
" Lan Zhan" ujar Wuxian heran ketika melihat sosok yang ada dihadapannya bukanlah sosok Lan Wangji yang ia tahu
" Tolong " ujar sosok dengan wajah penuh luka dan darah yang memenuhi sekujur tubuhnya, langkahnya terseok-seok mendekati Wuxian yang sudah gemetar ketakutan bukan main.
" Tidak kau bukan Lan Zhan" ujar Wuxian begitu saja, ia tahu wajah dan postur tubuh ini adalah Lan Wangji tapi entah kenapa jiwanya bersikukuh mengatakan bahwa yang ada di hadapannya ini bukanlah Lan Wangji.
" ini aku.. aku mohon bantu aku" ujar nya yang membuat Wuxian berdiam napasnya memburu entah kenapa ia yakin jika yang ada dihadapannya bukan Lan Wangji namun ia segera menepis segala pikiran miring itu dan berlari menghampiri Lan Wangji yang tengah terluka.
" Apa yang terjadi ?"ujar Wuxian setelah membantu Wangji duduk dengan benar di atas sofa.
" Aku diserang oleh seseorang, dan orang itu berhasil kabur, kau tidak usah khawatir aku akan segera menangkap nya"
" Sudahlah tidak apa-apa, aku akan segera mengobati luka mu"
" Baiklah" ujar wangji sebelum Wuxian pergi meninggalkannya menuju kamarnya untuk mengambil kotak obat. Wuxian terdiam menatap kotak obat yang ada ditangannya mungkin Ia terlalu naif Lan wangji itu seorang Vampir bagaimana bisa ia menawarkan diri untuk mengobati luka sedangkan dia sendiri tidak tahu apakah ini berefek pada tubuh Vampir atau tidak.
Sudahlah, aku coba saja Ujar Wuxian sebelum segera kembali ke ruang utama dimana Wangji tengah terbaring di atas sofa.
" Lan Zhan bagaimana jika kita ke rumah sakit ?"
" Tidak ..tidak udah ..jangan bawa aku ke rumah sakit ..disini saja cukup"
" Baiklah" ujar Wuxian yang mulai membuka kotak obat dan mengobati luka-luka di tubuh sosok pria yang ada dihadapannya ini.
" Kau .. boleh aku meminta bantuan" ujar Wangji yang membuat Wuxian merasa semakin heran sejak kapan Wangji memanggil dirinya kau ?, biasanya ia langsung memanggil nama kecilnya bahkan sebelum Wuxian memberi tahu Wangji tentang nama kecilnya.
" Hm ..apa ?"
" Kau sudah sangat membantu ku dengan ini, tapi ada satu hal yang bisa kau lakukan untuk membantu ku" ujar Wangji yang membuat Wuxian semakin bertanya-tanya, hatinya semakin yakin jika sosok dihadapannya ini bukan Lan Wangji yang ia tahu.
" Apa itu ?"
" Mendekat lah"
Dengan ragu Wuxian mendekati Wangji yang masih nyaman berbaring hingga sebuah seringai terlukis di wajah sosok itu.
" Wei Ying !" Ujar seseorang sambil mendobrak pintu yang membuat Wuxian kaget, ia semakin kaget ketika melihat orang yang berdiri diambang pintu adalah Lan Wangji dengan keadaan yang baik-baik saja, namun sebelum sempat Wuxian menjauh dari sosok dihadapannya ini rasa sakit yang luar biasa menyerang lehernya, dalam sekejap pandangan Wuxian menjadi kabur, napasnya terengah-engah ketika merasakan rasa sakit dan panas menjalar dari lehernya hingga ke seluruh tubuh.
Wangji langsung menyerang sosok yang menyerupai dirinya itu hingga sosok itu melepaskan Wuxian yang sudah tidak berdaya.
" Wei Ying !" Ujar Wangji khawatir memeluk tubuh Wuxian yang sudah lemas wajahnya pucat dengan napas yang tersendat-sendat
" Lan - Zhan"
Wei Ying kau tidak usah takut semua akan baik-baik saja ujar Wangji mendekap Wuxian erat, sementara sosok yang ada dihadapan mereka tertawa puas mekihat Wuxian yang sudah setengah sadar.
siapa kau !? Ujar Wangji penuh amarah
" eh .. Lan Er Gongshi .. ah tidak Hanguang- Jun yang terhormat, sunguh sebuah kesenangan bagi ku bisa melakukan hal ini pada mu" ujar sosok itu yang tubuhnya mulai diselimuti oleh energi hitam legam hingga Wangji bisa melihat wujud asli sosok yang ada dihadapannya ini.
" perkenalkan aku Xue Yang.. anda pasti tahu tentang tuan ku"
"Kau bawahan Xu Huan" Ujar Wangji waspada menatap sosok yang ada dihadapannya, bagaimana bisa sosok yang menjadi pemimpin para Vampir berdarah dingin yang sudah ia hancurkan kembali bangkit.
" Tuan Xu pasti akan sangat senang karena kau masih mengingat dirinya, Hanguang- Jun"
__ADS_1
" Xu Huan sudah mati saat itu bagaimana bisa"
" sayangnya anda dan keluarga Lan membuat kesalahan karena tidak memastikan kematian tuan Xu sebelum kalian pergi dan sekarang inilah hasilnya.. tuan Xu sudah membangkitkan kembali kekuatan dan kekuasaan yang telah anda hancurkan 100 tahun lalu bersama keluarga Lan" Ujar Xue Yang sebelum tertawa puas. Wangji hanya bisa terdiam menatap wajah Wuxian yang pucat pasi.
" Hanguang Jun sepertinya anda sangat dekat dengan pemuda ini, tidak salah jika Tuan Xu mengincar pemuda ini"
" beraninya !" ujar Wangji geram
Dengan sekejap mata tubuh Yue Yang terlempar dan membentur dinding, Xue Yang berusaha meronta melepaskan jeratan energi dilehernya. Wangji hanya terdiam menatap tubuh Xue Yang yang ia gantung di atas sana, tatapan mata Wangji yang berkilat merah membuat tubuh Xue Yang bergetar hebat.
" Heh .. sungguh .. hebat .. jadi ini .. kekuatan mengerikan Hanguan-Jun" ujar Xue Yang susah payah karena lehernya yang tercekik erat oleh Wangji
"Kau .. beraninya melukai Wei Ying !" Ujar Wangji geram sebelum mengeratkan cekikan dileher Xue Yang sementara Xue Yang hanya meyeringai sinis. Namun tak lama kemudian Wangji melepaskan cekikan dileher Xue Yang, menghindari sebuah anak panah yang melesat menyerang nya.
" Xue Yang" ujar seorang wanita yang sudah mengarahkan busur dan anak panahnya pada Wangji
"Mei..sejak kapan kau"
" Tidak usah banyak bicara, semuanya sudah selesai cepatlah kembali "
" Baiklah " ujar Xue Yang sebelum tersenyum sinis pada Wangji " Sampai jumpa Hanguang-Jun "
Wangji hanya terdiam meliat dua sosok itu menghilang begitu saja.
" Wei Ying " gumam Wangji mengelus wajah Wuxian yang pucat pasi. Wangji sadar cepat atau lambat orang-orang dimasa lalunya akan membuat masalah dikemudian hari namun kenapa disaat ia sudah menemukan sosok yang begitu ia sayangi, kenapa mereka tidak muncul disaat Wangji masih sendiri menunggu sosok kekasihnya ini, kenapa mereka malah menggangu Wangji disaat ia sudah bertemu dengan Wei Yingnya ini. Wei Ying yang sudah ia tunggu selama ribuan tahun.
Wangji terdiam ketika suara handphone mengusiknya.
" Wangji x ujar orang diseberang sana, hingga tak lama kemudian Wangji tekejut medengar penjelasan dari lawan bicara dari telephone itu.
.
.
.
" Tuan Muda Wei " ujar seseorang yang membuat Wuxian menatap pelayan yang baru saja masuk dengan wajah panik itu bahkan belum sempat Wuxian mengatakan apapun sang pelayan sudah berlari meninggalkan kamarnya sambil berteriak memangil Wangji.
" Wei Ying " Ujar Wangji dengan wajah khawatir, Wuxian hanya terkekeh pelan melihat wajah Wangji yang begitu kaku.
" Lan Zhan lihatlah Wajahmu " ujar Wuxian tertawa pelan
" Sudah merasa baikan ? "
" Hm.. Aku tidak menyangka jika Vampire juga memiliki kemampuan seperti itu, apa kau juga bisa ? "
" Tidak.. hanya beberapa saja yang bisa .. Maaf ini semua terjadi karena kesalahanku " Ujar Wangji pelan yang membuat Wuxian menatapnya penuh tanya
" Aku termakan jebakan mereka hingga kau mengalami hal ini, aku akan lebih hati-hati "
" Kau ini bicara apa.. aku baik-baik saja lagi pula jika bukan karena obat mu, mungkin aku sudah mati " Ujar Wuxian ngeri.
" Hari ini kau tidak usah ke sekolah aku sudah mengurus semuanya, istirahatlah dirumah aku akan menemani mu " ujar Wangji menggenggam tangan Wuxian erat.
" Lan Zhan .. aku ingin bertanya sesuatu padamu " Ujar Wuxian menatap Wangji lekat
__ADS_1
" Hm.. bicaralah "
" Kau sudah hidup ribuan tahun kan ?.. apa kau pernah mendengar nama Yiling Laozu ? " Ujar Wuxian yang membuat Wangji terdiam.
" Dimana kau pernah mendengar nama itu ? "
" Ah. Itu .. sebenarnya aku baru saja bermimpi aneh dimana aku berada di era ribuan tahun yang lalu dan orang-orang memanggilku dengan sebutan seperti itu, aku yakin aku juga pernah membaca nama itu disuatu tempat tapi aku lupa dimana"
" Wei Ying.. apakah dalam mimpi kau melihat dirimu dihadang oleh ribuan orang yang memegang pedang ? "
" ya.. baimana kau tahu ?"
" Wei Ying.. "Ujar Wangji menatap Wuxian lekat " Istirahatlah, kau masih perlu istirahat "
" Tidak aku tidak mau aku ingin mendengar tentang Yiling Laozu itu, aku yakin kau pasti tahu sesuatu "
" Aku bisa mengatakan semua yang aku tahu hanya saja tidak sekarang " Ujar Wangji sebelum berdiri dari duduknya, Wuxian langsung menahan tangan Wangji yang baru saja akan melangkah pergi.
" Lan Zhan sekali ini saja aku minta padamu ceritakan tentang Yiling Lauzo itu, aku ingin mendengarnya "
" Wei Ying kau istirahatlah, jika sudah waktunya kau pasti akan tahu"
" Tapi -
" Aku akan menghubungi sekertaris di kantor aku harus mengurus berkas sebentar aku tidak akan lama " Ujar Wangji pelan sebelum meninggalkan Wuxian yang masih terdiam dikamarnya.
.
Wuxian terkesima ketika ia membuka matanya ia berada di tempat yang begitu gelap, Wuxian berusaha mencari apapun untuk menerangi tempat ini.
" Lan Zhan ? " Gumam Wuxian ketika ia melihat sosok seorang pemuda dengan rambut panjang dan pakaian khas zaman dahulu yang serba putih, wajahnya begitu mirib dengan wajah Vampir yang hidup bersamanya, bukan mirib pemuda ini memang dia.
" Wei Ying " ujar pemuda itu yang membuat Wuxian menatapnya heran, tak lama kemudian sekelilingnya tidak lagi gelap ia tengah berdiri diatas tanah gersang dengan ribuan orang yang tengah menatap nya dengan pandangan tidak suka.
" Wei Ying .. jangan melawan mereka" Ujar Pemuda yang ia yakin sekali adalah sosok vampir yang saat ini hidup dengannya.
" Omong kosong " Ujar sebuah suara yang ia yakin itu adalah suaranya, yang membuat Wuxian bingung ia tidak pernah mengatakan apapun "Aku tidak pernah melakukan apa yang mereka tuduhkan pada ku.. aku sudah mengatakannya pada kalian jika aku tidak pernah melakukan itu"
" Diam Wei Wuxian, kau hanya membual, ini adalah buktinya " Ujar seorang pria menunjuk seorang pemuda degan pakaian berwarna kuning dengan lambang bunya peony didadanya. Wuxian hanya bisa terdiam melihat sebuah tanda kehitaman yang cukup luas ditubuh pemuda itu, seperti sebuah tanda kutukan.
" Heh .. aku tidak akan melakukan hal seperti itu, jika memang aku tidak suka pada seseorang, dengan kekuatan yang aku miliki aku lebih memilih untuk membunuhnya secara langsung"
" kurang ajar " ujar seseorang sambil membidik wuxian dengan sebuah panah, Wuxian tercekat ketika panah tersebut menanjab tepat dadanya namun kemudian tubuhnya diselimuti oleh energy hitam yang mengerikan, hingga disekelilingnya muncul orang-orang yang entah dari mana.
" Cepat bunuh Yiling Laozu, bunuh Yiling Laozu" seru mereka semua mengancungkan pedang pada Wuxian.
" Apa ini, kenapa aku bisa seperti ini" gumam Wuxian namun suaranya tidak ia dengar, justru ia mendengar kata-kata yang tidak ia ucapkan, ia sendiri bingung kenapa ia seperti berada di dalam tubuhnya dan ada jiwa lain dalam tibuh ini.
" Kau sudah kelewatan Wei Wuxian" Ujar seorang pria yang berusaha menedekati Wuxian. Namun sebelum pria itu mencapai Wuxian tubuhnya sudah terhempas jauh dan tergeletak tak bernyawa dibelakang sana dengan darah segar yang mengalir deras dari seluruh tubuh.
Dalam sekejap pandangan didepan mata Wuxian berubah derastis, tanah gersang dihadapannya sudah berubah menjadi merah oleh genangan darah, tubuh tak bernyawa tergeletak dimana-mana, bohong jika Wuxian mengatakan tidak ngeri dengan semua ini, terlebih lagi 3 sosok mengerikan yang dengan begitu mudah mencabik, menyayat ataupun menghisap darah orang-orang disekitar hingga mereka tidak bernyawa dengan keadaan tubuh tak berbentuk.
" Wei Ying hentikan " ujar seseorang yang membuat Wuxian berbalik dan mendapati sosok pemuda yang ia yakini adalah Lan Wangji dengan tubuhnya yang penuh luka. Jantung Wuxian serasa berhenti berdetak ketika sebuah pedang menembus tubuh pemuda itu hingga ia jatuh tersungkur.
" Lan Zhan !!!!" Teriakan pilu itu berdengung ditelinga Wuxian.
__ADS_1
"Wei Ying.. Wei Ying !!"
...OoOoO...