
Shoko terus mengikuti Kenzo dari belakang sambil terus memanggil manggilnya dan memacu kecepatannya.
“Ken-ken....Ken-ken....berhenti....” Teriak Shoko.
Kenzo menoleh, tiba tiba tubuhnya menjadi tembus pandang dan menghilang begitu saja, melihat Kenzo menghilang, Shoko langsung berhenti dan terus memanggil Kenzo. Masato, Harumi, Jiro dan Nana menghampiri Shoko yang berteriak teriak sambil menangis.
“Aneh....” Ujar Masato.
“Kenapa Ma-kun ?” Tanya Harumi.
“Dia seperti zombie yang tidak punya pikiran dan kemauan....tapi ketika mendengar suara Mori-chan dia langsung bereaksi....sepertinya ada yang mengendalikannya.” Ujar Masato.
“Yang pasti dia kuat dan cukup berbahaya...kalau bisa menghilang seperti ini dan muncul tiba tiba seperti tadi, wajib di perhitungkan.” Ujar Jiro.
“Ken ken tidak jahat....aku berani jamin itu....” Teriak Shoko.
“Iya iya kami tahu dia tidak jahat, kalau jahat dia sudah membunuh mu sejak tadi, tapi benar seperti yang di bilang Yamachi, sepertinya dia di kendalikan seseorang.” Ujar Nana.
“Pertanyaannya, siapa yang bisa mengendalikan dia, kalau aku lihat statusnya dia level 95, dia kuat...berarti yang bisa mengendalikan dia lebih kuat dari dirinya, mungkin juga lebih kuat dari kita berlima.” Ujar Harumi.
“Kita harus mencari tahu tentang ini secepatnya, Kenzo terlalu berbahaya kalau sampai jadi musuh...” Ujar Masato.
“Aku setuju...” Tambah Jiro.
“Ken-ken....kamu kenapa...hiks....hiks...” Ujar Shoko menunduk.
“Kita kembali dulu....” Ujar Masato.
“Baik..” Balas semuanya.
Akhirnya mereka terbang kembali menuju ke sekolah dan mendarat di atap, kemudian mereka semua berubah ke wujud manusianya. Shoko terlihat menangis, Harumi dan Nana langsung memeluk nya. Masato dan Jiro berjaga jaga, mereka melihat ke arah langit, kalau kalau Kenzo tiba tiba muncul menyerang mereka.
*****
Sementara itu, di sebuah tanah kosong yang jauh dari sekolah, Kenzo mendarat dan muncul kembali, di depan nya sudah menunggu sebuah mobil sedan hitam yang terlihat mewah, seorang pria yang memakai setelan jas berwarna hitam keluar dari dalam mobil, tangannya memegang sebuah benda yang bentuknya seperti remote. Dia menekan nya dan Kenzo berhenti di depannya. Jendela bagian belakang mobil itu terbuka, terlihat seorang pria paruh baya berwajah jahat melihat Kenzo yang berdiri di depan mobil dengan wujud yang belum berubah menjadi manusia.
“Hmm sepertinya percobaan kita berhasil....” Ujar pria itu.
“Benar bos, dia menurut seperti binatang peliharaan yang terlatih.” Balas pria yang memakai jas dan memegang remote itu sambil tersenyum lebar.
“Berarti percobaan professor itu berhasil...bagus bagus, keluarga kita bisa berjaya hahaha....bawa dia pergi...gunakan semaksimal mungkin.” Ujar pria itu.
“Siap bos....” Balas pria berjas itu dengan senyum lebar.
Jendela belakang mobil itu tertutup, kemudian mobil langsung berangkat meninggalkan pria yang memakai jas dan Kenzo di lapangan. Pria itu menekan remote nya, tapi Kenzo tidak bereaksi, Kenzo terlihat seperti orang yang sedang kebingungan,
__ADS_1
“Hei...ada apa...cepat, aku tidak mau berlama lama di sini....” Teriak pria itu sambil menepuk nepuk helm Kenzo.
“Sho...chan.......” Ujar Kenzo perlahan.
“Hah...aku tidak dengar, kurang ajar, kelamaan...” Pria itu menekan lagi remotenya.
“Yaaaaaaah....” Kenzo berteriak karena dirinya tersetrum listrik.
Setelah itu, Kenzo melihat ke arah pria berjas itu, sayap pesawat di kakinya keluar dan bersatu menjadi papan skate yang melayang di udara di bawah telapak kaki Kenzo, pria itu naik ke papan skate melayang dan Kenzo langsung terbang bersama pria itu.
*****
Beberapa hari pun berlalu, di internet dan sosial media mulai banyak berita tentang pahlawan misterius yang menggunakan skate melayang dan menembakkan es, menghabisi para gangster yang berkuasa di satu daerah, bisnis bisnis kotor mereka dan lainnya. Nama pahlawan itu adalah Cyber punisher, banyak foto foto beredar di internet dan sosial media yang menampilkan wujud Kenzo ketika berubah. Masato, Harumi, Jiro, Nana dan Shoko yang sedang berada di ruang kegiatan club mereka memperhatikan berita berita itu.
“Semua bisnis yang di hancurkan milik mafia dari keluarga yang sama....” Ujar Jiro.
“Hmm..ini jelas persaingan antar mafia...bukan keadilan.” Ujar Masato.
“Berarti yang menangkap Kenzo-kun mafia ?” Tanya Harumi.
“Ada kemungkinan...” Jawab Masato.
“Hoo ada mafia yang memiliki kekuatan besar rupanya.....” Ujar Nana.
“Aku tahu keluarga ini, keluarga Kumagoro.....berarti yang menguasai Kenzo adalah keluarga saingannya...keluarga Yamishiki.” Ujar Jiro.
“Hmmm kamu tahu banyak ya...” Balas Masato.
“Hei, keluarga ku juga bagian mafia dan dunia bawah, jelas saja aku paham soal beginian.” Balas Jiro.
“Uuuuuu...Ken-ken....” Gumam Shoko.
“Sabar Shokochi, kita pasti menyelamatkan tunanganmu...tenang saja.” Ujar Nana sambil merangkul Shoko.
“Iya Nana-neesan....” Balas Shoko.
“Jadi kita berkunjung ke keluarga Yamishiki nih ?” Tanya Jiro.
“Tentu saja, kita datangi mereka malam ini...tahu kan alamatnya ?” Jawab Masato.
“Yap, serahkan padaku...” Balas Jiro.
“Sreeeg.” Pintu di buka, Masato, Harumi, Jiro, Nana dan Shoko langsung kaget melihat orang yang berdiri di pintu,
“Hana-neesan ?” Ujar Harumi.
__ADS_1
“Halooo...kebetulan aku lagi di sini, aku mampir ke tempat kalian...” Ujar Hana yang langsung masuk dan menutup pintu.
Hana langsung duduk di kursi yang ada di depan ke limanya dan mengambil rokok dari balik blazernya, dia langsung menyalakan rokoknya dan merokok dengan nikmatnya. Masato, Harumi, Jiro, Nana dan Shoko diam seribu bahasa karena melihat Hana yang berada di depan mereka,
“Kalian mau mendatangi apa tadi ? aku dengar sedikit dari luar.” Ujar Hana.
“Um....um...tidak...” Jawab Masato.
“Oh iya, mau belanja buat liburan hahahaha....” Ujar Nana.
“Nee-san kenapa ke sekolah ?” Tanya Harumi.
“Menyelidiki sesuatu, lihat foto ini...” Ujar Hana sambil memberikan smartphone yang menampilkan sebuah foto kepada ke limanya.
Ketika melihat foto foto itu, mereka baru sadar kalau kejadian beberapa hari lalu yang melibatkan ke limanya di sungai dan kejadian Kenzo barusan ada yang mengambil fotonya. Kemudian Hana berdiri dan melihat Jiro juga Nana.
“Aku belum kenal dengan kalian....” Ujarnya menjulurkan tangan ke wajah Jiro.
“Oh...ah...namaku Kaname Jiro...” Ujar Jiro sambil menjabat tangan Hana dan melepaskannya lagi.
“Aku Saikoji Nanako...salam kenal....nee-san...” Ujar Nana grogi sambil menjabat tangan Hana.
“Dan kamu ?” Tanya Hana sambil menoleh kepada Shoko.
“Mori Shoko...aku kelas satu...” Jawab Shoko.
“Hmmm baiklah, kalian tahu sesuatu soal ini ?” Tanya Hana langsung.
“Tidak, kami kebetulan sudah pulang saat itu, ada urusan membantu orang...” Jawab Masato.
“Oh begitu...pantas kalian kaget melihat foto ini...kalau ada info soal para superhero gadungan ini kasih tahu aku ya...khusus nya yang ini.” Ujar Hana sambil menghisap rokoknya dan jarinya menunjuk foto Kenzo.
Melihat kekasihnya di tunjuk, wajah Shoko langsung berubah menjadi merah karena marah, tapi Harumi dan Nana langsung membisiki nya. Hana terlihat santai dan menaikkan kakinya ke meja seperti di rumah sendiri, sedangkan Masato, Harumi, Jiro, Nana dan Shoko sedikit tegang melihatnya.
“Oh ya, aku sudah bicara dengan Togari-sensei soal kalian, musim panas ya, kalau sudah kasih tahu aku...wah kalian lebih duluan dari ku nih jadinya hahahaha.” Ujar Hana sambil melihat ke arah Masato dan Harumi.
“Eh memang nee-san belum ?” Tanya Harumi.
“Huh....aku sudah bubar...sekarang aku fokus ke pekerjaan ku saja...” Jawab Hana santai sambil merokok.
“Bubar ?” Tanya Masato.
“Sudah tidak usah di bahas, malas aku membicarakannya, baiklah, kalau kalian mendengar soal para cosplayer di foto ini, kabari aku ya, aku harus pergi dulu...hati hati ya pulangnya, sekarang kota sedang gawat...bye.” Ujar Hana sambil mematikan rokoknya di meja.
Setelah itu, tanpa pamit dia langsung keluar dari ruangan dan melambaikan tangan kepada ke limanya. Masato, Harumi, Jiro, Nana, Shoko tertegun melihat Hana pergi dengan seenaknya dan kesal melihat ada puntung rokok menancap di meja.
__ADS_1