The Vampir

The Vampir
Chapter 10


__ADS_3

Dengan berlahan Wangji membuka matanya yang terasa berat, namun saat ia membuka matanya hal yang paling ia benci justru muncul, ia berusaha duduk dengan tenang ditepi tempat tidur, menahan rasa sakit luar biasa yang ia rasakan di dadanya, tak lama kemudian darah menetes dari bahu dan lengannya, ia hanya terdiam melihat bagaimana pergelangan tangannya yang kemarin tidak ada luka sayatan disana sekarang malah terbentuk sebuah luka sayatan yang cukup dalam.


Suara derit pintu kamar ini membuat Wangji langsung menarik lengan kemeja yang ia gunakan untuk menutupi luka di pergelangan tangan dan lengan atasnya.


" Lan Zhan kau sudah bangun" Ujar Wuxian senang sebelum ia segera berlari mendekati Wangji, melompat ke atas ranjang memeluk pria bertubuh kekar itu dengan erat sementara Wangji terdiam kaget karena Wuxian tiba - tiba memeluknya seperti ini.


" Lan Zhan.. Syukurlah kau baik - baik saja.. kau tahu aku sangat khawatir pada mu"


" Hm .. maafkan aku" Ujar Wangji pelan sebelum ia membalas pelukan pemuda manis ini.


" kenapa kau malah meminta maaf pada ku"


" Karena aku sudah membuatmu menangis"


" Lan Zhan apa kau baik – baik saja" Ujar Wuxian menatap wajah Wangji lekat


" Hm .. aku baik baik saja kau tidak usah khawatir"


" Kau tidak usah berbohong padaku Lan Zhan" Ujar Wuxian menatap dengan tatapan serius yang membuat Wangji heran melihat tatapan mata pemuda manis ini.


" Wei Ying" Ujar Wangji pelan sebelum ia mengelus wajah Wuxian lembut.


" Lan Zhan .. aku sudah mengingat semuanya dan aku juga sudah tahu semua yang terjadi pada mu" Ujar Wuxian menggenggam erat tangan Wangji yang mengelus wajahnya,


" B-Baigamana kau bisa" Ujar Wangji tidak percaya


" Zewu- Jun sudah menceritakan semunya padaku" Ujar Wuxian pelan sebelum ia menatap Wangji lekat


" Lan Zhan kenapa kau menyembunyikan semua ini dari ku ?"Ujar Wuxian yang membuat Wangji mengalihkan pandangannya. Wuxian menghela napas melihat sikap pria yang dahulu adalah suaminya ini, mungkin benar apa yang dikatakan pepatah cinta itu buta.


" Lan Zhan, dulu kita berjanji untuk tidak menanggung masalah sendirian, kita akan selalu bersama, lalu kenapa kau malah menyembukin kenyatan ini dari ku"


" Bagaimana aku bisa membagi masalah ku ini dengan mu Wei Ying ?" Ujar Wangji sendu


" Malah terbesar ku adalah kehilangan dirimu" ujar Wangji pelan,Wuxian merasa hatinya sakit melihat Wangji saat ini, wajah pucatnya menjadi saksi jika sekarang pria bertubuh kekar ini sedang kesakitan.


" Lan Zhan, jika aku bisa mengurangi rasa sakit yang kau rasakan, aku akan melakukannya dengan senang hati" Ujar Wuxian sebelum ia berbaring disebelah Wangji.


" Kemarilah Lan Zhan" Ujar Wuxian merentangkan tangannya, Wangji merasa tubuhnya bergejolak melihat Wuxian yang seperti ini membuat ia mengingat hari saat mereka selalu bersama, hidup bahagia di Yun Shen Buzhi Chu.


" Wei Ying" Ujar Wangi pelan sebelum ia mendekati pemuda manis ini, menindih tubuh ramping pemuda manis yang sekarang akan menjadi miliknya seorang.


" Lakukanlah Lan Zhan" Ujar Wuxian tanpa ragu.


Sesaat Wangji terdiam menatap pemuda ini, dunia ini dan dunia saat mereka sudah menjadi suami istri berbeda, walaupun jiwa mereka masih sama tapi tubuh dan usia pemuda dibawahnya jauh berbeda.


" Wei Ying aku tidak ingin menyakitimu"


" Jika kau tidak mau menyakitiku Cium aku sebelum kau menghisap darahku"


" Tapi.."


Wuxian tersenyum menatap pria diatasnya ini sambil tersenyum manis.


" Lan Zhan .. aku tahu apa yang kau pikirkan, aku tidak mengijinkan mu melakukan hal sejauh itu dengan ku sekaran, tubuh ini masih terlalu muda, jadi kita hanya sebatas ciuman saja ya" Ujar Wuxian yang langsung membuat Wangji termenung.


" Baiklah" Ujar Wangji pelan sebelum ia menunduk menciumi wajah pemuda manis dibawahnya ini .


" Lan Zhan" gumam Wuxian pelan ketika Wangji berhenti


" Hm"


" Aku sangat merindukan mu"


" Aku juga Wei Ying" ujar Wangji sebelum ia mengecup bibir ranum Wuxian lembut sebelum berubah menjadi ******* ganas sang Hanguang - Jun. Wuxian hanya mendesah tertahan didalam ciuman basah mereka, Wangji melepas ciuman mereka sejenak menatap pemuda manis yang tengah - engah kehabisan napas akibat ciumannya.


" Wei Ying .. aku sangat mencintaimu" Ujar Wangji sendu Wuxian hanya bisa tersenyum mengelus wajah tampan pria dihadapannya ini sebelum mengecup pipinya lembut


" Aku juga sangat mencintaimu Lan Zhan"


Wangji kembali menunduk menyusuri leher pemuda ini menjilat dan menghidap cekungan leher Wuxian yang membuat ia mendesah pelan, berlahan namun pasti Wangji mulai menanjabkan gigi taringnya di leher Wuxian membuat pemuda manis itu memekik pelan. Wuxian bisa merasakan panas luar biasa dilehernya saat Wangji mulai menghisap darah dari sana, ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya sendiri menahan rasa sakit yang menjalar di lehernya itu.


Setelah beberapa menit kemudian Wuxian mulai merasa kepalanya pening dan saat itulah ia berusaha mendorong tubuh Wangji yang masih betah menghisap darah disana.


" Lan ... Zhan .. apa belum cukup ?" Ujar Wuxian terengah, tubuhnya terasa lemas dan kepalanya berdenyut hebat.


" Lan Zhan" Ujar Wuxian untuk kesekian kalinya, berharap Wangji mau mengerti jika ia sudah tidak kuat, Wangji hanya diam terus menghisap darah pemuda ini hingga akhirnya ia merasakan tangan lemas pemuda itu meremas rambutnya, dengan segera Wangji melepaskan gigitannya dileher jenjang Wuxian.


Wuxian berusaha meraup oksigen sebanyak yang ia bisa ketika Wangji sudah melepaskan gigitannya, tubuhnya benar – benar lemas saat ini.


" Wei Ying " Ujar Wangji sendu dengan raut menyesal Wuxian hanya tertawa melihat wajah pria tampan ini .


" Aku.. baik-baik saja Lan Zhan" Ujar Wuxian sambil tersenyum manis

__ADS_1


" Tapi sepertinya aku butuh tidur sebentar"


" Hm .. tidurlah, aku yang akan menghubungi gurumu" Ujar Wangji sebelum menunduk mengecup kening Wuxian singkat sebelum ia meninggalkan pemuda yang sudah tertidur itu.


Wangji menghela napas panjang, akirnya pemuda yang sangat ia cintai itu mengingat semua masa lalu mereka, memang Wangji merasa sangat bahagia akan hal ini namun juga takut disaat yang sama. Cepat atau lambat orang – orang itu akan tahu jika Yiling Laozu telah bangkit, dan jika itu terjadi tentu saja Wuxian akan terancam.


" Wangji" Ujar seseorang yang membuat Wangji menatap sosok sang kakak yang hanya tersenyum simpul padanya


" Xiao Zhang" Ujar Wangji sebelum meberikan salam pada kakaknya


" Wangji aku ingin bicara dengan mu sebentar" Ujar Xichen yang dijawab anggukan singkat oleh adiknya.


" Wangji sebelumnya aku ingin minta maaf pada mu, aku sudah menceritakan semuanya pada Adik Wei"


" Hm" Gumam Wangji sambil mengangguk pelan.


" Setelah ini apapun yang terjadi kalian harus menjaga diri kalian dengan baik, aku dan paman akan melakukan apapun untuk kalian" Ujar Xichen mengelus pundak adiknya pelan.


" Terimakasih Xiao Zhang"


" Hm .. aku senang melihat kalian kembali bersatu, jaga adik Wei dengan baik Wangji, jika terjadi sesuatu segeralah hubungi aku"


' Baik Xiao Zhang"


" Aku pergi dulu" Ujar Xichen sebelum ia pergi meninggalkan rumah megah ditengah hutan ini .


....


Wangji terdiam menatap Wuxian yang masih tenang dalam tidurnya, dengan berlahan Wangji mengelus wajah manis sosok dihadapannya ini dan berusaha membangunkannya.


" Wei Ying .. bangunlah" Ujar Wangji pelan sambil mengelus wajah Wuxian lembut.


" Lan Zhan " Gumam Wuxian pelan tanpa membuka matanya


" Bangunlah, kita makan siang" Ujar Wangji yang membuat Wuxian berlahan mulai membuka matanya, ia hanya bisa tersenyum ketika hal pertama yang ia lihat adalah wajah Lan Wangji.


" Ayo bangunlah kita makan siang"


" Lan Zhan .. mendekatlah sebentar" Pinta Wuxian yang langsung dituruti oleh Wangji, Wuxian langsung mengecup pipi Wangji ketika pria tampan itu medekat, Wangji hanya bisa terdiam membiarkan Wuxian menciumi wajanya hingga puas.


" Wei Ying"


" Iya ?"


" Kau tahu, aku ini laki – laki, kau sama sekali tidak tahu cara memuji laki – laki"


" Aku hanya megatakan apa yang aku lihat"


"Ya.. Ya aku tahu" Ujar Wuxian sambil tertawa


" Lan Zhan .. bagaimana dengan keadaannya ya ?" Ujar Wuxian sendu, sementara Wangji hanya terdiam, ia baru ingat tentang anak itu.


" Dia baik – baik saja, kita bisa bertemu dengannya nanti" Ujar Wangji tersenyum


" Jadi maksudmu dia juga ada di zaman ini sekarang ?"


"Hm"


Mata Wuxian terasa panas mendengar ucapan Wangji ia benar - benar tidak menyangka jika anak itu juga ada ditempat ini.


" Lan Zhan .. aku ingin bertemu dengannya" Ujar Wuxian dengan mata berkaca - kaca


" Tentu kita akan bertemu dengannya tapi tidak sekarang"


" Kenapa begitu ?"


" Kau harus ke sekolah besok, selain itu dia juga sedang sibuk jadi kita tidak akan bisa bertemu dengan nya" ujar Wangji tersenyum Wuxian hanya bisa terdiam, ia sangat ingin tahu bagaimana kedaan anak itu sekarang.


" Tapi Lan Zhan aku ingin tahu bagaimana dia sekarang"


" Kalau begitu ambil Handphone mu carilah namanya di internet kau pasti akan menemukannya" Ujar Wangji tersenyum, Wuxian hanya menurut mengambil Handphonenya dan mengetikkan nama seseoang disana.


Wangji tersenyum ketika melihat pemuda manis disampingnya ini menangis haru sambil menatap layar Handphone yang menunjukkan foto seorang pemuda berusia sekitar 25 tahun dengan wajah tampan sambil tersenyum lembut.


" D-Dia tampan sekali" Ujar Wuxian menghapus air matanya " Lan Zhan aku ingin bertemu dengannya secepatnya" Ujar Wuxian mendesak yang membuat Wangji terdiam.


" Wei Ying.. kita akan menghubunginya nanti, sekarang ayo kita makan dulu bagaimana" Ujar Wangji mengecup kening Wuxian lembut


" Baiklah" Ujar Wuxian yang hanya bisa menurut.


Wangji terdiam menatap sekitarnya, ia sudah berada dirumah ini seharian dan tidak ada hal mencurigakan yang terjadi , namun apa yang akan terjadi ketika ia tidak mengawasi Wuxian membuat ia kalut, entah kenapa benaknya selalu dipenuhi oleh rasa khawatir yang tidak berdasar ketika ingat jika sekarang Wuxian bukanlah pemuda lugu yang tidak mengerti apa – apa ataupun, tidak ada kaitannya dengan kehidupan didunia malam. Wei Wuxian adalah sang Yilling Laozu dan jika bangsa Vampir mengetahui hal itu pasti mereka akan mengincar Wuxian.


" Lan Zhan .. ada apa ?" Ujar Wuxian heran karena Wangji hanya terdiam menatap makanan yang ada dihadapannya

__ADS_1


" Tidak .. tidak apa"


" Lan Zhan apa kau memikirkan sesuatu ?"


" Hm"


" Katakan saja Lan Zhan, jangan menutupi sesuatu dari ku lagi" Ujar Wuxian yang membuat Wangji menghela napas panjang.


" Wei Ying .. kau sekarang sudah mengingat semuanya, tentu kau pasti tahu kan tentang Vampir"


" Hm .. aku merasa bersalah" Ujar Wuxian tertawa miris, tentu saja ia tahu betul makhluk yang sekarang ini disebut Vampir adalah mereka makhluk ganas haus darah yang ia ciptakan dikehidupan sebelumnya.


" Aku tidak sedang menyalahkanmu dalam hal ini .. kau hanya tidak mengenal sifat 2 makhluk itu, Wen Ning benar – benar setia pada mu tapi tidak dengan 2 lainnya" Ujar Wangji yang membuat Wuxian ingat 2 sosok orang yang ia tolong karena permohonan mereka saat mereka berdua meregang nyawa.


" Lan Zhan jangan katakana jika mereka berdua yang.." ujar Wuxian menatap Wangji tidak percaya.


" Hm .. dua hari sebelum penyerangan hari itu, aku sudah mendapatkan peringatan dari Wen Ning, jika kita dalam masalah besar, karena ulah orang lain, tapi sayangnya Wen Ning tidak mengatakan siapa orangnya" Ujar Wangji terdiam mengingat masa lalu ketika ia terlambat menyadari bahaya yang mengancam pemuda yang amat ia cintai ini.


" Dan saat aku tahu maksud Wen Ning aku sudah terlambat, setelah kematian mu Wen Ning dibunuh oleh mereka berdua, sedangkan mereka melarikan diri" Ujar Wangji yang membuat Wuxian menggenggam sendoknya geram.


" Lan Zhan, apa mereka yang telah membuat Vampir yang menyebar saat ini ?"


" Hm .. Merekalah yang telah menyebabkan banyak Vampir yang muncul, mereka membunuh orang tanpa belas kasihan... selain itu orang yang mereka gigit akan mejadi sama seperti mereka, aku baru mengetahui jika mereka sebelumnya tidak memiliki kemampuan seperti itu, dan hanya satu hal yang dapat menjelaskannya"


" Mereka mengembangkan kemampuan itu ?"


" Hm... mereka ingin merencanakan sesuatu" Ujar Wangji sebelum meneguk segelas air


" Wei Ying .. aku hanya khawatir jika mereka berdua akan melakukan hal licik seperti sebelumnya, sifat licik mereka memang tidak akan pernah berubah"


" Wen Rouhan.. Jin Guangyao" Gumam Wuxian sebelum ia tertawa pelan " Aku benar – benar menyesal percaya pada mereka... mereka seperti racun yang aku ciptakaan untuk membunuh diriku sendiri " Ujar Wuxian tertawa miris.


" Saat ini mereka memiliki rencana yang tidak bisa aku pikirkan, aku dan Xiao Zhang sudah mencari keberadaan mereka selama ini namun sayangnya mereka tidak pernah bisa ditemukan.. entah kenapa ada saja yang menutupi keberadaan mereka"


" Kita tidak akan bisa menemukan mereka jika tidak membunuh semua Vampir yang ada di muka bumi ini"


" Sayangnya kau salah Wei Ying, saat ini ada banyak tempat yang bisa mereka gunakan untuk bersembunyi, dan aku yakin jika mereka tidak ada dinegara ini, kau tahu sekarang kita bisa mencapai belahan dunia ini dengan sangat mudah"


"Hm .. kau benar"


" Dan jika kau berencana membunuh seluruh vampire dimuka bumi ini maka mungkin justru kita yang akan terbunuh Wei Ying"


" Ahh.. kau benar, lalu apa yang selama ini kau dapatkan dari pencarianmu"


" Hanya para vampire yang menjadi kaki tangannya, bahkan jumblahnya sudah tidak terhitung lagi... dia benar – benar mengerikan, membantai hampir setengah umat manusia di belahan dunia ini, dan menjadikan mereka Vampir dalam waktu yang cukup singkat bahkan saat ini jumblah mereka terus bertambah" Ujar Wangji menghela napas panjang, selama ini ia dan keluarganya sudah membasmi puluhan ribu Vampir tapi mereka terus saja muncul.


" Aku tidak menyangka jika mereka melakukan hal itu, apa sebenarnya tujuan mereka ?"


" Entahlah, tapi yang pasti mereka akan menjadikan mu sebagai sasaran mereka, jadi aku mohon jangan bertindak gegabah Wei Ying"


" Kau tenang saja Lan Zhan, saat ini aku bisa menggunakan kemampuan ku dengan baik jadi aku rasa mereka tidak akan bisa menyentuhku"


" Hm .. aku tahu itu.. hanya saja


" Aiihh.. Lan Zhan, kau tidak usah khawatirkan tentang aku, aku akan baik – baik saja, lagi pula aku yakin Cheqing masih ada ditangan mu kan"


" Hm"


"Bagulah.. aku masih bisa melindungi diri dengan itu"


" Tapi sayangnya Yin Hufu berhasil mereka bawa" Ujar Wangji yang membuat Wuxian terperangah kaget


" Pantas saja mereka bisa melakukan semua ini, ternyata benda itu masih ada, padahal aku sudah yakin jika benda itu sudah hancur sebelum aku mati" Ujar Wuxian tersenyum sendu


" Kita masih bisa menanganinya, karena Yin Hufu itu hanya sebagian"


" Bukan berarti mereka tidak bisa membuat bagian yang hilang mereka adalah orang orang yang sangat cerdas dan aku yakin membuat bagian dari Yin Hufu bukanlah masalah besar bagi mereka" Ujar Wuxian yang membuat Wangji hanya terdiam.


" Tapi sudahlah, Ceqing lebih berbahaya dari pada Yin Hufu, beruntungnya benda itu hanya aku yang bisa menggunakannya" Ujar Wuxian tertawa.


" Tidak .. dia juga bisa" Ujar Wangji yang membuat Wuxian terdiam menatap Wangji heran


" Dia ?"


" Hm" ujar Wangji menyerahkan Handphonenya pada Wuxian " Bicaralah dengannya"


Wuxian hanya menurut mendekatkan benda pipih itu ke telinga


" A-Niang"


Seketika mata Wuxian kembali terasa panas mendengar suara gemetar seorang pemuda diseberang sana. Bahkan air matanya langsung tumpah ketika mendengar suara pemuda itu untuk kedua kalinya.


...OoOoO...

__ADS_1


__ADS_2