
Jiro dan Nana selesai menceritakan semuanya kepada Masato dan Harumi yang berpikir mendengar cerita keduanya. Masato dan Harumi akhirnya saling berbisik dan berdiskusi sendiri, kemudian mereka menoleh melihat Jiro dan Nana yang menunduk di depan mereka.
“Hmm...kalau masalah itu, jelas bukan salah kalian, kita berdua memang melakukan hal hal seperti itu, aku justru malah berterima kasih karena kalian tidak mengatakan hal yang sebenarnya dan membocorkan identitas kita berdua.” Ujar Masato.
“Ya sudah, mumpung kalian di sini, kita makan dulu, aku tadi beli banyak karena murah hahaha...” Tambah Harumi.
Melihat Masato dan Harumi terlihat santai saja dan malah menawarkan mereka makan, Jiro dan Nana menoleh dan melihat satu sama lain,
“Kalian tidak marah ?” Tanya Nana.
“Kenapa harus marah, aku justru malah bersyukur, kalian pegang janji dan tidak membocorkan identitas ku dan Ma-kun...” Jawab Harumi.
“Haru-chan benar, kalau marah kita malah salah, mengenai soal menikah, nanti aku akan bicara kan berdua dengan Haru-chan, jadi kalian tidak usah khawatir.” Tambah Masato.
“Terima kasih Masato, Satou-san. Aku dan Nana benar benar minta maaf....” Balas Jiro.
Karena merasa lega, Jiro sedikit menitikkan air mata, sebelum mendengar perkataan Masato, dia merasa sudah mencelakai Masato, melihat Jiro menitikkan air mata, Masato tertawa,
“Woi...badan besar, penampilan garang, masa mewek hahaha..masa sama teman saja kayak gitu.” Ujar Masato.
“Hahaha...benar juga, baiklah, terima kasih Masato....aku dan Nana permisi dulu..” Jiro berdiri.
“Eh...tidak mau makan dulu ?” Tanya Harumi.
“Tidak usah Haruchi, kamu dan Yamachi banyak yang mau di bicarakan kan, kami sih gampang....tapi, mau tidak kita belanja untuk liburan, waktu weekend...kalian mau ikut ke rumah kakek Jiro kan ?” Tanya Nana.
“Oh boleh juga, gimana Ma-kun ? mau ?” Tanya Harumi sambil menoleh kepada Masato.
“Ok, boleh....weekend kan, dua hari lagi ya....” Jawab Masato.
“Iya, dua hari lagi, ke pusat perbelanjaan saja...” Balas Jiro.
Setelah itu, Jiro dan Nana pamit kemudian mereka keluar dari apartemen di antar oleh Masato dan Harumi. Setelah menutup pintu, Masato dan Harumi masuk kembali dan duduk di meja makan.
“Um....menikah ya Ma-kun ?” Tanya Harumi.
“Iya...jujur saja, aku masih bingung...” Jawab Masato.
“Aku mengerti....aku pun sama...” Balas Harumi.
Keduanya terdiam sambil menatap rebusan yang sudah matang di atas kompor kecil di meja. Pikiran keduanya langsung berlari kesana kemari, keduanya merasa diri mereka kotor di tambah perasaan takut di khianati. Akhirnya Masato membuka pembicaraan,
__ADS_1
“Haru-chan, ada yang mau aku katakan padamu....aku harus menceritakan diriku yang sebenarnya sewaktu aku berada di dunia lain, semoga setelah mendengarnya kamu masih mau bersama ku...” Ujar Masato.
“Aku juga ada yang mau kuceritakan padamu.....” Balas Harumi.
Keduanya kembali terdiam dan menunduk, tiba tiba Harumi berdiri, dia berjalan ke sebelah Masato, kemudian dia meminta Masato mundur sedikit dan dia duduk di pangkuan Masato menghadap ke wajahnya.
“A.apa yang kamu lakukan Haru-chan ?” Tanya Masato.
“Daripada cerita, lebih baik seperti ini....diam ya dan pejamkan mata....” Jawab Harumi sambil merangkul leher Masato.
Masato memejamkan matanya dan menurut saja pada Harumi, langsung saja Harumi melepaskan kacamatanya dan melepaskan kacamata Masato, kemudian dia menempelkan keningnya ke kening Masato. Ketika kening keduanya menempel, cahaya terang keluar dan memenuhi ruangan, kehidupan Harumi di Phanteos dari dia lahir sampai meninggalnya mengalir ke dalam pikiran Masato, sedangkan kehidupan Masato di Vanadis dari dia lahir sampai meninggal nya mengalir ke dalam pikiran Harumi. Tanpa sadar, Masato memeluk Harumi dan dia menangis tersedu sedu, begitu juga Harumi yang tanpa sadar memeluk Masato sambil menangis.
“Maafkan aku Haru-chan....aku tidak tahu kamu.....” Ujar Masato.
“Aku juga tidak tahu kamu ternyata.....maaf, Ma-kun....” Balas Harumi.
Keduanya terus berpelukan dengan erat sambil menangis, suara tangisan mereka berdua memenuhi ruangan. Setelah keduanya tenang, Harumi melepaskan Masato dan kembali duduk di tempatnya.
“Setelah kamu melihat semuanya, kamu masih mau bersamaku yang seperti ini ?” Tanya Harumi.
“Tentu saja kalau kamu mengijinkan, aku akan bersama mu selamanya...kamu tidak kotor Haru-chan, kamu di khianati dan di jadikan kotor, tapi kamu tidak kotor....tapi aku....yang salah berpihak dan membunuh banyak orang tidak berdosa...tidak pantas di sampingmu...” Jawab Masato.
“Terima kasih Haru-chan.....terima kasih....aku juga berjanji, akan bersamamu selamanya...” Balas Masato sambil menggenggam tangan Harumi.
“Aku juga janji Ma-kun, aku akan terus di sisimu dan tidak akan mengkhianati mu...terima kasih Ma-kun....aku senang sekali.....terima kasih...” Balas Harumi.
“Kita makan dulu, oh ya, aku bawa cake untuk kamu haha...” Balas Masato.
“Wah...senangnya, ayo kita makan....” Balas Harumi.
“Selamat makan (Itadakimasu).” Ucap keduanya bersamaan.
Keduanya langsung makan dengan semangat karena sudah terlalu lapar, dalam sekejap mereka menghabiskan makanan mereka, kemudian keduanya mencuci piring bersama, setelah itu mereka duduk di lantai bersender ke dinding dan saling menempel sambil bergandengan tangan.
“Haru-chan, maaf aku mau tanya, perasaan mu kepada Roan yang ku lihat tadi sama tidak dengan perasaan mu kepada ku ?” Tanya Masato.
“Hmmm gimana ya, aku rasa beda, aku melihat Roan sebagai harapan dan cahaya yang bisa membawa ku keluar dari kegelapan....tapi, kalau bersamamu, entah kenapa kamu sudah menjadi bagian dari diriku, aku takut kamu tidak menerimaku, aku takut kita berpisah dan aku berusaha semaksimal mungkin aku bersama dengan mu, sangat berbeda....tapi itu yang aku rasakan. Kalau kamu ? Alicia ?” Tanya Harumi.
“Sama, aku suka pada nya, aku akui itu, tapi karena yang pertama aku lihat adalah dia di dunia itu, berbeda dengan kamu, jujur saja, aku sama sepertimu, aku juga merasa kamu sudah menjadi bagian dari diriku selama 2 bulan terakhir ini, aku juga takut kehilangan dan berpisah darimu....tapi yang paling aku takut kalau kamu sampai membenci ku. Aku rasa kita sama...” Balas Masato.
“Jujur saja, sampai sekarang aku tidak tahu apa yang namanya cinta...” Balas Harumi.
__ADS_1
“Sama....aku pun tidak tahu dan tidak mengerti....kalau di bilang aku mencintai Alicia, aku tidak merasa seperti itu...tapi perasaan ku ke kamu, jelas baru kali ini aku rasakan...” Balas Masato.
“Hehe sama...yang penting sekarang aku bahagia...” Ujar Harumi sambil merebahkan kepalanya ke pundak Masato.
“Sama, aku juga bahagia....” Masato menempelkan kepalanya kepada kepala Harumi.
Tiba tiba window status mereka terbuka dan tulisan Temporary blessing of the Holy Goddess di window status mereka mengeluarkan cahaya terang benderang. Keduanya menutup mata mereka dengan tangan karena terlalu silau,
“Apa ini ?” Teriak Masato.
“Tidak tahu...Ma-kun...” Balas Harumi.
Keduanya saling merangkul satu sama lain dan bersiap menghadapi apa saja yang muncul di depan mereka. Setelah cahaya mulai menghilang, keduanya membuka mata, mereka melihat sosok seorang wanita yang di selimuti oleh cahaya sampai wajahnya tidak terlihat berdiri di depan mereka. Masato dan Harumi langsung berdidi dan bersiap siap, tapi sosok wanita itu berjalan mendekati keduanya dan merangkul keduanya,
“Selamat untuk kalian, akhirnya tugas kami sudah selesai. Kalian sekarang sudah bersama dan menjadi pasangan, blessing ku sudah aktif, perbuatan baik kalian di Vanadis dan Pantheos sudah terbayar. Sekarang hiduplah dengan bahagia di dunia asal kalian dan gunakan kekuatan kalian untuk menolong dunia asal kalian ketika kejahatan yang melanda setiap dunia datang ke dunia kalian sekarang. Oh ya aku memberikan blessing ku kepada 2 pasangan lagi selain kalian, mereka juga kembali dari dunia lain yang berbeda dari Vanadis dan Phanteos, carilah mereka dan bantu mereka. Selamat tinggal, kita akan bertemu lagi nanti.” Ujar wanita bercahaya itu.
“Eh...anda dewi ?” Tanya Masato.
Tiba tiba tubuh wanita itu mengeluarkan cahaya terang lagi dan membuat keduanya menutup mata lagi, setelah cahaya menghilang, sosok wanita bercahaya itu sudah tidak ada di depan mereka. Keduanya melihat status mereka dan tulisan temporary di depan blessing sudah hilang. Masato menekan tulisannya dan membaca keterangannya,
\==============================================
Blessing of the Holy Goddess :
Penerima blessing ini akan hidup selama lamanya, memiliki tubuh yang tidak bisa terluka, sakit dan menjadi tua.
Quest :
Cari dua pasangan yang kembali dari dunia lain dan menerima blessing yang sama kemudian bantu mereka. (0/2)
\==============================================
“Wow...kita dapat quest...” Ujar Masato.
“Dua pasangan ?” Tanya Harumi.
“Sepertinya kita sudah menemukan satu pasang....” Jawab Masato.
“Hmm...benar juga...” Balas Harumi.
Masato dan Harumi saling merangkul sambil melihat window status mereka dan membahasnya.
__ADS_1