The Vampir

The Vampir
Chapter 20


__ADS_3

Wangji menatap Wen Zhuliu tajam, ia tidak ingin bermain – main lebih lama lagi. Pada akhirnya Wangji menggunakan Bichen, mengakhiri semua permainan Wen Zhuliu


" Kau benar – benar berpikir jika aku akan kalah hanya karena kau menggunakan pedangmu ?" Ujarnya tersenyum sinis.


" Majulah "


Wangji terus beradu serangan dengan pemuda ini yang membuat ia mulai menyadari sesuatu, pemuda ini mengenal gerakan dan pola serangannya, bagaimana bisa ?.


" Tuan Lan apa kau mengingat sesuatu" Ujar Wen Zhuliu tertawa sinis pada Wangji.


Benar ia pernah bertarung dengan pemuda ini sebelumnya, mereka pernah bertemu sebelumnya, tapi dimana ?.


" Kita pernah bertarung sebelumnya bukan ?. Siapa kau sebenarnya ?"


" Anda tidak mengingatku ?.. Kita pernah bertarung di kaki bukit Luanzang"


Wangji langsung menatap pemuda ini tidak percaya, jadi dia benar – benar masih hidup.


" Kau" Gumam Wangji geram, untuk pertama kalinya ia merasakan kemarahannya meluap – luap seperti ini, alasan mengapa ia tidak berhasil mencapai tempat istrinya tepat waktu hari itu karena ia dihadang oleh Wen Zhuliu. Ia harus bertarung melawan Wen Zhuliu bersama pasukan Vampirnya di kaki bikit Luanzang.


" Jadi hari itu kau memang sengaja menghadangku"


"Aku ditugaskan untuk menahanmu masuk ke Luanzang malam itu" Ujar Zhuliu tersenyum sinis " Dan hari ini kejadian sama akan terulang disini"


Wangji hanya diam membiarkan Wen Zhuliu menyerang namun tak ada satupun serangan pria ini mengenai dirinya.


" Aku akan mengingatkan mu satu hal.. aku tidak akan mengampuni mu kali ini" Ujar Wangji penuh amarah, Wen Zhuliu hanya bisa terdiam dengan tubuh bergetar hebat, mata Wangji yang berkilat merah bak darah menatap Zhuliu tajam.


" Apa kau benar – benar bukan seorang Vampir ?" Ujar Zhuliu ketika melihat sosok yang muncul dibelakang Wangji.


" Aku tidak menyangka kau bisa membuatku menggunakan ini" Ujar Wangji menyeringai lebar


" tidak ada satupun kaum Vampir yang tersisa setelah melihat ini"


" Sungguh Sial" Ujar Wen Zhuliu sebelum ia dilahap oleh sosok mengerikan ini.


Wen Rouhan hanya diam menatap sosok yang saat ini ada dihadapannya, sungguh wajah manis yang tidak akan pernah bisa ia lupakan, bahkan kecantikannya tidak berkurang setelah reingkarnasi.


" Bagimana Rouhan, aku sudah mengatakan pada mu. Tuan kita ini sangat manis sekarang" Ujar Jin Guangyao mengelus wajah pemuda ini lembut.


" tapi sayangnya, Lan Wangji selalu saja menemukannya lebih dulu" Ujarnya geram


" Dia saat ini ada diluar, dihadang oleh Wen Zhuliu, aku rasa kita bisa melakukan hal yang sama seperti dulu. Sekarang ini tidak ada Wen Ning yang akan menghalangi kita"

__ADS_1


" Hm .. kau benar, aku rasa Lan Wangji tidak akan bisa masuk ke tempat ini secepat itu, dia hanya sendirian"


" Untuk saat ini dia memang sendirian, anak itu akan menyusul kemari. Apalagi setelah Wei Wuxian kau culik di depan matanya"


" Biarkan dia datang kemari, akan aku habisi dia, hingga aku bisa merebut Cenqing dari tangannya"


" Heh.. sebelum kau melakukan itu, Lan Wangji yang akan membunuh kita"


" Apa maksud mu, dia tidak akan bisa bergerak lagi setelah ini. Aku sudah mengetahui kelemahan Wangji, dia benar – benar setia pada Wuxian hingga melakukan hal bodoh seperti itu. Kau pasti tahu apa maksudku"


" Bichen ?"


" Hm.. aku sudah menghitungnya sejak dia datang ketempat ini, sudah lebih dari 1 jam dia menggunakan Bichen, tinggal beberapa menit lagi dia tidak akan bisa menggunakannya lagi"


" AAARRRGGGG !" jeritan demi jeritan mulai menggema dalam bangunan ini, satu


bersatu Vampir lenyap entah kemana menyisakan jeritan mengerikan yang membuat semua orang bergidik ngeri, tidak ada hal lain yang terdengar selain teriakan kematian dari para Vampir.


" Rouhan cepat cek apa yang terjadi diluar sana" Ujar Guangyao yang membuat Rouhan mendecak kesal, mau tidak mau Wen Rouhan melangkah keluar dari ruangan ini. ia terbelalak kaget ketika melihat mayat – mayat kaki tangannya tergeletak tak berdaya dengan tubuh kering, darah mereka terhidap habis oleh sesuatu.


" T-Tuan .. T-Tolong" ujar seseorang dengan wajah keriput mengerikan sebelum ia musnah menjadi abu.


" Apa ini ?"


Wen Rouhan langsung berlari menuju aula utama , ketika mendengar teriakan – teriakan yang semakin mengerikan. Rouhan terbelalak kaget ketika melihat sosok tak asing yang tengah berjalan dengan santainya ditengah gerumunan para Vampir yang berusaha menyerang, namun setiap Vampir yang berusaha menyerangnya berakhir sama, menjadi mayat kering tanpa darah.


" Lan Wangji" Gumam Wen Rouhan geram ketika melihat bawahannya yang terakhir, sudah lenyap dilahap oleh makhluk yang tak lain adalah darah ini.


" Wen Rouhan, kau akan berakhir hari ini" Ujar Wangji penuh amarah " Zhixue"


Dalam sekejab makhluk seperti darah itu berkumpul membentuk monster megerikan dengan puluhan mata ditubuhnya.


" Bunuh dia" ujar Wangji pelan yang membuat darah ini bergerak cepat menyerang Wen Rouhan.


" Apa ini , kau mengendalikan darah ?" Ujar Wen Rouhan heran saat berhasil menghidari darah yang menyerangnya secara brutal.


" Dia adalah makhluk yang sengaja aku buat untuk membunuh kalian para Vampire" Ujar Wangji menyerigai senang menatap Wen Rouhan yang menatapnya tidak percaya.


" Kau benar – benar sudah kehilangan akal hanya karena ditinggal mati oleh Wei Wuxian"


" Terserah kau mau bicara apa, aku tidak akan pernah bisa memaafkan kalian berdua" Ujar Wangji geram.


" Hanguang – Jun, bukankah kau sekarang bisa bertemu dengan Wei Wuxian lagi ?.. lalu kenapa kau begitu marah ?" Ujar Wen Rouhan yang kembali tersenyum lebar yang membuat Wangji semakin geram.

__ADS_1


Wangji hanya diam menggerakkan tanggannya yang menjadi perintah bagi monster darahnya menyerang Wen Rouhan tanpa ampun. Wen Rouhan semakin kewalahan menghadapi makhluk seperti ini. serangan apapun yang ia lakukan tidak berpengaruh, monster ini benar – benar makhluk berbentuk cair yang tidak bisa dibunuh. Apapun yang ia lakukan makhluk ini kembali bangkit dengan sangat cepat.


" Uugghh" Wangji menatap dadanya yang sudah dipenuhi noda darah dimana sebilah pedang bertengger manis disana.


" I-Ini..


" Kau melupakan satu hal Hanguang – Jun" Ujar sosok pria dibelakang Wangji sambil tertawa puas.


" K-Kau.. Sungguh licik" Gumam Wangji ketika melihat Pria ini berdiri di belakangnya.


" Kau mengira jika aku tidak ada disini ?.. karena itu kau hanya fokus pada Rouhan Hanguang – Jun ?"


" Jin Guangyao" Ujar Wangji geram, ternyata mereka berdua berada ditempat ini.


" Maaf Hanguang – Jun .. apa ini terlalu menyakiti mu ?" Ujar Jin Guangyao menyeringai, menggerakkan pedangnya yang menembus dada Wangji.


" Heh.. K-kau memang .. B-Benar – benar licik" ujar Wangji pelan, menahan rasa sakit di dadanya.


" Jangan menyebut ku begitu Hanguang – Jun"


" Akhhh" Rintih Wangji ketika Guangyao mencabut pedangnya dengan kasar.


" Tuanku" Ujar sosok monster darah yang langsung berkumpul disekitar Wangji saat sosok tuannya ini ambruk, memegangi dada yang berlubang.


" Zhixue.. Jagan biarkan mereka berdua lolos"


" Baik Tuan ku"


Dalam sekejab monster ini tersebar menyerang Wen Rouhan dan Jin Guangyao bersamaan.


" Hanguang – Jun kau memang sama gilanya dengan istrimu, kau menciptakan makhluk yang mengerikan juga rupanya" Ujar Jin Guangyao yang tertawa kesal, ia terlalu meremehkan makhluk cair ini.


" Kalian berdua tidak akan aku ampuni" Ujar Wangji yang masih terengah memegangi dadanya berusaha menghentikan darah yang terus mengalir deras disana.


' Dia benar – benar mengincar organ vital ku sejak awal.. Sial'


" Hanguang – Jun, lebih baik kau meminta makhluk ini untuk mundur, kau pasti akan mati kehabisan darah jika seperti ini terus.


" Heh, kau terlalu meremehkan aku Jin Guangyao" Ujar Wangji menyeringai


" Hanguang – Jun apa kau tidak ingin hidup bersama dengannya lagi ?.. bukankah ini kesempatan terakhirmu, kau tidak akan bisa bertemu dengannya lagi jika kau masih bersikeras seperti ini" Ujar Guangyao tertawa puas, sebelum ia bersiul pelan.


Wangji terbelalak tak percaya ketika melihat 2 orang Vampir menyeret seseorang ketempat ini

__ADS_1


" Wei Ying"


OoOoO


__ADS_2