
Ke enamnya maju ke tepi danau, mereka melihat kalau gua itu ternyata sangat besar dan kemungkinan berada di belakang rumah Jiro.
“Kamu tahu soal ini Jiro ?” Tanya Masato.
“Aku sama sekali tidak tahu....kakek ku tidak pernah cerita cerita soal ini...papa ku juga tidak......” Jawab Jiro.
“Gerbang ini mengurung apa ya ? yang jelas kalau di lihat, umur nya sudah sangat tua.” Ujar Harumi.
“Wah jadi kayak pintu masuk ke isekai...” Ujar Shoko.
“Kita semua pernah ke isekai Shokochi, apa ada gerbang seperti ini di dunia kalian ? kalau di dunia ku tidak ada.” Ujar Nana.
“Aku tidak pernah lihat....rasanya tidak ada.” Balas Kenzo.
“Sebaiknya kita diamkan, sekarang aku sedikit mengerti kenapa mereka menyerang rumah ini ketika tahu kakekmu hilang dan sebabnya penduduk kota mengamankan nenek mu dari serangan mereka....” Balas Masato.
“Ya, mungkin gerbang ini yang di incar mereka.” Balas Jiro.
“Berarti kita harus jaga rumah ini...” Balas Harumi.
“Tinggal di sini saja, daripada menyewa hotel...” Tambah Nana.
“Setuju...aku mau...” Tambah Shoko.
“Tapi bukannya rumah ini di segel polisi ya ? bagaimana kalau ketahuan ?” Tanya Kenzo.
“Hmm benar juga ya....tapi tidak mungkin kan kita meninggalkan rahasia ini.” Jawab Harumi.
Mereka berdiskusi bagaimana sebaiknya, tinggal di rumah Jiro atau meninggalkannya begitu saja. Selagi mereka berdiskusi, “Tap...tap...tap.” Mereka mendengar suara langkah kaki sedang berjalan di lorong, ke enamnya langsung berubah dan bersiaga menunggu siapa yang datang. Suara langkah kaki semakin mendekat dan terasa berat, tiba tiba sebuah tangan besar mencengkram pintu masuk, seorang raksasa bermata satu dan bertubuh kekar masuk ke dalam, raksasa bermata satu itu membawa sebuah senapan mesin.
“Cyclops....” Ujar Masato.
Harumi langsung menggunakan skill full appraisalnya untuk melihat status raksasa di depan mereka.
\===========================
Cyclops, level 50, power 20.000
__ADS_1
\===========================
“Bisa kita lawan....” Ujar Harumi.
“Baiklah semuanya bersiap...” Tambah Masato.
Melihat ke enamnya berdiri di depan nya, cylclops itu langsung berteriak dan berlari ke arah mereka untuk menyerang menembakkan senapan nya. Jiro yang berada di paling depan, langsung menghadang tembakannya dengan tubuh besinya, kemudian Shoko menyelinap ke belakang nya dan langsung menusuk nya dengan katana sampai tembus ke dadanya. Cylclops itu jatuh, perlahan tubuh nya berubah menjadi seorang pria yang mengenakan kemeja seperti pekerja kantoran dan bertubuh kekar juga berkepala botak. Pria itu memakai kalung yang sama seperti Tiger, ke enamnya langsung mengelilingi pria yang terkapar di tanah.
“Hmm...kalung ini....” Ujar Masato sambil jongkok mengamati kalung di leher pria itu.
“Sama seperti Tiger.....” Tambah Harumi.
Tiba tiba kalung itu terlepas dengan permata yang menyala, kalung itu terbang melayang keluar dari gua. Jiro langsung mengangkat pria itu dan ke enamnya terbang keluar mengikuti kalung itu. Begitu sudah di luar rumah, mereka melihat banyak monster seperti goblin, orc, troll, minotaur dan cyclops yang berkeliaran di sekitar rumah, di balik gerbang terlihat banyak mobil dan motor yang terparkir. Jiro melepaskan pria yang sudah meninggal dan melemparkannya di tengah tengah kerumunan monster itu. “Blugh.” Pria itu terlentang di tanah, para monster yang lain langsung mengerumuni nya dan menoleh ke atas. Seluruh monster itu memakai kalung yang sama, mereka langsung mengeluarkan senapan dan senjata tajam yang mereka bawa.
“Baru kali ini aku lihat goblin bawa shotgun...” Ujar Kenzo.
“Benar juga, di dunia lain senjata mereka paling hebat pedang curian dari manusia...” Balas Masato.
“Lihat, mereka saling bicara...” Ujar Shoko.
“Tembak.....” Seorang minotaur berteriak.
“Rasakan ini...homing missile tembaaak.”
Seluruh multiple launcher di balik pelindung Nana yang terbuka menembak serentak, puluhan misil kecil menuju para monster yang berpencar melarikan diri, tapi misil misil itu mengikuti mereka kemana pun mereka pergi dan “Blar.” Misil misil kecil meledak ketika menyentuh targetnya. Dalam sekejap puluhan monster yang berkeliaran langsung meledak menjadi serpihan daging. Yang tersisa hanyalah seekor minotaur yang kebingungan dan ketakutan melihat yang terjadi di depannya. Ke enamnya langsung turun dan mengelilingi minotaur yang sudah tidak bisa lari itu. Kalung kalung para monster yang belum hancur itu terlepas dan terbang kembali menuju ke suatu tempat bersama sama, sama seperti kalung cyclops yang mereka temui di bawah tanah.
“Aaaaa....ka..kalian monster....” Ujar minotaur itu.
“Kamu yang monster dan menyalahi kenyataan, sekarang aku tanya, darimana kamu dapat kalung budak ini ?” Tanya Masato sambil menunjukkan sebuah kalung yang sudah hancur.
“Kalian pikir aku akan mengatakannya....” Jawab minotaur itu.
“Hmm..tidak sih, aku yakin kamu tidak menjawab...” Masato mengibaskan tebasan tangannya dan sebuah kaki minotaur itu terputus.
“Aaaaaaaaaa......kaki ku...” Teriak minotaur itu.
“Cepat katakan, atau akan ada yang putus lagi, habis ini giliran teman teman ku...” Ujar Masato.
__ADS_1
“Aku tidak bisa mengatakannya.....” Jawab minotaur itu.
“Baiklah....” Kenzo langsung menyabetkan cakarnya dan sebelah tangan minotaur itu terpental.
“Aaaaaaaa....tolong...tolong...aku tidak bisa mengatakannya, kalau tidak aku pasti akan di bunuh....” Teriak minotaur kesakitan.
“Sama saja kan...tidak bicara juga mati.” Balas Shoko yang langsung memotong tangan sebelahnya lagi dengan katana nya.
“Aaaaa....baiklah, baiklah aku katakan....yang memberikan kalung Hashimoto Genai...pemimpin clan Hashimoto.” Ujar minotaur itu.
“Hmm...dia dapat dari mana kalung kalung ini, dalam jumlah banyak lagi ?” Tanya Masato.
“A...aku...tidak tahu...” Jawab minotaur.
“Kalau gitu dimana orang bernama Hashimoto Genai ?” Tanya Harumi.
“Aku....aku tidak tahu.....tapi aku tahu tempat tinggalnya...” Jawab minotaur itu.
“Bisa antar kami ?” Tanya Nana.
“Ti..tidak mungkin....aku bisa mati.....” Jawab minotaur itu.
“Tidak usah repot Nana-nee...sebentar...” Ujar Kenzo.
Kemudian dia maju dan memegang kepala minotaur yang sudah tidak berdaya itu, setelah itu dia memejamkan mata dan tubuhnya bergetar. Tak lama kemudian Kenzo melepaskan kepalanya dan berjalan kembali ke tempatnya semula.
“Aku sudah tahu lokasinya....” Ujar Kenzo.
“Bagus, sekarang juga kita kesana...” Balas Masato.
“Lalu dia di apakan ?” Tanya Harumi.
“Ah biar aku saja...” Jawab Jiro.
Dia langsung maju dan memegang kedua pipi minotaur itu dengan kedua tangannya dan tersenyum,
“Tenang saja, sekarang kamu kami lepaskan....” Ujar Jiro.
__ADS_1
“Be..benarkah...terima ka....”
Belum selesai minotaur itu bicara, Jiro memutar kepalanya sampai menghadap ke belakang dan minotaur itu langsung tumbang. Setelah itu, ke enamnya langsung melesat terbang, Kenzo yang sudah tahu lokasinya memimpin di depan. Ternyata lokasi yang di tunjukkan oleh Kenzo adalah sebuah perumahan di tengah kota yang sepertinya perumahan elit dengan rumah rumah besar. Kenzo berhenti di sebuah rumah gaya eropa seperti milik bangsawan, yang paling besar di dalam komplek perumahan. Di dalam taman dan halaman rumah itu, banyak sekali penjaga yang membawa senjata api dan memakai kalung walau berwujud manusia. Tanpa menunda lagi ke enamnya langsung mendarat di halaman depan, para penjaga langsung mengepung mereka dan menodongkan senapan mereka.