The Seventh World

The Seventh World
Chapter 20


__ADS_3

Sementara di dalam ruang putih, Jiro yang berhadapan dengan dirinya sendiri mulai bersiap siap bertarung,


“Siapa kamu ?” Tanya Jiro.


“Aku adalah kamu waktu di Hellion yang tertidur di dalam dirimu....kalau kamu mau menggunakan kekuatan ku, kamu harus kalahkan aku...” Ujar demon Jiro.


“Kekuatan ya.....” Balas Jiro.


Jiro menoleh ke layar, dia melihat Masato, Harumi dan Nana yang sedang terbaring di lantai dengan wujud cyborgnya. Tangannya mengepal, kemudian dia menoleh melihat dirinya dalam wujud demon yang berdiri di depannya. Jiro langsung memasang kuda kuda karatenya,


“Ayo mulai...”


Demon Jiro langsung maju menyerang Jiro dengan tinju batunya, dengan santai Jiro mengangkat tangan dan menangkisnya, kemudian mulailah mereka beradu tinju dan tendangan. Setelah berbenturan cukup lama, keduanya tahu kalau keduanya seimbang, mereka menjaga jarak, demon Jiro membuka mulutnya dan keluarlah sebuah bola sinar berwarna merah dari dalam mulutnya, sinar merah menembak ke arah Jiro yang dengan sigap menyilangkan tangannya menangkis sinar itu. Jiro terdorong mundur,


“Aaaaaaah....” Jiro berteriak, dia mendorong sinar nya dan mengibaskan kedua tangannya yang menyilang.


Sinar merah itu menghilang, Jiro melompat dan langsung meninju wajah demon Jiro yang masih kaget karena sinar nya menghilang. Demon Jiro terjatuh dan ketika dia mau berdiri, tinju Jiro sudah berada di depan wajahnya,


“Aku menang...” Ujar Jiro.


“Hahahahaha....bagus, baiklah, aku akan berikan kekuatan ini padamu....” Ujar demon Jiro berdiri.


Kemudian dia mengambil sebuah gulungan yang muncul tiba tiba di udara, dia membuka gulungannya dan mengambil tangan Jiro, kemudian dia menggigit lengan Jiro,


“Hei...apa yang...”


Demon Jiro langsung meneteskan darah Jiro ke gulungan kertas itu, kemudian gulungan kertas itu mengeluarkan cahaya dan melayang ke udara kemudian menghilang. Kemudian demon Jiro berdiri di depan Jiro sambil berlutut,


“Tolong beri aku nama...” Ujar demon Jiro.


“Nama ya....hmmm.....aku tidak pandai memberi nama....bagaimana kalau Ronin.” Ujar Jiro.


“Ronin....baiklah, mulai sekarang panggil aku Ronin, Jiro-sama....” Balas Ronin sambil membungkuk di depan Jiro.


“Hei sudah berdiri, sekarang bagaimana aku bisa keluar dari sini...” Balas Jiro.


“Ruangan ini adalah ruangan di dalam jiwamu, sentuh saja layar di depan dan kamu akan keluar, untuk menggunakan kekuatan ku, panggil namaku dan untuk melepaskan kekuatan ku, panggil lagi namaku sekali lagi di pikiran mu...” Ujar Ronin.


“Hmm...boleh aku usul, aku akan memanggil Ronin on, berarti aku mau berubah menjadi dirimu, kemudian kalau aku memanggil Ronin off berarti aku ingin kembali ke wujud semula, aku tambahkan sebab kalau hanya Ronin nanti ketika aku terpikir sedikit aku langsung berubah....mengerti ya...” Ujar Jiro.


“Baik, aku mengerti, aku akan selalu berada di sini....” Ujar Ronin.


“Terima kasih Ronin...mohon kerja samanya.” Ujar Jiro.


“Sama sama, Jiro-sama...mohon kerja samanya juga...” Balas Ronin.


Kemudian Jiro menyentuh layar besar yang ada di depannya, seluruh ruangan menjadi terang. Jiro membuka mata dan melihat dirinya masih dalam wujud demon nya,


“Ronin off....” Ujar Jiro.


Tubuhnya langsung mengeluarkan cahaya merah dan kembali menjadi wujud manusianya, dia langsung berjalan dan memangku Nana yang masih berbaring. Kemudian dia menoleh, dia melihat Masato dan Harumi yang tertegun melihat dirinya dan bersiaga.


“Um...kenapa kalian melihat ku seperti itu ?” Tanya Jiro.


“Kamu Jiro kan ?” Tanya Masato.


“Iyalah, kamu pikir siapa...” Jawab Jiro.


“Benar ya....kamu Jiro...” Tambah Masato.


“Iya benar, apa perlu aku ceritakan apa yang aku lihat di pikiran mu hah..” Ujar Jiro geram.


“Oh..selamat datang kembali Kaname-kun...” Ujar Harumi.


“Iya...selamat datang kembali...” Tambah Masato.


“Hehe aku pulang...” Balas Jiro.


Setelah itu, ketiganya mulai berbincang bincang di atap sekolah mereka, ketiganya saling bercerita tentang kehidupan mereka di dunia mereka masing masing. Setelah itu, Harumi memberitahu Jiro kalau mau melihat pikiran Nana, dia harus menempelkan keningnya ke kening Nana, walau sedikit berbahaya. Tanpa berpikir panjang, Jiro membuka helm Nana dan menempelkan keningnya ke kening Nana yang masih belum sadarkan diri. Cahaya terang keluar dari pertemuan kening keduanya, tiba tiba sebuah window muncul di hadapan Masato dan Harumi,

__ADS_1


\==============================================


Blessing of the Holy Goddess :


Penerima blessing ini akan hidup selama lamanya, memiliki tubuh yang tidak bisa terluka, sakit dan menjadi tua.


Quest :


Cari dua pasangan yang kembali dari dunia lain dan menerima blessing yang sama kemudian bantu mereka. (1/2)


\==============================================


“Eh.....dugaan kita benar Ma-kun...” Ujar Harumi senang.


“Iya...hahaha...tidak sangka, sekarang tinggal satu lagi...dan aku punya petunjuk tentangnya...” Balas Masato.


“Apa petunjuknya...” Balas Harumi.


“Kucing....” Balas Masato.


“Hah...kucing ?” Tanya Harumi.


Masato tersenyum senyum sendiri sementara Harumi melihat Masato penuh tanda tanya. Setelah itu, keduanya menoleh melihat Jiro dan Nana,


“Ugh...aku dimana ?” Nana mulai membuka matanya.


“Nana....” Teriak Jiro yang memeluk Nana yang masih berwujud cyborg nya.


“Eh...eh....Jiro...Jiroooooo.....” Balas Nana yang sadar kalau dirinya di peluk.


Keduanya langsung berpelukan dan saling menangis karena mereka sudah melihat ingatan mereka masing masing ketika di dunia lain. Masato dan Harumi tersenyum melihat keduanya sambil saling merangkul satu sama lain. Setelah keduanya tenang, keduanya berdiri. Nana langsung menekan permata di perutnya, tubuhnya mengeluarkan cahaya terang berwaran hijau, semua pelingdung mechanya masuk ke dalam tubuhnya bersamaan cairan hitam yang merupakan pakaian dasarnya. Tapi setelah itu, Harumi langsung menutup mata Masato yang berdiri di sebelahnya dan Jiro memalingkan wajahnya yang merah.


“Eh...kenapa ?” Tanya Nana.


“Um...kamu...telanjang Nana-chan....” Jawab Harumi.


Nana melihat tubuhnya, wajahnya langsung menjadi merah dan bersembunyi di balik Jiro yang bertubuh besar.


“Tutupi aku dong....aku ga pakai baju, kenapa bisa begini, padahal harusnya tidak begini....” Jawab Nana.


“Um...mungkin karena itu ya....” Ujar Masato.


“Itu ?” Tanya Nana.


Kemudian Masato menceritakan asal usul kristal yang dia pakai untuk menolong Nana, ternyata kristal itu adalah kristal bermuatan energi sihir yang merupakan teknologi terbaru di Vanadis, para ksatria di Vanadis menggunakannya untuk mengeluarkan pelindung yang di sebut armor suit dan biasanya penggunanya tidak memakai pakaian apa apa lagi selain armor suit itu.


“Haaaah....kamu menggunakan kristal itu di perutku ?” Tanya Nana.


“Iya maaf, karena terpaksa, soalnya permata mu hancur berkeping keping...” Jawab Harumi.


“Aduuuh...permata itu bisa pulih sendiri...sekarang jadinya teknologi duniaku tercampur dengan dunia lain....gimana nih, setiap berubah aku telanjang dong...” Balas Nana.


“Yah kalau berubah lebih baik lepas baju dulu, terus berubah...hehe..” Jawab Masato.


“Hiks..hiks...kenapa jadi begini...” Balas Nana.


“Sudahlah, ini pakai pakaianku....tenang saja....” Ujar Jiro sambil menyelimuti tubuh Nana dengan seragamnya.


“Coba sekali lagi.”


Nana menekan kembali kristal di perutnya dan berubah menjadi wujud cyborgnya, kemudian dia menekan kembali dan menjadi wujud manusianya, dia kembali telanjang dan seragam Jiro menghilang.


“Loh Na, seragamku mana ?” Tanya Jiro.


“Hilang.....” Jawab Nana.


“Lah...itu seragam satu satunya, besok sekolah aku pakai apa ?” Tanya Jiro.


“Ups....maaf...nasibku gimana nih huaaaaaaa.” Teriak Nana.

__ADS_1


Masato dan Harumi tertawa melihat Jiro dan Nana yang sedang berdebat di depan mereka, tapi Harumi tetap menutup mata Masato supaya tidak melihat Nana yang tanpa busana sehelaipun. Setelah itu, ke empatnya terbang ke apartemen Masato dan masuk ke dalam dengan diam diam. Harumi meminjamkan pakaiannya kepada Nana, sementara Masato memberikan seragam cadangannya kepada Jiro untuk di pakai besok ke sekolah.


“Pada akhirnya hari ini kita tidak jadi belanja untuk liburan musim panas...” Ujar Nana.


“Yah mau gimana lagi...ada kejadian...” Balas Masato.


“Tapi aku penasaran, masa di dunia ini ada Orc...dan bukan sembarang Orc lagi, melainkan Orc lord.” Ujar Jiro.


“Oh kamu bertemu dengan si Tiger juga ya ?” Tanya Masato.


“Jadi namanya Tiger, tadi dia menyerang Nana dan samar samar aku merasa aku menyerangnya....benar tidak Na...” Jawab Jiro sambil menoleh kepada Nana.


“Iya, kok bisa ada Orc di dunia kita....” Ujar Nana.


“Itu yang bikin heran, kita berdua juga masih menyelidiki nya....” Ujar Harumi.


“Ya, ini fotonya....” Masato memperlihatkan foto Tiger yang di berikan oleh Hana.


Ke empatnya mengamati fotonya, setelah itu, ke empatnya yakin kalau Tiger itu adalah orc lord yang ada di dunia mereka.


“Nana-chan, berarti di dunia canggih seperti dunia Xerdia mu itu ada monster juga ya...” Ujar Harumi.


“Ada, mereka biasanya keluar bersama monster monster besar (kaiju) yang selalu muncul entah dari mana dan menyerang manusia di Xerdia...” Balas Nana.


“Hmm di Hellion juga ada, bahkan banyak anak buah ku yang sering menangkapi orc karena enak dagingnya.” Tambah Jiro.


“Sama di Vanadis juga orc salah satu makanan pokok....” Tambah Masato.


“Di Phanteos malah selain orc, ada juga yang namanya undead orc, mayat orc yang hidup kembali....” Tambah Harumi.


“Berarti semua dunia mirip mirip ya, berbeda dengan bumi yang kita tempati sekarang...pertanyaan nya, kenapa di sini mulai ada monster juga...sepertinya kita harus menyelidikinya.” Ujar Jiro.


“Benar dan aku punya teori soal itu, aku tidak tahu di dunia kalian, tapi aku mengenali kalung yang dia pakai ini....kalung yang biasa di pakai oleh budak.” Ujar Masato.


“Wah maaf, di dunia ku Xerdia tidak ada perbudakan...” Ujar Nana.


“Sama, di Phanteos juga tidak ada, kalau pun ada budak, biasanya narapidana atau orang yang di hukum oleh negara.” Tambah Harumi.


“Aku tidak tahu kalau dunia manusia, tapi di tempat demon, tidak ada perbudakan.” Tambah Jiro.


“Hmmm berarti kalung ini jelas datang dari Vanadis, aku mengenali bentuk nya dan permata yang ada di lehernya. Seorang budak tidak akan bisa melepaskan kalung ini, kalau dia mencoba melepaskannya, kalung itu akan meledakkan kepalanya.” Ujar Masato.


“Tapi orc itu bilang dia superhero atau apalah ketika berhadapan dengan ku...” Ujar Nana.


“Hmm superhero ya...dia masih kecil kali, jadi kebanyakan ngayal.” Balas Jiro.


“Memang, dia masih smp, dia sempat berubah di depan ku menjadi manusia dengan menekan kristal di kalungnya. Dan dia menunjukkan sesuatu kepada ku.” Balas Masato.


“Kok aku tidak tahu ?” Tanya Harumi.


“Kamu kan pingsan tadi....wajar kamu tidak tahu...” Jawab Masato.


“Dia menunjukkan apa Yamachi ?” Tanya Nana.


“Sebuah foto yang memperlihatkan manusia kucing berpakaian ala ninja dan memiliki ekor bercabang yang mengeluarkan api bewarna biru di ujungnya.” Jawab Masato.


“Yokai ?” Tanya Jiro.


“Kalau aku sih mengira dia seorang beastmen....dan setahu ku di dunia ini tidak ada beastmen.” Jawab Masato.


“Oh jadi yang di maksud kamu kucing itu adalah foto itu...” Balas Harumi.


“Yap benar....sekarang, apa yang mau kita lakukan, kalian berdua juga tentunya sama seperti aku dan Haru-chan....” Ujar Masato kepada Jiro dan Nana.


“Yah...aku sih bebas saja, selama bersama Nana aku tidak masalah...” Ujar Jiro.


“Sama...tunggu...ini memalukan tau bongsor...” Balas Nana dengan wajah merah.


Ke empatnya tertawa, akhirnya mereka meneruskan bincang bincang mereka dan bercanda. Hari sudah sore menjelang malam, Harumi dan Nana mulai memasak makan malam, sementara Masato dan Jiro menonton televisi, tiba tiba ada sebuah berita mendadak yang menghentikan acara,

__ADS_1


“Berita terkini, terjadi perampokan di sejumlah toko game dan toko buku di daerah pertokoan Aki, polisi masih menyelidiki pelakunya, beberapa kamera cctv berhasil menangkap pelakunya tapi masih menjadi misteri. (Sebuah foto tampil di layar televisi yang menampilkan seorang manusia berbentuk kucing yang sedang mengambil barang barang) Tidak ada uang yang hilang selain barang seperti game terbaru dan komik terbaru dalam jumlah banyak, sekian berita terkini.”


Masato langsung menoleh melihat Jiro yang juga sedang melihat dirinya, keduanya menoleh dan melihat Harumi juga Nana sedang melihat ke arah televisi.


__ADS_2