
" K-Kau- Arghhhh"
Wuxian menjerit ketika Wangji menghisap darahnya, Mata Wuxian mulai berkunang-kunang, dan kepala mulai berdenyut hebat
" H-Henti..kan" ujar Wuxian dengan susah payah sebelum ia tidak bisa melihat apa-apa lagi, selain wajah Khawatir dari pria berwajah datar dengan setetes darah disudut bibirnya sebelum semuanya gelap.
...###...
Dengan berlahan manik kelabu milik Wuxian mulai terbuka hal pertama yang ia lihat adalah kunang-kunang yang terbang mengitari dirinya. Ia pun bangun dari posisi baring hingga ia memegangi kepala yang serasa akan pecah
" Kau sudah bangun" Ujar sebuah Suara yang langsung membuat Wuxian bergidik ngeri wajahnya langsung pucat ketika mendapati pria dengan wajah datar nan tampan ini tengah duduk disampingnya sambil memangku seekor kelinci. Dengan segera Wuxian meringsut menjauh.
" K-Kau .. Kau .. ap-apa yang kau lakukan disini ?" Ujar Wuxian dengan takut, ia yakin sekarang apa yang ia alami malam sebelumnya bukanlah mimpi, dan bekas luka yang ada dileher membuat ia yakin sosok yang ada dihadapannya ini bukanlah manusia.
" Maaf aku tanpa sadar melakukan itu, kau belum sembuh dari anemia karena kejadian kemarin malam... apa kau makan dengan baik ?" Ujar Wangji yang membuat Wuxian semakin bertanya-tanya apa maksudnya ini kenapa dia malah menanyakan tentang pola makan.
" Dengar Tuan Lan Wangji”
" Lan Zhan" Ujar Wangji meralat ucapan Wuxian yang membuat Wuxian bingung " sudah ku bilang kau bisa memanggilku Lan Zhan"Ujar Wangji
" Ah.. baiklah Lan Zhan.. aku tidak tahu apa tujuanmu mendekati aku atau apapun lah itu .. tapi aku hanya ingin memastikan sesuatu " ujar Wuxian menimang apa ia harus menanyakan tentang hal ini atau tidak
" Katakanlah " Ujar Wangji seolah mengerti Jika Wuxian ingin mengutarakan sesuatu
" Baiklah.. aku hanya ingin memastikan apa kau manusia ? " Ujar Wuxian yang membuat Wangji menggeleng pelan " Lalu a-apakah kau benar-benar Vampir ?" Ujar Wuxian ragu ia tidak ingin dianggap gila karena percaya tahayul para Vampir yang katanya menyerang orang-orang beberapa bulan terakhir ini, namun anggukan pelan dari Lan Wangji membuat Wuxian kehabisan kata-kata.
“ Kau bercanda bukan, bagaimana bisa kau ada ditempat ini dan untuk apa pula kau berada disini bukankah kau hanya ingin main-main dengan ku " ujar Wuxian tertawa garing sambil menepuk-nepuk punggung Wangji pelan
" apakah yang kau alami ini belum cukup untuk menjadi buktinya ? .. kau mengalami anemia karena kesalahanku, mohon maafkan aku, tidak biasanya aku kehilangan kendali seperti itu"
" Tunggu dulu jadi maksudmu aku .. kenapa aku pagi ini mengalami pening luar biasa dan lemas itu karena aku mengalami Anemia ? " Ujar Wuxian yang dijawab anggukan singkat oleh Wangji, Wuxian tidak percaya ternyata ia sudah menjadi makanan vampire yang sama sebanyak dua kali.
" Apa kau tidak pernah berpikir kau bisa membunuhku ?" ujar Wuxian tidak terima
" Maaf " Ujar Wangji menunduk dalam penuh penyesalan Wuxian jadi bingung sendiri karena sikap sosok ini apa benar dia ini seorang vampire ia malah terlihat seperti anak kecil yang ketakutan karena dimarahi oleh ibu - ibu. Tanpa sadar Wuxian terkikik geli melihat wajah Wangji, sementara Wangji menatapnya diam dengan mata emasnya yang berkilat melihat bagaimana manisnya pemuda ini ketika tertawa.
" Kenapa kau malah minta maaf padaku apa kau benar-benar Vampir" ujar Wuxian tanpa berhenti tertawa Wangji hanya bisa diam mengamati wajah manis Wuxian.
" Apa kau sudah makan ?" ujar Wangji yang membuat Wuxian menghentikan tawanya, Wuxian hanya mengangguk pelan untuk menjawab pertanyaan Wangji
" Kalau begitu minumlah ini " ujar Wangji memberikan sebuah ramuan pada Wuxian
" A-Apa ini ?" ujar Wuxian menatap botol kecil yang berisi cairan berwarna pekat itu dengan rasa ngeri, ia paling tidak suka jika harus meminum ramuan, terlebih lagi ramuan ini dibuat oleh Vampir.
" Itu akan membantumu cepat pulih dari Anemia, jadi kau tidak perlu khawatir mengalami Anemia lagi ketika aku selesai makan .. tapi itu hanya cukup untuk satu Vampir saja, jika kau digigit oleh dua vampir sekaligus makan bukan tidak mungkin kau mati kering" Ujar Wangji yang membuat Wuxian bergidik ngeri.
" Eh .. tunggu dulu ini terdengar seperti kalau kau akan terus datang padaku untuk meminum darahku" Ujar Wuxian ngeri
" tentu saja kau akan menjadi milikku sekarang, aku sudah tahu bagaimana kehidupan sehari-harimu. Kau tidak perlu khawatir, aku akan segera mengurus para manusia kolot itu untuk mu " ujar Wangji mengecup kening Wuxian singkat. Wuxian langsung meringsut menjauh dari Wangji karena sikap lembut Wangji padanya.
" A-Apa maksudmu ? " Ujar Wuxian ngeri " Kau ingin membunuh mereka.. dengan menghisap darah mereka sampai kering ?"
" Tentu saja tidak .. aku hanya akan meminum darahmu " Ujar Wangji yang membuat Wuxian semakin ngeri
" Lebih baik segera pergi dari sini sebelum aku melakukan sesuatu yang menyakitimu "
" Aku tidak bisa pergi dari mu" Ujar Wangji yang membuat Wuxian semakin merasa ngeri
"Apa kau berniat menjadikan ku makanan sehari-hari untukmu ?"
"Ide yang bagus" ujar Wangji datar yang membuat Wuxian ingin memukul kepala Vampir ini hingga pecah "Minumlah sebelum kau menyesal" Ujar Wangji yang membuat Wuxian menatap ramuan yang diberikan oleh Wangji. Pelan namun pasti Wuxian meneguk ramuan itu hingga botol tersebut kosong.
"Hweee "Pahit
"Semua obat memang pahit, tapi baguslah kau sudah mau meminum obat walaupun kau membenci rasa pahitnya " Ujar Wangji yang membuat Wuxian terdiam heran.
"Bagaimana kau tahu aku tidak suka pahit dari obat ?"Ujar Wuxian menatap wangji semakin heran
"Bukankah semua orang begitu ? "Ujar Wangji yang membuat Wuxian berguman Oh "Apakah kau sudah merasa lebih baik ?"
__ADS_1
"Aku rasa aku sudah baik-baik saja tidak seperti sebelumnya"
"Obat itu akan membantu mengembalikan jumblah darah yang hilang dari tubuhmu, jadi kau tidak perlu khawatir mengalami anemia lagi"
Wuxian hanya terdiam kagum karena tubuhnya benar-benar terasa lebih bugar sekarang tidak lagi lemas seperti sebelumnya.
"Tidurlah aku akan menjagamu" Ujar Wangji yang membuat Wuxian menatapnya heran, memangnya apa yang akan menyerang hingga Wangji menjaganya disini, jutrus Wuxian merasa lebih was-was jika Vampir ini disini menemaninya.
"Tidak justru karena kehadiran mu disini mebuatku merasa ngeri, memangnya kau akan menjagaku dari apa, tidak ada apa-apa ditempat ini "Ujar Wuxian yang tidak ditanggapi oleh Wangji "Apa yang kau lihat ?" ujar Wuxian jengkel melihat tatapan Wangji padanya
"Tidurlah" Ujar Wangji lagi, entah kenapa Wuxian sudah tidak berniat mengatakan apa-apa lagi, akhirnya ia menarik selimutnya dan tidur dengan nyaman.
.
"Hey..bangun anak sial" Ujar Nyonya Mo menguncang tubuh Wuxian dengan kasar dengan berlahan Wuxian membuka matanya dan menatap sang bibi dengan tatapan sayu sebelum ia mencari sosok Wangji yang sudah tidak ada.
"Kemana dia pergi ?" Gumam Wuxian heran
"Apa yang kau lakukan ayo cepat lakukan tugas mu "ujar Nyonya Mo yang membuat Wuxian melangkah menuju dapur.
.
.
Hari mulai beranjak senja ketika Wuxian tengah berdiam diri ditepi danau yang ada ditengah hutan areal rumahnya, senandung kecil mulai terdengar dari bibir mungil Wuxian yang berdarah disudutnya sepeti seseorang yang baru saja dipukul.
"Apa yang kau lakukan ? "Ujar sebuah suara yang tidak asing untuk Wuxian
"Kau "Ujarnya ketika melihat Wangji yang datang sambil membawa sekantung buah dan 3 kotak makanan
"Apa ada orang yang melukaimu ?.. aku akan memberinya pelajaran" Ujar Wangji penuh amarah.
"Sudahlah ini bukan apa-apa, aku tidak ingat siapa yan memukulku" Ujar Wuxian acuh yang membuat Wangji terdiam. Dengan segera Wangji mengobati luka itu, setelah beberapa menit kemudian Wangji menunjukkan 3 kotak bento.
"Ini sudah sore segeralah pulang tempat ini tidak aman bagimu "Ujar Wangji membukan kotak bento yang ia ambil dan menyerahkan pada Wuxian " Makanlah"
Wuxian hanya diam menerima pemberian Wangji dan mulai memakannya mengisi perutnya yang sudah kosong sejak tadi siang.
"Hanya tebakan" Ujar Wangji asal, Wuxian hanya manyun mendengar jawaban Wangji.
" Ini enak " Ujar Wuxian mentap 2 kotak bento lainnya.
" Ini semua untukmu makanlah "Ujar Wangji menyerahkan 2 kotak bento lainnya pada Wuxian, Wangji hanya terdiam menatap Wuxian yang makan dengan begitu lahap.
"Hari ini aku tidak bisa datang ketempatmu jadi usahakanlah jangan sampai kau tidur diluar "Ujar Wangji yang membuat Wuxian menatapnya tidak suka
"Aku tidur diluar atau tidak.. bukan aku yang memutuskannya tapi nenek sihir itu"
"Hal itu tidak akan terjadi jika kau menurut, tidak sengaja memancing kemarahan
dari Nyonya Mo "Ujar Wangji yang membuat Wuxian terperangah
"Bagaimana kau mengetahui semua itu apa kau mengintaiku setiap hari"
"Tidak hanya mengawasi "Ujar Wangji datar
"Itu sama saja, apa kau tidak punya kerjaan hingga harus mengintai
makananmu ?.. kau tenang saja aku tidak akan lari kemanapun "Ujar Wuxian cuek.
"Ingatlah jangan sampai kau tidur diluar malam ini jika kau masih sayang nyawamu "Ujar Wangji serius yang membuat Wuxian menatapnya heran.
"Memangnya ada apa malam ini hinga kau serius begitu"
"Malam ini adalah malam bulan darah "Ujar Wangji yang membuat Wuxian mengingat jika tadi siang ia melihat berita yang mengatakan fenomena langka yang akan terajadi malam ini yang disebut Blood Moon, ia mulai mengingat setiap buku yang menuliskan tentang Vampir yang menyatakan malam Blood Moon adalah malam para Vampir melakukan pemburuan besar-besaran. Ia ingat betul jika malam itu juga merupakan malam dimana kekuatan Vampir akan menjadi berkali-kali lipat. Namun walaupun ia sudah membaca buku seperti itu Wuxian masih beranggapan bahwa Vampir hanya tahayul belaka, tapi mengingat adanya bukti keberadaan makhluk tersebut dengan munculnya sosok yang saat ini tengah duduk tenang disampingnya ini membuat ia yakin jika itu bukanlah sekedar tahayul belaka.
Wuxian terperanjat ketika mendengar dering Handphone yang membuat ia langsung gelagapan mencari Handphone nya, namun ia hanya bisa terdiam heran ketika melihat Handphone dalam keadaan tenang tidak ada tanda-tanda adanya pesan atau panggilan, kalau diingat-ingat dering yang ia dengar bukanlah dering dari Handphone miliknya.
"Baiklah aku mengerti "Ujar Wangji menjawab orang yang bicara dengannya dari seberang sana, Wuxian ternganga tidak percaya ketika melihat ternyata Vampir juga menggunakan Handphone untuk berkomunikasi dengan yang lainnya, terlebih lagi ketika ia melihat handphone Wangji adalah merek terbaru yang tentu ia sangat tahu harganya yang tidak main-main.
__ADS_1
"Jadi kau bisa menggunakan Handphone juga ya ? "ujar Wuxian polos yang membuat Wangji menyentuh kening Wuxian
"Hm.. tidak panas" Ujar Wangji yang langsung membuat Wuxian menepis tangan Wangji yang masih menempelkan dikeningnya
"Kau kira aku ini bodoh ? "Ujar Wuxian tidak terima.
"Di Zaman seperti sekarang ini bukankah akan sangat sulit melakukan pekerjaan tanpa memanfaatkan teknologi yang ada"
"Tentu saja aku tahu itu.. tapi bukankah kau Vampir .. apa kau juga membutuhkan barang-barang seperti itu ? "
"aku vampir bukan peri yang bisa membuat semua pekerjaan selesai, hanya dengan sekali ayunan tongkat sihir"
"Ohh.. benar juga "Ujar Wuxian sebelum melanjutkan makannya lagi
"Kau tidak tertawa ?" Ujar Wangji lekat menatap wajah pemuda manis dihadapannya ini
"Ah .. Untuk apa "Ujar Wuxian heran
"Tidak lupakan"
Wuxian langsung terdiam heran mendengar ucapan Wangji, sampai ia paham ternyata perkataan Wangji tentang peri tadi itu ia berniat melucu dengan itu, sungguh tidak bisa dipercaya jika ia melucu dengan wajah yang seperti itu, siapa yang akan tahu jika ia melucu. Wuxian hanya bisa terkekeh ketika ia bisa menyimpulkan sifat pemuda disampingnya ini.
"Lan Zhan bagaimana aku tahu jika kau hanya bergurau jika wajahmu tampak serius ?"
"Itu bukan sepenuhnya bercanda , aku memang mengatakan apa adaya" Ujar Wangji
"Dasar "Gumam Wuxian kehabisan kata-kata untuk membantah perkataan Wangji.
Setelah menghabiskan 2 kotak makanan yang dibawa Wangji, Wuxian kembali kerumah dengan membawa buah-buahan yang diberikan oleh Wangji.
Wuxian kembali menghela napas panjang ketika melihat Nyonya Mo yang sudah menantinya dengan wajah garang seperti biasanya.
"Kau tidak pernah belajar dari kesalahan yang sudah kau lakukan dasar anak tidak berguna "Ujar Nyonya Mo yang sudah akan memukul Wuxian namun dengan segera Wuxian menghentikan bibinya itu
"Tenang dulu Bi , aku mempunyai sesuatu yang akan ku berikan jadi jangan marah-marah seperti itu"
"Kau pikir aku ini bisa dibodohi untuk kesekian kalinya oleh dirimu ?..jangan harap !"Ujar Nyonya Mo sinis
"Siapa yang membodohimu Bi , lihat ini aku membawa ini "Ujar Wuxian menunjukkan sekantung buah-buahan yang diberikan oleh Wangji tadi pada Nyonya Mo
" Dimana kau mendapatkan ini semua ?"
"Ada seseorang yang memberikan ini padaku tadi jadi aku membawanya pulang untuk bibi "Ujar Wuxian, sementara Nonya Mo hanya terdiam menatap jenis buah yang cukup sulit didapat didaerah Yiling tersebut dengan senang.
"Apa kau mengenal seseorang yang berasal dari Gusu ?" Ujar Nyonya Mo menatap Wuxian curiga, Wuxian hanya menggeleng menanggapi pertanyaan bibinya yang tidak berdasar itu. "Cepat masuk dan lakukan tugasmu dengan baik" Ujar nyonya Mo sebelum ia masuk ke dalam rumah.
Wuxian hanya bisa menuruti setiap permintaan bibi dan sepupunya dengan patuh malam ini, ia tidak ingin tidur diluar lagi untuk malam ini saja ia tidak akan membuat masalah dengan si nenek sihir .
"Tuan Muda Wei, sudah biar kami saja yang melakukannya" ujar salah satu pelayan menghentikan Wuxian yang tengah membersihkan meja makan.
"Tidak apa Bi biar aku saja.. aku tidak ingin kalian menjadi sasaran kemarahan bibiku itu jika kalian membantu" Ujar Wuxian namun semua pelayan tidak mengindahkan kata-kata Wuxian.
Setelah semua perintah yang diberkan oleh Nyonya Mo selesai Wuxian segera pergi ke kamarnya dan menguncinya rapat-rapat ia tidak ingin jika seseorang menyusup kedalam kamarnya apalagi malam ini adalah malam para makhluk penghisap darah akan melakukan pemburuan mereka.
.
.
Malam mulai semakin kelam ketika bulan menampakkan cahayanya yang tidak seperti biasa, cahaya yang merah bagai darah menyinari bumi beberapa orang kagum dengan apa yang mereka lihat sebelum salah satu dari mereka menghilang entah kemana tanpa diketahui oleh siapapun. Ketika malam makin larut sesuatu melintasi hutan dengan begitu cepat, bahkan tidak terlihat dengan jelas apa yang melewati hutan. Dalam sekejap rumah Oriental yang megah ditengah hutan terlihat.
Wuxian langsung membuka matanya ketika mendengar suara sesuatu terjatuh, dengan ragu ia duduk dipinggir tempat tidur, berusaha mengumpulkan nyawa yang belum kembali sepenuhnya.
"Siapa diluar ?" Ujar Wuxian namun tidak ada yang menanggapi, tak lama kemudian ia kembali mendengar suara benturan disusul dengan suara keramik pecah. Akhirnya Wuxian segera menghidupkan lampu dikamar dan dengan perlahan mendekati pintu keluar, seluruh ruangan dirumah nya sudah gelam hanya ada beberapa lampu kecil di sudut ruangan yang memberikan penerangan remang-remang. Cahaya bulan diluar sana membuat suasana semakin mencekam bagi Wuxian.
"B-Bibi "ujar Wuxian ragu ketika sesuatu melintas dibelakangnya. Wuxian meneguk ludah secara paksa karena merasa aura berat yang mengelilinginya.
"Siapa disana ? "ujar Wuxian ketika kembali mendengar suara benturan dari ruang utama, dengan ragu Wuxian melangkah menuju ruang utama rumahnya ini, namun ia langsung terhenti ketika merasa menginjak sesuatu yang aneh, dengan perlahan ia menunduk untuk melihat apa yang ia injak. Penerangan remang di dalam ruangan ditambah cahaya bulan diluar sana membuat Wuxian bisa melihat dengan jelas apa yang ada dibawah sana. Wajah Wuxian langsung pucat pasi melihat cairan kental yang menggenang dikakinya, Wuxian terjingit kaket ketika mendengar suara langkah kaki yang mendekat diikuti suara sesuatu yang diseret, langkah itu semakin dekat dan suara terseret yang semakin jelas ditelinga Wuxian. Jantungnya serasa akan melompat keluar karena berdebar dengan cepat. Tak lama kemudian suara pintu digeser menggema ke seluruh ruangan yang sunyi, membuat Wuxian berdiri kaku kakinya sudah bergetar hebat tidak mampu bergerak sedikitpun, sepasang mata merah mengkilat dalam kegelapan.
"Hwaaaaaa !!!"
__ADS_1
...OoO...