
Sementara itu, di sebuah gudang gelap yang hanya ada sedikit sinar matahari masuk, Nana yang di ikat di sebuah tiang membuka matanya,
“Aku dimana ini....ah...Jiro...Jiro...dimana Jirooo...” Teriak Nana.
“Hei diam...” Teriak seorang pria.
Nana menoleh dan melihat seorang pria duduk di sebelahnya sambil merokok dan melihat smartphonenya,
“Hei, ini dimana, mana Jiro, kalian apakan dia...” Teriak Nana.
Pria itu tidak meladeni teriakan Nana, dia terus membaca sesuatu di smartphone nya, kemudian Nana menyadari kalau pria itu memakai earphone, dia menaikkan kakinya dan dengan susah payah dia mencoba menendang pria yang duduk di sebelahnya, akhirnya Nana berhasil menendang smartphone pria itu dan melepaskan earphone dari telinganya.
“Hei, kurang ajar...” Teriak pria itu sambil berdiri.
“Jawab, dimana aku....mana Jirooo...cepat jawab...” Teriak Nana.
Pria itu mendekati Nana dan langsung menamparnya, Nana yang di tampar langsung meludah ke wajah pria itu, tentu saja pria itu menjadi naik pitam, dia mengeluarkan pisau dan langsung menyobek pakaian Nana.
“Aku perkosa kamu sekalian...perempuan sial kurang ajar...” Teriak pria itu sambil membuka celananya sendiri.
Setelah itu, pria itu langsung mencekik Nana dan membuka celana nya, Nana meronta ronta tapi dia tidak bisa berteriak karena di cekik. Setelah celana Nana terbuka, pria itu mau menjalankan aksinya, tapi pundaknya di tepuk oleh seseorang, pria itu menoleh dan melihat seorang yang menggunakan topeng merah bermata kuning berdiri di belakangnya. Pria itu langsung kaget dan melepaskan tangannya yang mencekik Nana,
“Yo..bye bye.” Sapa Masato.
Langsung saja tinju Masato melayang dan menghantam pria yang sudah siap beraksi sampai terpental sangat jauh, Harumi langsung maju dan melepaskan ikatan Nana kemudian menyembuhkan luka luka nya.
“Haruchi, Yamachi...tolong Jiro....tadi dia di bawa segerombolan orang menyeramkan dan aku di ikat di sini kemudian di pukul....aku mohon, tolong Jiro.” Ujar Nana sambil memegang pundak Harumi yang lebih tinggi dari nya.
“Tenang dulu Nana-chan...” Ujar Harumi.
Tiba tiba Masato dan Harumi tertegun, mereka menoleh ke arah pintu keluar, Masato melangkah ke pintu,
“Hawa ini....demon ?” Gumam Masato.
__ADS_1
“Tidak salah lagi...demon...Ma-kun, kamu merasakannya kan ?” Tanya Harumi.
“Iya, di Phanteos juga ada demon rupanya...” Balas Masato.
“Tentu saja ada, monster dan demon ada.....” Balas Harumi.
“Tapi...hawa ini...jauh lebih kuat dari Layla...demon lord yang aku lawan...aku keluar lihat keadaan, kamu tolong jaga Saikoji-san, Haru-chan.” Balas Masato.
“Iya, hati hati Ma-kun...demon ini kuat...” Balas Harumi.
Tak lama kemudian, “Gyaaaaah.” Terdengar suara teriakan dan suara keramaian di luar gudang, Masato membuka pintu gudang, dia sangat terkejut karena melihat seorang demon yang bertubuh sangat besar dan kekar, memakai karate gi (baju karate) berwarna silver mengkilap seperti terbuat dari besi, pakaian nya bertangan buntung karena lengannya yang berotot dan besar, kulitnya berwarna hitam mengkilap seperti besi, dia seperti memakai sarung tangan yang terbuat dari batu berwarna merah, dua buah tanduk keluar dari keningnya dan wajahnya seperti memakai topeng oni (demon khas jepang) yang menutupi bagian mata sampai hidung, di punggungnya ada sebuah lingkaran besar yang tidak menempel tapi berputar kencang dan membuatnya melayang di udara.
“Graaaaaaah...” Demon itu mengerang kencang.
Masato melihat gudang tempat keluar nya demon itu, dia langsung menutup mulutnya karena melihat banyaknya potongan tubuh dan kepala yang berserakan di dalam. Masato langsung menghampiri demon yang melayang di depannya dan berdiri di depan nya,
“Siapa kamu ?” Tanya Masato.
“Na...na....” Ujar demon itu.
“Graaaaaaah......”
Tanpa peringatan apa apa, demon itu langsung meninju Masato yang dengan reflek menyilangkan lengannya di depan wajahnya. Tinju demon itu langsung membuat Masato melesat kencang ke arah gudang di belakangnya dan menghancurkan dindingnya sampai berlubang.
“Ma-kun....” Teriak Harumi yang melihat nya.
Harumi langsung menggunakan skill full appraisal nya dan melihat status demon yang membuat Masato terpental.
\=========================================
Class : Armored Beserker.
Level : 97
__ADS_1
Power : 97.000
Skill : Martial arts mastery, regeneration, wrath, beserker strike, blaster, earth stomp.
Trait : Temporary blessing of the Holy Gods, demon lord, absolute defense, steel skin, item box.
\=========================================
Demon itu menoleh melihat Harumi, sepertinya dia sadar kalau Harumi melihat status nya, dia langsung melompat ke arah Harumi yang berdiri di depan nya. Tiba tiba sebuah cahaya merah melesat dan menghadang tinju demon itu,
“Hehe...maaf tadi aku lengah...” Ujar Masato yang menahan tinju demon itu.
Masato langsung menendang putar ke arah perut demon itu dan membuatnya mundur beberapa langkah, demon itu melihat perutnya dan melihat Masato yang sedang memasang kuda kuda di depannya, dia tersenyum, “Graaaaaah.” Kemudian mengerang kencang. Dia langsung melesat maju, melihat demon itu maju, Masato juga maju, adu pukulan dan tendangan pun terjadi, terlihat dengan jelas demon itu menggunakan jurus karate yang mematikan, sementara Masato juga terlihat memakai jurus jurus bela diri yang di pelajari nya di dunia lain. Pukulan tinju dan tendangan beradu, menimbulkan suara kencang, Harumi dan Nana yang melihat pertarungan mereka berpelukan supaya tidak terhempas oleh gelombang beradunya pukulan keduanya.
“Hahaha...Jiro, ini menyenangkan....sadarlah...ini aku...” Teriak Masato.
“Graaaaah....” Teriak demon itu dengan senyum menghiasi wajahnya.
Setelah berbenturan cukup lama, akhirnya keduanya melompat ke belakang dan menjaga jarak, demon itu menarik nafas panjang, dia membuka mulutnya, bola cahaya berwarna merah berkumpul di mulutnya, dia menghembuskan nafasnya dan mendorong bola cahaya itu, sinar merah panjang menembak ke arah Masato yang berdiri di depan Harumi dan Nana. Masato langsung merentangkan tangannya, pelindung berbentuk kubah keluar dari pakaiannya dan menghadang sinar merah yang membentur nya. “Blar.” Ledakan terjadi, sinar itu terus menembak sementara Masato dan pelindungnya menahannya.
“Haru-chan, lari, bawa Saikoji-san pergi...cepat.....” Teriak Masato.
“I..iya...hati hati Ma-kun...dia kuat...” Teriak Harumi.
“Jiroooooo....” Teriak Nana.
Mendengar suara Nana ada di belakang Masato, demon itu menutup mulutnya dan sinar pun berhenti, Masato menurunkan tangannya dan pelindungnya hilang, dia terengah engah menghadapi demon di depannya. Demon itu melihat Nana yang berdiri di sebelah Harumi, kemudian dia berbalik dan langsung terbang melesat ke angkasa.
“Jirooooooo.....” Teriak Nana.
Demon itu terus terbang menjauh dan akhirnya tidak terlihat lagi, Nana langsung terduduk dan menangis tersedu sedu. Masato dan Harumi langsung membawa Nana terbang menjauh dari gudang karena banyak jasad berada di dalam. Setelah sampai di sebuah atap gedung yang berada tidak jauh dari gudang, Masato dan Harumi mendarat, kemudian mereka membuka kostum mereka.
“Nana-chan, tolong ceritakan sebenarnya ada apa...” Ujar Harumi.
__ADS_1
Nana yang masih menangis memeluk Harumi yang juga membalas memeluknya, Masato terus melihat ke langit untuk berjaga jaga jika demon itu kembali. Setelah tenang, Nana terduduk dan Harumi duduk di depannya, kemudian Nana mulai bercerita apa yang sebenarnya terjadi.