The Vampir

The Vampir
Chapter 19


__ADS_3

Wangji menatap gerombolan Vampir dihadapannya dengan tatapan dingin, kali ini ia tidak akan membiarkan mereka lolos.


" Kau mencari tuan Wen ?, untuk apa kau mencarinya ?. aku rasa sekarang tidak waktunya membicarakan soal bisnis, apalagi kau datang ke tempat ini"


" Katakan dimana dia ?"


" Tuan Lan kenapa anda begitu buru – buru ?, apa ada seseorang yang menunggumu ?"


" Menyingkir !.. atau aku akan menghabisi kalian semua" ujar Wangji menatap para Vampir tajam.


" Heh.. coba saja jika kau bisa, serang dia" ujar sosok pria yang sejak tadi menghadang Wangji.


Wangji hanya diam menatap puluhan Vampir yang menyerangnya. Hanya dengan sekali hempasan Bichen mereka semua terpental tak berkutik.


" Aku sudah memperingatkan kalian" ujar Wangji dingin yang membuat para Vampir yang masih tersisa bergidik ngeri


" S-Siapa sebenarnya dia.. dasar Monster" Gumam salah satu Vampir bergetar ketakutan hanya dengan merasakan aura sosok dihadapan mereka saat ini mampu membuat mereka bergidik ngeri, seolah mereka tengah berhadapan dengan kematian.


" B-Baigamana bisa ?"


Wangji menatap dingin Vampir yang saat ini ia cekik, mereka ingin main – main dengan dirinya. Maka ia akan meladeni dengan senang hati.


" Katakan dimana Wen Rouhan"


" A-Aku tidak .. T-Tahu"


" Jika tidak tahu, teman – teman mu yang lain pasti bersedia menjawab. Untuk menyelamatkan mu" ujar Wangji tertawa sinis.


Sungguh begitu mengerikan, dia bagai sosok yang sangat berbeda, hawa suram dan kelam ini bahkan lebih mengirikan dari aura Vampir.


" T-Tolong aku" Ujar Vampir yang sudah tak berdaya di tangan Wangji.


" Kalian akan menyingkir atau dia akan mati"


" Sungguh sebuah kehormatan kau datang mengunjungi ku, Apa anda ingin melakukan perjanjian bisnis dengan ku Tuan Lan ?" Ujar seseorang yang baru saja muncul dari balik kerumunan para Vampir.


" Wen Han" Ujar Wangji tak percaya ketika melihat sosok seorang pria mengenakan stelan Jas bertubuh tegap, dengan iris mata mengkilat merah yang tengah tersenyum padanya. Wangji semakin heran ketika pria yang tak asing ini menarik sesuatu dari wajahnya, hingga lapisan topeng yang menutupi wajah pria ini terlepas.


" K-Kau-


" Senang bertemu denganmu Hanguang – Jun, kau pasti tidak menyangka, kita sudah menjadi rekan bisnis selama bertahun – tahun tuan Lan" ujarnya menyeringai menatap Wangji yang terkejut.


" Jadi selama ini kau Wen Rouhan. Wen Han"


" Kau terlalu naif Hanguang – Jun" Ujarnya tertawa


" Jadi kau mengelabuiku" Ujar Wangji penuh amarah sementara Wen Rouhan hanya tertawa.


" Serang dia" Ujar Wen Rouhan yang membuat Wangji mentap tajam pada para Vampir yang maju menyerangnya bersama – sama.


Malam ini bulan yang memancarkan cahaya teduh, kini terselimuti oleh warna merah. Malam yang menjadi saksi dimana para makhluk penghisap darah yang disebut Vampir menjadi semakin ganas, menjadi semakin beringas. Ini adalah puncak dimana kekuatan mereka akan semakin bertambah, malam yang akan menjadi hari berburu beras – besaran bagi mereka. Namun berbeda dengan malam ini, malam yang akan mejadi saksi kehancuran bagi mereka. Wangji hanya menatap penuh kebencian pada Wen Rouhan yang sejak tadi hanya diam, menatap Wangji dengan seringai lebar menghiasi wajahnya.


" Aku sudah muak bermain – main dengan mu" Ujar Wangji menatap penuh benci pada Wen Rouhan.


" Kau benar – benar berubah, sepertinya setelah Wei Wuxian meninggal kau menjadi orang yang sangat berbeda"


" Aku tidak akan segan - segan pada mu Wen Rouhan, kau adalah orang pertama yang akan aku hancurkan"


" Kau salah, aku tidaklah sendirian ditempat ini. Kau mungkin sudah berhasil mengalahkan setengah dari semua Vampir yang ada disini. Tapi selanjutnya aku rasa kau tidak akan bisa bertahan"


" Ku rasa kau salah" Ujar Wangji menjilat darah di tagannya sebelum menatap Rouhan dengan mata berilat merah.


" K-Kau


" Kau salah menilaiku Wen Rouhan" Ujar Wangji sebelum ia melangkah mendekati Wen Rouhan

__ADS_1


" Hadang dia" Ujar Wen Rouhan membuat sosok seorang pria yang sejak tadi hanya diam dibelakangnya itu maju menghadang Wangji. Dengan santainya Wangji melangkah mendekati orang ini.


" Menyingkir.. atau kau akan mati"


" Sepertinya anda terlalu percaya diri"


Wangji hanya mendengus menanggapi pria dihadapannya ini, sebelum akhirnya mereka beradu pukulan.


" Waw, kau memang kuat seperti rumor yang beredar" Ujar pria ini yang membuat Wangji menatapnya tajam.


" Perkenalkan Tuan Lan aku Wen Zhuliu"


" Wen Zhuliu ?" Gumam Wangji heran, nama itu sempat ia dengar sebelumnya.


" Lan Wangji, cobalah lawan dia mungkin kau akan mengingatnya" Ujar Wen Rouhan sebelum melangkah masuk ke dalam bangunan besar seperti gereja ini.


" Tunggu, Wen Rouhan" Ujar Wangji yang akan mengejar Wen Rouhan namun ia kembali dihadang.


" Kau tidak akan bisa pergi"


" Kau


Akhirnya Wangji memutuskan untuk segera menghabisi pria ini, mereka saling beradu kekuatan, Wangji ingin menggunakan Bichen agar lebih cepat, tapi jika ia menggunakannya terus sekarang semua akan berakhir. Dia akan menjadi bulan bulanan mereka ditempat ini.


Sementara itu Wuxian merasa kesal karena ia tertinggal jauh oleh mobil Wangji.


" Awas saja kau Lan Zhan"


Wuxian semakin kesal ketika melihat ada mobil mengikutinya dari belakang


" I-Itu A-Yuan.. Bagaimana bisa"


Wuxian segera menancab gas mobilnya mengindari mobil, putih putranya itu.


" Paman, dalam waktu 30 menit dari sekarang persimpangan menuju perbatasan kota Yi"


" Baik"


" Ma.. apa yang kau lakukan ?!" Ujar Sizhui yang menyamakan kepatan mobilnya dengan Wuxian, namuan Wuxian tidak menggubris sedikitpun kata – kata putranya ini.


" Paman Sekarang" Ujar Sizhui yang membuat Wuxian heran, Wuxian langsung menghentikan mobilnya ketika melihat rambu lalu lintas berwarna merah, ia bisa saja menerobos, tapi mobil yang melintas didepan sana tanpa henti.


Sizhui segera turun dari mobilnya berusaha masuk ke mobil ibunya, tapi dengan sigap Wuxian mengunci pintu mobilnya ini.


" Ma. Ayo buka" Ujar Sizhui menggedor - gedor jendela mobil


" A- Yuan jangan halangi aku, aku harus bertemu dengan ayahmu sekarang juga "


" Kau tidak akan bisa bertemu dengannya Ma, ayah sudah pergi jauh" ujar Sizhui yang membuat Wuxian semakin kalud.


" Itu tidak mungkin, Lan Zhan baru saja pergi beberapa jam yang lalu"


" Ma... aku mohon dengarkan aku, malam sudah tiba, akan sangat berbahaya jika kita masih berada diluar. Ayo kita kembali" Ujar Sizhui yang membuat Wuxian menatap bulan diatas sana, benar ia sudah pergi sangat jauh dari Yiling, paling tidak sudah 3 atau 5 jam. Seharusnya dia bisa mengejar Wangji, namun sejauh ini ia tidak menemukan mobil Wangji sama sekali.


" Ma.. aku mohon jangan bersikap seperti ini, ayo keluarlah, kita haru segera kembali. Sebelum bulan merah muncul" Ujar Sizhui yang membuat Wuxian kembali menatapnya heran.


" Bulan Merah ?" Ujar Wuxian yang membuat Sizhui memalingkan wajahnya


" Ma, aku tidak bisa mejelaskannya pada mu sekarang, aku mohon dengarkan perkataan ku dulu, aku janji aku akan menjelaskan semuanya nanti"


Wuxian hanya diam melihat raut khawatir putranya.


" Ma buka pintunya"


" Tidak !.. aku harus menyusul ayahmu A-Yuan"

__ADS_1


" Jadi kau ingin menyusul suami mu ?"


Sizhui terbelalak tidak percaya ketika melihat sosok tak asing yang baru saja muncul di sebelah ibunya. Belum sempat Wuxian bertindak tiba – tiba mulutnya dibekap dengan sesuatu, dalam sekejap tubuhnya lemas.


" Mama !"


Sizhui langsung menyerang pria ini, berusaha menyelamatkan Wuxian yang sudah tertunduk lemas.


" Lepaskan dia"


" Kau ini.. tidak bisakah kau bersikap sedikit lebih sopan pada gurumu hah ?" ujarnya yang membuat Sizhui geram.


" Lan Sizhui dengarkan aku, bukankah kau sangat menyayangi ibumu ini ?" Ujarnya sebelum mengarahkan sebuah pisau tepat ke leher Wuxian


" Apa yang kau lakukan !"


" Aku bisa saja melepaskannya, asal kau mau menyerahkan Cenqing pada ku"


" Jadi benda itu yang kau incar dariku"


" Apa yang kau punya selain itu Bocah ?. kau hanya punya itu saja bukan ?" Ujar sosok ini sambil tertawa.


" Untuk Apa kau meminta Cenqing jika kau tidak akan bisa menyentuhnya"


" Heh, aku bisa menghancurkan penghalanya dengan sangat mudah" Ujar sosok ini menyeringai menatap Sizhui yang sudah kalut terlebih lagi ketika melihat ibunya yang tak sadarian diri dalam kekangan pria ini.


" Jin Guangyao.. aku mohon lepaskan ibuku"


" Kalau begitu cepat serahkan Cenqing padaku"


Sizhui menatap tajam pada Guangyao sebelum sebuah energi merah legam terkumpul ditangannya, membentuk sebuah seruling.


" Bagus, cepat serahkan"


Dengan tenang Sizhui melempat Cenqing pada Guanyao yang sudah menunggu, namun sebelum Cenqing bisa diraih olehnya. Sesuatu menyambar seruling itu lebih dulu, dan tanpa ia sadari Wuxian hampir direbut oleh Sizhui.


" Akhh"


Sizhui hanya bisa merintih ketika tubuhnya dihempaskan dengan satu tangan oleh pria ini, sungguh ia tidak percaya ini, kekuatan sosok Vampir dihadapannya ini sangat liar biasa. Hanya dengan satu hempasan saja Sizhui terlempar jauh dari tempat Guangyao berdiri.


" Tuan anda tidak apa ?" Ujar sosok seorang Vampir dengan Cenqing di tangannya.


" Hm.. Fei berhati – hatilah, dia sangat berbahaya"


" Baik tuan"


" Ho.. ternyata kau juga bisa menciptakan makhluk yang sama dengan Wuxian, aku sangat terkesan pada mu" Ujar Guangyao tertawa sinis


" Fei, aku akan melakukan sesuatu, kau pastikan ibu ku aman" Ujar Sizhui pelan pada sosok Vampir yang ia ciptakan sendiri.


" Baik tuan"


" Kau tidak akan bisa melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya bocah" Ujar Guanyao menyeringai senang sebelum ia bersiul pelan, Sizhui terperangah tak percaya ketika melihat puluhan Vampir yang mucul entah dari mana.


" Selamat bersenang – senang .. Bocah" Ujar Guangyao sebelum melangkah menjauh


" Tunggu, Fei hentikan dia"


" Baik"


Dengan secepat kilat Fei maju, namun ia dihadang oleh para Vampir, Sizhui mulai memainkan Cenqing membuat puluhan mayat ganas muncul mengikuti perintahnya.


" Kau memang patut dipuji bocah.. tapi sayangnya kau langah" Ujar Guangyao sebelum ia menghilang begitu saja


" Tidak !"

__ADS_1


...OoOoO...


__ADS_2