
Malamnya, di apartemen, ketika sudah mengantar Shoko mengembalikan uang ke manajer yang di perasnya, Masato dan Harumi yang sudah mau tidur, berbaring di tempat tidur, Masato masih melihat ke langit langit karena masih memikirkan kejadian barusan.
“Haru-chan, aku melihat status Mori-chan, dia juga mempunyai blessing dari holy goddess, itu makanya aku melepaskan dia...” Ujar Masato.
“Hmm...berarti dia juga salah satu yang harus di bantu...” Balas Harumi.
“Benar, kita hanya tinggal mencari pasangannya.” Balas Masato.
“Dan dia yokai, benar tidak ?” Tanya Harumi.
“Itu dia yang mengganjal pikiran ku, di Vanadis aku tahu ada ras beastmen, tapi harusnya di dunia ini tidak ada dan yokai harusnya juga hanya cerita rakyat....sebenarnya apa sih yang terjadi di dunia ini, aku heran, sebelum aku pindah ke dunia lain rasanya semua ini hanya khayalan semata.” Jawab Masato.
“Hehe aku sendiri bingung, banyak yang berubah, tapi aku bersyukur, aku bisa ketemu kamu...” Balas Harumi.
“Loh hal itu sih lain dong, aku juga bersyukur bisa bertemu kamu, tapi jangan lupa, aku mau hidup tenang dan damai, tapi rasanya kok malah sama seperti di dunia lain ya, jauh dari damai...” Balas Masato.
“Iya aku mengerti, tapi selama kita hadapi bersama tidak masalah kan, apalagi sekarang kita ada teman yang bisa di andalkan.” Balas Harumi.
“Kamu benar Haru-chan, tapi aneh saja, kita berempat pergi ke dunia lain yang berbeda dan kembali lagi kesini, seperti ada yang mengaturnya.” Ujar Masato.
“Sudah ah, kamu kebanyakan mikir, yuk bobo...” Ujar Harumi.
“Iya maaf, besok kita masih sekolah ya....liburan musim panas 2 minggu lagi...” Ujar Masato.
“Iya dan minggu depan kita ujian...” Balas Harumi.
“Oh ya, Jiro jadi kan ya mau ke rumah kakeknya...” Ujar Masato.
“Katanya sih jadi dan kita sekalian ikut...kenapa ?” Tanya Harumi.
“Semoga pasangan Mori-chan sudah ketemu saat itu, siapa tahu ada quest lain dan bisa tidak ya kita naik level lagi, aku penasaran...” Jawab Masato.
“Hmm...iya juga ya, aku ga kepikiran kesana...dasar orang nomor 1 seangkatan...” Ujar Harumi sambil memainkan pipi Masato dengan jarinya.
“Ah jadi ga bobo...sudahlah, aku berhenti mikir...” Ujar Masato.
“Hehe sudah dari tadi kusuruh...ayo bobo, besok sekolah...” Balas Harumi.
Kemudian keduanya berbalik dan berpelukan, mereka tidur bersama dan tak lama kemudian terlelap, keduanya tidak sadar kalau ada kucing kecil bertengger di jendela kamar mereka.
*****
Keesokan paginya, ketika Masato dan Harumi masih tertidur, jendela kamar mereka tiba tiba terbuka, seekor kucing kecil berwarna hitam masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
“Yamada-senpai, Satou-senpai...bangun, mau sekolah tidak ?” Tanya Shoko.
“Ngg....siapa ?” Tanya Harumi.
Harumi membuka matanya dan melihat wajah Shoko berada di depan nya. Harumi langsung melompat kaget dan mengambil gada di item boxnya. Tangannya terangkat siap memukul.
“Whoaaaa....sabar Satou-senpai, ini aku.....” Teriak Shoko.
“Kamu..kenapa bisa kesini...kenapa kamu bisa tahu rumah kami ?” Tanya Harumi.
“Um..gimana ya...waktu kalian meninggalkan aku di restoran, aku kan melihat kalian berpencar, Kaname-senpai dengan Saikoji-senpai dan kalian berdua juga terbang bersamaan, aku menjadi kucing dan mengikuti kalian...hehe.” Jawab Shoko polos.
“Huuuuh.....kamu benar benar deh....lagipula, kamu semalaman di luar ya, mandi dulu sana, badanmu sedikit bau...” Ujar Harumi.
“Masa sih ?” Tanya Shoko sambil mencium tubuh nya sendiri.
“Apa sih ribut ribut, masih pagi...” Masato terbangun dan duduk di tempat tidur.
“Pagi Yamada-senpai...”
Masato langsung menoleh dan melihat Shoko sedang duduk di sebelah Harumi, dia langsung kaget,
“Loh...kok ada Mori-san di sini ? kenapa kamu kesini ? kok kamu tahu rumah kita di sini ?” Tanya Masato beruntun.
Akhirnya Harumi mengajak Shoko ke kamar mandi, sementara Masato menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga. Setelah Harumi dan Shoko selesai mandi, mereka langsung duduk di meja makan sambil sarapan. Tapi ketika Masato dan Harumi sudah selesai dan mau berangkat ke sekolah, Shoko tidak mau ikut ke sekolah dan memilih menunggu di apartemen.
“Kenapa tidak mau sekolah ?” Tanya Masato.
“Um...aku jarang masuk dari awal masuk sekolah hehe...” Jawab Shoko.
“Hah...kamu memang ngapain saja ?” Tanya Harumi.
“Um...aku mengurung diri di kamar saja sambil main game dan baca manga...” Jawab Shoko.
“Ok tidak ada alasan lagi, ikut...” Harumi langsung menyambar tangan Shoko.
“Aaaaa....tidaaaaaak....” Teriak Shoko.
“Aduh, di ajak sekolah, bukan di ajak berkelahi...tidak usah teriak...” Ujar Masato.
Masato dan Harumi berhasil menyeret Shoko untuk berangkat ke sekolah, begitu sampai di gerbang, mereka bertemu dengan Jiro dan Nana yang langsung kaget melihat Shoko datang bersama Masato dan Harumi.
“Kenapa dia bersama kalian ?” Tanya Jiro.
__ADS_1
“Panjang ceritanya...” Jawab Masato.
“Halooo Kaname-senpai, Saikoji-senpai, apa kabar...hehe..” Sapa Shoko.
“Selamat pagi, bukan haloo...payah nih anak.” Gumam Nana.
Ke limanya langsung masuk ke dalam sekolah, tentu saja Shoko yang berjalan bersama empat siswa populer menjadi ikut populer,
“Eh..siapa itu ? kalau di lihat pitanya dia kelas 1, memang ada ya anak kelas 1 yang seperti idol begitu ?” Tanya seorang siswa.
“Wah patut di selidiki nih, sepertinya dia masih sendiri, masuk radar nih...” Tambah seorang siswa.
Shoko yang tidak terbiasa mendengar gosip dan bisik bisik menjadi sedikit bereaksi, tapi karena melihat Masato, Harumi, Jiro dan Nana santai saja, dia memberanikan diri dan melangkah masuk bersama mereka. Ketika masuk ke dalam gedung, seorang siswi yang melihat Shoko langsung menghampiri Shoko.
“Eh...Shoko-chan, akhirnya kamu masuk juga...” Sapa siswi itu.
“Pagi Mio-chan...” Sapa Shoko lemas.
“Tumben pagi pagi, biasanya kamu kalau datang pas pas an kan, sekali sekali lagi hehe.” Ledek Mio.
“Gara gara mereka...” Balas Shoko sambil menunjuk Masato, Harumi, Jiro dan Nana.
“Eh...kamu kenal mereka, mereka kan senpai top yang sekarang jadi anggota club relawan...” Ujar Mio.
“Kenal...sangat kenal malah...” Jawab Shoko.
“Wah yang benar ? kalau gitu, benar tidak Yamada-senpai dan Satou-senpai pacaran ?” Tanya Mio.
“Tidur saja seranjang masa tidak pacaran....” Jawab Shoko santai.
“Kyaaaa benar ya....kalau Kaname-senpai dan Saikoji-senpai ?” Tanya Mio lagi.
“Sama saja....” Jawab Shoko.
Tiba tiba, “Bletak.” Kepala Shoko langsung di jitak oleh Harumi dan Nana, Shoko yang kesakitan langsung jongkok dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Kemudian Harumi dan Nana tersenyum kepada Mio sambil menunduk, setelah itu mereka menyeret Shoko yang masih kesakitan.
“Maafkan akuuuuuu.....” Teriak Shoko.
“Mulut loncer harus di hukum...” Ujar Harumi dan Nana kompak.
Melihat Shoko di seret, Mio tidak bisa bergerak dan diam saja, dia hanya bisa melihat Shoko yang semakin lama semakin menjauh. Kemudian Mio mengingat sesuatu,
“Oh ya, bukannya Shoko-chan sudah punya pacar ya....separuh orang asing lagi dan honor student, tapi....jarang kelihatan juga di sekolah...” Ujar Mio.
__ADS_1
Kemudian Mio berbalik dan berjalan menuju ke kelasnya setelah Shoko di seret masuk ke kamar mandi oleh Harumi dan Nana.