
" Wei Ying" Ujar Wangji yang langsung medekap Wuxian yang sudah gemetar hebat, sungguh ia paling benci begini.
" Lan Zhan.. aku tidak suka melihat ini"
" Tidak apa .. aku ada disini tenanglah" Ujar Wangji medekap Wuxian yang sudah tidak mampu berdiri.
" Siapa yang melakukan ini ?!..kenapa tidak ada yang menyadarinya ?"
" Maaf Tuan kami tidak tahu, kami bahkan bingung bagaimana bisa ada hal seperti ini di ruang Utama" ujar salah satu pelayan dengan takut metap Wangji
" Tuan Lan saya berani sumpah tidak ada satupun dari kami yang melihat ada keanehan seperti ini disini sejak pagi kami sudah membersihkan seluruh ruangan dirumah ini, dan saya berani jamin tidak ada boneka mengerikan ini disini" Ujar bibi han. Wuxian berusaha sekuat mungkin untuk memastikan apa yang ia lihat tidak salah
" Lan Zhan ini benar – benar wajah Sizhui cepat hubungi dia sekarang juga.. aku mohon apa dia baik – baik saja" ujar Wuxian panik bahkan ia hampir menangis ketika melihat bagaimana mengenaskannya keadaan boneka berbentuk manusia ini bahkan ukurannya pun benar – benar menyerupai seorang pemuda seumuran Sizhui, seluruh boneka dilumuri dengan darah dengan lubang di beberapa bagian tubuhnya , bahkan darah mengotori lantai ruang tamu membuat siapapun yang melihat ini akan mengira jika yang tergeletak diatas lantai ini adalah seorang pemuda yang mengalami luka parah padahal ini hanya sebuah boneka. Namun bukan itu yang membuat Wuxian merasa ngeri, pada bagian wajah boneka ini ditempel dengan foto putranya Lan Sizhui.
" Lan Zhan cepat"
" Tenanglah Wei Ying .. ayo kita kekamar mu dulu, kau perlu istirahat"
" Lan Zhan"
" Tidak akan terjadi apa – apa kau tenang saja" Ujar Wangji yang membuat Wuxian tidak suka, namun ia hanya bisa diam sebelum mengikuti perkatan Wangji.
" Bibi salah satu diatara kalian tolong bersihkan semua kekacauan ini dan bawakan aku minum keatas" Ujar Wangji sebelum ia menatap pria paruh baya yang merupakan bodyguard dirumah ini dengan tatapa tajam
" Setelah ini aku ingin semuanya dikumpulkan diruangan ini ada yang harus aku sampaikan"
" Baik Tuan Lan " ujar semua pelayan sebelum mereka melakukan tugas mereka masing – masing.
Wangji langsung membawa Wuxian yang masih gemetaran ke kamar mereka, belum sempat Wangji menenangkan Wuxian hal yang tidak ia duga kembali mengguncang pemuda manis yang tengah ia dekap ini.
" Lan Zhan sebenarnya apa yang diingankan oleh orang ini" Ujar Wuxian menatap ngeri apa yang ada dihadapan pintu kamarnya " Aku tidak ingin mendengarkan apapun darimu ayo kita temui Sizhui sekarang juga.. aku akan pastikan jika dia baik – baik saja"
" Wei Ying .. Tunggu" ujar Wangji menahan Wuxian yang akan pergi
" Apa lagi lan Zhan .. kau ingin menemui Sizhui" Ujar Wuxian menghepaskan tangan Wangji yang menahannya.
" Wei Ying dengarkan aku dulu, aku mohon" Ujar Wangji mendekap Wuxian erat.
" Wei Ying" ujar Wangji menarik tangan Wuxian agar pemuda manisnya ini berbalik menatapnya.
" Wei Ying aku yakin Sizhui akan baik – baik saja, dia bukan orang lemah yang bisa dikalahkan begitu saja, asal kau tahu Wei Ying Sizhui sudah sangat lihai dalam menghadapi Vampir"
" Tapi Lan Zhan dia itu masih sangat muda"
" Wei Ying ... yang masih sangat muda itu dirimu" Ujar Wangji menghelus wajah Wuxian lembut.
" Lan Zhan" ujar Wuxian tidak suka namun Wangji hanya tersenyum lembut
" Dengar jiwamu memang sangat dewasa tapi ingatlah tubuhmu saat ini hanya tubuh seorang remaja yang masih sangat lemah, kau tahu jika kau salah bertindak kau bisa kehilangan nyawa kapan saja" ujar Wangji sendu yang membuat Wuxina terdiam " Ingatlah Sizhui bukan pemuda biasa umurnya saja sudah 1500 tahun apa kau pikir dia bisa disebut anak – anak"
Wuxian langsung terdiam mendengar ucapan Wangji, sebelum ia tertawa miris benar apa yang dikatakan oleh Wangji, yang pantas disebut anak – anak disini adalah dia, putra saja sudah berumur 1500 tahun sedangkan dia hanya seorang remaja labil yang bahkan belum genap 18 tahun sungguh lucu bukan.
" Kau benar .. tapi tetap saja aku ingin agar kau mengguhubungi Sizhui.. aku ingin tahu keadaannya" ujar Wuxian yang membuat Wangji mengangguk
" kalau begitu ayo kita masuk tenangkan dirimu.. justru jika kau tertekan dan panik hal ini akan membuat musuh kita merasa menang bukankah begitu" ujar Wangji tersenyum Wuxian hanya menggangguk pelan sebelum ia menatap sebuah kotak kecil yag berisi sepasang bola mata didalamnya dan dibawahnya ada foto Sizhui, Wuxian ingin muntah lagi ketika melihat benda ini sebelum Wangji dengan sekejab membakar habis benda ini dengan api berwarna biru yang muncul dari tangannya.
__ADS_1
" Dimana kau mempelajari itu" Ujar Wuxian kagum yang membuat Wangji heran, tapi inilah yang membuat Wangji jatuh hati pada pemuda tengil satu ini.
" Kau tahu hidup dengan umur panjang membuatku bisa mempelajari sesautu yang baru" ujar Wangji sambil tersenyum.
" Kau ingin lihat yang lain ?"
" Ahh.. apa saja yang bisa kau lakukan ?"
" Tergantung apa yang kau minta" ujar Wangji pelan
" Apa kau bisa mengubah sesuatu menjadi hal lain .. seperti seorang yang dipanggil pesulap itu" Ujar Wuxian bebinar yang membuat Wangji mendengus pelan
" Kau hanya ingin melihat hal seperti itu, aku bahkah bisa melakukan sesuatu yang lebih hebat" Ujar Wangji tersenyum sebelum ia merentangkan tangannya dan membentuk bola api biru disana.
Wuxian hanya terdiam melihat bola api biru yang ada di tangan Wangji sebelum ia bergumam kagum saat bola api dilemparkan oleh Wangji saat itu pula bola itu terpecah menjadi puluhan kupu – kupu api yang mengitari Wuxian.
" Kau hebat Lan Zhan .. aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal seperti ini" Ujar Wuxian tertawa senang, Wangji hanya tersenyum melihat senyuman indah Wuxian kembali merekah.
" Apapun akan ku lakukan untuk mu Wei Ying" Ujar Wangji mengelus wajah Wuxian lembut, Wuxian terpaku melihat wajah Wangji yang begitu dekat entah kenapa Wangji terlihat benar – benar tampan sekarang, Wangji semakin menunduk membuat jarak wajahnya dan Wuxian semakin dekat, hingga ia bisa merasakan bagaimana hangatnya hembusan nafas pemuda manisnya ini, Wuxian hanya terdiam merasakan bagaimana hangatnya hembusan napas Wangji sebelum ia menutup matanya bersiap menyambut bibir lembut Wangji menyentuh bibirnya.
Tok .. Tok .. Tok ..
Mereka berdua langsung menarik diri untuk menjauh ketika suara seseorang mengetuk pintu kamar ini mengagetkan mereka
" Tuan .. saya membawakan minum yang anda minta" Ujar seseorang didepan pintu
"H-Hm .. Masuklah" Ujar Wangji pelan sebelum pelayan ini masuk ke kamar Wuxian.
" Terima kasih .. kau boleh pergi"
Wuxian langsung tertawa ketika pelayan meninggalkan kamarnya, Wangji hanya terdiam heran melihat bagaimana pemuda manis ini tertawa berguling – guling diatas tempat tidur.
" Wei Ying ?"
" Lan Zhan .. kau tahu aku merasa hal ini dulu pernah terjadi" Ujar Wuxian tertawa
" Kapan ?"
" Iiishhtt... jangan bilang kau lupa" Ujar Wuxian bergelayut manja diatas pangkuan Wangji, Wangji terdiam mencoba mengingat kejadian yang dimaksud oleh Wuxian.
" Lan Zhan kau benar – benar melupakan kejadian itu ?" Ujar Wuxian sebelum mencubit hidung Wangji pelan.
" kau ingat waktu itu kita tak lama menikah, dan kau sedang sangat ganasnya diatas Ranjang" Ujar Wuxian sebelum terkiki geli " Kau benar – benar tidak ingat ?"
Gelengan pelan dari Wangji membuat tawa Wuxian semakin pecah
" Kau benar – benar ingin membuatku tak percaya, kau tidak ingat malam itu saat kita akan bersenang – senang seseorang mengganggu kita , bahkan kau terpaksa meninggalakan ku dalam kondisi mengenaskan.. kau ingat"
Wangji langsung terkejut mendengar ucapan Wuxian, ternyata kejadian yang dimaksud Wuxian sejak tadi itu adalah kejadian malam itu
" Apa kau sudah mengingatnya ?"
" Hm"
.
__ADS_1
.
Hari itu adalah beberapa hari setelah Wangji dan Wuxian menikah malam itu merka tengah bergulat diatas ranjang, Wuxian benar – benat dibuat gila oleh sentuhan demi sentuhan yang dilakukan oleh Wangji.
" Lan Zhan jangan bermain disana, kau membuatku gila" Ujar Wuxian yang sudah tidak kuat karena Wangji terus saja menjahili dua tonjolan kecil didadanya. Wangji menyusuri setiap Inci tubuh Wuxian dengan begitu lembut, menyentuh kulit putih mulus ini dengan lidahnya sementara Wuxian sudah melenguh penuh nikmat karena sentuhan membabukkan suaminya ini.
" Wei Ying aku sudah tidak tahan"
" Masuki aku Lan Zhan .. aku menginginkanmu.."Ujar Wuxian ditengah desahannya yang membuat Wangji semakin kalap.
" Wei Ying"
Wangji langsung ******* bibir ranum Wuxian dengan ganas, dan tangannya bermain nakal di lubang krisan Wuxian yang segera akan ia masuki nanti, Wuxian melengkuh nikmat saat Wangji memasukkan dua jari ke dalam krisannya.
" L-Lan Zhan .. Ahhh.." desahan lepas dari bibir Wuxian ketika Wangji memasukkan jari ke tiga.
" Wei Ying .. aku mencintaimu"
" Lan Zhan sudah .. cukup .. janga menggodaku lagi.. ahh"
" Wei Ying, aku tidak ingin menyakitu mu lagi saat aku masuk .. jadi" ujar Wangji sebelum memasukkan satu jari lagi yang langsung membuat Wuxian memekik antara nikmat dan sakit yang ia rasakan membaur menjadi satu.
" Lan Zhan aku mohon.. keluarkan .. satu akkkhhh.. Itu sakit"
" sedikit lagi"
" Sudah .. aku mohon .. Aha.. ahh"
Wuxian mengghela napas lega ketika Wangji mengeluarkan keempat jari dari tubuhnya, namun tak lama kemudian ia kembali mendensah dan memekik ketika junior Wangji menerobos krisan ketat istrinya ini , menghentaknya tanpa henti yang membuat Wuxian semakin hilang akal.
" Lan Zhann.. Lan Zhan .."
Tok .. Tok.. Tok
" Hangguan –Jun .. Hangguan – Jun" Ujar seseorang dari depan pintu Jingshi yang membuat Wangji langsung berhenti,
" Lan Zhan .. Se-
Wuxian langsung tercekat kaget ketika melihat bagaimana mengerikannya wajah Wangji saat ini, tanpa mengatakan apapun Wangji menyambar pakaiannya dan melangkah keluar dengan aura mengerikan, Wuxian hanya bisa terdiam heran melihat sikap suaminya yang membanting pintu kasar, bahkan adik kecil yang belum selesai dimanjakan sudah tidur kembali.
.
.
" Andai saja kau bisa melihat wajahmu sendiri hari itu" ujar Wuxian tertawa
" Wei Ying .. kau masih ingat kejadian itu" ujar Wangji tersenyum
" entah kenapa aku tiba – tiba mengingatnya.. aku rasa karena kejadian ini, ujar Wuxian tertawa sebelum memeluk Wangji erat, Wangji hanya tersenyum mengelus lemut kepala Wuxian dan mengecup kening pemuda manis ini penuh sayang
" Aku mencintaimu Wei Ying"
" Aku juga mencintaimu Lan Zhan" Ujar Wuxian sebelum mereka saling menautkan bibir satu sama lain dengan begitu erat, melepaskan hasrat yang menjerat mereka, melepaskan rasa takut dan khawatir yang mengikat pemuda manis bermarga Wei ini.
...OoOoO...
__ADS_1