The Seventh World

The Seventh World
Chapter 14


__ADS_3

Weekend, Masato dan Harumi yang di ajak oleh Jiro dan Nana, pergi menuju stasiun kereta dan naik kereta menuju stasiun tempat janji pertemuan mereka. Selagi di dalam kereta, karena ramai dan padat, Masato melindungi Harumi dengan menghalangi nya, di stasiun berikutnya, banyak orang yang turun, tapi langsung terisi lagi dengan penumpang baru yang naik.


“Duh padat juga ya...weekend loh padahal...” Ujar Masato.


“Hehe iya, tapi kita jadi pelukan deh...” Balas Harumi.


“Mau gimana lagi...daripada nanti ada hidung belang...” Balas Masato.


“Iya sih, aku takut....” Balas Harumi.


Tiba tiba smartphone Harumi berbunyi, dia mengambil smartphone nya dari tas, ternyata ada sebuah pesan masuk, setelah di lihat ternyata pesan dari sepupu Harumi.


“Um...Ma-kun, Hana nee-san mau bertemu dengan kita...bagaimana ?” Tanya Harumi.


“Hmm..dimana ?” Tanya Masato.


“Di dekat pertokoan yang kita tuju sih, sepertinya penting...” Jawab Harumi.


“Ok, aku kabari Jiro dulu supaya dia tidak menunggu kita...” Balas Masato.


Kereta terus berjalan, ketika sudah melewati dua stasiun, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan mereka. Masato dan Harumi langsung keluar dari stasiun dan mereka tiba di pusat pertokoan yang berada di sebrang taman yang cukup besar dengan patung seekor anjing menghiasi bagian depan taman itu. Masato dan Harumi berjalan menuju sebuah cafe yang ada di sebrang taman itu, tempat mereka akan bertemu dengan sepupu Harumi. Selagi berjalan, tiba tiba keduanya di rangkul seseorang dari belakang, Masato dan Harumi menoleh, mereka melihat seorang wanita yang berambut panjang bergelombang dan tergerai, memakai blazer dan celana panjang, wajahnya cantik dan terlihat sangat dewasa tersenyum sangat lebar, di pinggang nya ada sebuah lencana yang menunjukkan kalau dia adalah polisi.


“Halooo...kalian baru datang ? sama dong...” Ujar wanita itu.


“Nee-san ? aku pikir nee-san sudah di dalam...” Balas Harumi.


“Aku baru saja di drop oleh anak buahku....aku hanya punya waktu 30 menit, aku mau bicara dengan kalian berdua, khususnya Masato-kun...” Ujar Hana sambil menoleh kepada Masato.


“Um...nee-san siapa ?” Tanya Masato polos.


“Oh iya, aku belum pernah mengenalkan mu ya, dia sepupuku, namanya Tanaka Hana.” Jawab Harumi.


“Yo...Masato-kun, aku Hana, sepupu Harumi, salam kenal ya...” Tambah Hana.


“Salam kenal Hana-neesan.” Balas Masato.


Hana langsung merangkul keduanya sambil tersenyum dengan lebar dan mengamati wajah Masato.


“Wah dia lumayan juga ya, sepertinya kamu tidak salah pilih Harumi hehe...” Ujar Hana.


“Dasar nee-san, lepas nee-san, panas...” Balas Harumi.


Hana melepaskan rangkulannya, kemudian dia mengajak Masato dan Harumi masuk ke dalam cafe. Di dalam, mereka langsung duduk di ruangan smoking karena Hana mau merokok. Setelah duduk di meja yang di tentukan dan memesan minuman,


“Ok langsung saja, aku setuju kalian menikah...” Ujar Hana.


“Hah...” Teriak Masato dan Harumi kaget.

__ADS_1


“Kenapa kaget, aku sudah dengar semuanya dari Togari-sensei dan aku menyetujuinya...” Balas Hana sambil menyalakan rokoknya.


“Um...kenapa nee-san setuju ?” Tanya Harumi.


“Karena kamu kan takut laki laki, tapi sama dia kamu tidak takut, lagipula aku melihat kalian cocok dan sudah bergandengan tangan...jadi masalahnya di mana. Oh ya, Masato-kun, terima kasih sudah merawat Harumi selama ini, kamu tahu kan dia takut laki laki, kamu bisa menghilangkan phobianya, aku sangat bersyukur, jadi aku mengucapkan terima kasih sebesar besarnya.” Ujar Hana sambil menunduk kepada Masato.


“Eh...jangan begini nee-san...aku tidak berbuat apa apa...” Balas Masato yang menjadi risih karena Hana menunduk.


“Mulai sekarang tolong rawat Harumi ya Masato-kun...” Ujar Hana sambil tersenyum melihat Masato yang wajahnya menjadi merah.


“Um...um...” Masato menoleh melihat Harumi.


Harumi yang duduk di sebelah Masato tertawa kecil dan menutup mulutnya dengan tangan.


“Kok kamu diam saja ?” Tanya Harumi kepada Masato.


“I..iya nee-san, aku akan berusaha...terima kasih...” Masato menunduk kepada Hana.


“Hei...jangan menunduk, santai saja...maaf ya aku jadi mengganggu rencana kalian, tapi aku benar benar serius ingin bertemu kalian, hari ini rencana kalian mau kemana ?” Tanya Hana.


“Um..kita memang mau ke pertokoan ini nee-san..” Jawab Harumi.


“Loh kebetulan, bagus dong berarti hahaha.” Balas Hana.


“Nee-san sendiri ngapain di daerah sini...” Balas Harumi.


“Hmm...pasangan di bawa gangster ?” Tanya Masato.


“Ya benar, ini foto dari saksi yang melihatnya....” Jawab Hana sambil memberikan smartphonenya dan memperlihatkan foto di dalamnya.


Ketika melihat foto itu, wajah Masato dan Harumi menjadi tegang, karena foto itu memperlihatkan Jiro dan Nana sedang di giring masuk ke dalam van berwarna hitam dan yang menyuruhnya masuk bukan gangster biasa, melainkan mafia.


“Kapan foto ini di ambil nee-san ?” Tanya Masato.


“Sekitar 2 jam lalu....itu makanya kita sedang menyelidiki nya...di tambah kepalaku pusing menghadapi pahlawan gadungan yang muncul di kota kita ini...” Jawab Hana sambil mengurut keningnya sendiri.


“Pahlawan gadungan  ?” Tanya Masato.


“Red Kamen dan Shiro Mask, lalu ada Tiger yang beroperasi di area ini...” Jawab Hana.


“Tiger ?” Tanya Masato dan Harumi serempak.


“Ini...kalau kalian melihat dia, tolong di hindari saja, dia berbahaya...” Jawab Hana sambil menggeser layar smarphone nya.


Hana memperlihatkan foto Tiger ketika sedang beraksi, Masato dan Harumi yang melihatnya menjadi kaget, karena yang ada di foto itu adalah seekor makhluk berkulit hijau yang bertubuh sangat besar dan memakai topeng juga pakaian pegulat.


“Kok ada orc lord di sini ?” Pikir Masato dan Harumi dalam hati.

__ADS_1


“Baiklah, aku jalan dulu, pokoknya aku mendukung kalian, jadi kapanpun kalian siap langsung saja, jangan tunda lagi, tentunya kalian sudah tahu ya situasinya, aku tidak mau mendengar gosip jelek tentang kalian.” Ujar Hana sambil berdiri.


“I..iya...nee-san...” Balas Harumi yang ikut berdiri.


“Masato-kun, bisa bicara sebentar....Harumi, kamu tunggu di sini, aku pinjam Masato-kun sebentar.” Ujar Hana.


“Ada apa nee-san ?” Tanya Masato sambil berdiri dan menghampiri Hana di belakang Harumi.


Keduanya sedikit menjauh dari Harumi, kemudian Hana mematikan rokoknya dan melihat Masato,


“Aku mohon, tolong jaga Harumi, dia pernah mengalami hal buruk yang membuatnya takut dengan laki laki dan menjadi penyendiri, aku tidak mau melihat dia seperti itu lagi, jadi tolong, kamu jangan kecewakan dia..” Ujar Hana serius.


“Aku mengerti nee-san....aku janji tidak akan menyakitinya.” Balas Masato.


“Bagus, aku percaya sama kamu...sekarang aku mau tanya, hubungan kalian sudah sejauh apa ?” Tanya Hana.


“Hah...maksudnya nee-san ?” Tanya Masato.


Hana langsung membisiki Masato sesuatu, mendadak wajah Masato menjadi merah padam dan mundur.


“Belum sampai sana nee-san...” Ujar nya malu.


“Hahaha...bagus...bagus, kalau kamu mau tips dimana letak kelemahan Harumi, boleh tanya aku hahaha....mana nomermu...” Balas Hana tertawa.


“I..ini nee-san...” Masato mengeluarkan smartphone nya.


Hana langsung menempelkan smartphone nya ke smartphone milik Masato, kemudian mereka saling bertukan pesan dengan mengirimi emoticon.


“Anoo...nee-san, boleh tidak aku minta foto penculikan tadi dan Tiger....kok kayaknya yang di culik teman ku ya...” Ujar Masato.


“Haduh...kamu tahu kan ini rahasia, aku kasih kamu, tapi tolong jangan di sebar luaskan, karena kamu sepupu ipar ku jadi aku kasih...paham.” Balas Hana.


“Iya nee-san, aku mengerti....tujuanku minta hanya untuk jaga jaga saja, aku harus melindungi Harumi...” Balas Masato.


“Aku mengerti....sudah ku kirim ya....baiklah, aku pergi dulu, ingat pesanku ya... nanti kita ketemu lagi, bye.” Ujar Hana sambil berbalik dan pergi.


“Bye nee-san, hati hati ya...” Balas Masato melambaikan tangan.


Hana melambaikan tangan tanpa berbalik dan terus berjalan, Masato langsung kembali menemui Harumi dan memperlihatkan foto yang di kirim Hana di smartphone nya.


“Tidak salah lagi, yang di culik Saikoji-san dan Jiro...ternyata kejadian yang seharusnya terjadi di kelas 1 baru terjadi sekarang....” Ujar Masato.


“Iya benar...kita harus menolong mereka...” Balas Harumi.


“Kita tidak tahu foto ini berada di mana, tapi menurut Hana-neesan katanya mereka ke arah pelabuhan...sebaiknya kita coba kesana...” Balas Masato.


“Setuju...ayo berangkat...” Balas Harumi.

__ADS_1


Keduanya langsung keluar dari cafe dan menuju tempat sepi di balik bangunan cafe, setelah memakai kostum mereka, keduanya mengeluarkan sayap dan terbang melesat dengan kecepatan tinggi menuju pelabuhan.


__ADS_2