The Vampir

The Vampir
Chapter 24


__ADS_3

Wuxian bingung harus mencari Jin Ling kemana lagi, ia sudah mencarinya kesetiap sudut kampus tapi tak menemukan pemuda itu.


" Wei Ying.. Tunggu" Ujar Sizhui mengejar ibunya


Wuxian hanya bisa menghela napas panjang ketika melihat Sizhui malah mengejarnya bukan menyusul Jin Ling.


" Kau ini bagaimana" Ujar Wuxian emosi yang membuat Sizhui semakin bingung


" memangnya ada apa ?"


" Kenapa kau malah menyusulku ?.. bukan menyusul Jin Ling ?"


" Kenapa aku harus menyusul Jin Ling Ma ?"


" Dia pacarmu kan ?"


" Hahh ?!" Ujar Sizhui melongo, bagaimana bisa ibunya berpikir seperti itu, ia bahkan belum berpikir sejauh itu tentang Jin Ling tapi ibunya baru pertama kali bertemu dan sudah menuduh dia pacaran dengan Jin Ling. Apakah mereka sedekat itu, seingatnya tidak


" Ma.. Aku tidak ada hubungan apapun dengan Jin Ling, dia hanya temanku saja"


" Kau ini memang tidak peka, kalian hanya berteman itu kan di matamu , tapi tidak untuk Jin Ling"


" Maksud mama apa ?"


" Sudahlah, kau dan ayahmu sama saja" Ujar Wuxian sebelum pergi begitu saja


Sizhui semakin bingung dengan ibunya kenapa ibunya bisa berpikir seperti itu, selama ini ia sama sekali tidak pernah berpikir sejauh itu tentang Jin Ling.


....


Akhirnya hari itu Wuxian meninggalkan Kampus dengan perasaan tidak nyaman, ia merasa tidak enak pada Jin Ling, bahkan sampai sesore ini ia masih belum berhasil menemukan Jin Ling.


" Wei Ying" Ujar seseorang yang membuat Wuxian berhenti


" Lan Zhan"


Wangji hanya tersenyum sebelum membukakan pintu mobil mewahnya


" Ayo kita pulang"


" Kalian lihat itu, bukankah itu Lan Wangji" ujar beberapa mahasiswa entah dari mana mereka bergerumun di depan Wangji, berteriak kegirangan. Wuxian hanya terdiam heran anak dan ayah sama saja mereka menjadi pemikat para wanita muda.


" Menyingkir" Ujar Wangji dingin namun bukannya membuat mereka jengah dan pergi justru malah makin menggila. Wangji yang sudah emosi berusaha membuat para gadis ini takut dengan aura berat disekitar mereka namun Wuxian langsung menerobos kerumunan masuk ke dalam mobil dan menarik Wangji agar segera pergi.


" Kenapa kau melakukan hal seperti itu ?"


" Melakukan apa ?"


" Jangan kira aku tidak tahu ya. Lain kali kau harusnya hati – hati, bagaimana jika ada yang mengawasimu dari kejauhan bukankah itu sangat bahaya"


" Kau tidak usah khawatir, aku selalu berusaha menyembuyikan aura Vampirku, apalagi saat ini sudah menjadi sasaran dari komunitas tuan Zhao, orang tua itu sangat menyebalkan apa kau tahu itu"


" Jika memang kau menyembunyikannya lalu tadi itu apa"


" Itu ...


" Sudah jangan bercanda lagi, aku sudah tahu jika kau ingin bermain – main tapi tidak seperti itu caranya"


" Iya aku mita maaf aku hanya tidak suka dengan mereka"


" Lan Zhan.. kau harus tetap hati – hati, akhir – akhir ini kau terlihat terlalu santai. Apa kau tahu mereka selalu mengintai mu"

__ADS_1


" aku tahu itu.. aku hanya lelah selalu berlari dari mereka, ada kalanya aku ingin melawan mereka dan menunjukkan jika aku bukanlah seperti yang mereka kira"


Wuxian hanya diam mendengar kata – kata Wangji yang begitu dalam. Wajah sendu itu membuat Wuxian semakin tidak paham dengan semua ini, jika memang dia ingin selalu bersama dengannya kenapa dia bersikap seperti ini, ada hal yang disembunyikan oleh Wangji darinya.


" Lan Zhan apa kau ingin melakukan hal yang tidak aku ketahui"


" Tidak.. aku tidak akan melakukan apapun jika memang kau tidak mengenginginkannya"


" Kau tidak sedang berbohong pada ku kan ?"


" Hm"


Wangji hanya terdiam fokus menatap jalan dihadapannya, apapun yang terjadi dia tidak bisa menatap Wuxian saat ini. keputusan yang ia ambil sudah bulat dan apa akibat dari semua yang akan ia lakukan akan ia tanggung seorang diri, Wangji tidak ingin Wuxian ataupun Sizhui terlibat.


Langit beranjak malam cahaya rembulan yang teduh mulai menyinari kota Gusu berpadu dengan gemerlapnya lampu kota. Wangji terdiam di balkon rumahnya menatap rembulan dalam sepi ia hanya bisa menikmati sayup angin yang amat menenangkan, sampai suara dengkuran kecil dari kamarnya membuat ia berbalik menatap sosok pemuda yang tertidur pulas diatas ranjangnya. Ia ingin menyentuh, mencium, memberi semua yang ia punya hanya untuk dia, namun itu semua hanya angan – angan belaka. Jika memang mereka harus berpisah lagi ia harus tetap melakukan semua ini.


" Wangji" Ujar seseorang dari depan kamarnya, ia langsung melangkah keluar menemui sang kakak.


" Apa kau berencana pergi seorang diri ?"


" Xiong Zhang.. Aku


" Wangji apa kau ingin meninggalkan keluarga mu lagi ?.. Apa menurut mu mereka akan bahagia jika kau melakukan semua ini"


" Aku melakukan semua ini demi mereka, aku tidak ingin melibatkan kalian semua dalam masalah ku ini. Jadi aku akan menyelesaikannya seorang diri. Walau bagaimana pun Tuan Zhao tidak akan pernah melepaskan ku jika mereka tahu. Dan saat ini aku sudah mendapat titik terang dari semua masalahku. Aku tidak akan bisa melibatkan orang lain"


" Aku mengerti, tapi kau juga harus mengerti.. mereka akan sangat sedih jika sampai terjadi sesuatu pada mu, jadi aku harap kau bisa bersabar sampai paman kembali"


" Maafkan aku Xiong Zhang.. aku menitipkan mereka pada mu"


" Wangji.. Kau benar – benar yakin dengan semua ini ?"


" Xiong Zhan aku mohon pada mu jangan menghalangi apa yang akan aku lakukan"


" Jaga dirimu baik – baik"


.....


Wuxian mengusap matanya pelan ketika cahaya matahari menyusup masuk dari balik tirai kamarnya.


" Lan Zhan" Gumamnya malas ketika melihat sosok yang harusnya tidur di bersamanya tidak ada, ia pun langsung bergegas bangun dan keluar dari kamarnya.


" Selamat pagi Ma" Ujar Sizhui pelan


" A- Yuan apa kau melihat Ayahmu ?"


" tidak ma.. aku baru saja ingin bertanya pada mama, aku kira ayah belum bangun"


" Ah aku tidak melihat ayahmu sejak pagi" Ujar Wuxian heran sebelum ia melihat Lan Xichen yang datang dengan wajah masam


" Kakak Lan.. ada apa dengan mu ?" Ujar Wuxian heran


" Tidak bukan apa – apa .. apa kalian sudah sarapan ?" Ujar Xichen tersenyum lembut


" Kakak Lan apa kau melihat Lan Zhan ?.. aku tidak melihatnya sejak tadi" Ujar Wuxian penasaran yang membuat Xichen terdiam


" Wangji sedang keluar" Ujar Qiren pelan Xichen hanya bisa merunduk dalam mendengar jawaban pamannya itu


" Keluar ?"


" Wangji sedang ada banyak urusan di luar kota dan tadi pagi – pagi buta dia meninggalkan Gusu"

__ADS_1


" Tapi kenapa dia tidak mengatakan apa – apa pada ku ?"


" Aku rasa dia buru – buru hingga lupa memberitahumu" Ujar Xichen tersenyum lembut


Wuxian hanya bisa terdiam mendengarnya , ada yang aneh dengan semua ini.


" Ma.. Mama" ujar Sizhui menepuk punggung ibunya pelan


" Ah.. I-Iya.. Kenapa ?"


" Ayo kita sarapan dulu kita harus segera ke kampus" Ujar Sizhui pelan


" A-Yuan kau sarapan lah bersama paman dan kakek mu.. aku ada sedikit urusan" Ujar Wuxian segera berlari ke lantai atas


" Heh.. T-Tapi


" Sizhui biarkan saja ibu mu.. ayo kita sarapan dulu nanti aku akan meminta pelayan menyiapkan bekal untuknya" ujar Xichen pelan


Wuxian langsung masuk ke kamarnya berusaha mencari sesuatu di atas meja.


" Dia bahkan tidak meninggalkan pesan untukku" Gumam Wuxian pelan sebelum ia membuka laci kecil di meja belajar mengambil ponselnya disana


" Dia juga tidak mengirimkan pesan pada ku..Aneh.. ini benar – benar aneh"


Wuxian lagsung menghubi Wangji dari ponsel, namun nomer suaminya tidak bisa dihubungi.


" Apa yang sebenarnya terjadi.. kenapa tidak aktip seperti ini.. Lan Zhan tidak biasanya mematikan ponsel begini .. Apa benar dia hanya pergi untuk urusan bisnis saja ?"


" Ma" Ujar Sizhui sembari mengetuk pintu pelan " Ma .. aku sudah menyiapkan bekal untuk kita nanti di kampus"


" Hmm .. aku akan segera turun"


" Aku tunggu di bawah ya ma"


" I-Iya"


Sizhui terdiam menatap jam tangannya, hari sudah beranjak siang sebentar lagi mereka akan terlambat tapi ibunya belum juga turun dari kamar, padahal ia tadi melihat ibunya sudah siap.


" Ma .. apa kau belum selesai" Ujar Sizhui dari lantai bawah tapi tidak ada jawaban dari ibunya itu.


" Sizhui apa yang sedang kau lakukan, ini sudah siang " Ujar Qiren


" Ah.. kakek, aku sedang menunggu mama, dia tidak keluar sejak tadi"


" Kau ini .. buka sa-


Qiren langsung tediam sebelum dengan segera berlari menuju kamar Wuxian. Ia terperangah kaget melihat kamar ini sudah kosong.


" Dasar anak itu.. A- Yuan cepat panggil pamanmu, minta dia mencari ibumu secepatnya"


" Baik kek"


Qiren menghela napas gusar disaat yang seperti ini, Wuxian malah ikut membuatnya pusing.


Wuxian berlari secepat yang ia bisa meninggalkan rumah kediaman keuarga Lan, sebelum ia terhenti di sisi sebuah tebing curam.


" Apa ini, seingatku tidak ada tebing di sekitar sini" Gumam Wuxian heran


" Pak tua itu ..dasar menyebalkan" Ujar Wuxian kesal sebelum ia mengulurkan tangan menghancurkan penghalang dihadapannya.


Smentara itu di tengah hutan perbatasan Gusu dan Yunmeng Wangji terdiam menatap rumah tua dibawah sebuah tebing curam, rumah yang membuat ia teringat masa terkelam dalam hidupnya. Namun saat ini hanya satu hal yang harus ia lakukan ditempat itu. Ia sudah bertekad semuanya akan hancur hari ini.

__ADS_1


...OoOoO...


__ADS_2