan...” Teriak Masato.
“Hah....siapa kalian, lepaskan Sho-chan...” Teriak Kenzo.
Dia langsung berubah menjadi wujud bertarungnya dengan menekan dadanya, sepasang cakar panjang mirip cakar naga dari besi keluar dari kedua pergelangan tangannya. Tanpa menunda lagi, Kenzo langsung maju menyerang, Masato membuka item box nya dan mengambil dua bilah pedang berwarna putih dan hitam, dia langsung menghadang serangan cakar Kenzo.
“Ken-ken...jangan....” Teriak Shoko.
Masato mementalkan Kenzo yang bersalto ke belakang, ketika mendarat tiba tiba Jiro sudah berada di depannya dan memukulnya, Kenzo menangkis pukulan Jiro dengan menyilangkan cakarnya. Benturan nya menimbulkan suara keras dan gelombang benturannya menghancurkan kaca jendela di sekitarnya. Kenzo melompat ke belakang dan ketika mendarat langsung melesat menusuk perut Jiro dengan cakarnya. “Klang.” Jiro menahan serangan tusukan kedua cakar Kenzo dengan perut nya dan menangkap kedua lengannya, Masato melompat dan langsung memukul tengkuk Kenzo dengan gagang pedangnya membuat Kenzo pingsan.
“Cepat, bawa dia ke bukit kemarin...” Teriak Harumi.
Masato dan Jiro langsung memapah Kenzo dan terbang membawanya ke bukit tempat mereka menahan Shoko dan Tiger kemarin dengan kecepatan luar biasa. Setelah sampai bukit, Shoko menekan dada Kenzo dan membuatnya menjadi wujud manusianya kembali, kemudian Masato dan Jiro membaringkan Kenzo di tanah atas perintah Harumi.
“Siap ya, ketika cacing itu keluar, langsung bunuh....” Ujar Harumi.
__ADS_1
“Siap...” Ujar yang lainnya bersiap siap sambil memutari Kenzo yang terbaring.
“Purification...” Teriak Harumi.
Telapak tangan Harumi yang menjulur ke kepala Kenzo mengeluarkan sinar putih yang sangat terang, tubuh Kenzo yang terselimuti cahaya putih itu bergetar, kemudian dari telinganya keluar seekor cacing yang wujudnya menjijikan.
“Bunuh...” Teriak Harumi.
Shoko langsung menarik katana di punggungnya dan menebas cacing itu menjadi dua di tanah, tapi cacing itu masih bergerak.
“Jiro...” Teriak Masato.
Jiro menghentakkan kaki, kedua bagian tubuh cacing itu terlontar ke atas, Nana langsung membidik nya dengan tangannya yang menjadi senapan. “Blar.” Cahaya ledakan yang terang menerangi seluruh bukit itu, cacing itu menyerpih menjadi abu akibat di tembak oleh Nana.
“Fiuuuh...mati juga.” Ujar Nana sambil merubah senapannya kembali menjadi tangan.
“Maaf...aku...aku...” Ujar Shoko yang merasa gagal.
“Tidak apa apa Shoko-chan, reaksimu paling cepat tadi, kalau tidak terbelah dia pasti sudah melompat ke salah satu dari kita...jadi kamu berhasil Shoko-chan..” Ujar Harumi.
“Gimana Ken-ken, Haru-neesan.” Ujar Shoko.
“Sesuai yang Ma-kun bilang, Shoko-chan, tenang saja, dia sudah selamat.” Tambah Harumi.
“Huaaaaaaa....terima kasih semuanya.....huaaaaaaaaaa aku senang Ken-ken...huaaaaaa...” Shoko menangis sambil memeluk tubuh Kenzo yang masih terbaring di tanah.
Masato, Harumi, Jiro dan Nana saling menoleh dan melihat satu sama lain sambil tersenyum lega. Setelah itu, mereka melihat ke arah Kenzo yang masih belum sadarkan diri.
“Lalu, masa kita tunggu dia bangun di sini ?” Tanya Jiro.
“Hmm...kalau di bawa ke apartemen kejauhan....ada ide ?” Tanya Masato.
“Um...ke tempat ku saja gimana ?” Tanya Shoko.
“Oh ke rumahmu ya...ok saja...” Jawab Nana.
“Boleh saja, rumahmu dimana ?” Tanya Harumi.
“Um...bukan rumah sih....ikut aku, kita kembali ke kuil tadi...” Ujar Shoko.
Masato dan Jiro kembali memapah Kenzo yang belum sadarkan diri, kemudian mereka terbang kembali ke kuil tempat mereka bertemu Kenzo. Setelah sampai, Shoko menoleh ke kanan dan kiri, kemudian dia membuka tutup selokan persis di depan torii yang terbuat dari besi dan masuk ke dalam. Masato, Harumi, Jiro dan Nana bertanya tanya dalam hati mereka, tapi akhirnya mereka ikut masuk ke dalam menyusul Shoko sambil memapah Kenzo. Shoko menelusuri selokan sambil memegang dinding, kemudian dia berdiri di depan dinding yang sedikit berbeda dengan dinding lainnya.
__ADS_1
“Um...ayo masuk....” Ujar Shoko.
Dia mendorong dindingnya, ternyata dinding itu bisa berputar dan terbuka, Shoko masuk ke dalam bersama yang lainnya, kemudian dia memutar lagi dindingnya dan tertutup rapat.
“Whoaaaaah....ini tempat apa ?” Tanya Masato yang berada di dalam.
Ruangan di balik dinding itu terlihat sangat mewah, seluruh lantainya di lapisi karpet merah, di ruang tengah ada sebuah sofa melingkar berbentuk setengah lingkaran yang masuk ke dalam cekungan di lantai, mereka langsung membaringkan Kenzo di sofa, di depan sofa itu ada sebuah televisi raksasa yang menempel di dinding dan lengkap dengan segala konsol game, pemutar dvd dan movie, speaker audio dan decoder untuk televisi kabel. Di belakang ruang tengah ada sebuah meja makan besar dan panjang dengan delapan kursi, di belakangnya ada sebuah bar yang menempel dengan dapur di baliknya. Di sebelah kanan ada 3 buah pintu, di paling kanan adalah ruang rahasia yang menurut Shoko tempat Kenzo melakukan aktifitas hacking nya.
Di tengah ada sebuah ruang hologram yang bisa di gunakan untuk latihan dan kedap suara. Ketika masuk ke pintu di paling kiri, ada lorong yang di setiap sisinya ada sebuah pintu, di kanan ada tiga dan di kiri ada dua. Ketika salah satu pintu itu di buka, di dalamnya ada sebuah kamar tidur besar lengkap dengan kamar mandi nya.
“Luar biasa.....kalian yang membangun ini ?” Tanya Harumi.
“Iya, aku dan Ken-ken membangun semua ini selama 1 tahun....perlahan lahan...” Jawab Shoko.
“Hebat...aku yakin Kenchi pasti pintar sekali....” Tambah Nana.
“Hmm...seperti markas rahasia...terus terang aku terkesan.” Tambah Masato.
“Benar, aku mau lihat dapurnya....aku bisa menjalankan hobi dan mengejar cita cita ku di sini...” Ujar Jiro sambil berjalan menuju dapur.
“Oi...memang kita mau tinggal di sini ?” Tegur Masato.
Tapi Jiro tidak menghiraukannya dan masuk ke balik bar untuk langsung masuk ke dapur. Semuanya kembali ke ruang tengah, kemudian Masato melihat ada sebuah tabung yang berada di sebelah pintu masuk.
“Tabung itu untuk apa Mori-chan ?” Tanya Masato.
“Oh itu teleport...buatan Ken-ken...tapi sekali jalan saja jadi jarang di pakai...paling untuk keluar ke atas saja kalau siang.” Jawab Shoko.
“Hmm menarik, kalau Kenzo sudah bangun, aku mau bicara banyak dengannya, di Vanadis ada juga teknologi seperti ini tapi menggunakan sihir.” Ujar Masato.
“Oh ya, ngomong ngomong, kamu dapat listrik darimana ? tidak mungkin kan ruangan secanggih ini pakai listrik negara ?” Tanya Nana.
Shoko berjalan ke sebelah televisi, dia menekan tombol di sebelah televisi, dinding di atas televisi terbuka, di dalamnya ada sebuah kristal besar bercahaya yang berada di dalam tabung, ukurannya sekitar 5 meter di letakkan horizontal dengan banyak kabel menempel pada tabungnya.
“Darimana dia dapat teknologi ini ?” Tanya Masato yang melihat Kenzo yang sedang terbaring di sofa.
“Um kalau menurutnya dari dunianya....aku sendiri tidak terlalu mengerti sih, soalnya dari dulu dia pintar dan aku hanya iya iya saja kalau dia bercerita.” Jawab Shoko.
“Baiklah, semuanya, kita kumpul dulu....” Teriak Masato.
Jiro keluar dari dapur dan berkumpul bersama yang lain di sisi sofa, mereka semua bergandengan tangan dengan Kenzo yang masih terbaring di tengah, kemudian Masato menempelkan keningnya ke kening Kenzo yang masih tertidur. Semua pikiran Kenzo masuk ke dalam pikiran Masato, Harumi, Jiro, Nana dan Shoko. Cerita Kenzo sama persis seperti cerita Shoko, ketika mereka tertembak dan terlempar ke laut, Kenzo bereinkarnasi ke dunia bernama Astarte, sebuah dunia yang sama seperti bumi dan menggunakan teknologi yang sama seperti bumi hanya saja bahan bakar yang di gunakan adalah kristal kuarsa yang di infus dengan energi sihir yang di namakan Mana. Tidak ada manusia di dunia Astarte, di sana hanya ada ras dragon yang berevolusi menjadi manusia bernama dragnar. Mereka melihat kehidupan Kenzo dari lahir sampai meninggalnya. Masato, Harumi, Jiro, Nana, Shoko melihat akhir hidup Kenzo yang tragis di dunianya.
__ADS_1