
Kembali ke pagi hari, ketika Nana dan Jiro masih di rumah Nana yang merupakan restoran, beberapa pria berpakaian jas hitam masuk ke dalam, ayah Nana menyapa mereka dan mengatakan kalau restoran belum buka, tapi seorang dari mereka langsung memukul ayah Nana sampai terjatuh, mendengar suara ribut di bawah, Jiro yang berada di lantai dua langsung turun ke bawah, dia melihat beberapa orang yang masuk ke dalam restoran,
“Ada apa ribut ribut...” Teriak Jiro.
Seorang pria menoleh dan melihat Jiro turun, dia langsung tersenyum dan menghampiri Jiro, melihat pria yang menghampirinya Jiro langsung tersentak kaget,
“Aniki (abang), apa yang kamu lakukan di sini ?” Tanya Jiro.
“Hoo...kamu masih ingat aku rupanya, aku di sini mencari mu...” Jawab pria yang di panggil aniki oleh Jiro.
“Mau apa lagi, aku sudah tidak ada urusan dengan keluarga....” Balas Jiro.
“Hehe...ada yang mau ketemu dengan mu...cepat ikut aku....” Balas pria itu.
Tiba tiba Nana keluar dari dapur dan langsung berdiri di depan Jiro, dia langsung merentangkan tangannya,
“Mau apa kesini ?” Tanya Nana.
“Hee...kamu masih sama perempuan ini Jiro...tidak ku sangka, kamu setia juga rupanya...” Jawab pria itu.
“Nana, ini urusan ku, kamu menyingkir...” Ujar Jiro.
“Apanya, ini rumahku, mereka masuk ke sini seenaknya dan memukul papa...sembarangan saja...” Balas Nana.
Seorang wanita paruh baya juga keluar dan langsung menolong ayah Nana yang masih jatuh di lantai. Kemudian pria yang di panggil aniki oleh Jiro menjentikkan jarinya dan anak buahnya langsung membekuk ayah dan ibu Nana yang berada di sana.
“Hei...apa yang kalian lakukan ?” Teriak Nana.
“Ikut aku kalau mau mereka hidup....” Jawab pria itu.
“Baik aniki, lepaskan mereka.....Na, kamu tunggu di sini....” Balas Jiro.
“Tidak, aku ikut kamu...” Teriak Nana.
“Nana....” Teriak papa nya.
“Maaf pa, ma, aku harus bersama Jiro....” Balas Nana.
Akhirnya, Jiro dan Nana keluar dari restoran bersama pria itu dan anak buahnya, ayah Nana langsung menelpon polisi dan menceritakan apa yang terjadi. Jiro dan Nana di bawa ke luar menuju jalan raya dan di masukkan ke sebuah mobil van hitam yang sudah siap di sana. Kemudian mobil berjalan menuju pelabuhan, setelah sampai, mobil berhenti di sebuah gudang kosong yang terpencil, Jiro dan Nana di paksa masuk ke dalam gudang. Ternyata di dalam sudah ada seorang pria tua yang duduk di kursi dan di ikat.
“Kakek....aniki, apa yang kamu lakukan.” Teriak Jiro.
“Hah...dia tidak mau mengakui ku, padahal aku jauh lebih kuat dari mu, dasar orang tua keras kepala...” Balas pria yang di panggil aniki.
“Ryuichi, sampai kapanpun aku tidak akan mengakui mu, kamu bukan pewaris ku...lepaskan aku, tidak ada gunannya kamu menyiksaku.” Ujar kakek itu.
“Diam orang tua sialan, jangan banyak bicara, heh Jiro, cepat ganti pakai pakaian karate mu, kita bertanding, aku akan membantai mu di depan orang tua itu....heh, kalian bantu dia...” Teriak Ryuichi.
Beberapa orang langsung mendorong Jiro ke depan, seorang pria berwajah preman langsung memberikan pakaian karate kepada Jiro. Tanpa menunda lagi, Jiro langsung melepaskan pakaiannya dan memakai pakaian karatenya, setelah selesai dia langsung berhadapan dengan Ryuichi yang juga sudah siap dengan memakai pakaian karatenya.
“Ayo mulai aniki...” Ujar Jiro.
__ADS_1
“Jiro...hati hati...” Teriak Nana.
“Diam perempuan...jangan banyak bicara.” Teriak Ryuichi.
Tanpa memberi hormat, Ryuichi langsung maju menyerang Jiro, karena di serang mendadak, Jiro terkena pukulan di pipinya, tapi dia tidak goyang sama sekali dan langsung membalas melayangkan pukulan ke arah perut, Ryuichi menghindar dan Jiro menyusul menendang ke samping membuat Ryuichi terkena di bagian pinggangnya dan terpental mundur.
“Hanya segitu aniki....puih...” Jiro membuang darah di mulutnya karena terkena pukulan.
“Jangan banyak bicara....” Balas Ryuichi yang langsung maju menyerang.
Adu pukulan dan tendangan terjadi dengan gaya karate masing masing, kakek Jiro yang melihat nya memejamkan mata dan menggelengkan kepala. Jiro berhasil mendesak Ryuichi dengan serangan nya dan akhirnya tendangannya mendarat di pipi Ryuichi kemudian membuat Ryuichi terpental jatuh.
“Sudahlah aniki....” Ujar Jiro.
“Huh...aku belum kalah, jangan merasa senang dulu kamu...” Teriak Ryuichi yang kembali menyerang.
Hasilnya pun sama, pada akhirnya Jiro berhasil menjatuhkan nya lagi, tapi Ryuichi tidak putus asa dan terus bangkit menyerang Jiro.
“Mau sampai kapan kamu melakukan hal yang sia sia ini, kamu tidak akan menang melawan Jiro...” Ujar kakek.
“Diam orang tua.....” Teriak Ryuichi geram.
Dia langsung berbalik dan berjalan ke arah kakeknya, melihat Ryuichi yang penuh amarah berjalan ke arah kakek, Jiro langsung menyusulnya,
“Mau apa kamu aniki ?” Teriak Jiro.
Ryuichi mengambil pistol dari anak buahnya dan tanpa bicara lagi, dia langsung menembak kepala kakek nya sendiri dan membuat kakek meninggal seketika.
“Tidaaaaaak.....apa yang kamu lakukan aniki....” Teriak Jiro yang mengamuk menerjang Ryuichi.
Ryuichi mengarahkan pistolnya kepada Jiro, dia menembak paha Jiro dan membuat Jiro tersungkur, kemudian dia menembak kedua tangan Jiro yang sedang terlungkup di tanah.
“Jiroooo....jangan sakiti Jirooooo...jiroooo....” Teriak Nana mengamuk.
Melihat Nana yang mengamuk, Ryuichi menyuruh anak buahnya membawa Nana maju ke depan Jiro. Anak buahnya langsung mendorong Nana yang berteriak dan mengamuk sambil memegangi nya. Setelah Nana di bawa ke depan Jiro, Ryuichi mendekati Nana,
“Hmm...boleh juga, aku jadi ingin menjadikan dia istriku...” Ujar Ryuichi yang langsung memegang dagu Nana.
“Le..lepaskan dia aniki....dia tidak ada urusannya dengan kita....” Ujar Jiro.
“Hah...mana mungkin aku melepaskan wanita seperti ini....benar tidak...” Tangan Ryuichi langsung meremas sebelah dada Nana dan menciumi pipinya.
“Aaaa...kurang ajar.....jangan lihat Jiro...” Teriak Nana sambil meronta.
“Aniki....lepaskan...jangan kurang ajar sama Nana....atau aku....”
“Atau apa, kamu mau apa hah, kamu sudah terlungkup tidak berdaya.” Ryuichi meneruskan aksinya.
Tiba tiba kaki Ryuichi di pegang oleh tangan Jiro yang berlumuran darah, melihat Jiro memegang kakinya, Ryuichi langsung menendang dagu Jiro dengan kencang.
“Jirooo....kurang ajar....” Teriak Nana sambil menendang Ryuichi di depannya.
__ADS_1
“Kurang ajar....bawa dia....aku akan urus dia nanti.....” Ujar Ryuchi.
“Na...na.....” Jiro melihat Nana yang meronta ronta.
Tiba tiba Nana terlepas dan langsung memeluk Jiro yang terkapar di tanah, melihat Nana mendekap Jiro, Ryuichi langsung menendang Nana sampai Nana terpental dan menembaknya. Jiro langsung melotot melihat Nana yang terkapar jatuh dan tertembak di bagian perutnya.
“Nana....Nana....Nana...kurang ajar aniki...aku tidak akan memaafkan mu....aaaaaah.....” Teriak Jiro.
Nana masih mendengar teriakan Jiro kemudian dia tidak sadarkan diri dan ketika terbangun dia sudah terikat di tiang di dalam gudang yang lain. Mendengar cerita Nana, Masato dan Harumi langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain,
“Kamu tertembak ?” Tanya Harumi.
“Aku ingatnya perutku kena tembakan karena aku merasakan sakit sekali....lalu aku tidak sadarkan diri.....” Jawab Nana.
“Maaf, tapi boleh aku lihat bekas tembakan nya ?” Tanya Harumi.
Nana membuka kausnya, Masato dan Harumi bisa melihat di bagian perut persis di atas pusar Nana ada sebuah bekas luka tembakan yang sudah menutup rapat. Tapi di tenga tengah bekas lukanya ada sebuah permata berwarna hijau yang menyala terang.
“Um...maaf nih Saikoji-san, waktu kamu tidak sadarkan diri, apa kamu bermimpi ?” Tanya Masato.
“Benar juga, aku bermimpi....seakan akan aku menjalani kehidupan di dunia yang berbeda dengan dunia kita.....dan rasanya lama sekali....seakan akan aku benar benar hidup di sana....tapi...aku lupa....aku tidak ingat mimpi nya....” Jawab Nana.
Masato langsung menggunakan skill analyzenya dan melihat status Nana, dia langsung terkejut ketika melihatnya,
\=========================================
Class : Arsenal Sniper.
Level : 93
Power : 93.000
Skill : Gun mastery, self repair, eagle eye, focused shot, rapid shot, barrage, laser rain, blaster beam, homing mini missile, scouting drone.
Trait :Temporary blessing of the Holy Gods, bio cyborg, arms custom, body custom, weapon custom, item box.
\=========================================
“Oh....ternyata....” Ujar Masato.
“Tebakan kita ternyata tepat Ma-kun...” Tambah Harumi.
“Kenapa sih kalian, kok tiba tiba melihat ku seperti itu ?” Tanya Nana bingung.
“Ma-kun, aku akan coba masuk ke pikiran nya....” Ujar Harumi kepada Masato.
“Iya, selama itu aku akan berjaga kalau kalau Jiro kembali...” Balas Masato.
“Apa sih maksud kalian ? aku tidak mengerti ?” Tanya Nana yang semakin bingung.
“Maaf, Nana-chan, ijinkan aku...” Harumi langsung mendekat pada Nana dan memegang kedua pipi Nana.
__ADS_1
“Um...mau apa Haruchi....kita...sama sama perempuan kan....jangan Haruchi...” Balas Nana bingung dengan wajah merah karena wajah Harumi persis ada di depannya.
Harumi langsung menempelkan keningnya ke kening Nana. Seluruh ingatan Nana mengalir masuk ke dalam pikiran Harumi. Ternyata Nana meninggal ketika di tembak perutnya akibat pendarahan dan rasa sakit yang luar biasa, kemudian dia bereinkarnasi di dunia yang bernama Xerdia, dunia yang penuh dengan teknologi canggih dan berperang melawan monster raksasa yang berniat memusnahkan umat manusia. Kehidupan Nana selama hidup di dunia tersebut, dari lahir sampai meninggal nya masuk ke dalam pikiran Harumi. Tapi yang mengejutkan adalah adegan ketika saat terakhir sebelum Nana meninggal di sana.