
Hari beranjak pagi namun Wangji belum bisa menutup matanya sedikitpun, pikirannya dipenuhi oleh hal yang tidak – tidak.
" A- Die apa yang A-Die lakukan disini ?" Ujar Sizhui kaget ketika melihat ayahnya sudah duduk diruang utama manatap kosong kearah jendela.
" Hm ..A-Die hanya tidak bisa tidur"
" Ah .. Kenapa ?.. apa ada masalah ?"
" Bukan apa – apa, kau sudah bersiap akan pergi lagi ?"
" Hm .. tapi aku ingin bertemu dengan A-Niang.."
" Pegilah kekamarnya, dia tidak akan bangun jam segini" ujar Wangji sebelum bangkit dari duduknya
" A-Die .. Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu" Ujar Sizhui yang membuat Wangji kembali duduk
" Bicaralah"
" Ini tentang Jin Guangyao" Ujar Sizhui pelan sebelum ia menggeluarkan Chenqing
" Sizhui.. A- Die sudah mengatakan sebelumnya jangan berurusan dengan jin Guangyao atau Wen Rouhan seorang diri, jika memang dia mengicarmu segera katakana pada A-Die"
" Bukan begitu, A-Die.. yang dia incar bukan aku, tapi Chenqing.. dan aku merasa dia ada di sekitarku tapi aku tidak bisa yakin akan hal itu"
" Hm.. Kau tidak tahu seperti apa dia"
" Hm.. karena itu.. beberapa hari ini sebenanya ada seseorang yang tiba – tiba mucul di kampus ku, dan ada sesuatu yang membuatku merasakan energi aneh pada pria itu"
" Sizhui, duduklah" Ujar Wangji yang langsung dituruti oleh Sizhui, ia hanya diam melihat sang ayah yang mulai menggambar sesuatu diatas kertas.
" Apakah dia seperti ini ?" Ujar Wangji menunjukkan gambar wajah seseorang, Sizhui tercengang melihat sosok yang digambar oleh sang ayah.
" Hm.. dia memang berbeda sekarang, tapi wajah ini, aku yakin sekali ini memang dia"
" Kau yakin ?"
" Hm"
" Lan Zhan.. Kau sedang bicara dengan siapa ?" Ujar Wuxian heran ketika melihat ada seseorang yang duduk berhadapan dengan Wangji. Wuxian menatap pemuda yang baru saja bangkit dari duduknya ini heran, Sizhui tersenyum sebelum ia berbalik menatap Wuxian yang masih melangkah ragu mendekatinya.
" A-Niang" Ujar Sizhui pelan yang membuat Wuxian kaget.
" S-Sizhui" ujar Wuxian dengan mata berkaca – kaca, Sizhui hanya menggagguk pelan sambil tersenyum simpul. Wuxian hanya diam memeluk putranya ini erat.
" Kau sudah besar" Ujar Wuxian tertawa cengengesan melihat Sizhui yang bahkan lebih dewasa darinya.
" A- Niang bagaimana perasaanmu sekarang"
" Aku sudah baik – baik saja, kau tidak usah khawatir"
" Kau benar – benar mirib dengan ayahmu" ujar Wuxian haru, sebelum ia mengelus wajah Sizhui lembut " A-Yuan.. maafkan aku.. aku tidak bisa melihat mu saat kau tumbuh menjadi pemuda hebat seperti sekarang"
" Tidak.. A-Niang jangan meminta maaf pada ku, aku baik – baik saja, dengan seorang Ayah yang hebat bersama ku, Zufu dan Shushu juga sangat menyayangi ku, aku tumbuh dengan penuh kasih sayang A-Niang"
" Syukurlah.." Ujar Wuxian dengan air mata yang mulai berlinang " Apa kakek Tua itu penah menghukummu ?.. apa dia pernah memarahimu ?"
" Tidak.. Zufu sangat menyayangi ku"
" Kau pasti menjadi murid teladannya lagi.. sama seperti ayahmu... Ya kan"
" Hm .. Sudah A-Niang jangan menagis, kau membuatku sedih"
" Maaf A-Yuan.. aku hanya merasa sangat bahagia.. aku tidak pernah menyangka jika aku bisa bertemu dengan kalian" Ujar Wuxian ditengah isak tangisnya.
Wangji hanya bisa diam ketika melihat Wuxian yang menangis sendu dalam pelukan Sizhui. Ia merasa lega ketika melihat keluarganya bersatu kembali, namun ia merasa takut disaat yang bersamaan. Saat ini keluarga kecilnya sudah berkumpul namun jika ia tidak berhasil menjaga ini maka ia akan kehilangan untuk kedua kalinya.
" Sangat disayangkan aku melewatkan masa dimana aku bisa menggendong dan memeluk tubuh mungilmu saat masih bayi.. Tapi memelukmu seperti ini membuatku merasa bangga" Ujar Wuxian tertawa menatap Sizhui yang jauh lebih tinggi darinya " Lan Zhan.. seperti apa wajah A-Yuan saat masih kecil... bisakah kau menjelaskannya ?.. aku ingin tahu" Ujar Wuxian sebelum duduk dengan manis dipangkuan Wangji.
" Hm"
Sizhui hanya bisa tersenyum melihat ayahnya yang mulai menggambarkan wajahnya saat ia masih balita.
__ADS_1
" Wahh .. kau imut sekali.. lihatlah pipimu yang gumpal ini" Ujar Wuxian tertawa
" Sudah A-Niang.. Aku jadi –
" Etss..jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi.. Kau terdegar seperti orang tua berusia ratusan tahun" Ujar Wuxian pelan yang membuat Sizhui tertawa
" Dia memang sudah berusia ratusan tahun bahkan lebih" Celetuk Wangji yang membuat tawa Wuxian langsung terhenti.
" Kau tidak asik Lan Zhan"Ujar Wuxian cemberut, Sizhui hanya tertawa melihat ibunya
" Kalau begitu.. Mama .. Papa" Ujar Sizhui tersenyum cerah yang membuat Wuxian dan Wangji terkesima.
" Sizhui" Ujar Wangji pelan
" Iya"
" Kau besok tidak ada kuliah, kan ?"
" Hm .. besok aku libur"
" Bagus, kau tetaplah disini jaga ibumu dengan baik.. ada hal yang harus aku urus diluar"
" Kau ingin mengurus apa diluar sana seorang diri ?" Ujar Wuxian menatap Wangji tajam
" Aku ingin mencari seseorang"
" Aku akan ikut dengan mu" Ujar Wuxian yang membuat Wangji tidak suka
" Aku sudah mengatakan pada mu berulang kali, jangan memaksakan dirimu"
" Siapa yang memaksakan diri ?" Ujar Wuxian tidak suka " Aku hanya ingin membantu mu, aku tahu bisa melakukannya sendiri tapi aku hanya ingin membantu mu Lan Zhan"
" Kau tidak akan bisa membantu.. kau hanya akan menjadi penghalang" Ujar Wangji datar yang membuat Wuxian langsung pergi begitu saja
" Ma"
Sizhui hanya bisa diam melihat bagaimana sedihnya Wuxian saat pergi.
" Sizhui.. aku hanya tidak ingin dia terluka, ini adalah cara terbaik" Ujar Wangji yang membuat Sizhui terdiam
" Sizhui" Ujar Wangji menatap putranya dalam
" Mungkin selama ini aku tidak bisa memberikan mu perhatian sebanyak yang kau inginkan, aku hanya berpikir untuk membalaskan dedam pada mereka, aku benar – benar hampir melupakan dirimu.. Apa kau marah pada ayahmu ini ?" Ujar Wangji yang membuat Sizhui menatap Wangji bingung
" A-Die .. aku tidak penah merasa marah pada mu" Ujar Sizhui pelan yang membuat Wangji tersenyum lega.
" Kalau begitu.. jika kita bisa berkumpul kembali setelah ini, aku berjanji pada mu, kita akan menjadi keluarga yang utuh, menjadi keluarga seperti yang kau harapkan" Ujar Wangji tersenyum, Sizhui hanya bisa mengangguk pelan pada sang ayah.
" Jagalah ibu mu dengan baik, jangan biarkan dia lepas dari pengawasan mu, apapun yang terjadi jangan biarkan dia sendirian.. dan bawalah ini"
" Apa ini ?" Ujar Sizhui heran ketika melihat bungkusan kecil yang diserahkan oleh ayahnya
" Itu akan membantu disaat yang mendesak, ingatlah satu hal..Aku harus segera pergi untuk menemukan mereka, mereka sudah berada di dekat mu, Ayah yakin mereka tidak akan sembunyi lagi... jika dalam waktu 3 hari ayah belum kembali, bawa ibumu kembali ke gusu, minta paman mu melakukan hal yang sudah ayah samapaikan sebelumnya" Ujar Wangji yang membuat Sizhui semakin takut.
" Pa .. haruskan kau pergi sendirian.. aku bisa melakukan sesautu untuk mu, aku akan ikut"
" Jika kau ikut siapa yang akan menjaga ibumu ?"
" Aku bisa meminta Jingyi melakukanya.. jadi aku bi-
" Sizhui situasi saat ini sangat tidak menguntungkan bagi kita, bukan tidak mungkin di rumah ini ada seorang penghianat aku tidak akan bisa bekerja dengan tenang jika keselamatan ibumu tidak terjamin"
" Tapi..
" Sizhui lakukan yang terbaik, lindungi ibumu... Ayah janji jika setelah ini aku masih bisa Kembali dengan selamat, maka kita akan berkumpul menjadi keluarga yang utuh" Ujar Wangji sebelum memeluk Sizhui lembut.
" Ayah akan menebus semua kesalahan ayah sebelumnya padamu A-Yuan"
" A-Die tidak salah apapun pada ku, tolong jangan berkata seperti kau tidak akan pernah kembali.. Papa.. aku akan melakukan apapun, jadi tolong kembalilah, aku akan melindungi mama dengan baik" Ujar Sizhui menatap Wangji penuh tekat yang membuat Wangji tersenyum.
" Hm .. jaga mama mu dengan baik.. ayah akan segera kembali" Ujar Wangji mengelus kepala Sizhui lembut.
__ADS_1
Wuxian hanya bisa diam menatap orang – orang yang berkumpul di halaman belakang rumah dari jendela kamar. Tak lama kemudian Wangji keluar bersama Sizhui
" Aku tidak akan membiarkan mu pergi seorang diri Lan Zhan" Gumam Wuxian sebelum ia melirik ke arah laci nakas.
" Lan Zhan" gumam Wuxian meraih kunci mobil yang ada disana.
Sizhui menghela napas panjang, ketika melihat mobil ayahnya sudah meninggalkan halaman rumah ini.
" Jingyi, perkuat semua penjagaan dirumah ini"
" Baik"
" Xu.. bersiapkan semua orang, kita kan meninggalkan tempat ini dalam waktu 3 hari"
" Baik Tuan Muda"
Kali ini ia tidak akan membiarkan mereka menyentuh ibunya, apapun yang terjadi ia akan melindungi Wuxian.
" Tuan Muda !.." Teriak Yiyu dari lantai atas yang membuat Sizhui kaget
" I-Ibu anda tidak ada di sini" Ujarnya panik
" Apa !.. Jingyi !.. cepat aktifkan penghalang rumah ini" Ujar Sizhui sebelum ia berlari masuk ke dalam rumah
Para pelayan menatap Sizhui heran karena tuan muda ini tiba – tiba bertanya tentang Wuxian pada mereka, bahkan meminta agar para pelayan menutup semua akses keluar rumah.
" T-Tunggu tuan Muda !" Ujar seseorang dari luar sebelum terdengar suara mobil yang melesat keluar dari garasi.
" Jingyi.. hentikan dia !"
Para pelayan hanya bisa tediam kaget ketika melihat sesuatu bergerak begitu cepat diahadapan mereka, bahkan tanpa mereka sadari Sizhui sudah berada dihalaman depan rumah ini. Jingyi langsung menghadang mobil yang melaju kencang ini, namun tanpa ia sangka ia dilewati begitu saja karena Wuxian membanting stir ke kiri, dan dalam sekejab kembali berputar hingga ia berhasil pergi meninggalkan rumah ini.
" Sial.. dia benar – benar nekat" Ujar Jingyi heran.
" Cepat kejar dia" ujar Sizhui sebelum berlari megejar mobil hitam ini.
Wuxian menginjak gas mobilnya semakin dalam hingga mobil hitam ini semakin cepat.
" Sedikit lagi" Gumam Wuxian saat melihat cahaya didepan sana namun tiba – tiba saja mobilnya melambat dan berhenti
" A-Apa .. ada apa ini" Gumam Wuxian heran
" Penghalang" gumam Wuxian ketika melihat aliran nergi biru membentung kubah yang mengelilingi hutan ini.
" Kau benar – benar ingin mengurungku ditempat ini Lan Zhan.. Sayangnya kau tidak akan bisa melakukan itu" Ujar Wuxian sebelum ia turun, memukul penghalang ini dengan energi merah yang terkumpul ditangannya.
" Mama..berhenti"
Wuxian segera masuk ke dalam mobil ketika melihat Sizhui yang menyusuknya dengan menggunakan pedangnya.
" Ma..!" teriak Sizhui ketika Wuxian sudah keluar dari hutan, ia hanya terdiam geram, ia tidak bisa mengejar ibunya dengan menggunakan pedangnya seperti ini, ayahnya baru saja pergi dan ibunya sudah kabur, padahal ia sudah diingatkan oleh ayahnya untuk menjaganya dengan baik.
" Tuan Muda" Ujar seseorang datang dengan membawa sebuah mobil
" Xu"
" Sizhui .. cepat kejar ibumu, kami akan segera menyusul"
" Hm.. Jingyi aku serahkan yang disini pada mu" Ujar Sizhui sebelum masuk ke dalam mobil dan mengejar ibunya.
" Paman.. ini aku.. tutup semua akses jalan di desa ini"
Wuxian hanya bisa menghela napas lega ketika ia berhasil keluar dari hutan areka rumahnya, kini ia hanya perlu menyusul mobil Wangji secepatnya sebelum Wangji mencapai jalan kota.
Wangji menghela napa panjang untuk kesekian kalinya, ini adalah tempat yang biasanya sangat sepi, namun semua itu berubah hari ini.
" Wah .. lihat siapa yang baru saja datang, apa yang Tuan besar Lan lakukan ditempat kumuh seperti ini"
" Dimana Wen Rouhan"
...OoOoO...
__ADS_1