The Vampir

The Vampir
Chapter 22


__ADS_3

Sizhui menatap hamparan taman lotus dihadapannya dengan perasaan bahagia, bagaimana tidak apa yang sudah ia lewati selama ini tidaklah sia - sia, pada akhirnya ia bisa bersatu dengan keluarga kecil ini.


" A-Yuan" ujar Wuxian dari dalam rumah yang membuat Sizhui semakin tersenyum senang


" Iya Ma" Ujar Sizhui girang yang membuat Wuxian tersenyum heran


" Ada apa dengan mu ?"


" Tidak apa.. aku hanya senang" Ujar Sizhui tersenyum semakin lebar


" Kau ini.. ayo kita sarapan kau akan mulai kuliah hari ini kan"


" Hm.."


" Semua barang mu sudah siap ?"


" Sudah Ma.. aku sudah siap - siap sejak pagi tadi jadi aku hanya tinggal berangkat saja hari ini"


" Lalu teman - teman mu yang lain kemana ?"


" Mereka sudah berangkat lebih dulu pagi ini.. aku sengaja menunggu Mama dan Ayah bangun"


" Kau ini" Ujar Wuxian tertawa pelan


" Oh Iya apa Ayah belum bangun ?"


" Dia sudah bangun sejak tadi tapi dia juga mengatakan hal yang sama dengan mu menunggu ku bangun, dia baru saja mandi" Ujar Wuxian menguap pelan yang membuat Sizhui semakin tersenyum cerah.


" Sepertinya kalian bersenang - senang semalaman" ujar Sizhui tersenyum simpul yang membuat Wuxian menyemburkan air yang akan ia teguk. Sizhui hanya tersenyum melihat mamanya itu


" Ayah aku merasa mereka mulai bergerak"


" Hm.. kemarin sore aku bertemu dengan salah satu anggota mereka, Ayah rasa mereka mulai curiga"


" Lebih baik kita berhati - hati dalam bergerak, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian "


" Kau tidak usah khawatir, ayah akan segera kembali ke Gusu bersama Wei Ying"


" Benarkah ?" Ujar Shizui senang


" Hm .. Aku sudah membicarakan hal ini bersama ayahmu.. setelah lulus nanti aku akan melanjutkan sekolah di Gusu"


" Aku akan sangat senang bisa terus bersama mu" Ujar Shizui sumbringah


" Ya sudah segeralah kembali ke Gusu, ku harus segera kuliah bukan, pulanglah kesini saat kau liburan ya"


" Tentu ma" Ujar Shizui pelan sebelum ia meninggalkan rumah mewah ibunya itu.


Wangji hanya terdiam menatap layar ponselnya, ia mulai merasa risau nomer yang tertera di layar ponselnya ini membuat ia merasa tidak nyaman.


" Lan Zhan kenapa kau tidak mengangkat telpunnya ?" Ujar Wuxian heran


" Tidak nanti saja, dia bukan orang penting"


" Apa maksudmu, kau tidak boleh begitu siapa tahu kan ada urusan kantor yang harus kau selesaikan"


" Tidak dia bukan orang kantor.. Sudahlah jangan membahas ini ayo kita berangkat, kau tidak ingin terkambat bukan"


" Ohh iya"

__ADS_1


Wangji kembali menatap ponselnya yang terus bergetar


' Jika memang ini adalah mereka itu artinya mereka akan segera menemuiku lagi'


" Lan Zhan .. OI Lan Zhan "


" Ah iya" Ujar Wangji kaget


" kau ini kenapa malah melamun" Ujar Wuxian heran


" Tidak .. Tidak apa - apa, ayo berangkat"


Sementara itu dalam rumah besar keluarga Lan, Qiren tengah menahan emosinya yang sudah hampir meledak, pria dihadapannya membuat ia benar - benar tidak bisa berkutik


" Aku sudah mengatakan berulang kali padamu dia adalah keponakanku, dan aku bisa menjamin jika dia bukan Vampir seperti yang kau katakan"


" apa kau pernah melihat apa yang dia lakukan tempo hari seorang diri"


" Tuan Zhao anda seharusya berpikir terlebih dahulu sebelum anda bicara, aku tidak suka jika anda terus memojokkan anggot keluarga saya seperti itu"


" Tuan Lan aku tidak pernah memojokkan keponakan anda, apa yang aku katakan adalah hal yang harus anda ketahui, keponakan anda bisa saja berbalik dan membahayakan anda bukan"


" Sekali lagi saya katakan pada anda keponakan saya bikan Vampir, anda harus camkan itu"


" Kakek" Ujar seseorang menyela Lan Qiren yang sudah mulai emosi Sizhui datang dengan wajah cerah penuh senyuman yang membuat Qiren langsung terdiam


" Tuan Zhao" Ujar Sizhui memberi hormat, Zhao hanya diam menatap Sizhui sebelum ia tersenyum tipis.


" Ahh.. Lan Sizhui ya .. aku senang bisa bertemu dengan mu lagi"


" Tentu Tuan Zhao saya juga senang bertemu dengan anda"


" Kebetulan kau datang Sizhui aku ingin bertanya pada mu, aku harap kau bisa bekerja sama dengan ku Sizhui"


" Ayahmu Lan Wangji apakah benar dia bukan Vampir ?"


" Kenapa anda bertanya seperti itu Tuan Zhao, Ayah saya tentu manusia biasa. Apa yang membuat anda ragu tentang hal itu ?"


" Apa kau sedang berbohong pada ku ?"


" Tentu tidak Tuan Zhao"


" Baiklah jika memang seperti itu aku akan pergi, tapi jangan harap kalian bisa mengelabui ku lagi"


Sizhui hanya terdiam melihat senyum mengerikan yang terlukis di wajah pria itu sebelum ia pergi


" Sizhui" Ujar Qiren pelan


" Iya kakek"


" Aku harap kau bisa mengawasi mereka dengan baik, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada ayahmu lagi"


" Baik Kakek"


...


" Oi Wei Wuxian apa yang sedang kau pikirkan ?"


" Bukan apa -apa" Ujar Wuxian tersenyum

__ADS_1


" hari ini kau membuatku merasa takut, tersenyum sendiri tidak jelas seperti orang gila"


" Kau tahu Jiang Cheng hari ini aku sedang merasa sangat bahagia"


Jiang Cheng hanya terdiam heran akhir - akhir ini Wei Wuxian memang agak aneh.


" Kau tidak sakit kan ?"


" Kau ini jangan sembarangan, aku sedang senang kau malah bilang aku sakit, kau lah yang sakit" Ujar Wuxian kesal " aku sedang serus A-Cheng !"


" Iya - iya aku minta maaf, aku hanya bercanda" Ujar Jiang Cheng pelan sebelum ia termenung.


" Wei Wuxian.. apa kau akan pergi dari kota ini ?"


" Ehh bagaimana kau bisa tahu ?"


" Ya kita akan lulus tahun ini, aku yakin kau pasti lebih memilih untuk melanjutkan sekolahmu di kota lain bukan"


" Ya aku ingin melanjutkan sekolah di Gusu bersama anakku" Ujar Wuxian pelan


" Ahhh !.. Anak .. Anak apa maksudmu ?!" Ujar Jiang Cheng kaget


" B-Bukan masudku bersama anak kucingku, aku baru saja memelihara kucing jadi aku akan bersamanya ke gusu begitu maksudku"


" Kenapa aku merasa curiga ya "


" Ahh sudahlah aku tidak mau membicarakan hal ini bersama mu.. kau sendiri apa yang akan kau lakukan ?"


" A-Aku belum tahu"


" Jiang Cheng apa kau tidak ingin ke luar kota juga ?"


" Entahlah, aku belum memikirkannya"


Wuxian hanya terdiam melihat sikap teman baiknya itu, ada yang aneh dengan Jiang Cheng tapi ia tidak mau terlalu memikirkan hal itu.


Beberapa Minggu kemuadian


Wuxian terdiam kagum ketika ia sampai di sebuah rumah megah yang ada dihadapannya, bagaimana tidak Lan Wangji yang sudah berjanji membawanya ke rumah keluarga Lan ia malah membawa dirinya ke sebuah bangunan megah dengan halaman seluas 3 hektar.


" Apa kau yakin ini rumah mu ?"


" Tentu ini adalah kediaman utama keluarga Lan.. Ayo kita masuk, aku rasa A-Yuan sudah menunggumu di dalam"


" Selamat datang Tuan Lan." Ujar deretan para pelayan yang menyambut mereka


" Lan Zhan rumah ini menampung berapa orang ?"


" 300 " Ujar Wangji pelan


" Apa !? 300 !" Teriak Wuxian kaget, ia langsung menutup mulutnya ketika suaranya menggema di ruang depan yang amat luas ini.


" Kau memang tidak pernah berubah Wei Wuxian" Ujar seseorang pelan yang membuat Wuxian berbalik menatap sosok pria yang tak asing untuknya


" Paman Qiren, Kakak Lan" Ujar Wuxian terharu " jadi kalian juga masih hidup "


Isakan pelan dari Wuxian membuat hati Qiren tersentuh sebelum ia tanpa sadar langsung menghampiri Wuxian memeluknya erat


" Syukurlah kau bisa kembali Wei Ying " ujar Qiren sendu

__ADS_1


Wuxian hanya bisa terdiam sebelum ia terisak dalam pelukan Qiren


...OooOooO...


__ADS_2