The Vampir

The Vampir
Chapter 31


__ADS_3

Wuxian terdiam melihat Wangji yang melamun dibalkon rumahnya, membuat cahaya Jingga matahari memenuhi ruangan ini.


              “ Lan Zhan.. apa yang kau lakukan ?”


              “ Wei Ying”


Wangji mengelus wajah wuxian lembut sebelum mengecup kening Wuxian pelan. Wuxian hanya bisa tersipu malu sebelum tersenyum cerah memeluk Wangji erat.


              “ Wei Ying malam ini jangan jauh – jauh dariku”


              “ Hm.. memangnya ada apa Lan Zhan ?”


              “ Malam ini malam bulan darah, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu”


              “ Baiklah aku mengerti”


              “ Aku akan meminta semua pelayan untuk pulang sekarang, sebelum hari semakin larut. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka”


              “ Baiklah, aku akan mandi dulu”


              “ Tidak, ikut denganku” Ujar Wangji yang langsung menarik tangan Wuxian turun


Para pelayan langsung menuduk ketika melihat mereka berdua turun,


              “ Tuan Lan kami sudah mengerjakan semua perintah anda”


              “ Hm, termakasih, kalian semua pulanglah sekarang, tidak ada pelayan yang diizinkan menginap disini malam ini. kalian semua pulang ke rumah kalian”


 Wangji hanya diam melihat para pelayan yang saling tatap heran.


              “ Kenapa kalian hanya diam ?”


              “ Baik Tuan Lan. Kami permisi”


Wuxian menatap Wangji semakin heran seperti ada yang dikhawatirkan olehnya.


              “ Lan Zhan kenapa kau seperti menghawatirkan sesuatu”


              “ Tidak ada.. ayo”


Wuxian hanya menurut mengikuti Wangji yang sekarang meminta agar mandi bersama.


              “ Lan Zhan sebearnya ada apa dengan mu ?” Ujar Wuxian heran menatap Wangji yang tengah berendang dengan nyaman di bathtub


              “ Tidak ada, aku hanya ingin menjagamu. Kemari lah” Ujar Wangji yang membuat Wuxian semakin malu


              “ Lan Zhan” Gumam Wuxian dengan wajah merah, ia bisa merasakan dada bilang Wangji yang menyentuh punggungnya, ini untuk pertama kalinya Wangji memintanya mandi bersama seperti ini. walaupun mereka sering begini dulu tapi saat ini keadaannya berbeda mereka sudah ratusan tahun tidak bertemu.


              “ Wei Ying aku sangat merindukan mu” Ujar Wangji yang membut Wuxian semakin bingung dengan sikap Wangji yang seperti ini


              “ Aku sangat merindukanmu, aku tidak ingin kehilangan mu lagi. Jadi aku mohon jangan pernah pergi sendiri lagi” Ujar Wangji memeluk Wuxian erat dari belakang, membenamkan wajahnya di leher jenjang Wuxian yang basah. Menghirup aroma sabun dari sana dalam – dalam.


              “ L-Lan Zhan “


              “ Wei Ying. Aku mohon padamu jangan pernah melakukan sesuatu sendiri lagi, apapun yang terjadi tunggu aku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu”


              “ Lan Zhan ada apa dengan mu kenapa kau tiba – tiba berkata begini ?”


              “ Aku hanya takut” ujar Wangji sendu “ Aku takut kehilangan mu untuk kedua kalinya”


Wuxian tersenyum mendengar ucapan Wangji sebelum berbalik menatap wajah Wangji yang sendu.


              “ Lan Zhan hal itu tidak akan terjadi lagi, aku janji padamu aku tidak akan pergi kemana – mana, aku akan selalu bersama denganmu” Kata Wuxian sebelum merunduk mengecup Wangji lembut.


              “ Wei Ying”  ujar Wangji belan sebelum mencium Wuxian semakin intens, ******* bibir ranum pemuda manisnya ini dengan ganas.


              “ Lan.. Zhan .. ahh” Wuxian hanya bisa menahan ******* nikmat ketika Wangji mulai menyusuri leher mulusnya  menyebar  tanda disana, sebelum dengan tanpa ragu Wangji menanamkan taring menghisap darah Wuxian  yang membuatnya semakin gila.


              “ Lan Zhan .. ahh ..”


              “ Wei Ying, maaf jika aku tidak bisa berhenti malam ini, apa kau mengizinkanku ?”


Wuxian tidak bisa mengatakan apapun, sebelum mengangguk pelan.


              Wangji langsung membopong tubuh mungil Wuxian membawanya menuju kamar mereka. Wangji membaringkan Wuxian dengan begitu lembut sebelum kembali menghujani pemuda manis itu dengan ciuman ganasnya.

__ADS_1


              “ Wei Ying apa kau yakin kau bisa mengatasi ku ?” Ujar Wangji yang membuat Wuxian menelan ludah kasar, ia ingat bagaimana malam pertama mereka dulu. Wangji membuatnya tidak bisa berjalan selama 3 hari apa yang akan terjadi jika mereka melakukan hal itu sekarang. Tapi ia tidak mungkin meminta Wangji berhenti keadaan mereka sudah sama, jika mereka berhenti tidak akan ada yang bisa mereka lakukan, mereka akan sama – sama kecewa. “ Lan Zhan, aku tidak akan pernah berubah pikiran”


              “ Wei Ying”


Wangji merasa sangat lega setelah sekian lama ia menahan semua napsunya sekarang ia bisa memjadikan pemuda ini sebagai miliknya seutuhnya.


              Akhirnya malam itu Wuxian digempur habis – habisan oleh Wangji hingga pemuda manis itu lemas tak berdaya.


              “ Lan Zhan .. Sudah. Aku tidak bisa ..lagi ”  Ujar Wuxian memelas Wangji sudah melakukannya berkali – kali tapi teranyata dia belum puas juga ini bahkan lebih parah dari kehidupan mereka sebelumnya.


              “ Sekali lagi Wei Ying.. aku janji pada mu”


              “ Tidak.. Aku sudah sangat lelah” Ujar Wuxian berusaha mendorong Wangji menjauh namun apa daya tubuh kekar itu tidak bergeser sedikitpun.


              “ Wei Ying”


              “ Lan .. Zhan …


…..


Wangji terdiam menatap Wuxian yang masih tertidur nyenyak di atas tempat tidur, sebelum ia mendekat mengecup kening pemuda manis ini lembut.


              “ Tuan Lan” ujar seseorang di depan kamarnya


Wangji langsung melangkah keluar menemui pelayan yang baru saja mengetuk pintu kamarnya.


              “ Tuan Lan  sarapan sudah siap”


              “ Hm.. aku akan segera turun”


              “ Saya akan membangunkan tuan muda Wei”


              “ Tidak, jangan ada yang membangunkannya. Biarkan dia tidur seharian ini katakana pada yang lain jangan ada yang menganggunya hari ini” Ujar Wangji yang membuat pelayan dihadapannya heran.


              “ B- Baik Tuan Lan”


Semua pelayan tengah berkumpul di ruang makan menunggu kedua tuan mereka turun, mereka saling pandang heran dengan apa yang mereka temukan hari ini, mendengar cerita si pelayan baru yang mendapati kedua majikan mereka bercumbu disofa ruang tengah dan pagi ini mereka diminta membersihkan kamar tuan muda mereka yang berantakan dengan cairan kental aneh yang memenuhi tempat tidur. Dan sekarang mereka dilarang membangunkan tuan muda mereka ini benar – benar membuat mereka semakin yakin jika apa yang diceritakan oleh si pelayan baru bukanlah hanya tuduhan palsu.


              “ Aku benar – benar tidak bisa percaya ini semua, apakah tuan muda kita benar – benar sudah salah jalan”


              “ Aku rasa ini semua karena tekanan yang dia alami selama ini, walau bagaimana pun Tuan Muda bisa melepaskan diri dari nyonya Mo karena Tuan Lan, aku rasa Tuan Muda merasa berhutang budi padanya”


              “ aku juga berpikir begitu.. tapi kenapa harus dengan cara seperti ini ?. apa tidak ada cara lain”


              “ Kalian jangan bicara sembaran” Ujar kepala pelayan


              “ Kami hanya mengakatakan isi hati kami”


              “ Kalian ini bagaimana, sudah berapa lama kita mengabdikan diri untuk keluarga Wei, kalian harus lihat bagaimana bahagianya Tuan Muda Wei ketika bersama dengan Tuan Lan senyuman itu, akhirnya senyuman tuan muda Wei kembali menghiasi wajahnya, Aku sudah tidak tahan melihat ia tersiksa di rumahnya sendiri, jika memang mereka ada hubungan khusus apa salahnya selama tuan muda Wei bahagia maka aku tidak akan menentan”


              “ Bibi Han benar.. jika memang kebahagian tuan muda bersama tuan Lan apa salahnya kita mendukung mereka”


              “ Kalian bisa saja melakukan itu” ujar seseorang dibelakang mereka membuat para pelayan kaget langsung menduk didepan tuan mereka


              “ Maafkan kami tuan Lan kami tidak bermaksud.


              “ Cukup.. kalian boleh mendukung Wei Ying tapi jangan menanyakan apapun didepannya, aku tidak ingin dia merasa tidak nyaman dengan kata – kata kalian” Ujar Wangji menatap sosok pelayan baru tajam


              “ B-Baik tuan”


              “ Aku ingin bicara dengan mu” Ujar Wangji pelan meminta Ling Mei mengikutinya


Wangji menatap wanita ini dengan kesal, membuat wanita ini menunduk dalam dengan tubuh gemetar.


              “ Apa yang aku katakan padamu sebelumnya ?”


              “ M-Maafkan saya tuan saya tidak sengaja mengatakannya pada bibi Han kemarin malam”


              “ Tidak sengaja ?”


              “ Kemarin malam saat saya makan bersama para pelayan lain aku tidak sengaja menceritakannya karena terbawa suasana, tolong maafkan saya tuan” Ujar Ling Mei berlutu dihadapan Wangji.


              Wangji menghela napas pajang sebelum melangkah mendekati wanita ini


              “ Bagunlah, kau tidak usah melakukan semua ini, kali ini aku memaafkan mu. Tapi jika kau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya aku tidak akan segan padamu”

__ADS_1


              “ Terima kasih tuan.. terima kasih banyak”


              “ Pergilah”


….


Sizhui menyusuri areal kampus berusaha mencari sosok Wuxian yang tidak ia lihat dari pagi, namun sampai jam istirahat siang ia belum juga menemukan sosok ibunya itu.


              “ Sizhui” Ujar seseorang yang membuat Sizhui berbalik


              “ Jin Ling”


              “ Kau sedang apa aku perhatikan sejak pagi kau seperti mencari seseorang ?”


              “ Iya aku sedang mencari Wuxian apa kau melihatnya ?”


Jin Ling menunduk dalam mendengar apa yang dikatakan oleh Sizhui


              “ Untuk apa kau mencarinya ?”


              “ Hah ?.. hmm aku hanya belum melihatnya seharian ini”


              “ Begitu ya”


              “ Apa kau melihatnya”


              “ Tidak” Ujar Jin Ling sebelum pergi begitu saja Sizhui hanya diam heran melihat Jin Ling yang pergi dengan wajah tertekuk kesal. Namun sekarang ia tidak bisa mengalihkan pikirannya untuk hal lain ia harus bicara dengan ibunya.


              “ Senior Lan”


Sizhui meruntuk dalam hati ketika seorang junior kembali menganggunya


              “ Ada apa ?” Ujarnya malas


              “ Senior ada seseorang yang mencarimu, dia bilang dia menunggumu di depan kampus, dia juga bilang padaku dia ingin membicarakan hal penting denganmu”


              “ membicarakan hal penting”


              “ Dia bilang kau dia adalah ayahmu, tapi setahu ku ayah seni-


Sizhui langsung berlari meninggalkan juniornya yang bahkan belum selesai bicara, ia tidak menyangka ternyata Jin Zixuan datang lagi.


              “  Kenapa kau datang lagi ?”


              “ Apa maksud perkataan mu itu A-Yuan, siapa yang mengajarimu bicara tidak sopan pada orang tua ?”


              Sizhui langsung terdiam mendengar perkataan Jin Zixuan.


              “ Aku ini ayahmu sopanlah pada ayahmu sendiri”


              “ Tidak.. aku tidak percaya jika kau adalah ayahku”


              “ Ohh.. apa kau sudah menanyakannya pada ibumu ?, aku yakin dia pasti berkata dia adalah manusia bejat yang tidak bisa dipercaya”


              Sizhui hanya diam  ia tidak ingin beradu argumen dengan pria ini sekarang.


              “ Dengarlah A-Yuan, aku memang adalah ayahmu. Kali ini aku datang kesini untuk menceritakan semua masa laluku dengan ibumu”


              “ Masa lalu dengan ibu ?”


              “ Ya.. dulu aku dan ibumu bertemu saat kami sama – sama belajar di Gusu, malam itu aku tegah mabuk berat dan aku melakukan hal yang diluar kendaliku. Malam itu saat aku berjalan menuju asrama ku aku tanpa sengaja mencium bau manis menggoda peromon ibumu dia memasuki masa heatnya aku melakukannya tanpa sadar menodai Wuxian menanam benihku di tubuhnya. Setelah kejadian malam itu aku dan ibumu tidak pernah bertemu lagi dia selalu menghindar dan pergi jauh dariku. Aku sangat menyesali perbuatku malam itu namun ibumu tidak memberikan kesempatan padaku. Dan 3 minggu setelah kejadiam itu aku tiba – tiba mendapati jika ibumu akan menikah dengan Lan Wangji, bukankah itu tidak adil Wei Ying tengah mengandung mu anakku tapi Lan Wangji mengakui jika ini adalah kesalahan yang dia lakukan hingga harus menikahi Wei Ying secepatnya aku tidak bisa menerima semua itu.”


              Sizhui terdiam melihat bagamana sendunya wajah pria ini sekarang, membuat hati nya kembali goyah dan berpikir apa benar dia adalah ayahnya,


              “ A- Yuan jika kau tida percaya dengan apa yang aku katakan kau tanyakan pada dirimu sendiri. apa Lan Wangji menyayangimu seperti anaknya sendiri ?, apa dia pernah memperlakukanmu dengan baik ?, jika memang dia menyayangimu dia tidak akan mengambil langkah bodoh seperti ini ketika tahu ibumu meninggal”  


Sizhui terdiam mengingat bagaimana sikap sang ayah padanya.


              “ Dia itu tidak peduli padamu.. karena kau bukan anaknya”


              “ Tidak !”


 


...OoOoO...

__ADS_1


__ADS_2