The Seventh World

The Seventh World
Chapter 7


__ADS_3

Harumi menggunakan sihir penyembuhannya kepada Jiro yang tertusuk pinggangnya, cahaya hijau terang keluar ketika Harumi mendekatkan tangannya ke luka di pinggang Jiro. Tak lama kemudian, luka Jiro menutup dan sembuh seperti semula, tapi kondisi Jiro masih lemah karena kekurangan darah, Masato mengambil sebuah botol berisi cairan merah dari item boxnya dan meminta Jiro meminumnya. Setelah Jiro meminumnya, kulitnya yang semula pucat kembali menjadi merona dan dia sudah mulai segar kembali seperti semula.


“Itu obat apa ?” Tanya Harumi.


“Elixir...yah untuk memperkuat sihir penyembuhan mu tadi....” Jawab Masato.


“Anoo...maaf nih Haruchi, kamu siapa sebenarnya....jangan jangan kamu dia ya ? dan Yamachi dia ya ?” Tanya Nana sambil memperlihatkan gambar Red Kamen dan Shiro Mask di smartphone nya.


“Eh...kamu bicara apa Nana-chan...hahah...tentu saja bukan hahaha...” Jawab Harumi.


“Oi...kalau mau jawab begitu, gada mu harus nya di taruh dulu....” Balas Masato.


“Oh....hahahaha.....ummmm.......maaf Nana-chan...Kaname-kun....” Harumi mengangkat gadanya dan bersiap memukul.


“Waaaaaa....jangan Haruchi...aku bisa mati....” Teriak Nana.


“Heeeei...apa apaan....jangan Satou-san...” Teriak Jiro sambil memeluk Nana.


Tiba tiba tangan Harumi di pegang oleh Masato dan menurunkan tangan Harumi secara perlahan. Kemudian Masato jongkok di depan Jiro dan Nana,


“Maaf, tapi terus terang saja, aku tidak bisa membiarkan kalian pergi begitu saja karena sudah tahu rahasia ku dan dia.” Ujar Masato.


Tangan Jiro langsung memegang tangan Masato, dia langsung berdiri di depan Masato,


“Masato, aku janji tidak akan membocorkan hal ini.....” Ujar Jiro.


“Benar Yamachi....aku dan Jiro janji tidak akan membocorkan siapa sebenarnya kalian, tolong jangan bunuh kami....aku takut...” Tambah Nana.


Masato dan Harumi saling menoleh dan melihat satu sama lain, akhirnya keduanya menghela nafas dan melihat Jiro yang sedang berpelukan dengan Nana karena ketakutan.


“Baiklah, tapi tolong janji ya....” Balas Masato.


“Iya...kami janji, berarti kemarin juga di sekolah kalian kan yang menolong semuanya ?” Tanya Jiro.


“Benar, itu kami...makanya jangan sampai terbongkar...” Jawab Harumi.


“Jujur saja, sebenarnya kami tidak mu berurusan dengan hal seperti kemarin di sekolah dan hari ini...kita berdua cuma mau hidup seperti biasa saja....” Tambah Masato.


“Iya aku tahu, aku janji, aku tidak akan bocorkan masalah ini, kamu kenal aku sudah lama dan kamu tahu kan aku tidak banyak bicara...” Balas Jiro.

__ADS_1


“Aku tahu, makanya aku bisa percaya kamu Jiro, tapi...” Masato menoleh melihat Nana.


“Jangan khawatir, aku jamin dia juga tidak akan bicara macam macam, aku kenal dia juga sudah lama, aku tahu dia seperti apa...tenang saja Masato.” Balas Jiro.


“Iya, benar, tenang saja Yamachi...Haruchi....” Tambah Nana.


“Tapi aku ada pertanyaan. Nana-chan, kamu mengenali ku ?” Tanya Harumi.


“Tentu saja, kita kan sekelas waktu kelas 1 dan aku duduk di sebelahmu, tentu saja aku tahu itu kamu walau perubahan mu jauh sekali....Yamachi juga sama...” Jawab Nana.


“Hmm...aku saja baru menegaskan ketika dia duduk di tempat nya Masato...kenapa kamu bisa berubah sejauh itu ?” Tanya Jiro.


“Nanti ku ceritakan, sekarang kita harus pergi dulu dari sini...” Jawab Masato.


Masato menoleh melihat Harumi, kemudian keduanya memakai kostum mereka. Masato langsung memapah Jiro dan mengeluarkan sayap nya.


“Eh...mau apa ? eh...eh...waaaaaaaaaa.....”


Jiro berteriak karena Masato langsung melesat ke udara, seketika wajahnya langsung menjadi pucat,


“Ma..Ma..Masato...aku takut tinggi.....tolooong....toloong....” Teriak Jiro.


“I..iya....pelan pelan...pelan....” Balas  Jiro.


Melihat Jiro berteriak teriak, Harumi yang membawa Nana di belakangnya menjadi tertawa terbahak bahak, Nana bercerita kalau Jiro memang takut ketinggian kepada Harumi, keduanya berbincang bincang di udara. Mereka terbang menuju ke sekolah dan akhir nya hinggap di atap. Ketika sampai, Jiro yang masih gemetar memegang teralis dengan dua tangan dan menunduk, sementara Nana mengelus punggungnya supaya dia tenang.


“Kamu beneran takut ya ?” Tanya Masato.


Jiro tidak menjawab karena wajahnya pucat pasi, sedangkan Harumi dan Nana menertawakan nya.


“Iya dia takut  tinggi Yamachi....dari dulu....waktu tinggal bersama ku saja, dia tidak mau di lantai 2, dia memilih kamar di lantai 1....” Jawab Nana.


“Eh...kalian tinggal bersama ?” Tanya Masato.


“Waktu smp.....memang dia tidak bercerita sama kamu ?” Tanya Nana.


“Tidak tuh, dia diam saja.....” Jawab Masato.


“Aku malu tahu....” Balas Jiro.

__ADS_1


“Hmmm berarti waktu kamu pindah dulu, kamu ke rumah Saikoji-san ya ?” Tanya Masato.


“Iya, semenjak papa ku meninggal dan mama ku pergi....padahal kakek minta aku pulang ke kota nya tapi aku tidak bisa....” Jawab Jiro.


“Sebelum pergi, mama dia menitipkan dia ke keluarga ku....jadi ya kita tinggal bareng, iya kan bongsor ?” Tanya Nana.


“Iya kontet...” Jawab Jiro.


Mereka terus berbincang bincang, hari sudah semakin sore dan sudah menjelang malam, setelah petugas mendatangi mereka dan mengatakan sekolah akan di tutup, mereka langsung keluar dan pulang ke rumah masing masing. Di perjalanan pulang,setelah berpisah dengan Jiro dan Nana, Masato menjadi sedikit heran, karena Harumi berjalan mengikutinya. Akhirnya Masato menghampiri Harumi yang berjalan di belakangnya,


“Kamu pulang kemana Satou-san ?” Tanya Masato.


“Apartemen sepupuku kan dekat dengan apartemen mu....memang kamu tidak tahu ?” Tanya Harumi.


“Aku baru tahu....ya sudah, kita pulang bersama saja...” Balas Masato.


“Iya....” Balas Harumi.


Keduanya berjalan menuju apartemen mereka masing masing, sepanjang perjalanan Masato memperhatikan Harumi, dia melihat Harumi tampak cantik dan imut, tapi juga tampak dewasa. Karena penasaran akhirnya dia bertanya,


“Satou-san, kamu waktu di dunia lain, meninggal umur berapa ?” Tanya Masato.


Mendengar pertanyaan Masato, langkah Harumi langsung terhenti dan membuat Masato heran, kemudian Masato sadar kalau dia bertanya sesuatu yang sedikit menyinggung privasi dan rahasia. Dia langsung berbalik dan menghampiri Harumi,


“Maaf, Satou-san, aku kurang peka dan main seenak nya saja bertanya....lupakan saja pertanyaan barusan....” Balas Masato.


Harumi diam saja, dia menunduk dan tidak membalas ucapan Masato. Tentu saja hal ini membuat Masato menjadi serba salah. Tapi Harumi tiba tiba menatap Masato,


“Maafkan aku, tapi tolong jangan bertanya soal diriku di dunia lain....” Balas Harumi yang langsung berlari meninggalkan Masato.


Masato tidak mengejarnya, dia terdiam dan melihat Harumi berlari menjauh dari hadapan nya. Kemudian dia melangkah berjalan menuju apartemen nya sambil menunduk.


“Apa yang sudah ku lakukan....aku memang bodoh...” Ujarnya dalam hati.


Dia membuka kunci apartemen nya dan masuk ke dalam, kemudian dia langsung duduk bersender ke pintu setelah menutup pintu dan merenung. Sementara itu, Harumi yang sudah sampai di apartemen nya, masuk ke dalam dan duduk di meja makan, dia melihat sepucuk surat dari sepupunya yang mengatakan kalau sepupunya menginap di rumah tunangan nya dan tidak pulang selama beberapa hari. Di dalam amplop nya dia melihat sepupunya meninggalkan sejumlah uang untuk dirinya, kemudian dia merebahkan diri di meja makan dan merenung,


“Kenapa aku lari ya.....dia tidak salah dan hanya bertanya....kenapa aku seperti ini...” Pikir nya.


Dia mengambil smarphone nya dan melihat nama Masato yang berada di kotak pesannya, dia berniat menghubungi Masato tapi kemudian mengurungkan niatnya. Dia merebahkan lagi kepalanya di meja dan melepaskan smartphone nya. Akhirnya baik Masato dan Harumi, keduanya termenung di apartemen masing masing.

__ADS_1


__ADS_2