The Seventh World

The Seventh World
Chapter 31


__ADS_3

Setelah Masato dan Kenzo selesai membahas proyek mereka, ke enamnya berkumpul kembali di meja makan. Selagi duduk, tiba tiba window status mereka terbuka dan tulisan Blessing of Holy Goddess berkedip, Masato menekannya dan sebuah window terbuka,


\==================================


Quest :


Cari dua pasangan yang kembali dari dunia lain dan menerima blessing yang sama kemudian bantu mereka. (2/2) cleared.


Reward : Level cap bertambah menjadi 150 dan bisa naik level.


New Quest :


Hancurkan organisasi yang ingin mengacaukan dunia dengan dalih perdamaian bagi umat manusia dan dalang di balik organisasi yang sudah menghancurkan enam dunia.


\==================================


“Hmmmmm..... dugaanku benar rupanya...” Ujar Masato.


“Aku tidak mengeri, maksudnya apa sih ini ?” Tanya Jiro.


“Dewi memberi kita tugas....aku samar samar sudah merasakannya sejak kejadian ******* dan kemunculan Red kamen Shiro mask....”Jawab Kenzo.


“Berarti tugas kita menyelamatkan dunia nih ? kok sama saja ya seperti waktu di Phanteos...” Gumam Harumi.


“Aku tahu kamu pasti kesal, tapi kalau kita tidak tuntaskan tugas ini, kita tidak bisa hidup tenang dan ujung ujungnya sengsara juga...benar kan, kalau boleh jujur, aku juga malas sebenarnya menjalankan quest seperti ini...” Balas Masato.


“Aku mengerti, asal terus bersama kamu, aku tidak masalah.” Balas Harumi sambil merebahkan kepalanya ke pundak Masato.


“Ehem...tolong ya, ini serius..” Ujar Nana yang melihat Harumi dan Masato bermesraan.


“Hehehe mereka mesra, iya kan Ken-ken...” Balas Shoko sambil merangkul lengan Kenzo.


“Haha...iya..lepas dulu Sho-chan...” Ujar Kenzo sambil melepaskan tangan Shoko.


“Lalu musti mulai darimana ?” Tanya Jiro.


“Gampang saja, kita beraksi saja terus sampai mereka gerah dan akhirnya keluar menghadapi kita....kita hancurkan bisnis bisnis mafia ilegal yang tergabung ke organisasi itu...kita arahkan pandangan mereka ke kita....setelah itu tinggal sikat.” Jawab Masato.


“Naaaaah aku suka cara mu...simpel dan penuh aksi.” Balas Jiro dengan senyum yang lebar.


“Kita mulai saat musim panas...oh sekalian, kita bisa berlatih di ruang hologram melawan monster jadi kita bisa lebih kuat dari sekarang.” Tambah Kenzo.


“Sip..aku suka...sudah lama aku tidak menembak..” Tambah Nana.


“Baiklah, selama liburan kita memancing mereka keluar...” Tambah Harumi.


“Yey....lalu sekarang ngapain ? kita kan bolos hari ini...” Tanya Shoko.


“Uh....rekor kehadiran ku hancur...” Gumam Masato.


“Ah baru sekali, jangan berlebihan...” Balas Jiro.


“Hehe..Yamachi memang selalu serius...” Tambah Nana.


Ke enamnya tertawa, setelah itu, Kenzo dan Masato mulai membuat apa yang sudah mereka rencanakan. Jiro memasak di dapur untuk makan siang dan mengambil bahan bahan di kulkas yang terisi penuh. Harumi, Nana dan Shoko menonton televisi dan sesekali bermain game.


Tengah hari, Jiro yang selesai memasak memanggil semuanya untuk makan siang bersama di meja. Dia langsung menghidangkan masakan nya di meja, Masato dan Kenzo keluar dari ruangan, sementara Harumi, Nana dan Shoko juga pindah ke meja makan. Setelah itu, mereka makan siang bersama, selagi makan siang, mereka mendengar siaran berita di televisi,


“Baru saja masuk, berita terkini, baru saja terjadi pertarungan antar dua makhluk misterius di tengah kota, salah satu makhluk terlempar keluar tanpa kepala terjatuh di jalanan.”

__ADS_1


Kemudian televisi menampilkan gambar jasad makhluk yang jatuh ke jalanan tanpa kepala dengan keadaan di blur sensor. Kenzo langsung mencari gambar tersebut di sosial media dan internet, kemudian dia menemukan gambar itu dan memperlihatkannya pada yang lain.


“Dia kan....” Ujar Jiro.


“Tiger....” Balas Harumi.


“Benar, Tiger, dia mati....tanpa kepala, lihat, kalung nya tidak ada, berarti ada yang mencoba melepasnya dan kalungnya meledak.” Ujar Masato menunjuk ke arah leher Tiger yang sudah di perbesar gambarnya.


“Mengerikan...” Ujar Nana.


“Biarpun dia orc, tapi aku rasa dia tidak pantas mati seperti ini...” Tambah Kenzo.


“Siapa ya yang membunuh nya ?” Tanya Shoko.


“Lihat ada tambahan beritanya....”


Seorang reporter mewancarai seorang polisi yang sedang menyelidiki di lokasi, Masato dan Harumi kenal baik dengan polisi yang di wawancari di televisi, setelah mengajukan pertanyaan,


“Belum bisa di pastikan apa yang terjadi, kami masih menyelidikinya, tapi jelas ini bukan perbuatan orang biasa, dugaan kami dengan apa yang terjadi belakangan ini, kemungkinan ini ulah orang yang mengaku superhero dengan julukan Cyber punisher....tunggu saja berita dari kami.” Ujar Hana yang di wawancarai.


Mendengar itu, Kenzo langsung mengepalkan tangannya. Dia merasa dia tidak berbuat apa apa dan bersama dengan yang lain semalaman.


“Hana-neesan....kenapa bicara seperti itu sih...” Ujar Harumi menggelengkan kepalanya.


“Tenang saja Kenzo, dia tidak tahu yang sebenarnya, semua masih dugaan...” Ujar Masato.


“Aku tahu...nii-san...” Jawab Kenzo.


“Nah itulah, polisi memang suka asal bicara..payah.” Celetuk Jiro.


“Kamu bicara apa ?” Tanya Harumi langsung menoleh melihat Jiro.


“Oh...maaf Satou-san....aku lupa kalau dia sepupumu...” Ujar Jiro.


“Sudah Haru-chan, dia tidak sengaja...” Tambah Masato.


“Huh...ya sudah...ingat ya, Hana-neesan tidak seperti itu orangnya...” Balas Harumi.


“Apa kita beritahu saja dia yang sebenarnya ?” Tanya Shoko.


“Jangaaaan...bisa rumit nanti....justru mulai sekarang kita harus membantu dia juga...kebetulan sejalan kan dengan rencana kita.” Jawab Masato.


“Maksudnya ?” Tanya Harumi.


“Kita bikin Hana-neesan jadi komisaris hehe....kita tangkap para penjahat dari mafia yang selama ini lolos dan serahkan ke polisi....” Ujar Masato.


“Ide bagus, jadi kita tidak di curigai lagi, begitu kan nii-san...” Ujar Kenzo.


“Benar sekali....dan kalau situasi dunia menjadi genting, mereka bisa membantu kita...” Tambah Masato.


“Kerjasama dengan polisi ya  ? aku kok merasa kurang nyaman ya, tapi apa boleh buat...” Ujar Jiro.


“Ah itu kamu, aku sih nyaman nyaman saja...” Balas Nana.


“Dasar kontet...” Balas Jiro.


“Diam bongsor...” Balas Nana.


“Kalian mesra ya...” Celetuk Shoko.

__ADS_1


“Siapa ?” Tanya Jiro dan Nana bersamaan.


Mereka kembali meneruskan makan siang mereka, setelah itu, Harumi, Nana dan Shoko mulai membantu Masato dan Kenzo membuat alat alat yang di perlukan mereka ketika beraksi nanti. Jiro bertugas untuk keluar membeli barang barang yang kira kira di perlukan. Malam harinya, Masato, Harumi, Jiro dan Nana menggunakan teleport untuk pulang ke rumah masing masing, Kenzo dan Shoko untuk sementara menginap di rumah Nana sampai liburan tiba. Di apartemen, Masato duduk di depan altar abu kedua orang tuanya dan kakak perempuannya, dia mengatupkan tangannya dan memejamkan matanya,


“Papa, mama, Aya-nee...sekarang aku sudah punya teman banyak, oh ya, aku juga sudah punya kekasih yang tinggal bersamaku, namanya Harumi....sekarang aku bahagia, kalian tenang saja di sana ya..suatu hari nanti kita ketemu lagi.” Ujar Masato dalam hati.


Masato membuka matanya dan menoleh, dia melihat Harumi juga duduk di sebelahnya sambil berdoa mengatupkan tangan dan memejamkan mata, kemudian setelah Harumi selesai,


“Terima kasih ya Haru-chan...” Ujar Masato.


“Hehe iya, sekalian aku kenalan, aku sudah sebulan di sini baru sekarang kenalan...” Balas Harumi.


“Haha benar juga...” Balas Masato.


“Dari awal sekolah, banyak yang terjadi ya...” Ujar Harumi.


“Ya...tapi sekarang aku bahagia....” Balas Masato.


“Sama, setelah tugas selesai pasti kita lebih bahagia lagi...” Balas Harumi.


“Hahaha benar....yuk bobo, sudah malam.” Ajak Masato sambil berdiri.


“Ok....gendong...” Ujar Harumi.


“Haaah...iya iya....hup.” Masato menggendong Harumi.


“Hehe terima kasih Ma-kun...” Balas Harumi.


Keduanya masuk ke kamar dan langsung tidur dengan nyenyak, sementara itu di rumah Nana,


“Ugh...sempit...” Ujar Jiro.


“Mau gimana lagi...kita berempat satu kamar...” Balas Nana.


“Hehe seru ya...” Ujar Shoko.


“Uh...besok sekolah ya, aku grogi nih, sudah lama sekali tidak masuk...” Ujar Kenzo.


“Hehe...tenang saja Ken-ken, ada aku...” Balas Kenzo.


“Kalian bisa tidur ga, aku ngantuk..” Ujar Jiro galak.


“Maaf nii-san...” Jawab Kenzo dan Shoko.


“Hehehe....untung aku punya kasur pribadi...” Ujar Nana yang tidur di atas tubuh Jiro.


“Ugh berat....” Balas Jiro.


“Maksud kamu apa bongsor ? aku gendut gitu ?” Tanya Nana geram.


“Ssssttttt.....” Ujar Kenzo dan Shoko.


“Ok ok tidur....” Balas Nana.


Dan akhirnya tidak ada yang bisa tidur sampai pagi. Mereka berangkat ke sekolah pagi pagi sekali. Ketika sampai di sekolah, Masato dan Harumi sudah menunggu di depan gerbang,


“Kalian kenapa ?” Tanya Masato yang melihat Jiro, Nana, Kenzo dan Shoko lemas.


“Ngantuk....” Jawab ke empatnya.

__ADS_1


“Hihihihi.....” Harumi tertawa mendengar nya.


__ADS_2