
Sepulang sekolah, Masato, Harumi, Jiro, Nana, Kenzo dan Shoko bertemu dengan Togari-sensei di ruang staff, Chiyo dan Nobu ikut bersama mereka. Mereka menceritakan apa yang terjadi di kelas Kenzo, Shoko dan Chiyo, karena sebenarnya hal tersebut adalah wewenang guru, hanya saja selama ini semua teman sekelas diam karena takut kepada pelakunya. Togari-sensei yang mendengar laporannya, langsung bertindak menangani nya, dia berencana akan memanggil Gina yang bertanggung jawab mengenai masalah ini besok. Setelah itu, mereka meninggalkan ruang staf, Chiyo berterima kasih kepada Masato dan lainnya, kemudian berpamitan pulang bersama Nobu. Tanpa menunda lagi, ke enamnya menekan jam tangan mereka dan menghilang, mereka langsung muncul di markas,
“Nah ga perlu jalan lagi...” Ujar Masato.
“Kok kamu tadi lama Na ? ngapain aja ?” Tanya Jiro.
“Santai santai dulu...hehe...” Jawab Nana.
“Dasar kirain ada masalah...” Balas Jiro.
“Sempat kepikir sih, soalnya jam yang baru di coba hanya punya ku, punya Kenzo dan Jiro....takutnya kalian nyasar ke tempat lain.” Ujar Masato.
“Tenang saja, aman....tadi sempat tiduran dulu di kamar, cape...” Balas Harumi.
“Sama, aku juga tadi...maaf nii-san...” Tambah Shoko.
“Sekarang ayo berlatih...” Ajak Masato.
“Ok...setuju.” Jawab Kenzo semangat.
Ke enamnya langsung berjalan masuk ke dalam ruang hologram, Kenzo langsung menghidupkan konsolnya dan memasang program dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Setelah selesai menyetel nya, mereka masuk ke dalam. Ruangan berubah menjadi pegunungan, seekor naga besar berwarna hitam muncul di depan ke enamnya. Ke enamnya langsung berubah dan memasang kuda kuda mereka, Masato membuka item box nya dan mengambil kedua pedangnya dan Harumi mengambil gadanya. Shoko mencabut katana nya dan Kenzo mengeluarkan kedua cakar panjang nya.
“Groaaaaaar...” Naga itu meraung melihat ke enamnya.
“Whoaaah seperti naga beneran...” Ujar Jiro.
“Memang naga beneran nii-san...” Jawab Kenzo.
“Hah...jadi kalau kita kalah ?” Tanya Nana.
“Yah...paling parah mati hehe...” Jawab Kenzo.
“Haaah...” Teriak semuanya kompak.
Naga itu langsung melayang di udara dan menembakkan api nya, ke enamnya langsung melompat. Masato mengatur strategi bagaimana melumpuhkan naga itu. Harumi langsung menggunakan skill support yang meningkatkan kekuatan, pertahanan dan kecepatan.
“Ayo mulai...” Teriak Masato.
“Ok...” Teriak yang lain.
Ke enamnya langsung maju menyerang, Masato dan Kenzo langsung melompat, dengan dua pedang dan dua cakar, mereka memutuskan sayap naga sehingga tidak bisa terbang lagi, ketika naga jatuh, Jiro langsung menyambutnya dan menahan kepalanya. Harumi dan Shoko berputar dan menyerang dari samping, sementara Nana terbang ke udara dan menyiapkan tembakan nya. Jiro yang memegang mulut naga itu menahan supaya naga tidak bergerak, tapi naga itu menyemburkan api dan mengenai Jiro dengan telak.
“Jirooo...” Teriak Nana.
Kedua tangan Nana yang menjadi senapan buru, langsung menembakkan laser bertubi tubi ke tubuh naga, Masato, Kenzo dan Shoko menyerang naga itu dengan sabetan pedang dan cakar mereka secara bertubi tubi. Sementara Harumi melayang dan menembakkan sihir holy nya kepada naga itu.
“Semua minggir...” Teriak Jiro.
__ADS_1
Masato, Kenzo dan Shoko langsung melompat menjauh, Jiro mengunci leher naga dan mengangkat naga itu kemudian membantingny ke belakang. “Bum.” Tubuh naga yang besar itu jatuh terlentang di tanah.
“Serang sekarang....Hero blast.” Teriak Masato.
Dia menyilangkan kedua pedangnya dan sebuah sinar berwarna warni menembak ke arah perut naga, Harumi mengeluarkan skill light arrow nya, Kenzo menembak dengan skill ice breath nya dan Nana dengan barrage nya. Shoko merubah menjadi hell cat dan menembakkan dark ray dari mulutnya. Tubuh naga yang di hujani tembakan beruntun dari ke limanya langsung berlubang. Jiro langsung mengepit kepala naga dan menarik nya sampai terlepas dari tubuhnya. Setelah itu, naga itu terurai menjadi debu debu cahaya.
“Yess...berhasil....” Ujar Masato.
“Yeeeeeaaah...” Teriak semuanya.
“Dling..dling..dling.” Terdengar suara berdenting dan window status mereka semua terbuka, Masato naik level menjadi 102 dan power 102.000, Harumi naik level menjadi 100 dan power 100.000, Jiro menjadi level 99 dan power 99.000, Nana menjadi level 95 dan power 95.000, Kenzo menjadi level 97 dan power 97.000 dan Shoko menjadi level 92 dan power 92.000. Setelah melihat mereka bisa naik level, ke enamnya langsung bernafsu,
“Kereeen...kita bisa jadi lebih kuat..” Ujar Nana.
“Iya, kita bisa naik level...” Tambah Harumi.
“Teruskan saja kalau begitu...” Tambah Jiro.
“Setuju, sekali lagi lawan naga tadi ya...” Tambah Kenzo.
“Hehehe seruuuu....” Tambah Shoko.
“Sip, semuanya semangat...kita latihan sampai puas...” Tambah Masato.
“Yeaaaaah...” Teriak ke enamnya.
Setelah itu, mereka berlatih sampai tidak bisa bergerak lagi karena terlalu lelah dan tertidur di ruang hologram.
Lima hari kemudian, setelah selesai ujian, Togari-sensei mengabari ke enamnya kalau para siswa kelas 2 dan kelas 3 yang merundung kelas Kenzo dan Shoko sudah di hukum dan di beri sangsi, walau sangsinya hanya di kurangi nilai dan harus mengikuti pelajaran selama musim panas. Ke enamnya sebenarnya kurang puas, tapi karena keputusan dari sekolah, mereka tidak bisa berbuat apa apa. Setelah bertemu dengan Togari-sensei, di ruang club mereka, ke enamnya membuka status mereka, semuanya sudah naik level menjadi 110 dengan power 110.000 dan tidak bisa naik level lagi.
“Hmm....110 sudah sulit untuk naik lagi ya...sepertinya kesulitannya harus di tambah...” Ujar Masato.
“Tapi itu yang paling sulit nii-san, sepertinya untuk lebih sulit lagi belum ada programnya...” Balas Kenzo.
“Berarti ada batasannya juga dong...” Balas Harumi.
“Iya, namanya program dan bukan sungguhan, pasti ada batasannya...” Balas Kenzo.
“Jadi, dimana kita cari monster yang beneran ?” Tanya Jiro.
“Hah....mana ada di dunia ini, kalaupun ada, paling sejenis Tiger...tapi dia sudah mati..” Jawab Nana.
“Kita liburan saja yu...” Ajak Shoko.
“Benar juga, Jiro, kamu jadi mau pulang kampung ke kota Ao ?” Tanya Masato.
“Jadi, aku rencananya berangkat di hari kedua libur...” Jawab Jiro.
__ADS_1
“Ok, kita semua ikut...gimana ? setuju kan ?” Tanya Masato.
“Setuju...” Teriak Harumi, Nana, Kenzo dan Shoko.
“Lah, ngapain, aku kesana cuma mau menjual rumah itu....” Ujar Jiro.
“Ya tidak apa apa kan, kita kan bisa kembali kapan saja ke markas, lagipula kita bisa teleport kesana...” Balas Masato.
“Um....Masa nii-san, kita tidak bisa langsung teleport ke sana, harus di set dulu, paling mudah settingnya, kita kesana lalu rekam lokasinya.” Ujar Kenzo.
“Oh gitu, ya sudah naik kereta cepat saja...” Balas Masato.
“Iya benar, aku mau naik kereta...” Tambah Harumi.
“Hehe asiiik...kita liburan Shokochi...” Ujar Nana.
“Iya Nana nee-san...” Tambah Shoko.
“Sebentar, kok aku tidak di tanya sih ?” Tanya Jiro.
“Kamu kan tinggal jalan, kita ngekor...” Jawab Masato.
“Haah...terserah kalian lah...tapi terima kasih...” Balas Jiro.
“Ya sudah sekarang kita belanja...yuk...” Ajak Harumi.
“Tapi club nya ?” Tanya Masato.
“Tutup saja, ga ada yang datang ini...” Jawab Harumi.
“Setuju....Haruchi jenius...” Tambah Nana.
Kemudian mereka keluar dari ruangan dan menguncinya, setelah mengembalikan kunci ke ruang staff, ke enamnya langsung keluar dari gedung sekolah dan menuju pusat perbelanjaan (mall) yang berada tidak jauh dari sekolah mereka. Tapi begitu mereka sampai di pusat perbelanjaan itu, banyak mobil polisi yang berjaga di luar, mereka menjadikan mobil mereka sebagai barikade, ternyata di dalam banyak pria bertopeng yang menyandera pengunjung pusat perbelanjaan. Setelah melihat kondisi di pusat perbelanjaan itu, ke enamnya saling menoleh dan melihat satu sama lain, mereka tersenyum dan langsung berlari ke dalam gang. Tak lama kemudian, terlihat enam bayangan terbang ke langit.
“Ayo semuanya...” Ajak Masato.
“Ayo...” Jawab yang lain.
Ke enamnya langsung terbang menuju pusat perbelanjaan, tak lama kemudian, dari pintu lobby utama, sekitar 10 pria bertopeng di lemparkan keluar dalam keadaan pingsan terikat menjadi satu dan jatuh persis di depan barikade polisi, seorang polisi mendekati ke sepuluh pria yang pingsan di depannya, di antara rantai yang membelitnya ada sebuah surat yang terselip, polisi itu mengambil nya dan kembali ke barisan,
“Letnan, aku menemukan surat ini terselip...” Ujar polisi itu kepada Hana sambil memberikan suratnya.
Hana langsung menyambar surat dari tangan polisi yang memberikan suratnya, dia melihat ke arah para pria bertopeng yang terikat tidak berdaya dan membaca suratnya, isi suratnya,
“Dear polisi, terima kasih kerja kerasnya, surat ini kami berikan bersama dengan paket yang sudah kami kemas dengan rapi dan kami lempar dari dalam. Silahkan di tangkap dan di tindak lanjuti, bye bye. Salam sayang Red kamen, Shiro mask, Oni fighter, Little shooter, Cyber punisher dan Shadow cat.”
Hana langsung meremas suratnya dan memasukkannya kedalam kantung blazernya dengan geram. Dia langsung menyuruh anak buahnya membawa para pria itu dan menginterogasi mereka di kantor.
__ADS_1
“Bagus, ternyata kalian satu komplotan...awas kalian...aku pasti akan menangkap kalian semua.” Ujar Hana sambil melihat ke dalam pusat perbelanjaan.
Maka di mulailah debut superhero ke enamnya dan kerjasama mereka dengan polisi walau tidak resmi.