
" Jingyi Qianbei"
" Hm "
" Bukan'kah Qianbei sudah bersama dengan Tuan Muda Sizhui sejak lama, itu artinya Qianbei tahu tentang rumor yang sedang menyebar bukan" Ujar seorang junior yang membuat Jingyi menatap mereka malas.
" rumor ?.. aku bahkan tidak pernah mendengarnya" Ujar Jingyi
" Ini rumor tentang Hanguang – Jun" Ujarnya yang membuat Jingyi terdiam
" Ini sudah menyebar dikalangan Junior dan pelayan keluarga Lan, mereka bilang jika Hanguang – Jun itu sebenarnya adalah Vampir" ujarnya yang membuat Jingyi terkejut
" Ahh.. siapa yang mengatakan hal konyol seperti itu pada kalian"
" Errr.. kami hanya mendengarnya saja.. ada salah satu orang yang melihatnya tengah duduk ditaman sendirian, matanya berkilat merah dan pakaiannya dipenuhi oleh bercak darah"
" Omong kosong .. jangan percaya dengan hal seperti itu"
" Tapi jika hal itu tidak benar bagaimana bisa Hanguang – Jun bisa begitu hebat, kehebatannya bahkan melebihi Vampir"
" Bukankah hal itu yang seharusnya kalian banggakan, kalian bisa belajar dari orang seperti itu.. kalian seharusnya bangga ! bukan malah bicara yang bukan – bukan.. dasar kalian ini " Ujar Jingyi mengacak kepalanya kesal
" Sudahlah lebih baik kalian lakukan tugas kalian disini dengan baik.. aku akan pergi menemui Tuan Muda"
" Baik Qianbei"
" Ahh aku kira Qianbei akan mengatakan sesuatu tentang hal ini ternyata malah kita kena marah"
" Ini karena salah mu.. kenapa kau bicara begitu"
Jingyi hanya bisa menghela napas panjang mendengar para junior yang masih melanjutkan pembicaraan mereka.
" Sizhui" ujar seseorang yang membuat Sizhui menatap kearah jendela dimana sahabatnya berada.
" Jingyi jangan masuk lewat jendela seperti itu" Ujar Sizhui tersenyum
" Aku hanya malas jika harus memutar arah" Ujar Jingyi pelan sebelum ia melirik ke arah tempat tidur dimana Wuxian tengah terbaring tidak sadarkan diri.
" kenapa wajahmu cemberut seperti itu ?"
" Yah .. kau tahu.. para junior baru itu membicarakan tentang Hanguang – Jun.. sepertinya rumor tentang ayahmu itu masih menjadi pembicaraan hangat mereka"
" Yah mau bagaimana lagi, Aku tidak ingin menyalah siapapun dalam hal ini... jadi biarkan saja mereka"
" Kenapa kau santai begitu ?.. kau tahu kan jika hal ini terus berlanjut bisa – bisa para pemburu akan menjadikan ayahmu sebagai sasaran mereka"
" Aku yakin hal itu tidak akan terjadi"
" Ahh .. terserah saja" Ujar Jingyi sebelum mendekat pada Sizhui yang masih menggenggam tangan Wuxian erat
" Jadi apakah dia Wei Wuxian .. Ibu mu ?"
" Hm .. bukankah dia sangat cantik"
" Aku tidak percaya jika dia adalah seorang laki – laki" Ujar Jingyi pelan, Sizhui hanya tersenyum simpul mendengar ucapan temannya itu.
" Maaf Tuan Muda.. Tuan Lan sudah kembali" Ujar seseorang yang baru saja masuk ke kamar.
" Terima kasih Bi"
" Hanguang – Jun baru pergi beberapa Jam dan dia sudah kembali, kenapa cepat sekali"
" Aku rasa A-Die tidak ingin membuat A-Niang menunggu lama... Ayo Jingyi" ujar Sizhui sebelum melangkah keluar, ia terhenyak kaget ketika melihat ayahnya .
" A-Die kau baik – baik saja ?"
" Hm.. Sizhui.. ini" Ujar Wangji menyerahkan sebuah kantung pada Sizhui
" A-Die mendapatkannya ?" Ujar Sizhui ketika melihat isi dari kantung ini
" Hm.. cepat lakukan dengan baik"
" Baik A-Die" ujar Sizhui menurut
" Kau bisa menggunakan kamar dilantai dua, ada sebuah kamar kosong disana"
" Baik. A-Die apa yang terjadi ?... Apa A-Die yakin akan baik – baik saja ?.. aku bis-
__ADS_1
" Sizhui, jangan berpikir melakukan itu lagi, aku akan melakukannya sendiri .. kau tidak usah khawatir, pergilah kekamar"
" Baik"
Wangji hanya terdiam melihat putranya pergi, sebelum ia menghempaskan tubuhnya yang terasa begitu berat ke sopa, saat ini ia sudah tidak bisa menahan rasa sakit ini lebih lama lagi, tapi ia tidak bisa mengganggu Wuxian sekarang. Wangji menatap tangannya yang sudah dipenuhi oleh darah begitu juga dengan tubuhnya, luka – luka sayatan mucul dimana – mana
" Ahkk"
" H-Hanguang – Jun.. apa yang terjadi ?" Ujar Yiyu Wangji hanya melirik gadis itu sebelum ia menghela napas panjang
" Pergilah, jaga rumah ini dengan yang lain.. jangan sampai kejadian yang sama terulang lagi" Ujar Wangji pelan sebelum ia bangkit dari sofa
" Tapi Hanguang – Jun tubuh anda penuh luka"
" Jangan menyentuhku" Ujar Wangji dingin yang membuat Yiyu kaget ia semakin ngeri ketika melihat bagaimana dinginnya pandangan Wangji padanya
" Pergi"
" Ah .. B-Baik Hanguang – Jun" Ujarnya sebelum segera pergi meninggalkan Wangji.
Wangji hanya bisa terdiam ketika melihat Wuxian yang masih terbaring diatas tempat tidur, ia membelai wajah pucat itu lembut sebelum ia mengecup kening Wuxian pelan.
" Tunggulah sebentar Wei Ying kau akan segera sembuh"
Wangji menatap tubuhnya yang semakin penuh dengan luka dan darah disana tak berhenti mengalir bahkan ia mulai terbatuk.
' Sial.. aku teralu banyak menggunakan Bichen hari ini'
Wangji hanya bisa menahan rasa sakit luar bisa yang menerpa seluruh tubuhnya, setiap jam tubuhnya merasakan bagaimana sakitnya teriris oleh Bichen, inilah alasan mengapa ia lebih memilih mengembangkan kemampuan seperti Vampir dari pada menggunakan Bichen setiap ia menggunakan Bichen ia harus menerima ini, bukan hanya merasakan sakitnya saja di tubuhnya benar – benar muncul luka. Ia sudah hidup selama ribuan tahun dengan keadaan seperti ini, dan karena ini juga ia terpaksa meminum darah manusia, ia sudah tidak kuat dengan semua rasa sakit ini, walaupun ia tidak menggunakan Bichen hal ini akan tetap terjadi setiap 1 minggu sekali, ia ingin segera mati tapi takdir terlalu kejam padanya, Wangji bahkan tidak diizinkan untuk mati dengan nyaman.
" Akkhh.. Ugh"
Wangji hanya bisa merintih kesakitan ketika air mengguyur tubuhnya, rasa perih ini tidak seberapa dibandingkan rasa sakit yang harus ia tanggung ketika mengetahui sosok pemuda yang merupakan istrinya pergi meninggalkan dirinya, ia rela menunggu ribuan tahun hanya demi bertemu dengan reikarnasi dari istrinya, dan sekarang ia sudah bersama dengan sosok itu, namun sekali lagi takdir mempermaikannya, sungguh dunia ini terlalu kejam untuknya.
" A-Die apa kau ada didalam ?" Ujar Sizhui mengetuk pintu toilet pelan
" A-Die obat A –Niang sudah siap.. kita bisa memberikan ini padanya sekarang"
" Hm.."
" Hm .."
" A- Die, sudah jangan melakukan ini lagi, kau bisa kehilangan banyak darah, keluarlah A-Die" ujar Sizhui pelan namun ayahnya tetap diam.
" A- Die... kau menengar apa yang aku katakana tadi ?"
" Hm" Gumam Wangji pelan
Sizhui hanya bisa menatap pintu kamar mandi dengan perasaan tidak tenang sejak tadi suara air tak kunjung behenti, seharusnya sang ayah sudah keluar sejak tadi tapi sudah hampir 15 menit ia dikamar ini dan ayahnya masih belum keluar juga.
" A- Niang aku mohon minum lah" gumam Sizhui sebelum kembali mengambil sendok dan menyuapi ibunya ramuan ini namun tetap saja obat ini kembali merembes keluar.
" Bagaimana ini" Gumam Sizhui bingung
" A-Die" ujar Sizhui kaget ketika melihat ayahnya keluar dari kamar mandi mata Wangji menyala merah dengan aura begitu mengerikan.
" A- Die kau baik baik saja ?"
" Hm ..."
" Tapi.."
" Sizhui.. keluarlah.. A-Die yang akan mengurus ini"
Sizhui hanya bisa menurut pada ayahnya, ia tahu pasti ayahnya bisa melakukan sesuatu, tapi ia tetap merasa khawatir dengan keadaan ayahnya yang pastinya sedang sangat kewalahan.
" Tidak apa .. keluar lah, kau istirahatlah malam ini"
" Baik A-Die.. aku permisi"
Setelah Sizhui pergi meninggalkan kamar ini, Wangji melirik Wuxian yang masih belum terbangun.
" Wei Ying.. kau harus meminum ini" Ujar Wangji pelan sebelum ia mengambil gelas berisi ramuan.
' Munumlah Wei Ying'
Wangji langsung mencium Wuxian lembut memindahkan cairan ramuan yang ada dimulutnya kedalam mulut Wuxian.
__ADS_1
" Wei Ying... Akkhh"
Dalam waktu yang begitu singgkat keadaan Wuxian mulai membaik, demamnya langsung menurun, luka dutubuh Wuxian pun sudah mulai berhenti mengeluarkan darah. Bahkan Wangji mulai mendengar suara gumaman pelan dari Wuxian.
" Wei Ying kau mendengarku ?"
" Wei Ying"
'Sial'
Wangji segera menjuh dari Wuxian ketika tubuhnya kembali berdenyut nyeri, sebelumnya ia masih bisa menahan ini semua, namun setelah ia terbiasa meminum darah Wuxian dirinya semakin tidak kuat menahan rasa sakit ini.
" Lan Zhan"
" Wei Ying.. kau baik – baik saja ?" Ujar Wangji yang langsung menghampiri Wuxian.
" Hm .. Apa yang terjadi pada mu ?" Ujar Wuxian mengusap wajah Wangji yang penuh keringat, mata Wangji yang berkilat merah membuat Wuxian menatap pria yang amat ia cintai ini sendu
" Kau menahannya lagi ?"
" Tidak apa .. aku hanya terlalu sering menggunakan Bichen hari ini, karena itu aku"
" Lan Zhan .. mendekatlah" Ujar Wuxian membuka satu kancing kemeja yang ia kenakan dan menunjukkan bahu mulusnya pada Wangji.
" W- Wei Ying.. aku tidak bisa" ujar Wangji berusaha memalingkan wajahnya.
" Kenapa kau tidak bisa, kau sudah berkali – kali meminum darahku kan.. lalu apa yang membuat mu tidak bisa hari ini" Ujar Wuxian mendekatkan wajahnya pada Wangji
" Kau baru saja bangun, obat yang kuberikan juga belum bekerja dengan baik, lukamu belum sembuh dengan sempurna"
" Lan Zhan kau memberikan aku obat aneh lagi ?" Ujar Wuxian pelan
" Maaf .. aku hanya tidak ingin sesuatu terjadi pada mu, jadi aku meminta Sizhui untuk membuat obat itu sehingga lukamu bisa sembuh dalam 1 malam"
" Apa ?!... kau memang sudah seperti Vampir dalam film – film yang pernah aku nonton" Ujar Wuxian tertawa pelan
" Lan Zhan" ujar Wuxian pelan sebelum memeluk Wangji " Terima kasih.. kau selalu mejadi orang yang paling aku andalkan dari dulu sampai saat ini kau selalu ada untuk ku.. kali ini biarkan aku melakukan sesuatu untuk mu, jangan menahan rasa sakit ini sendiri katakan saja jika memang kau memerlukan darah ku" Ujar Wuxian memeluk tubuh Wangji erat.
" Wei Ying .. Ahhhkk.. Maafkan aku" Ujar Wangji sebelum memeluk Wuxian semakin erat ******* bibir ranum pemuda manis ini, Wangji semakin gencar membuat Wuxian mendesah sebelum ia menjilat leher jenjang pemuda manisnya ini. Setelah puas bermain diatas leher Wuxian, Wangji mulai menancabkan dua taringnya disana hingga Wuxian memekik pelan.
" L-Lan .. Zhan ." Ujar Wuxian pelan
Wangji masih tetap diam menanamkan taringnya disana, ia masih belum bisa menghilakan rasa sakit ini.
" Wei Ying" ujar Wangji pelan menatap Wuxian yang masih terengah mengatur napas
" Lan Zhan, kau benar – benar rakus" ujar Wuxian terengah yang membuat Wangji semakin terkesima, sungguh pemandangan yang begitu indah bagi Wangji matanya yang sayu penuh nafsu, tubuhnya penuh keringat karena terangsang, dan suara desahan dalam napas pemuda manis ini membuat otak Wangji semakin kacau.
" Wei Ying" ujar Wangji pelan sebelum kembali ******* bibir ranum ini, Wuxian hanya bisa mendesah dalam ciuman Wangji yang semakin ganas, malam ini Wangji sedikit berbeda diri sebelumnya.
" Mhh..Mmmhh.. Ahh .. Lan Zhan"
Wuxian mendorong tubuh Wangji ketika ia sudah kehabisan oksigen, namun belum sempat Wuxian benar – benar bernapas Wangji sudah kembali ******* bibir Wuxian yang sudah bengkak.
" Aaahhh ... Lan .. Zhan ..Jangan " ujar Wuxian ketika Wangji mulai menghisap dan menggigit dua tonjolan menggoda di dada pemuda ini. Wuxian sudah tidak mampu berpikir jernih sekarang, ia sudah hanyut dalam nafsu setiap sentuhan Wangji ditubuhnya membuat ia mabuk.
" Lan Zhan ?" Ujar Wuxian heran karena Wangji yang tiba - tiba menjauh darinya.
" Lan Zhan kau kenapa ?" Ujar Wuxian bangkit dari tidur sembari membenahi kemajanya yang diacak - acak oleh wangji tadi.
" Wei Ying, Maafkan aku .. aku tidak bisa mengendalikan diri" ujar Wangji mengusap wajahnya gusar.
" Kenapa kau berkata seperti itu.. aku tidak masalah dengan semua ini.. lagi pula kita sudah menikah sejak ribuan tahun yang lalu " ujar Wuxian tersenyum mengelus wajah Wangji.
" Tidak.. sekarang keadaannya sangat berbeda.. tubuhmu belum kuat Wei Ying.. Istirahatlah" ujar Wangji pelan sebelum bangkit dari duduknya
" Lan Zhan kau mau kemana ?" Ujar Wuxian menahan tangan Wangji
" Aku akan ke kamar ku"
" Apa..kau disini saja malam ini, tidurlah bersama dengan ku hari ini"
" Tidak Wei Ying .. aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan pada mu nanti jika kita tidur bersama..tidurlah.. aku akan pergi" Ujar Wangji meninggalkan kamar ini, Wuxian hanya bisa diam kesal memandang Wangji
" Dasar menyebalkan"
...OoOoO...
__ADS_1