
Di sebuah kota canggih yang penuh dengan gedung tinggi berteknologi canggih, seekor monster raksasa (kaiju) mengamuk dan menghancurkan kota. Di langit terlihat sebuah formasi pasukan yang terbang mendekat kepada monster itu.
“Tim alpha...serang....” Teriak Nana.
“Siap....” Balas anak buahnya.
Pasukan itu memakai pelindung berteknologi canggih berwarna silver dan semuanya wanita, Nana yang menjadi kapten regu itu memiliki pelindung yang berbeda dengan anak buahnya, dia menekan permata di perutnya, pelindung mecha berwarna hitam kehijauan berkilat keluar dari pundak sampai lengan, dada, punggung, pinggang, paha, betis dan telapak kaki membentuk boots. Leher belakang dan kepalanya terbentuk menjadi helm, matanya yang kuning terlihat jelas di balik kaca berwarna hitam yang menutupi wajahnya. Tangan kanan nya berubah menjadi senjata riffle panjang. Dari punggung nya keluar batang sayap terbuat dari besi dan sayap nya berupa pancaran cahaya warna warni. Bagian tubuh yang tidak keluar armor di lapisi baju seperti spandex warna hitam. Nana langsung maju menyerang monster raksasa itu dengan menembakkan senjatanya. Setelah menembaki monster itu, dia mengarah menuju ke mulut monster itu.
“Ikuti aku....” Teriak Nana.
“Baik komandan....” Balas anak buahnya.
Nana dan dua orang anak buahnya langsung menuju ke dalam mulut monster yang menganga itu, mereka menghindari tangan monster yang berusaha meraihnya dengan lincah, akhirnya mereka berhasil masuk ke dalam mulut monster itu dan terbang menuju bagian jantung nya. Ketika sudah masuk ke dalam rongga dada, tiba tiba kedua anak buah Nana berhenti, melihat anak buah nya berhenti dia langsung menoleh dan berbalik.
“Hei...ada apa ? ayo cepat....” Ujar Nana.
“Maaf komandan....” Ujar seorang anak buahnya.
Keduanya langsung mengacungkan tangannya yang sudah menjadi senapan dan langsung menembak sayap Nana. Tentu saja Nana yang tidak menduganya, langsung jatuh, ketika dia mendarat di jaringan tubuh monster, kedua anak buahnya berdiri di depannya dan langsung menembaki Nana yang masih baru mendarat. Setelah asap menghilang, Nana dalam keadaan terlentang dengan kaki dan tangan yang terputus di tambah perutnya yang berlubang,
“Ke..kenapa ?” Tanya Nana.
Kedua anak buahnya mendekat dan membuka sebuah monitor hologram raksasa di depan Nana, di dalam monitor itu terlihat seorang pria paruh baya yang memakai pakaian dokter dan tampak seperti ilmuwan.
“Pro...fes...sor ?” Tanya Nana.
“Maaf komandan, tapi kamu sudah harus pensiun, sekarang sudah ada penggantimu dan kamu sudah menjadi model lama, jadi mohon maaf ya hahaha...” Jawab professor.
“Ke..kenapa...apa...salahku...selama ini...aku membela...manusia....kenapa...papa...”
“Ah...aku bukan papamu, memang aku yang menciptakan mu dan kamu memang separuh manusia, tapi kamu hanyalah ciptaan dan tidak ada artinya bagiku...hei, kalian...cepat habisi dia dan bunuh monster itu....kita akan kabarkan kepada dunia kalau pahlawan mereka mati bersama monster itu....” Ujar professor.
__ADS_1
“Siap prof...”
Tanpa kasihan kedua anak buah Nana langsung menembaki Nana sampai yang tersisa hanya kepalanya. Nana masih hidup, dia hanya bisa melihat anak buahnya terbang melewati dirinya, tak lama kemudian terdengar suara erangan monster besar dan bagian dalam tubuhnya mulai bergetar. Nana melihat dua anak buahnya terbang melesat keluar menuju ke mulut monster. Nana sudah pasrah dan tidak bisa berbuat apa apa, air matanya mengalir walau dirinya hanya tinggal kepala saja.
“Jadi...begini akhirnya....kenapa seperti ini....padahal aku sudah senang bisa hidup di dunia ini....aku berjuang mati matian disini...kenapa...kenapa seperti ini....apa salahku....apa salahku....di kehidupan sebelumnya aku mati di tembak...di depan orang yang kusayang.....kenapa nasibku seperti ini......”
Nana terpejam, kesadarannya mulai hilang, dia merasakan dirinya jatuh ke dalam sebuah ruang kosong yang hampa dan tidak ada apa apa. Selagi Nana mengingat seluruh kehidupannya, dia melihat sebuah cahaya turun dari atas mendekati nya, kemudian dia melihat sebuah tangan besar dari cahaya menangkap tubuhnya yang jatuh, kemudian dia mendengar suara seorang wanita,
“Jangan putus asa, hiduplah, kita kembali, berbahagialah......”
Nana merasa dirinya di angkat oleh tangan itu menuju ke cahaya terang yang sangat menyilaukan mata di atasnya. Ketika dia membuka mata, dia sudah di ikat di tiang, dia merasa dirinya tidak terluka dan ingatannya langsung kembali kalau dia di tangkap bersama Jiro. Setelah selesai, Harumi melepaskan keningnya dan terkulai jatuh pingsan, Masato langsung menangkap tubuh Harumi dan menempelkan keningnya ke kening Harumi, seluruh ingatan yang mengalir ke Harumi berpindah ke pikiran Masato supaya pikiran Harumi tidak kelebihan beban, Masato menjadi tahu kehidupan Nana di dunia Xerdia. Nana yang sudah melihat semuanya, mulai melihat kedua tangannya,
“Aku....ingat semuanya....” Ujar Nana.
Dia mulai menangis dan memeluk dirinya sendiri, kemudian dia berdiri dan menghampiri Harumi.
“Yamachi, Haruchi....maafkan aku, tapi aku sekarang sudah mengerti....kita harus menolong Jiro....” Ujar Nana.
“Tidak, biarkan aku yang mencarinya....kalian tunggu di sini...” Ujar Nana.
“Hah...bagaimana caranya ?” Tanya Masato.
Nana langsung berdiri, dia langsung menekan perutnya yang tertembak, sebuah permata keluar dari dalam perutnya dan mengeluarkan cahaya hijau terang. Setelah itu, Masato melihat sebuah permata berbentuk kristal yang panjang melintang di perut Nana. Tanpa menunda lagi, Nana menyentuh kristal nya dan tubuhnya langsung berubah menjadi sama seperti di dalam kehidupannya yang lama.
“Wow.....kamu robot Saikoji-san ?” Tanya Masato.
“Bukan, aku manusia separuh robot, cyborg...aku masih manusia kok, masih bisa hamil hehe, tenang saja....baiklah aku pergi ya, kalian tunggu di sini....” Ujar Nana.
Sayapnya di belakang langsung mengeluarkan cahaya warna warni, Nana langsung melesat ke angkasa dengan kecepatan luar biasa menuju kembali ke arah pelabuhan. Masato hanya bisa melihatnya sambil memangku Harumi yang pingsan sambil tersenyum melihat Nana.
“Aku sudah lihat semua pikirannya, selamat datang kembali Saikoji-san....” Ujar Masato dalam hati.
__ADS_1
Dia memeluk Harumi dengan erat dan membuat Harumi bersender kepada dirinya sambil memandang Nana yang semakin terbang menjauh dari mereka. Tapi tiba tiba ketika Masato sedang duduk sambil memangku Harumi, “Blugh.” Sesuatu mendarat di atap, Masato menoleh ke belakang dan dia melihat sosok seorang pria besar yang berkulit hijau, memakai pakaian gulat lengkap dengan topengnya dan taring besar mencuat keluar dari dalam topengnya. Dia juga memakai kalung (Choker) di lehernya. Pria itu melihat Masato yang sedang memangku Harumi. Masato meletakkan Harumi secara perlahan dan berdiri menghadapi pria itu.
“Tiger.....” Ujar Masato.
“Benar, baguslah kalau sudah kenal....” Jawab pria itu.
“Sejak kapan orc bisa bicara....” Balas Masato.
“Eh...apa itu orc...aku bukan orc, aku manusia....”
Tiger menekan kalung di lehernya dan dia berubah menjadi seorang remaja smp yang memakai seragam hitam (gakuren). Masato sedikit kaget melihatnya, dia tidak menyangka monster bisa berubah menjadi manusia seperti yang ada di hadapannya.
“Boleh aku bertanya ?” Tanya Tiger.
“Apa...” Jawab Masato.
“Tadi apa kalian lihat seekor kucing besar yang melompat lompat di antara gedung gedung ?” Tanya Tiger.
“Hah..kucing ?” Tanya Masato bingung.
“Ah...seperti ini fotonya...” Tiger memperlihatkan smartphonenya.
Di dalam foto itu terlihat seorang gadis yang berwujud seperti kucing dengan ekor bercabang yang di ujungnya terbakar api berwarna biru dan membawa sebilah pedang katana.
“Aku tidak lihat....” Jawab Masato.
“Baiklah, maaf mengganggu...” Ujar Tiger.
Dia kembali menekan permata di kalungnya dan berubah, kemudian dia melompat ke atap gedung sebelah.
“Apa itu tadi....tapi...kucing itu...seperti beastmen.....” Pikir Masato.
__ADS_1
Masato kembali duduk dan memangku Harumi di pangkuan nya sambil terus berpikir.