
Beberapa hari kemudian, di kelas Masato dan Harumi tidak terlihat saling bicara dan tidak pernah bersama lagi. Mereka tidak saling tegur dan tidak saling sapa sama sekali, walau duduk bersebelahan. Jiro dan Nana yang memperhatikan mereka jadi bertanya tanya,
“Oi Jiro, mereka kenapa ? beberapa hari ini mereka sepertinya menjauh dari satu sama lain.” Tanya Nana.
“Mana aku tahu, kenapa juga kamu tanya padaku...” Jawab Jiro.
“Kali saja Yamachi bercerita sama kamu...” Balas Nana.
“Tidak mungkin dia bercerita padaku soal soal seperti itu...” Balas Jiro.
“Aku tanya Haruchi deh...” Balas Nana.
“Ngapain...jangan ngurusin urusan orang...” Balas Jiro.
“Tapi gimana dong, aku ga tega lihat nya....mereka saling lirik tapi tidak saling sapa....” Balas Nana.
“Sudah, biarkan saja mereka, nanti juga baik sendiri....” Balas Jiro.
“Semoga deh...nanti kamu ke rumah kan ?” Balas Nana.
“Ya....nanti aku datang.” Jawab Jiro.
Sementara itu, Masato mengeluarkan sepucuk surat yang baru dia dapat dari loker tempat menaruh sepatunya di depan. Dia melihat amplop berwarna pink itu dan sebuah stiker hati di gunakan sebagai penutup amplop nya. Dia membukanya dan membacanya,
“Haaah.....” Keluhnya setelah membaca isinya.
“Kenapa mengeluh ? bukannya senang ?” Tanya Harumi yang ada di sebelahnya.
“Apa nya yang senang...aku malas berurusan dengan hal hal ini...” Jawab Masato.
“Dasar, mentang mentang sekarang ganteng dan banyak penggemarnya, mau pamer ya ?” Tanya Harumi.
“Hah...siapa juga yang mau pamer, kamu kenapa melihat....” Balas Masato.
“Siapa suruh baca sekarang, kan bisa nanti...” Balas Harumi.
“Mumpung pelajaran belum mulai...” Balas Masato.
“Ya...ya...terserah.” Balas Harumi.
Keduanya kembali terdiam, karena tidak mau kalah, Harumi mengambil sebuah amplop dari tas nya, dia membolak balik amplop itu seakan akan sengaja memperlihatkan nya pada Masato, kemudian dia membuka dan membacanya.
“Haaah....malas...” Gumamnya meniru Masato.
“Huh dasar...sendirinya juga pamer, trus kenapa mengeluh ?” Tanya Masato.
“Sama, malas....aku tidak memikirkan hal hal seperti ini sama sekali...” Jawab Harumi.
“Ya ya...maklum lah yang sekarang sudah jadi populer, bahkan sudah punya fans club....” Gumam Masato.
“Cemburu ?” Tanya Harumi.
“Jangan sembarangan....” Jawab Masato.
Keduanya kembali terdiam, tiba tiba sebuah buku hinggap di meja Masato, tentu saja Masato menoleh dan melihat Harumi yang sedang menghadap ke depan tapi matanya melirik ke buku. Masato membuka bukunya dan ada tulisan,
“Nanti temani aku menolak senpai (senior) yang menulis surat ini, aku takut sendirian...”
Masato tersenyum, dia langsung menulis balasannya di buku dan memberikan bukunya kembali pada Harumi, isinya,
“Masa Saint level 98 takut sama senpai ? tapi aku tetap temani, tenang saja hehe.” Ledek Masato.
Harumi menoleh dan melihat Masato yang sedang tersenyum senyum dengan wajah cemberut. Tak lama kemudian, sebuah buku mendarat di meja Harumi, dia menoleh dan tahu kalau Masato yang memberikan buku itu, ketika dia membaca isinya,
__ADS_1
“Nanti temani aku juga ya menolak anak kelas sebelah yang menulis surat itu..”
Ketika membacanya, Harumi langsung tersenyum dan melirik Masato yang sedang mencuri curi pandang ke arah nya. Dia langsung menulis di bukunya dan mengembalikan nya kepada Masato. Langsung saja Masato membuka bukunya dan membaca balasan dari Harumi.
“Hehehe ternyata Hero level 100 takut sama perempuan...payah, tenang saja ada aku...tentu saja aku temani...” Ledek Harumi.
Masato membacanya dengan geram dan menoleh kepada Harumi yang terlihat sedang tersenyum senyum sendiri, kemudian dia menulis lagi di buku dan memberikan nya pada Harumi.
“Grrrrrrr....awas ya kamu...” Balas Masato.
“Weeeeee......” Balas Harumi.
Akhirnya selama pelajaran mereka berdiskusi sendiri menggunakan buku yang saling di oper. Tapi mereka akhirnya berbicara lagi dan sudah akrab lagi seperti semula, Jiro dan Nana yang melihat mereka dari jauh menjadi lega.
*****
Sepulang sekolah, sesuai perjanjian, keduanya keluar bersamaan untuk saling menemani bertemu dengan yang memberikan surat kepada mereka. Keduanya menuju ke samping gedung olah raga untuk menemui siswi yang memberikan surat kepada Masato. Ketika sampai di sana, mereka melihat siswi itu sudah menunggu, ketika siswi itu berbalik, wajah Masato langsung berubah,
“A..Alicia ?” Tanya Masato ketika melihat wajah siswi itu.
“Eh...maaf, tapi namaku Sakie Megumi....bukan Alicia hihihi.” Ujar Megumi.
“Ah...maaf, kamu mirip dengan orang yang ku kenal...” Balas Masato.
“Um...maaf, tapi apa aku boleh tanya, kenapa Satou-san ikut kesini ?” Tanya Megumi.
“Maaf Sakie-san, tapi Masato-kun adalah pacarku...” Jawab Harumi sambil menggandeng lengan Masato.
“Hah....” Teriak Masato.
“Oh kamu sudah punya pacar ya Yamada-kun...maaf Satou-san, aku tidak tahu, aku hanya ingin mengungkapkan perasaan ku, tapi bolehkah kalau kita hanya berteman saja ?” Tanya Megumi dengan wajah sedikit sedih.
“Bo..boleh...kita berteman saja...haha...” Balas Masato.
Megumi langsung berlari meninggalkan keduanya, Masato merasa tidak enak karena secara tidak langsung dia menyakiti Megumi,
“Sudah kan, sekarang giliran ku....ayo...” Ajak Harumi.
“Tunggu dulu, kenapa kamu bilang kamu pacarku....” Balas Masato.
“Huh...pertanyaan ku adalah siapa itu Alicia ?” Tanya Harumi.
“Ah...itu...sudah masa lalu.....” Balas Masato.
“Maaf ya, aku bukan Alicia.....” Balas Harumi ketus.
“Eh...kok kamu marah, kenapa ? kok wajah mu begitu ?” Tanya Masato.
“Tidak apa apa bodoh....ayo...” Jawab Harumi.
Kemudian Harumi menarik tangan Masato dan masuk ke dalam gedung olah raga, di dalam ada seorang seorang pria yang berambut di cat pirang dan tampan menggunakan seragam club basket, dia sedang menembakkan bola ke ring, tapi ketika menoleh dan melihat Harumi masuk ke dalam, pria itu langsung menghampirinya. Sekarang gantian, Harumi yang tertetgun dan tanpa sadar dia bergumam,
“Ro...Roan ?” Gumam nya.
“Hei...Satou-san, salam kenal, namaku Akagi Sho....dan maaf aku bukan Roan...” Balas Sho.
“Ah...maaf, kamu mirip dengan orang yang ku kenal.” Balas Harumi.
“Dan sayangnya senpai juga mirip dengan orang yang ku kenal.” Tambah Masato dengan nada geram.
Mendengar ucapan Masato, Sho dan Harumi langsung melihat ke arah Masato yang mengepalkan tangannya.
“Um...maaf, tapi kenapa kamu di sini Yamada-kun ? apa jangan jangan....” Ujar Sho.
__ADS_1
“Benar, dia pacarku....” Balas Masato sambil merangkul pundak Harumi.
“Haaaah....” Teriak Harumi.
“Oh begitu ya, maaf Yamada-kun, aku memang sudah mendengar gosip tentang kalian, ternyata memang benar ya, maaf aku hanya ingin menyatakan perasaan ku pada Satou-san saja....terima kasih ya Satou-san sudah datang kesini, tapi sepertinya pacarmu marah dan aku tidak mau mencari ribut....baiklah, maaf aku kembali latihan dulu....” Balas Sho yang langsung berbalik dan berjalan menuju lapangan.
Alasan Masato marah bukan karena Sho mirip dengan Roan melainkan karena Sho mirip dengan teman seperjalanan nya yang pada akhirnya mengkhianati dan membunuh dirinya. Masato langsung menarik tangan Harumi yang diam saja keluar dari gedung olah raga. Begitu di luar,
“Hei...lepaskan aku...” Teriak Harumi.
“Oh maaf.....” Balas Masato yang melepaskan tangan Harumi.
“Kamu kenapa ? karena aku panggil dia Roan ?” Tanya Harumi.
Masato diam saja dan tidak menjawab, dia melangkah pergi meninggalkan Harumi yang berlari mengejarnya,
“Masato-kun...tunggu....” Teriak Harumi.
Masato terdiam dan menoleh, kemudian setelah Harumi berada di sampingnya, baru dia berjalan lagi,
“Maaf, aku tidak bermaksud apa apa....boleh beritahu aku alasan kenapa kamu marah ?” Tanya Harumi.
“Tidak apa apa....” Jawab Masato.
“Aku tahu kok dia bukan Roan...tenang saja....” Balas Harumi.
“Bukan itu, aku tidak perduli dia Roan atau bukan, hanya saja aku sebal melihat wajahnya...paham.” Balas Masato ketus.
“Hah...kamu tidak perduli dia Roan atau bukan, maksudnya apa ? huh...maaf ya, aku juga menghalangi kamu bersama Alicia mu lagi....” Balas Harumi ketus.
“Jangan bawa bawa Alicia....dia sudah masa lalu....” Balas Masato.
“Memang siapa sih Alicia ?” Tanya Harumi semakin kesal.
“Kamu sendiri Roan siapa ?” Balas Masato yang juga kesal.
“Roan pernah menjadi bagian hidupku ketika di Pantheos...” Jawab Harumi ketus.
“Heee begitu, ya sudah sama Roan mu saja sana....” Balas Masato kesal.
“Huh, kamu juga sama Alicia mu saja saja...dia penting kan ?” Tanya Harumi.
“Memang penting, tapi sudah masa lalu....” Jawab Masato.
“Sama, Roan juga sudah masa lalu...” Balas Harumi.
Keduanya berjalan dan menunduk sedih, pikiran mereka berputar mengenang perjalanan mereka di dunia masing masing dan pada akhirnya mereka di khianati. Masato menoleh dan melihat wajah Harumi yang terlihat sedih, kemudian Harumi juga menoleh dan melihat wajah Masato yang terlihat sedih.
“Maafkan aku Harumi.....” Ujar Masato.
“Aku juga minta maaf Masato-kun...” Balas Harumi.
“Tolong mulai sekarang jangan bawa bawa Alicia lagi ya, dia sudah tidak berarti apa apa bagiku...” Balas Masato.
“Sama, aku juga, tolong jangan bawa bawa Roan lagi, sama seperti Alicia mu, dia juga sudah tidak ada artinya bagiku...” Balas Harumi.
“Terima kasih Harumi, sudah membantu ku menolak nya, kalau tidak pasti aku kesulitan menolaknya haha...” Balas Masato.
“Sama, aku juga pasti kesulitan menolaknya kalau tidak ada kamu Masato-kun hahaha...” Balas Harumi.
Akhirnya keduanya kembali tertawa dan mulai berbincang bincang seperti biasa, tapi lalu mereka menyadari kalau mereka mulai memanggil satu sama lain dengan nama depan dan keduanya memalingkan wajah karena malu. Lalu mereka mendengar suara sirene polisi, keduanya langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain sambil tersenyum. Keduanya memakai kostum mereka dan terbang ke langit menuju ke arah terdengarnya sirene polisi. Ketika sedang terbang, keduanya saling melihat satu sama lain dan tersenyum,
“Yahoooo.....” Teriak keduanya sambil terbang bergandengan tangan.
__ADS_1