The Seventh World

The Seventh World
Chapter 24


__ADS_3

Pulang sekolah, ke empatnya berkumpul kembali di ruang club mereka, tapi kali ini ada tambahan orang,


“Lalu, apa yang dia kerjakan di sini ?” Tanya Masato.


“Hehehe...aku kan membantu senpai...” Jawab Shoko.


“Iya, lalu, kenapa kamu bawa teman ? kok tidak di kenalkan ke kita ?” Tanya Harumi.


“Oh ya, kenalkan.....ayo kalian kenalkan diri kalian.” Ujar Shoko.


“Namaku Asakura Mio dan sebelah ku ini Mashiro Toji.....salam kenal para senpai hehe.” Ujar Mio.


“Aku bisa kenalkan diri sendiri kali....namaku Mashiro Toji...salam kenal Satou-senpai, Saikoji-senpai....” Ujar Toji.


“Kenapa cuma ke Satou-senpai dan Saikoji-senpai ?” Tanya Mio.


“Biarin, kamu sendiri kan kesini karena mau lihat Yamada-senpai dan Kaname-senpai kan...” Jawab Toji.


“Hadeeeh....lalu, kalian kesini mau ngapain ?” Tanya Jiro.


“Bergabung dong...” Jawab Shoko.


“Bolehkan senpai ? sebab kata Togari-sensei boleh...” Tambah Toji.


“Ampun deh....kenapa jadi rame ya....” Balas Nana.


“Hehehe maaf senpai....karena aku kenal para senpai di sini, jadi banyak yang mau ikut tapi perwakilannya hanya Mio-chan dan Mashiro-kun...” Balas Shoko.


“Dasar ember...” Balas Nana.


“Ya sudah, sekarang kita tunggu ada yang datang....siap siap saja jalankan tugasnya ya...” Balas Masato sambil mengurut keningnya.


“Ngomong ngomong, sekarang ada dua superhero baru ya...” Ujar Mio sambil memperlihatkan smartphone nya.


Kemudian Mio mengirim pesan kepada Shoko berisi link sosial media yang menampilkan video ketika Masato, Harumi, Jiro dan Nana membekuk Shoko dan Tiger kemarin di sungai.


“Memang internet cepat banget beredarnya....” Ujar Jiro.


“Hmm....nambah dua ya..lihat Ma-kun.” Ujar Harumi pura pura.


“Iya benar, pffft....namanya norak....” Balas Masato sambil memberikan smartphone milik Shoko kepada Jiro.


“Astaga siapa yang menamai seperti ini.....Oni fighter....hah.” Ujar Jiro geram.


“Yang robot di namai Little shooter ? yang benar saja...” Teriak Nana.


“Um...kenapa senpai jadi marah ya ?” Tanya Toji.


Masato langsung menendang kaki Jiro di kolong meja, Jiro menoleh melihat Nana yang masih menonton videonya dan mengambil smartphone nya.


“Hei....” Teriak Nana.


“Sudah sudah...lihat pada bingung tuh.” Ujar Jiro.


Nana menoleh melihat Shoko, Mio dan Toji yang duduk di depan nya, dia langsung memaksakan diri tersenyum.

__ADS_1


“Hehe padahal sekeren ini, namanya cuma begitu hehe...” Ujar Nana.


“Hehe iya benar, bikin greget saja...” Tambah Jiro.


Tiba tiba pintu di buka, seorang siswi kelas 1 masuk, kemudian memanggil Mio dan Toji. Mereka berbicara di luar ruangan, Shoko menutup pintunya dan melihat ke empat senpainya melihat dirinya dengan pandangan tajam.


“Hehe...maaf....” Ujar Shoko.


“Ya sudah, sudah terlanjur...sebenarnya ada yang mau kami bicarakan sama kamu...tapi karena ada teman teman kamu, jadinya nanti saja.” Ujar Masato.


“Mau bicara apa senpai ?” Tanya Shoko.


“Kami ber empat mau tahu tentang dirimu...” Jawab Masato.


“Hmm...aku tidak keberatan bercerita...” Balas Shoko.


“Bukan cerita, kami tidak percaya cerita...” Balas Masato.


“Jadi apa dong senpai ?” Tanya Shoko penasaran.


“Nanti saja, tunggu kita pulang....” Jawab Masato.


Kemudian Mio dan Toji masuk kembali ke dalam ruangan dan langsung berjalan menemui Masato, Harumi, Jiro dan Nana yang masih duduk di kursi masing masing.


“Senpai, maaf, kita berdua tidak jadi bergabung...” Ujar Toji.


“Kenapa ?” Tanya Harumi.


“Barusan di kasih tahu kalau club literature kekurangan anggota, kalau tidak ada anggota baru bakal di bubarkan, jadi kita bergabung di sebelah senpai..” Jawab Mio.


“Maaf ya Shoko-chan....” Balas Mio.


“Ya sudah, di sebelah kan....tidak masalah...” Balas Shoko.


Akhirnya keduanya pamit dan keluar kembali dari ruangan. Nana langsung mengunci pintunya dan Harumi menutup seluruh tirai jendela nya sehingga ruangan menjadi gelap. Kemudian ke empatnya berdiri memutari Shoko yang berada di tengah, tentu saja Shoko menjadi sedikit bingung,


“Um...kenapa senpai senpai mengelilingi ku ?” Tanya Shoko sedikit ketakutan.


Masato langsung menggandeng Harumi, kemudian Harumi menggandeng Nana dan Nana menggandeng Jiro. Setelah itu Harumi maju ke depan berdiri di depan Shoko.


“Maaf Shoko-chan, ijinkan kami tahu tentang dirimu...” Ujar Harumi.


“Eh...maksudnya....”


Belum selesai Shoko bicara, Harumi langsung menempelkan keningnya kepada Shoko di bantu oleh Masato dan Jiro yang memegangi Shoko. Pikiran Shoko langsung mengalir kepada Harumi yang menyebar ke Masato, Jiro dan Nana. Ternyata kehidupan Shoko benar benar menyedihkan, dia adalah seorang yatim piatu, ibunya adalah pengurus kuil, sebelum ibunya meninggal, Shoko di jodohkan dengan anak dari pengurus kuil di kota Kyo yang separuh orang asing. Hubungan mereka baik baik saja, tapi setelah ibunya meninggal, paman nya mengambil alih kepengurusan kuil. Kehidupan Shoko berubah drastis, dia di jadikan alat untuk mencari uang oleh paman nya dengan menjual tubuhnya kepada para tamu nya ketika berumur 14 tahun.


Tunangannya datang dan membawa kabur Shoko, selain itu, dia juga membunuh seorang tamu yang sedang di layani oleh Shoko. Tamu itu ternyata adalah seorang pemimpin mafia dan keduanya di buru oleh anak buahnya. Mereka melarikan diri ke kota ini dan bersembunyi. Setahun kemudian, ketika mereka masuk ke sma 1, lokasi mereka di ketahui oleh keluarga mafia itu. Setelah upacara penerimaan murid baru, keduanya di buru dan terpojok di pelabuhan, kemudian keduanya di tembak oleh para anak buah mafia yang di bunuh dan jatuh ke laut sambil bergandengan tangan. Tapi ketika jatuh kelaut, keduanya bereinkarnasi ke dunia lain, Masato, Harumi, Jiro dan Nana melihat akhir hidup Shoko di dunia lain yang mengenaskan.


*****


Di sebuah dunia bernama Yomimaru, dunia yang di huni oleh jin, yokai, reptoid, beastmen dan elf tanpa ada manusia. Di sebuah kerajaan, yang merupakan kerajaan yokai, malam hari ketika pesta kelulusan para bangsawan di adakan di sebuah ballroom akademi,


“Prang...”


Terdengar suara gelas yang pecah, suara musik yang mengalun di dalam ruangan berhenti seketika, seorang gadis belia bergaun putih sederhana sedang terduduk di lantai sambil memegang keningnya yang bedarah, di sekitarnya banyak sekali pecahan gelas dan anggur yang menggenangi lantai. Seorang gadis lagi yang berpakaian gaun yang sangat mewah berwarna merah dengan di hiasi bunga berdiri sambil bertolak pinggang di depan gadis bergaun putih yang jatuh terduduk, nafasnya memburu dan wajahnya tertegun dengan raut yang marah,

__ADS_1


“Iris.....” Teriak seorang pangeran yang berlari menghampiri gadis yang sedang jatuh itu.


“Pangeran....” Tegur Shoko.


“Apa yang kamu perbuat pada Iris, Shora.....” Teriak sang pangeran.


“Aku...aku tidak berbuat apa apa, memang aku marah kepadanya karena dia datang bersamamu pangeran, aku tunangan mu pangeran, aku yang seharusnya datang bersamamu...” Ujar Shoko.


“Shora, aku tidak bermaksud mengambil pangeran Chris dari mu....” Ujar Iris.


“Diam kamu bangsawan rendahan.....mau sampai kapan kamu terus merayu tunangan orang lain....” Teriak Shoko sambil mengangkat tangannya bersiap menampar Iris.


Tapi tangan Shora di tangkap oleh pangeran Chris yang langsung meremasnya sampai Shora terduduk kesakitan.


“Pangeran.....kenapa.....aku tunangan mu.....” Ujar Shoko dengan nada lirih kesakitan.


“Diam kamu Shora, kamu sudah keterlaluan, semua yang di sini melihat tingkah laku mu, selama kamu di akademi, kamu selalu menekan Iris hanya karena dia memiliki kemampuan menyembuhkan luka dan dekat dengan ku, kamu mengucilkannya dan bahkan mengutus para berandal untuk menculiknya....sekarang kamu mau mempermalukan dia di depan umum...apa semua itu belum cukup ?” Tanya Chris sambil melepaskan tangan Shoko.


“Apa....aku...aku tidak melakukan semua itu....aku tidak.....”


Iris yang keningnya berdarah langsung berusaha berdiri dan dia langsung memeluk Shora yang belum selesai bicara membela dirinya.


“Apa apaan kamu....minggir...aku tidak sudi di sentuh oleh mu...” Teriak Shoko seraya mendorong Iris sampai kembali terjatuh.


“Iris...” Teriak Chris yang langsung menolong Iris supaya tidak terjatuh di atas pecahan gelas.


“Pangeran Chris, aku tidak apa apa....lady Shora, aku tahu kamu membenci aku, tapi aku tidak membenci kamu sama sekali, aku mengampuni kamu....” Ujar Iris sambil menangis.


“Hahahaha....apa kamu bilang ? kamu mengampuni aku ? apa yang pernah aku perbuat padamu hah ? aku hanya menegurmu dan memperingatimu ketika kita sama sama masuk ke akademi, itu karena kamu mendekati pria pria tampan yang memiliki tunangan. Paham tidak kamu....aku tidak bersalah...aku berbuat begini karena tunangan ku jadi tidak memperhatikan ku karena ulahmu...” Teriak Shoko sambil berteriak histeris dan tertawa ala vilainess.


Melihat Shoko yang tertawa kencang, pangeran Chris yang sudah geram berdiri, dia mendekati Shoko dan langsung menamparnya. Wajah Shoko langsung berubah, dia menoleh kepada Chris dengan pandangan yang kaget karena tidak menyangka sama sekali,


“Pangeran.......kenapa....” Tanya Shoko sambil memegang pipinya.


“Kamu sudah keterlaluan.....mulai hari ini, aku Christo von Ferden, putra mahkota kerajaan ini, menganulir pertunangan ku dengan putri bangsawan Heinrich, Shora von Heinrich.....pengawal bawa dia keluar....” Teriak Chris.


“A..apa ? apa maksudnya pangeran.....aku tidak bersalah pangeran...dia yang bersalah....aku mencintai mu pangeran....aku mencintai mu.....” Teriak Shoko sambil menghampiri Chris dan memeluk nya.


Tapi Chris langsung menangkap kedua tangan Shoko dan melemparkan nya kepada para pengawal yang masuk ke dalam untuk membawa Shora keluar dari ballroom. Shora memberontak,


“Lepas...lepas....aku tidak bersalah....pangeran....pangeran......” Teriak nya.


Para pengawal menyeretnya keluar dan membawanya pergi meninggalkan gedung akademi. Suasana di dalam ballroom menjadi hening, tidak ada satu orang pun yang berani berbicara, mereka semua hanya berani berbisik membicarakan Shoko. Chris menghampiri Iris dan membawanya keluar dari ballroom untuk pergi dari acara pesta yang sedang berlangsung.


Seminggu pun berlalu dari acara pesta dansa kelulusan di akademi, pangeran Chris dan beberapa temannya merekayasa bukti bukti kejahatan Shoko yang dia lakukan kepada Iris, kemudian melaporkannya kepada raja. Shoko di panggil bersama ayahnya ke hadapan raja, tapi karena Shoko tetap ngotot kalau dia tidak bersalah, akhirnya raja mencabut gelar kebangsawanan ayahnya dan menghukum mati Shoko yang sudah mempermalukan keluarga kerajaan. Shoko di penjara sampai di tanggal hukuman yang sudah di tentukan. Keadaan Shoko sangat mengenaskan, dia di taruh di dalam sel para kriminal laki laki yang langsung memperkosanya dan menyiksanya setiap hari. Saat hari yang di tentukan tiba, kondisi Shoko sudah tidak seperti semula lagi, wajahnya yang cantik babak belur, matanya di cungkil sebelah, tangan nya terputus satu dan tubuhnya dari dada sampai perut penuh dengan jahitan.


Shoko langsung di giring ke alat pemenggal kepala bernama guilotine di alun alun dan disaksikan oleh seluruh penduduk ibukota. Setelah kepalanya berada di guilotine, Shoko sempat menoleh melihat Chris yang tersenyum licik duduk bersama Iris di balkon istana, dia tersenyum dan mengatakan kalau dia mencintai Chris, mata pisau pun turun dan kepala Shoko terpental dalam keadaan tersenyum. Ketika kepalanya mendarat di tanah, Shoko merasakan dirinya jatuh di ruang yang gelap,


“Inikah nasibku ? di kehidupan sebelumnya aku mati di tembak dan jatuh ke laut bersama kekasihku....sekarang aku di hukum mati oleh orang yang kucintai....kenapa aku jadi seperti ini....aku tidak pernah minta seperti ini...aku tidak bersalah...aku hanya ingin hidup....aku ingin bahagia....kumohon, tolong aku....” Ujarnya.


Kemudian dia merasakan sekujur tubuhnya hangat, dia membuka matanya dan melihat cahaya terang sedang menyinarinya, dia melihat sebuah sosok wanita yang di balut cahaya sampai tidak terlihat wajahnya sama sekali, wanita itu menjulurkan tangannya dan berbicara,


“Sekarang kamu akan bahagia, hiduplah....” Ujar wanita itu.


Shoko merasa kalau dirinya di tarik oleh wanita itu ke atas masuk ke dalam cahaya, ketika membuka mata, dia langsung kaget, karena dia berada di dalam air, karena panik dia semakin tenggelam. Ketika dia sudah tidak kuat lagi, tiba tiba tangannya di tarik seseorang, ternyata tungangan nya yang di tembak bersama nya berenang ke arahnya dan menarik tangannya, kemudian tunangannya membawa Shoko berenang ke atas permukaan air.

__ADS_1


__ADS_2