
Sepulang sekolah, seperti biasa, Masato, Harumi, Jiro dan Nana berjalan menuju ruang club mereka, ketika melewati lorong, mereka melihat Ami sedang tersender di dinding dengan wajah ketakutan, di depan nya ada seorang pria gemuk pendek yang di kawal oleh dua orang pria bertubuh besar di belakangnya. Masato, Harumi, Jiro dan Nana bersembunyi dulu di ruang kelas, mendengarkan percakapan mereka.
“Kamu mau apa Kaneshiro-kun....” Ujar Ami dengan suara gemetar.
“Ami-chan, kamu kan sedang mencari kakak mu, aku punya petunjuk soal kakakmu, tapi aku minta bayaran untuk infonya hehe...” Jawab pria yang di panggil Kaneshiro sambil berdiri di depan Ami dengan sikap yang menjengkelkan.
“Apa maksudnya, kenapa kamu bisa tahu aku sedang mencari kakak ku...” Balas Ami.
“Ah...aku malas berlama lama....” Ujar Kaneshiro.
Dia mengambil smartphonenya dan membukanya, kemudian tangannya mulai menekan nekan smartphonenya, setelah itu dia memperlihatkan sebuah video kepada Ami.
“Ini kakak mu kan ?” Tanya Kaneshiro.
Melihat video itu, Ami langsung menutup mulut dengan kedua tangannya, karena video itu menampilkan kakak perempuan Ami yang sedang di setubuhi oleh Kaneshiro yang berdiri di depannya. Ami langsung memukul jatuh smartphone nya karena tidak mau melihat kondisi kakak nya seperti itu.
“Hei hei....mau aku katakan dia ada dimana ga ? kalau mau ikut aku, kita ke gudang...” Ujar Kaneshiro.
“Tidak....aku tidak mau, video itu bohong, tidak mungkin kakak ku melakukan itu.” Teriak Ami.
“Hahaha...tidak mungkin katamu ? bohong ? aku merasakan nya loh, dia salah satu bintang di toko kenalan ayahku...aku sudah merasakan tubuhnya...masa sih aku bohong, makanya ikut aku ke gudang, aku buktikan...hahaha...” Ujar Kaneshiro.
Tangan Ami mengangkat dan mau menampar Kaneshiro di depannya, tapi seorang siswa pria bertubuh besar di belakangnya menangkap tangan Ami. Karena tangannya di tangkap, Ami meronta ronta berusaha melepaskan tangannya,
“Lepaskan...lepaskan....” Teriak Ami sambil menarik narik lengannya.
“Hehehe...” Kaneshiro langsung memegang dada Ami yang sedang meronta.
“Aaaah...apa apaan....lepaskan tanganmu...” Teriak Ami yang menampik tangan Kaneshiro.
“Hahaha lebih besar dari kakak mu....baiklah, aku putuskan, kamu akan jadi mainanku...bawa dia...” Ujar Kaneshiro.
“Tidak...aku tidak mau....lepaskan aku....” Teriak Ami.
Mendengar teriakan Ami, Nana langsung tidak sabar, dia keluar dan menghampiri pria besar yang menangkap Ami, tanpa bicara lagi, dia langsung menendang perut pria itu sampai terpental ke dinding di belakangnya. Kemudian dia langsung menangkap tangan Kaneshiro dan menarik Ami ke belakangnya.
“Hei...apa apaan...” Teriak Kaneshiro.
“Aku sudah cukup mendengarnya....” Jawab Nana.
“Kamu....aku kenal kamu, jangan mentang mentang populer kamu bisa seenaknya ya...kamu tidak tahu siapa aku, aku lebih populer dari mu...aku Kaneshiro Ren, anak wakil perdana menteri negara ini...” Teriak Ren.
“Hah..memang aku perduli soal itu...dasar laki laki bejat...” Teriak Nana.
“Hei....kenapa kalian diam saja...hajar dia...” Teriak Ren kepada kedua siswa pria bertubuh besar itu.
Tapi kedua siswa pria bertubuh besar itu diam saja, alasannya mereka melihat Jiro, Masato dan Harumi berdiri di belakang Nana dan Ami.
“Yo....” Sapa Jiro kepada kedua orang itu.
__ADS_1
“Kaname....bos, maaf, kita malas berurusan dengan Kaname.....” Teriak kedua siswa pria itu sambil melarikan diri.
“Hei....kemana kalian....Huh...dasar tidak berguna.....lepaskan aku...” Teriak Ren.
Nana melepaskan Ren yang langsung jatuh dan memegang tangannya karena kesakitan, Ren langsung mengambil smartphonenya dan menyimpannya di kantung celananya, kemudian dia berdiri di depan Nana dan langsung menunjuk wajah Nana.
“Awas ya...aku tidak akan melupakan kejadian ini. Lihat saja kalian....aku akan membalas kalian...” Ujar Ren sambil berbalik dan melarikan diri.
Setelah Ren pergi, Nana menyadari tangannya basah dan berminyak, dia menciumnya dan langsung ingin muntah,
“Ugh....cuma memegang tangannya saja berminyak begini....bau lagi....aduh...aku harus cuci tangan nih...” Ujar Nana sambil menggoyangkan tangannya.
“Terima kasih Nana-chan....” Ujar Ami.
“Siapa dia Ami-chan ?” Tanya Nana.
“Kaneshiro Ren, kelas 2-3, teman sekelasku...dia anak wakil perdana menteri dan mengaku ngaku populer di sekolah...dia pernah menyatakan perasaan pada ku dan aku menolaknya, aku tidak tahu dia dapat info darimana aku sedang mencari kakak ku, awalnya aku pikir kalian makanya aku mau menuju ke ruangan kalian sekarang...tapi dia mengikuti ku dan menahanku, dia mencoba memerasku...” Jawab Ami.
“Hah...aku baru kenal dia....sudah ah, aku mau ke kamar mandi dulu...cuci tangan...” Nana langsung berlari menuju kamar mandi.
“Populer ya, kok aku baru tahu...” Ujar Harumi.
“Sama, aku juga baru lihat babi itu...” Balas Jiro.
“Pokoknya kita sekarang ke ruang club saja dulu, ayo Ami-san...kita ke ruangan dulu.” Ajak Masato.
Mereka langsung melanjutkan berjalan ke ruangan club mereka, ketika membuka pintu, mereka melihat Kenzo dan Shoko sudah ada di dalam,
“Lama...nih para senpai...” Ujar Shoko.
“Salam kenal, aku anak kelas 1 yang baru bergabung, namaku Kenzo Thompson, salam kenal para senpai...” Ujar Kenzo yang berdiri dan membungkuk.
“Eh...Mori-san ?” Tanya Ami yang melihat Shoko.
“Loh Ami-senpai ? senpai bergabung juga ?” Tanya Shoko.
“Oh tidak, aku barusan di tolong mereka...” Balas Ami.
“Hei hei...anak baru, buat minum...” Ujar Jiro.
“Hahaha...dasar....” Balas Masato.
“Ayo duduk semuanya...” Ajak Harumi yang mendorong Ami masuk ke dalam.
Setelah duduk, Shoko membuatkan minuman untuk Ami, tak lama kemudian Nana datang dan duduk di sebelah Jiro. Setelah itu, Masato minta Ami menceritakan masalahnya. Tapi Ami tidak mau menceritakannya karena masalah keluarga dan tidak mau melibatkan mereka. Akhirnya, mereka berbincang bincang mengenai Ren, ternyata mereka baru tahu kalau dua siswa pria yang berdiri di belakang Ren adalah siswa kelas 3 anggota club judo dan terkenal preman di sekolah.
“Aku kenal mereka, kita sudah beberapa kali berkelahi....mereka kalau tidak salah ikut geng motor yang bermarkas di daerah sini...” Ujar Jiro.
“Hooo....begitu, kenapa kamu tidak cerita ?” Tanya Nana.
__ADS_1
“Apa gunanya cerita sama kamu kontet...lagipula kejadiannya waktu kelas 1.” Jawab Jiro.
“Grrrr....awas ya kamu bongsor...” Balas Nana.
“Sudah ah, kenapa malah jadi bertengkar sendiri...” Tegur Harumi.
“Hmm...berarti Kaneshiro Ren membayar mereka, mana mungkin dia bisa menaklukkan mereka dengan berkelahi.” Gumam Masato.
“Berantas saja gengnya...” Ujar Shoko.
“Eh...berbahaya loh...” Balas Ami.
“Tenang saja kita kan.....”
Belum selesai Shoko berbicara, mulutnya sudah di tutup Kenzo yang duduk di sebelahnya,
“Iya benar Ami-senpai, berbahaya...dengar kan Sho-chan....” Ujar Kenzo sambil tertawa.
“Um...kalian pacaran ya ?” Tanya Ami.
“Puaaah...apa apaan sih Ken-ken...kita ga pacaran, kita tuna....”
Belum selesai Shoko bicara mulutnya di tutup lagi oleh Kenzo yang melirik Ami sambil tersenyum. Harumi langsung berdiri dan berjalan ke arah Shoko, dia langsung menjitak Shoko,
“Aw...Haru-nee...kenapa ?” Tanya Shoko.
“Ember...kamu diam saja...” Jawab Harumi.
“Aku baru tahu, ternyata kalian saling kenal dan akrab...” Ujar Ami.
“Hihihi...iya...” Balas Harumi.
“Ngomong ngomong Kenzo, itu kantung apa ?” Tanya Masato menunjuk kantung plasti berisi surat yang ada di meja persis di sebelah Kenzo.
“Oh ini ? tadi loker sepatu ku penuh dengan surat surat ini....ya aku masukkan plastik dan aku bawa saja...ku pikir aku mau baca di sini...” Ujar Kenzo sambil mengambil sepucuk surat dari dalam kantung plastiknya.
Shoko langsung menyambar kantung plastik dan surat yang di pegang Kenzo, kemudian dia membuangnya di tong sampah yang ada di ruangan,
“Kok di buang Sho-chan ?” Tanya Kenzo.
“Tidak usah di baca...” Jawab Shoko ketus.
“Hihihi...kalian berdua lucu ya...” Ujar Ami.
Suasana pun menjadi rileks, Ami sudah tidak ketakutan dan gemetar lagi, dia sudah kembali ceria dan mereka berbincang bincang dalam kondisi yang santai. Ketika mereka sedang santai, tiba tiba, pintu di buka kencang, Mio dan Toji masuk ke dalam ruangan,
“Senpai, lihat di gerbang, ada banyak anggota geng motor di depan gerbang...” Teriak Toji.
Masato, Harumi, Jiro, Nana, Kenzo dan Shoko langsung ke jendela dan melihat keluar, ternyata benar seperti yang di katakan Toji, banyak sekali motor yang di parkir di depan gerbang, mungkin jumlahnya sekitar dua puluh motor. Mereka melihat Ren dan dua pengawalnya berjalan ke depan gerbang menemui para pengemudi motor yang terlihat seram dan garang. Ke enamnya tersenyum melihat nya dan saling melihat satu sama lain.
__ADS_1