
Yuxin menatap tak percaya dalam sekejab sosok ini sudah berdiri dihadapannya dan mencengkram wajahnya kuat, ia merasa kepalanya akan pecah hanya karena di cengkram dengan sebelah tangan oleh sosok mengerikan ini .
" Kaulah yang akan mati" ujarnya dingin sebelum dengan mudahnya ia membanting tubuh Yuxin ke tanah
Wuxian tertegun melihat cipratan darah dimana – mana, tangan Wangji dipenuhi oleh darah, hanya dengan sebelah tangannya Wangji membenturkan kepala Yuxin hingga hancur tak berbentuk, ia merasa mual melihat pemandangan dihadapannya sekarang, sementara Wangji hanya menatap dingin penuh kebencian pada sosok vampire yang baru saja ia bunuh itu.
" L-Lan Zhan" Gumam Wuxian ragu, entah mengapa Wangji terlihat begitu berbeda sekarang.
" Wei Ying" Ujar Wangji berbalik mendekati Wuxian
" Kau baik – baik saja ?" Ujar Wagji memeluk Wuxian yang masih terdiam.
" Hm .. aku baik – baik saja" ujar Wuxian
" Jangan bergerak" Ujar Wangji ketika Wuxian berusaha berdiri, dengan mudah Wangji mengangkat tubuh Wuxian membawa pemuda manis itu kembali ke rumah. Wuxian hanya diam menatap Wangji, untuk pertama kalinya Wuxian melihat bagaimana mengerikannya Hanguang –Jun saat ini.
" Lan Zhan"
" Jangan bicara" Ujar Wangji datar, Wuxian langsung diam ia tidak ingin membuat suasana hati Wangji semakin buruk.
.
.
Wangji terdiam menatap wajah Wuxian yang sudah tertidur lelap, luka Wuxian sudah ia obati dan sekarang pemuda manis ini sudah tidak berdaya akibat demam tinggi.
" Wei Ying, bersabarlah sebentar .. aku akan segera kembali" ujar Wangji sebelum ia mengecup kening Wuxian lembut.
" H- Hanguang – Jun" ujar dua orang wanita memberi hormat pada Wangji ketika ia keluar dari kamar Wuxian.
" Yiyu , Tian Ji minta semuanya berkumpul, ada yang ingin aku sampaikan pada kalian"
" Baik Hanguang – Jun "ujar mereka sebelum dengan segera pergi.
Wangji melangkah menuruni tangga rumah ini dengan perasaam geram luar biasa, ia tidak akan membiarkan hal yang sama terjadi untuk kedua kalinya.
" Maaf Tuan" ujar seseorang yang membuat Wangji menghentikan langkahnya menatap seorang wanita paruh baya ini.
" Tuan maaf bila saya lancang, tapi apa yang terjadi ?"
" Bibi Han.. apa kau baik - baik saja ?"
" Iya Tuan saya baik - baik saja"
" bibi selama ini kau yang paling berani mengambil resiko apapun untuk melindungi Wei Ying dari kekejaman Nyonya Mo bukan ?" Ujar Wangji yang membuat bibi Han terdiam
" bibi apa kau menyayangi Wei Ying ?"
" T-Tentu Tuan, Tuan Muda sudah seperti anak saya sendiri "
" Begitu ya ... aku percaya pada mu Bi" ujar Wangji yang semakin membuat bibi Han terdiam bingung.
" Mulai sekarang bibi hanya perlu pastikan jika Wei Ying makan dengan baik, belajar dengan baik dan tidur hanya itu, apa yang terjadi hari ini dan mengapa Wei Ying seperti sekarang aku sendiri yang akan menjelaskannya nanti " ujar Wangji sebelum mendekati bibi han
" Tapi bibi harus memastikan satu hal, jangan bertanya apapun tentang apa yang terjadi atau membicarakan tentang hal ini dengan siapapun, ini bukan berlaku pada mu saja Bi tapi juga pada semua pelayan dirumah ini "
" Baik tuan "
" Sekarang bibi boleh pergi, jaga Wei Ying dengan baik.. tapi jangan pernah bibi menyentuh ataupun mengganti selimut yang dikenakan oleh Wei Ying saat ini.. apapun yang terjadi jangan membangun kan dia dari tempat tidur atau menyentuh selimutnya sedikit pun.. bibi mengerti kan "
__ADS_1
" B- Baik tuan "
" Ingat itu baik - baik .. aku akan keluar sebentar bibi pastikan jangan ada yang masuk ke kamar Wei Ying "
" Baik tuan "
" Bibi boleh pergi " ujar Wangji pelan
Dengan segera Wangji meninggalkan rumah ini masuk ke dalam hutan dimana bebrapa orang tengah berkumpul menunggunya.
" Hanguang – Jun" ujar mereka memberi hormat.
" Kalian sudah tahu kesalahan yang kalian lakukan" ujar Wangji dingin yang membuat semua orang yang ada dihadapannya menunduk dalam
" Mohon maafkan kami Hanguang – Jun.. Jumblah mereka terlalu banyak kami-
" Sudah berapa tahun kalian belajar ?, sudah berapa banyak vampire yang kalian bunuh ?. Kalian disini bukan untuk belajar tapi melindungi Wei Ying.. aku tidak memerlukan kalian yang ingin main – mian" ujar Wangji semakin dingin yang membuat mereka hanya bisa diam.
" Yang merasa tidak mampu melakukan tugas ini silakan keluar" ujar Wangji yang membuat mereka saling pandang.
" Hanguang – Jun" ujar seseorang yang membuat Wangji berbalik menatap dua orang pemuda yang baru saja datang.
" Tuan Muda" Ujar mereka tersenyum senang, sementara yang dipanggil tersenyum ramah pada mereka.
" Sizhui kenapa kau datang kemari"
" A-Die, aku hanya ingin melakukan sesuatu untuk mu"
" Tidak.." Ujar Wangji tegas yang membuat pemuda yang tak lain adalah putranya itu hanya bisa terdiam.
" Sizhui, lindungi Wei Ying ditempat ini" Ujar Wangji yang membuat Sizhui terkejut.
" Dan awasi mereka semua, jangan membuat kesalahan yang sama, jika memang tidak mampu silakan kelurkan saja" ujar Wangji datar
" Baik A-Die"
Sizhui hanya bisa terdiam melihat ayahnya yang sudah pergi, ingin rasanya ia bisa berjalan berdampingan dengan ayahnya itu melakukan apapun yang bisa ia lakukan. Ia sudah hidup selama ribuan tahun dan selama itu pula ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari eorang ibu, ia memang memiliki ayah yang sangat menyayanginya namun ia juga merasa ayahnya jauh disaat yang bersamaan.
" Jingyi.. aku ingin bertemu dengannya" ujar Sizhui pelan
" Hm.. pergilah aku akan melakukan tugas disini"
" Hm.. Aku pergi"
Dengan ragu Sizhui melangkah mendekati rumah megah ini, rumah dimana ibunya tinggal, sudah sangat lama ia ingin bertemu dengan sosok yang merupakan ibunya ini namun ia selalu saja tidak bisa melakukan hal itu. Dan sekarang ia ada disini, ia akan bertemu ibunya sebentar lagi.
" Tuan Muda.. kenapa anda hanya diam ?" Tanya Yiyu yang membuat Sizhui menggeleng pelan.
" Tunggu ... maaf Tuan anda ingin mencari siapa" ujar seorang bodyguar yang menjaga rumah ini.
" Paman apa yang kau lakukan, dia adalah Tuan Muda keluarga Lan, Lan Sizhui putra dari Tuan Lan Wangji" ujar Tian Ji.
" Apa ?" Ujar pria paruh baya ini terkejut " Tian Ji... kau tidak bercandakan"
" Untuk apa aku bercanda paman ?. kau tidak pernah membuaka majalah atau internet ya"
" Sudah Tian Ji.. jangan bicara seperti itu.. Paman aku Lan Sizhui, putra Lan Wangji"
" M-maaf kan saya Tuan Muda s-silakan masuk" ujarnya mempersilakan Sizhui masuk ke dalam rumah megah ini.
__ADS_1
" Tuan Muda silakan lewat sini" ujar Tian Ji, Sizhui hanya mengikuti kemana wanita ini pergi hingga disinilah ia sekarang dihadapan sebuah kamar.
" Kau boleh pergi.. terima kasih Tian Ji"
" Baik" ujar Tian Ji sebelum ia membungkuk pada Sizhui dan pergi.
Dengan berlahan Sizhui masuk ke kamar ini, hingga ia bisa melihat dimana sosok seorang pemuda terbaring diatas tempat tidur.
" A- Niang" gumam Sizhui entah mengapa matanya terasa panas ketika melihat sosok dihadapannya, sudah ribuan tahun berlalu akhirnya ia bisa melihat ibunya. Ia kembali mengingat masa lalu dimana ia harus tumbuh besar tanpa bisa merasakan kasih sayang dari sosok ibu, tanpa bisa mengetahui bagaimana rasanya memiliki seorang ibu.
" A- Niang, Aku sudah besar sekarang, aku bayi yang A-Niang dekap dan lindungi malam itu, kali ini aku yang akan melindungi mu A- Niang" Ujar Sizhui tersenyum lembut.
.
.
Wangji terdiam menatap bangunan tua dihadapannya, orang – orang dengan pakaian tak asing baginya itu tengah berkumpul dihalaman rumah. Hanya satu yang membuat Wangji yakin mengapa mereka para pemburu ada di tempat ini.
" Tuan Lan Wangji" ujar seseorang tersenyum padanya.
" Apa yang anda lakukan ditempat seperti ini ?.. sungguh sebuah kebetulan" ujarnya
" Aaaarrrgggg" pekikan kesakitan itu membuat semua orang dengan seragam berwarna hitam ini bersiaga dengan senapan mereka.
" Kalian jangan gegabah cepat temukan wanita itu" ujar pria dihadapan Wangji ini.
" Apa yang sedang kalian lakukan ?"Ujar Wangji dingin
" Tentu saja melaksakan tugas" Ujarnya tersenyum, Wangji hanya diam tak menghirau kan pria ini sama sekali.
" Tuan apa yang anda lakukan ?" ujar seorang pemuda menghadang Wangji yang akan masuk ke dalam rumah tua ini. Wangji terdiam menatap pemuda ini dengan tajam, hanya dengan seperti itu saja pemuda ini langsung terdiam kaku tidak mempu mengucapkan apapun
" Jangan halangi dia"
Dengan santai Wangji melangkah memasuki bangunan megah yang nampak begitu seram ini, tidak butuh waktu lama baginya untuk menemukan sumber dari kegaduhan yang terjadi ditempat ini.
" Siapa kau" ujar sosok wanita dihadapan Wangji ini dengan mulut penuh bekas darah. Wangji hanya terdim melihat seorang pemuda berseragam hitam yang sama dengan orang – orang diluar sana sudah meregang nyawa dibawah kukungan wanita ini.
" Apa kau ingin mencari mangsa ketempat ini" ujar wanita ini tersenyum sebelum mendekati Wangji yang masih hanya diam ditempatnya dengan wajah dingin.
" Kau benar – benar tampan, kau bukan vampire biasa, siapa kau ?" ujar wanita ini semakin mendekat.
" Aku bukan Vampir" ujar Wangji santai yang membuat wanita ini tergelak tawa.
" Kau tidak bisa menipuku aku bisa mencium bau darah dari mu" ujarnya sebelum semakin mendekat dan mengendus tubuh Wangji.
" Kau Vampir.. tapi kenapa bau darah ini, kau tidak membunuh manusia ?" ujar Wanita ini menatap Wangji heran.
" Aku bukan Vampir" ujar Wangji datar sebelum menghunus Bichen
" Apa yang akan orang itu lakukan dengan masuk seorang diri kedalam sana" gumam seorang pemuda berseragam serba hitam.
" Dia adalah Lan Wangji.. kalian belum pernah melihat bagaimana mengerikannya dia saat berurusan dengan Vampir" Ujar pria ini menatap pintu masuk bangunan tua dihadapannya tajam.
Sosok seseorang muncul dari balik kegelapan bangunan ini, pedangnya yang panjang berkilat tekena sinar rembulan membuat semua orang bisa melihat darah yang melumuri pedang dengan ukiran awan itu, semua orang menatap sosok Lan Wangji dengan rasa takut luar bisa, wajah dinginnya itu begitu mengerikan. Dengan santai Wangji melemparkan seongok kepala yang baru saja terpisah dari tubuhnya itu kehadapan para pemuda berpakaian serba hitam yang sudah terdiam ngeri.
" I-ini kepala Vampir tadi" gumam salah satu dari mereka
Semua orang hanya bisa terdiam ngeri, mereka bukan merasa takut pada vampire tapi pada sosok tegap berwajah dingin dan tatapan tajam yang saat ini tengah berjalan melewati mereka.
__ADS_1
...OoOoO...